Monthly Archives: August 2013

Berikut Rencana Perkuliahan selama satu semester (Semester Ganjil 2013/2014) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung.

1. Dasar-dasar Komputer, silahkan diakses di sini
2. Teori Himpunan, silahkan diakses di sini
3. Kajian & Pengembangan Kurikulum Mat. SMP, silahkan diakses di sini
4. Pengembangan Media Pembelajaran Matematika, silahkan diakses di sini

Beni Asyhar, S.Si., M.Pd.
Program Studi Tadris Matematika STAIN Tulungagung

Matematika merupakan pelajaran yang dipelajari mulai dari tingkat dasar sampai tingkat atas. Hal ini untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dalam membelajarkan matematika kepada siswa, apabila guru masih menggunakan paradigma pembelajaran lama dalam arti komunikasi dalam pembelajaran matematika cenderung berlangsung satu arah umumnya dari guru ke siswa, guru lebih mendominasi pembelajaran maka pembelajaran cenderung monoton sehingga mengakibatkan peserta didik (siswa) merasa jenuh dan tersiksa. Oleh karena itu dalam membelajarkan matematika kepada siswa, guru hendaknya lebih memilih berbagai model pendekatan, strategi, metode yang sesuai dengan situasi sehingga tujuan pembelajaran yang direncanakan akan tercapai.

Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai tugas untuk memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang disampaikan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Perlu diketahui bahwa baik atau tidaknya suatu pemilihan model pembelajaran akan tergantung tujuan pembelajarannya, kesesuaian dengan materi pembelajaran, tingkat perkembangan peserta didik (siswa), kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran serta mengoptimalkan sumber-sumber belajar yang ada.

Pada makalah ini akan dibahas tentang model pembelajaran kooperatif yang berpotensi membuat siswa sebagai pusat pembelajaran. Pembelajaran kooperatif, atau secara formal disebut student-team learning, adalah istilah untuk mendeskripsikan prosedur pembelajaran yang memberikan fasilitas kepada para peserta didik agar bekerjasama di dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 pebelajar dan setiap prestasi kolektif mereka dihargai.

Model pembelajaran kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda (tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan gender. Model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Nur (2000) dalam Widyantini (2006), semua model pembelajaran ditandai dengan adanya struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan. Struktur tugas, struktur tujuan dan struktur penghargaan pada model pembelajaran kooperatif berbeda dengan struktur tugas, struktur tujuan serta struktur penghargaan model pembelajaran yang lain. Dalam proses pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif, siswa didorong untuk bekerja sama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Tujuan model pembelajaran kooperatif adalah hasil belajar akademik siswa meningkat dan siswa dapat menerima berbagai keragaman dari temannya, serta pengembangan keterampilan sosial.