Archive for islamic education and management

Religious Teacher Performance: Revitalization of Islamic Religious Education (IRE) Teachers As Innovators

Abstract

IRE teachers are the spearhead of success in learning religious education at schools. Curriculum changes will not have much impact on the quality of learning, if the quality of teachers is not improved. The strategy taken is to improve the performance and quality work of teachers, because the function of teachers are not only as an educator and facilitator, but also acts as an innovator in education. Innovators are not only means “changing” but also presents something that is really new and able to make the old things become new existence in context to the present. So innovative teachers are required and have a good performance, not only physically but also responsibility and performance, so as to improve the quality of education and special learning in Islamic religious education. The main performance of teachers from the physical aspects such as appearance and fashion, but far more important is competence in the mastery of learning materials, the ability of managing the class, the authority as education, social interaction and exemplary both at school and in the community. IRE teachers with good performance will not only able to inspire for learners, and even will be able to produce renewal in IRE.

Keywords

Performance; Innovator; Islamic Education
Silahkan buka link berikut untuk lebih lengkapnya.

WORKPLACE SPIRITUALITY TO INCREASE INSTITUTIONS’ COMMITMENT AND MEANING OF LIFE

Abstract

The low commitment and meaning of life can be caused by many, but they potentially occur because people in an institution do not know what they get from their work other than just money; people become unhappy with their work, then get bored and uncomfortable at work, apathetic, and ultimately unproductive. An institution that implements workplace spirituality (WS) will make people feel connected and meaningful at work. The purpose of this study is to explain how the values of WS can increase staff’s commitment and meaning of life at the institutions. The results of this study indicate that the WS can increase the commitment and meaning of the life of employees in the institution’s through several things. First, the value which can increase work commitment is value of togetherness, responsibility, justice, trust, sincerity, integrity, innovative, and professional. Second, the meaning of work for them is a moral call, a form of gratitude, fulfillment, worship, self-actualization, the command of Allahswt, and doing the main duty. Third, the efforts made by the staff are: to build a working atmosphere with workplace culture and climate, improve the quality of institutions by making research and recruiting qualified lecturers,conducting useful activities, adding infrastructure to support activities, friendly communication, social media as means of socialization, religious or coaching and motivation training, oblige Zuhur prayers in congregation, and cooperate with others. Fourth, the impact of workplace spirituality for employees is to feel proud of their institution, to feel comfortable and to have intimacy, to have well self-actualization, to be more productive in their work, to maintain altitude, leadership that refers to the pattern of politics alone will decrease the quality of the institution, mutual visit and sharing information or giving advise, positive activities coloring each institution, and adding enthusiasm to work.

Keywords

Spirituality, Commitment, Meaning of Life, Quality

Link dapat diakses berikut ini.

http://ejournal.iain-tulungagung.ac.id/index.php/epis/article/view/1313

Doi: 10.21274/epis.2018.13.1.89-112

Spiritualitas Tempat Kerja (Kerja Cerdas, Keras dan Ikhlas)

cover depan buku spiritualitas tempat kerja

Kajian dalam buku ini diawali dengan fenomena yang akhir-akhir ini muncul, yakni kerja berbasis finger print (sidik jari). Model ini berkembang tidak hanya di dunia industri tetapi juga bagi ASN (Aparat Sipil Negara)/Pagawa Negeri Sipil (PNS). Workplace Spirituality bukan hanya hal yang terkait dengan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi nilai spiritualitas itulah yang melandasi orang bekerja. Dalam konteks bekerja orang seringkali kehilangan maknanya selain hanya mendapatkan uang (money) dan keuntungan, maka penting sekali bagi seorang pekerja menemukan makna hidup yang hakiki dari pekerjaannya itu, sehingga muncul sikap senang, bahagia, jujur, disiplin dan bertanggung jawab. Maka bekerja itu harus jujur, ikhlas sebagai perwujudan dari spiritualitas yg ada dalam dirinya.

Untuk lebih memahami tentang konsep dan praktisnya dapat menghubungi penulis.

Oganisasi Pembelajar (Learning Organization)

cover buku organisasi pembelajar

Buku Ini membahas strategi dan cara taktis bagi lembaga untuk mempercepat pencapaian visi lembaganya. Prinsip utama dalam mempercepat laju organisasi adalah tidak merasa selalu berada pada zona nyaman (comfort zone), tetapi setiap individu dalam organisasi selalu berusaha meningkatkan kapasitas dirinya dalam mencapai performasi yang terbaik dan lebih baik.

Teori Peter Senge tentang Fifth Discipline menjadi dasar dalam analisis pada buku ini. Selain itu, buku ini dikembangkan dari hasil penelitian dari beberapa perguruan tinggi, sehingga kajian buku ini memadukan antara idealisme teori dan realitas faktual yang ada dilapangan.

Jika tertarik anda dapat mendapatkan buku ini langsung melalu penulis.

Achieving Graduate Competency Standards: Impact of The Excellence Program

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dalam pendidikan merupakan standar menjadi dasar pengembangan standar lain seperti standar isi, proses, penilaian. Hal ini seringkali dibagikan oleh lembaga pendidikan, tidak terkecuali dengan perguruan tinggi.

Perguruan tinggi harus tau bagaimana visi, misi dan learning outcome dari lulusannya, sebab itu SKL perlu dirancang sedemikian rupa, tidak cukup dengan hanya copy pasti dari lembaga lain, tetapi perlu berangkat dari intake (analisis terhadap inputnya) sendiri, sehingga lulusannya dapat memiliki kompetensi sesuai dengan kurikulum dan proses pembelajaran yang dilakukan.

berikut ini tulisan saya tentang strategi dalam mencapai Standar Kompetensi Lulusan berdasarkan hasil penelitian pada International Class Program di UIN Malang.

Untuk lebih lengkapkan dapat dilihat pada link berikut.

http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpi/article/view/1581/0

DOKUMEN SPMI

Dokumen SPMI disini

KEBIJAKAN STRATEGIS TRANSFORMATIF PENDIDIKAN ISLAM

IMG-20170719-WA0004                  cover buku kebijakan strtegis003

Buku ini merupakan Ijtihad kami sebagai dosen team teaching (Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dan Dr. Agus Zaenul Fitri, M.Pd) pada matakuliah Kebijakan Strategis Transformatif di IAIN Tulungagung pada program doktor (S3). Sejak awal kami bersepakat agar karya-karya mahasiswa dapat menjadi buku yang layak terbit, sebab itu tugas berat saya sebagai editor adalah mensingkronkan berbagai pemikiran dalam tulisan ini hingga layak untuk dibaca. Secara jujur harus saya katakan bahwa banyak sekali kontribusi dari Prof. Dr. Mujamil Qomar, M.Ag dalam menyusunan rencana pembelajaran, karena mata kuliah ini baru dalam  bidang Manajemen Pendidikan Islam.

Karya mahasiswa program doktor telah terbit setidaknya dua buku di kelas yang berbeda dan salah satunya adalah pada program MPDI beasiswa 5000 doktor IAIN Tulungagung.

Buku ini bisa didapatkan di perpustakaan PPs IAIN Tulungagung

 

KAMPUS DAKWAH DAN PERADABAN

IMG20171002083246

Buku ini merupakan pemikiran dari berada pihak tentang gagasannya mengenai kampus dakwah dan peradaban IAIN Tulungagung, banyak pemikiran positif di dalamnya, tetapi juga tidak sedikit kritik tajam sebagai penyeimbang. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada link berikut.

https://drive.google.com/file/d/0B8F75sYCGUt3UTNxSlNlUHU1NG8/view?usp=sharing

QUALITY ASSURANCE SYSTEM BETWEEN THE ISLAMIC STATE UNIVERSITY AND THE STATE UNIVERSITY

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan sistem penjaminan mutu di Universitas Islam Negeri Universitas Islam Negeri (UIN) Malang dan Universitas Negeri di Technical Institute of Surabaya (Institut Teknik Surabaya / ITS). Temuan mengenai sistem jaminan kualitas meliputi; alasan untuk menerapkan penjaminan mutu, nilai inti dari perencanaan mutu, penjaminan mutu pelaksanaan, penjaminan kualitas evaluasi, faktor pendukung pelaksanaan penjaminan mutu, strategi penjaminan mutu, dan hasil penjaminan mutu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian metode penelitian eksploratif dengan instrumen model perkembangan. Sedangkan proses penelitian ini dimulai dengan mengumpulkan data kualitatif, maka temuan ekstrem diikuti dengan mengumpulkan data kuantitatif, dan akhir proses ini adalah menafsirkan data bersama. Dari data kualitatif, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara penjaminan mutu di UIN Malang dan ITS. Jaminan kualitas dalam pengelolaan institusi (X), aspek akademik (Y), dan kepuasan pelanggan (Z) berbeda secara signifikan antara UIN Malang dan ITS. Kepuasan pelanggan di UIN Malang dipengaruhi oleh kualitas manajemen dan akademik dengan proporsi yang lebih besar daripada di ITS.

 

lebih lengkapnya ada bisa buka dan download di link berikut ini.

http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpi/article/view/787

http://journal.uinsgd.ac.id/index.php

PENDIDIKAN ISLAM WASATHIYAH: MELAWAN ARUS PEMIKIRAN TAKFIRI DI NUSANTARA

Wasathiyah Islam muncul sebagai penyeimbang munculnya kelompok yang sering dan kelompok lainnya. Selain itu, pendidikan juga wasathiyah sedang memahami Islam, dengan gagasan menentang kekerasan, membela yang tertindas, fanatisme, ekterimisme, menolak intimidasi, dan terorisme. Wasathiyah (moderasi) termasuk tokoh utama Islam; karena nilai ini selalu menghubungkan Muslim dengan prinsip dasarnya. Kondisi kehidupan mereka saat ini tidak terputus dari sejarah masa lalu mereka dan sangat terkait dengan sejarah kehidupan generasi yang benar sebelumnya. Dalam pandangan Islam, kehidupan selalu berubah dan berputar. Oleh karena itu, sikap Islam moderat menolak berpisah dari saat ini dan mengabaikan kejadian yang terjadi di dalamnya. Islam juga menolak membungkus ijtihad moderasi yang dipengaruhi oleh kondisi atau lingkungan dengan pakaian keabadian dan pemeliharaan kesalahan dan perubahan, tanpa ijtihad lain yang juga dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi lingkungan yang berbeda dengan ijtihad sebelumnya.

 

lebih lengkapnya bisa dibaca di link berikut:

http://ejurnal.stainparepare.ac.id/index.php/kuriositas/article/view/147