Monthly Archives: July 2019

Part 2: 

SPK: MEMANTAPKAN JATI DRI

Eni Setyowati

Kopdar 3 Sahabat Pena Kita (SPK) yang dikemas dalam bentuk seminar sebagaimana dengan Kopdar 1 dan 2 telah membuktikan bahwa SPK telah mengepakkan sayapnya menuju sebuah komunitas yang handal. Seiring dengan dilaksanakannya Kopdar 3 SPK di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tanggal 27 Juli 2019, di situlah SPK telah menjadi sebuah yayasan berakta notaris. Semua itu tak lain adalah perjuangan para suhu-suhu SPK yang dipandegani oleh Pak Dr. Arfan Muamar, M.Pd.I. sebagai ketua SPK. Menjadi anggota dalam komunitas SPK merupakan kebanggaan tersendiri. Banyak ilmu, banyak teman tentunya. Komitmen, tanggung jawab, kebersamaan, keikhlasan telah diajarkan di komunitas ini.....hingga rasa cinta ini tumbuh menjadi keluarga besar SPK.

Anggota SPK dari berbagai penjuru di Indonesia dan Malaysia membuat semakin mantab komunitas ini. Ada mahasiswa, guru, ibu rumah tangga, dosen, doktor, profesor tidak menjadikan penghalang bagi para anggota SPK, justru keberagaman ini yang menjadikan SPK semakin kaya. Satu setengah tahun usia SPK telah menunjukkan karya-karya yang semakin membahana. Seiring dengan perjalanan waktu SPK pun selalu berbenah. Dari Kopdar 1, 2 hingga yang ke-3 ini telah menunjukkan sebuah kemajuan dan kesolidan. Kopdar yang dikemas dengan acara seminar yang menggandeng lembaga-lembaga maupun Perguruan Tinggi telah membuktikan bahwa SPK telah memantapkan jati diri. Sambutan-sambutan yang sangat baik dari pimpinan perguruan tinggi telah membuka jalan bagi SPK untuk mengabdi bagi bangsa.

Sahabat pena kita, rumah singgah bersama...  Mengasah daya cipta, mengabdi untuk bangsa... Mari bergandeng tangan, bergerak beriringan... Singkirkan s'gala rintangan, wujudkan karya idaman... Kepadamulah kami percayakan, estafet literasi negeri ini... Kepadamulah kami amanatkan, estafet literasi negeri ini... Sahabat pena kita, rumah singgah berama.

Kunyanyikan Mars SPK dengan penuh semangat meskipun ada beberapa bait yang tidak hapal. Untungnya di layar ada teksnya....alhamdulillah sangat membantu. Mars Sahabat Pena Kita yang dirilis saat Kopdar SPK 1 di UNISA Yogyakarta, telah menjadikan semangat bagi para anggota. Berangkat dari berbagai penjuru wilayah menuju tempat pelakasanaan Kopdar merupakan perjuangan yang luar biasa. Kopdar 3 SPK kali ini bertemakan "Profesionalisme Penulis: Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas". Acara dimulai dengan seminar dengan dihadiri 100 peserta dan dibuka oleh Wakil Rektor UNNES Prof. Dr. Agus Nuryatin, M.Hum. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota SPK yang mempercayakan agenda seminar ini di UNNES. UNNES sebagai kampus konservasi siap melakukan pelestarian dan perlindungan baik akademik maupun non akademik. Prof. Agus Nuryatin merupakan sastrawan yang menyukai puisi.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua SPK Dr. Arfan Mu'amar, M.Pd.I. Di hadapan para peserta Kopdar Pak Arfan menyampaikan tentang apa itu SPK. SPK yang didirikan tahun 2018 telah mengalami beberapa perubahan anggota hingga kini dari 77 anggota menjadi 47 anggota, sebanyak 30 anggota terpaksa harus dikeluarkan. Sebagaimana yang disampaikan pak ketua, menjadi anggota SPK harus mempunyai komitmen yang tinggi, namun tidak perlu takut karena persaudaraan yang begitu kental akan membangkitkan komitmen itu. Menjadi anggota SPK mempunyai kewajiban menulis setoran wajib setiap bulan, selain itu menulis setoran sunnah minimal sekali dalam sebulan sesuai dengan kesepakatan tanggal yang diajukan oleh masing-masing anggota. Jika dalam tiga kali anggota tidak menyetor tulisan wajib, maka ketua berhak untuk mengeluarkan anggota tersebut dari grup SPK.... dan 30 itulah yang merupakan yang tidak setor tulisan wajib sebanyak tiga kali. Apakah SPK kejam? Tentu tidak.... Rumah yang kokoh harus dibangun dengan pondasi yang kuat, begitu juga dengan SPK.

Acara dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia Pak Agung Kuswantoro. Berkat beliau, acara seminar dan Kopdar ini berjalan dengan sangat sempurna. Kopdar 3 SPK di UNNES sekaligus launching buku kedua karya SPK "Literasi di Era Disrupsi". Buku dengan tema yang lagi hits ini secara sah di launching oleh Dr. M. Taufiqi. Acara pembukaan seminarpun ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Masruri dan pemberian buku kepada wakil rektor 4 UNNES Prof. Agus Nuryatin.

Istirahat sejenak, nampak para peserta seminar masih antusias mengikuti acara inti yaitu Seminar Profesionalisme penulis dengan empat narasumber handal, Dr. Ngainun Naim, Prof. M. Chirzin, Kandidat Doktor M. Khoiri, dan penulis cerita mas Haidar Musyafa, dengan moderator hebat mas Syahrul dan mas Syaiful Rahman. Tentunya banyak ilmu yang disampaikan oleh para narasumber tentang literasi, ada pak Ngainun dengan "menggugah dan merawat spirit literasi", Prof. Chirzin dengan "meningkatkan kualitas tulisan dengan membaca", Pak Emcho dengan "mengasah dan meningkatkan kreativitas menulis" dan mas Haidar Musyafa dengan "meningkatkan produktivitas menulis". Duduk di urutan kedua membuatku merasa nyaman dan sesekali ikut menjadi backdrop jika para suhu yang berada di deretan depanku berfoto.....lumayanlah numpang wajah hehehe.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17.00 WIB lebih, acara masih berlangsung, hingga akhirnya mendekati Maghrib acarapun selesai.

 

SEMUA KARENA CINTA (Catatan Kopdar 3 SPK)

Eni Setyowati

Part 1: Cerita Seru Tulungagung - Semarang

Mantap hati, mantap jiwa.....mungkin itu sebuah kalimat yang pas saya tuliskan sebagai perasaan hati ini tatkala Kopdar 3 SPK (Sahabat Pena Kita) sudah di depan mata. Tepat pukul 05.00 WIB, sayapun selesai berkemas dan siap menuju sebuah tempat janjian kami (di depan SD Kedungwaru 1) untuk berangkat ke Semarang. Dengan rasa ikhlas, suami mengantarkan ke tempat penjemputan. Tentunya rasa syukur saya ucapkan kepada Allah SWT yang telah memudahkan proses perjalanan mengikuti kopdar SPK ini, dan rasa terima kasih yang tak terkira untuk suami yang selalu mensupport semuanya, dan anak-anak tersayang yang sering dan selalu siap ditinggal mamanya pergi. Saat saya tiba di tempat penjemputan, bu Tuti Haryati sudah menunggu. Sekitar 15 menit, tibalah yang kami nantikan, ada Pak Ngainun Naim, Mas Fahru, dan Mbak Ekka Zahra. Bismillah....kendaraan kamipun siap meluncur ke Semarang dengan driver yang amazing... Mas Fahru yang baik hati hehehe

Perjalanan yang menyenangkan tentunya... Berlima kami menyusuri jalan tol yang sungguh mengasyikkan dengan pemandangan yang menakjubkan. Sesekali kami bersenda gurau dengan guyonan pak Ngainun Naim yang selalu membuat tertawa. Sesekali saya melirik mbak Ekka....mbak Ekka baru saya kenal saat saya masuk kendaraan pagi itu, meskipun mbak Ekka mahasiswa di kampus saya, namun karena berbeda jurusan sehingga tidak pernah bertemu. Saat itu mbak Ekka masih malu-malu, mungkin karena bareng dengan dosen-dosennya hehehe. Tak lama kemudian, suasanapun semakin cair, mbak Ekka pun sudah mulai gak malu-malu lagi hehehehe.

Waktu kami tempuh sekitar empat jam. Alhamdulillah perjalanan lancar, di luar dugaan, kami tiba di semarang satu jam lebih cepat dari perkiraan. Memang betul kata pak Didi Junaedi, Allah telah membuat skenario untuk umatnya. Demikian pula apa yang kami alami saat itu, semula kami memperkirakan akan tiba di Semarang pukul 11.00 WIB, namun saat itu perkiraan pukul 10.00 WIB kami akan sampai. Dengan kalimat yang agak "menyombongkan" diri hehehehehe, kami berucap "wah kita lebih cepat satu jam"....... apa yang selanjutnya terjadi....kamipun keliru arah, menuju ke arah Pekalongan dan dengan terpaksa kami menikmati tol lebih panjang hehehehe. Kata pak Ngainun, wah GPS menipu kita, seharusnya kita harus mencari JPS (Jawaban Penduduk Setempat) wkwkwkwk.

Guyonan-guyonan yang selalu ada membuat suasana tetap mengasyikkan. Akhirnya kamipun mulai ada titik terang menuju ke tempat tujuan. Mampir sebentar di pom sambil istirahat merupakan pilihan. Perjalanan kami lanjutkan dengan tujuan mengisi perut, dan tertujulah pada sebuah tulisan besar "Pawon Ngawula (Rumah Joglo)". Dengan percaya diri kendaraan dibelokkan menuju rumah makan Pawon Ngawula.....dan ternyata di papan depan terdapat tulisan "harga mahasiswa"....kamipun tertawa terbahak-bahak....hampir saja Mas Fahru akan menutup nomor polisi kendaraan kami (maklum kendaraan plat merah, masak masuk di rumah makan harga mahasiswa) hahahahaha. Pilihan menu ayam bakar madupun menjadi pesanan kami ditambah teh hangat yang cocok menghangatkan suasana saat itu, kecuali mas Driver Fahru yang memilih minum coklat ori hehehe. Pesananpun telah sampai dan nasi ambil sendiri. Satu jebukan, dua jebukan (pinjam istilah pak Emcho) dan seterusnya kami lahap sampai tuntas tas tas.....entah memang masakannya yang enak, ataukah karena perut sudah protes hehehehe. Tapi saya akui memang enak juga rasanya, meskipun harga mahasiswa.

Waktu telah menunjukkan pukul 12.00 WIB, perjalanan berlanjut menuju UNNES (Universitas Negeri Semarang) yang hanya kami tempuh 10 menit dari rumah makan tadi. Memang benar kata Pak Agung Kuswantoro, UNNES memang berbukit tapi mengasyikkan. Baru kali ini saya menginjakkan kaki di kampus UNNES. Bertemu dengan para suhu dan teman SPK merupakan kebanggaan tersendiri. Sahabat Pena Kita, Rumah Singgah Bersama.... Sahabat Pena Kita, Mengabdi Untuk Bangsa.

To be continued.....