Archive for sastra fikihiyah

Pemuda Juga Pahlawan

20201110_084237

PEMUDA ITU JUGA PAHLAWAN

Oleh: Ravi alamsyah (Peneliti muda C-FINUS) 

Bagi kita bukan kalangan lagi
Pertempuran itu
Resolusi jihad sabilillah bergema
Mimpinya kemerdekaan adalah bintangnya

Hidup mereka berani dan berwangi
Panas tanpa lelah
Dingin tanpa resah

Semangat tak mungkin padam
Siang berjihad malam dalam mendoa
Sekali-kali mereka bukan pekerja tanpa upah

Mereka berteriak bukan menjerit karena lara
Mereka senyum menahan luka dalam dada
Mereka marah mengoyak semangat kuat hebat

Pemuda itu ! Masih inginkan petang datang
Pemuda itu ! Obat luka dari negeri ini
Pahlawan.. Tidak takut dehidrasi
Pahlawan.. Tidak takut kalau kaki tak beralas lagi
Mereka semua ada diantara kita-kita

Berdiri tegak walau lawan seribu kali
Sabilillah yang berani binasa
Maju rapat digaris depan
Bambu dikiri, keris dikanan

Dengan menggenggam sambil bersorak
“Merdeka! Merdeka! Allahu akbar! “

Layar merah putih berkibar dari kelam
Merangkai waktu tahun-tahun berlalu
Masa demi masa

Kepadamu kami mengadu derita kami
Beri warna pada negeri ini
Dengan leluasa bungkarno berujar
“Beri aku 10 pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”

Ngunut, 10 November 2020

Jiwa Kebenaran Tegakkan Iman

Jiwa Kebenaran Tegakkan Iman

Karya: Fadli A.R

 

Jiwa kebenaran…..

Kau tegakkan Iman penuh kepercayaan

Walau badai besar melanda

Kau tetap kokoh dalam pendirian

Kala pendusta menghancurkan segalannya

Firman Allah pembelannya

 

Pendusta………….

Mata Hatimu telah beku

Lembah kegelapan telah menutup segalannya

Tiap jiwa kebenaran , telah teraniaya

Tertumpas mengalir merah jutaan darah

Menjerit, merintih sebuah perlakuan pedih,

 

Jauhlah,…

Jauhlah……..

Pendusta lenyaplah sudah

Tinggallah azab menyerca

Jiwa-jiwa penuh noda

 

Apa kau pernah menyadari………..?

Inilah kuasannya

Langit gelap pekat mencengkam ….

Awan hitam menutup biru

Petir berteriak hendak memusnahkan durjana

Sang permata lepas menghantam segalanya

Semua lebur,,,seperti bubur

Bertebangan , berhamburan

Kala melihat tak kuasa

Adzab pedih menghampiri

Jiwa pendusta lemah tak Berjaya

Kau pandang ini ocehan belaka ?

Tak dapat kau hindari,,,,,

Tak dapat kau ingkari…..

Terkupas hanguslah sudah

Tirai kelam tersingkap , insan beriman terlelap

Kenikmatan Syurga itulah balasannya

 

 

Dirajud dalam Surat QS AL-Buruj