Archive for August 2, 2020

Unsur Kesengajaan dalam Lensa Fiqih Jinayah

 

Min_2_08_2020_22_33_56

Unsur Kesengajaan dalam Lensa Fiqih Jinayah

Suatu perbuatan bila dikatakan jarimah/ pidana mengandung beberapa unsur
Syara’

Ketidaksengajaan bisa saja meringankan hukuman seperti pada contoh kasus novel Baswedan.
Dalam kasus novel basweda menurut pemateri merupakan sengaja karena sudah direncakanan sebelumnya, hakim yang hanya menjatuhi 1 tahun penjara menurut pemateri salah karena tidak masuk akal sesuai situasi dan kondisi yang nyata.

Apabila melukai bagian tubuh yang ada sendinya tidak di qisas tetapi dengan membayar denda sehingga ketidak sengajaan bisa meringankan hukuman

Nilai yang terkandung dalam Fiqih divinitas (berasal dari wahyu Allah) dan humanitas (pemikiran manusia)

Menurut Abdul Qadir Audah Jarimah sengaja terletak pada pengetahuan, dan sadar akan perbuatannya, dan faham perbuatan yang dilakukan melawan hukum
Jarimah tidak sengaja terletak pada ketidak sengajaan, ketidaktahuan pelaku, atau dia keliru

Jarimah terdiri atas 3
Hudud
Qisas
Takzir kejahatan yang tidak termasuk hudud maupun qisas

Sengaja atau tidak sengaja bisa dilihat dari niat dan unsur kesengajaan dalam bebrapa jarimah, misal:

-pembunuhan sengaja

-Pembunuhan semi sengaja

-Pembunuhan tidak sengaja

Bentuk pertanggung jawaban dari tiap jarimah ini bertingkat, pengurangan hukuman ini karena adanya unsur sengaja dan tidak sengaja

Bila penganiayaan, maka syarat pelaku adalah berakal, baligh, cakap hukum, motivasi melakukan kejahatan dengan sengaja, derajat orang yang dilukai sederajat dengan orang yang melukai ( sederajat yang dimaksud adalah sama sama bukan orang yang berhak melukai, misal sesama rakyat)

Hukuman penganiayaan bisa dengan qisas, tetapi harus benar benar diukur, tidak boleh kurang atau lebih, jika tidak bisa diukur bisa dialihkan ke denda atau takzir. Apabila tidak sengaja hukumannya bisa lebih ringan

Yang digunakan sebagai indikator sengaja atau tidak sengaja adalah sebab akibat, Antara sebab akibat harus terbukti keduanya. Jika hanya salah satu yang terpenuhi maka belum bisa menentukan hukum.
Sengaja atau tidak sengaja bisa dilihat dari niat, niat letaknya dihati yang tidak bisa dilihat, jinayah ini membutuh kan bukti yang bisa dilihat untuk menentukan hukuman bagi pelaku.

Islam menawarkan 2 hal penyelesaian sebuah persoalan
Non litigasi, Mediasi melalui perantara ( lebih dikedepankan karena menurut Nabi penghukum lebih baik keliru memberikan maaf dibandingkan keliru memberikan hukuman) maupun Litigasi melalui pengadilan

Contoh  persoalan  masalah: apakah dengan sengaja menanam ganja dan menjualnya dikemudian hari apakah termasuk dalam jinayah? Atau termasuk pelanggaran atau pembangkangan terhadap negara

Jawab

Pembangkangan terhadap negara itu berarti pemberontakan atau mengaangkat senjata sehingga bukan termasuk. Tetapi penanaman ganja ini juga termasuk pelanggaran hal ini masuk kedalam jarimah takdzir. Karena dalam jarimah takzir ini adalah kejahatan yang tidak termasuk ke dalam hudud dan qisas