Kewajiban zakat di Tengah Pandemi Covid-19

 

Cfinus

 Kewajiban Zakat di Tengah Pandemi Covid-19

Zakat adalah shodaqoh wajib yang dilakukan pada bulan ramadhan sampai sebelum sholat idul fitri dilakukan. Kewajiban zakat fitrah sesuai hadis Rasul dalam bentuk makanan pokok, makanan yang mengenyangkan dan dikonsumsi sehari-hari. Hanya Hanafiyah yang berpendapat bahwa zakat fitrah boleh dibayarkan dengan uang yang setara dan senilai dengan kadar zakat. Pendapat ini juga dirujuk oleh Wahbah al zuhaily dan Yusuf Qardhawy dengan alasan bahwa saat ini hal tersebut lebih memudahkan mustahiq dalam membelanjakan dan memenuhi tujuan dasar zakat fitrah agar fuqara’ tidak kelaparan dan meminta-minta pada hari raya.

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم صدقة الفطر طهرة للصائم من اللغو والرفث طعمة للمساكين فمن اداها قبل الصلاة فهى زكاة مقبولة, ومن اداها بعد الصلاة فهى صدقة من الصدقات

Dari Ibnu Abbas ra. berkata: Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perbuatan yang tidak berguna dan ucapan kotor, serta untuk memberikan makanan orang miskin. Maka barang siapa mengeluarkan zakat sebelum shalat id maka itulah zakat fitrah yang terqabul, dan barang siapa yang memberika zakat setelah shalat id maka itu termasuk shadaqah.

Kadar zakat fitrah adalah 2.176 kg dalam bentuk makanan pokok. Jika berupa uang maka Nominal uang yang dibayarkan sebagai zakat harus setara dengan kadar zakat fitrah. Jika beras yang dikonsumsi harian seharga Rp 10.000,- , 2,5kgxRp 10.000,-=Rp 30.000,- Jangan membayar zakat dengan nilai beras yang kualitasnya di bawah beras yang sehari-hari dikonsumsi. Melebihi kualitas beras yang dikonsumsi sehari-hari jelas lebih utama.

Prinsip dasar zakat sebagaimana diajarkan Rasul adalah dari dan untuk penduduk setempat.

نابن عباسٍ رضي الله عنهما: أنَّ النبي ﷺ بعث معاذًا إلى اليمن .. فذكر الحديثَ, وفيه: أنَّ الله قد افترض عليهم صدقةً في أموالهم, تُؤْخَذ من أغنيائهم, فتُرَدُّ في فُقرائهم.

Jika memang di daerah tsb sudah tidak ada yang membutuhkan, maka zakat bisa dialihkan ke luar daerah yang membutuhkan, dan ini adalah tanggung jawab amil. Pemerataan dalam penyaluran zakat adalah tugas berat dan bisa sukses jika didukung database mustahik, apakah berbentuk konsumtif atau produktif. Saat ini penyaluran zakat yang dilakukan Lembaga Pengelola Zakat baik BAZNAS maupun LAZ bisa menjadi alternatif dan pilihan. Mustahik tidak harus antri untuk mendapatkan bagian, tapi LPZ yang pro aktif menyalurkan kepada mustahik.

Penyaluran zakat dalam bentuk perlengkapan penanggulangan Covid 19 adalah dibenarkan, mengingat petunjuk yang diberikan nash bersifat umum, kategori mustahik bukan dalam bentuk individu. (Red)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *