BELAJAR DAN TERUS BELAJAR

Eni Setyowati

Entah sudah berapa kali saya telah mengikuti seminar maupun pelatihan tentang literasi. Hari ini, Selasa (28 Juli 2020) saya mengikuti kembali acara semacam itu. Kali ini diadakan oleh komunitas literasi di Tulungagung yang berjulukan Sahabat Pena Kita (SPK) Tulungagung. Anggota SPK Tulungagung berasal dari berbagai profesi. Ada mahasiswa, guru, maupun dosen. Apapun itu profesinya, tujuannya hanya satu, yaitu memajukan literasi di Tulungagung dan sekitarnya.

**********
Pertengahan Juli 2020, saya telah menjadi bagian dari komunitas SPK Tulungagung. Ceritanya, pada suatu hari ada WA dari senior literasi Tulungagung, yaitu pak Ngainun Naim. Beliau menawarkan kepada saya untuk bergabung di grup ini. Tawaran itu langsung saja saya iyakan. Akhirnya sayapun dimasukkan di grup ini oleh Pak Naim. SPK Tulungagung merupakan anak dari SPK pusat. Saya sendiri sejak 2018, juga telah bergabung menjadi anggota di SPK pusat. Baik SPK pusat maupun SPK cabang sebenarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk memajukan literasi, meskipun dengan kebijakan yang berbeda.

Terus terang, saya kurang begitu tahu, kapan sejatinya komunitas litetasi di Tulungagung yang kemudian menjadi SPK Tulungagung ini mulai aktif, karena sejak saya bergabung di grup itu, kegiatan literasi sudah aktif. Saya tidak mempermasalahkan kapan grup ini dimulai, yang penting bagi saya dapat berkontribusi di dalam grup ini.

Setoran tulisan dalam bentuk tulisan di blog merupakan ciri khas dari grup ini. Setiap minggu harus wajib menyetorkan tulisan dalam blog sesuai jadwal yang disepakati. Selain itu tulisan sunnah juga disarankan kepada anggota untuk semakin meningkatkan kualitas menulisnya.

Kebijakan untuk menulis di blog ini, memberikan dampak positif bagi saya. Blog saya yang selama ini jarang saya isi, alhamdulillah kini aktif dengan tulisan lagi. Terimakasih pada SPK Tulungagung. Teman-teman baru telah menambah saudara dan pengalaman baru bagi saya.

**********

IMG-20200728-WA0019

Diskusi dan Launching SPK Tulungagung

Saat itu saya membaca flyer yang dishare oleh pak Ngainun Naim. Ternyata adalah kegiatan diskusi sekaligus launching SPK Tulungagung. Sayapun, kemudian membatin, "oh ternyata grup ini masih baru, lha ini masih mau dilaunching". Flyer ini telah menjawab pertanyaan dalam hati saya, yang sebelumnya saya takut menanyakan di grup...hehehe.

Hari itupun tiba. Selasa, 28 Juli 2020, saatnya acara diskusi dan launching SPK. Kebetulan di hari yang sama, saya juga mempunyai agenda lain, yaitu menguji tesis 5 mahasiswa mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai. Di pagi itu, saya segera menyiapkan segala keperluan untuk menguji tesis serta dapat mengikuti acara diskusi dan launching SPK Tulungagung. Sebelum jam 08.00, saya telah menyiapkan tempat, dua laptop, colokan dan segala keperluan lain. Tempat yang saya pilih adalah di mushola rumah. Sebenarnya, saya biasanya mengikuti webinar ataupun semacamnya berada di ruang kerja. Namun, ternyata kondisi di ruang kerja kurang bagus untuk webinar, karena banyak cahaya, akibatnya wajah saya di video selalu hitam. Tempatpun sudah siap dengan dilengkapi dua meja, karena memang ada dua laptop. Laptop satunya untuk menguji tesis dan yang satunya lagi untuk mengikuti acara launching SPK Tulungagung.

Alhamdulillah kedua kegiatan itu berjalan lancar. Ujian tesis telah berjalan selama satu jam. Saat itu saya lihat jam, menunjukkan pukul 09.00. Segera saya buka laptop satunya dan segera saya klik link zoom untuk mengikuti acara diskusi dan launching SPK Tulungagung. Sekitar beberapa menit saya tunggu, belum ada respon dari host untuk meng-admit saya. Sayapun membatin, "jangan-jangan linknya diganti, jangan-jangan saya salah klik, jangan-jangan laptop saya bermasalah, padahal sudah jam 9 lebih". Akhirnya kutanyakanlah di grup...ternyata acaranya masih di mulai jam 10.00. Ya Allah...ternyata saya terlalu bersemangat hehehe.

Sekitar pukul 09.30, forum diskusi dan launching SPK dibuka. Pada pukul 10.00 acarapun dimulai. Sebagaimana yang ada di flyer, acara ini dipandu oleh ketua SPK Tulungagung mas Thoriqul Aziz sebagai moderator, pak Dr. Ngainun Naim (penasehat SPK pusat) sebagai pengantar, dan Dr. M. Arfan Muamar (ketua SPK pusat) sebagai narasumber serta Mas Fahrudin sebagai host.

Acarapun dimulai, mas Thoriqul Aziz, sebagai moderator di awal acara menyampaikan sedikit cerita tentang SPK Tulungagung ini. Dilanjutkan acara berikutnya adalah pengantar dari Dr. Ngainun Naim. Di pengantarnya, pak Naim menyampaikan tentang terbentuknya SPK Tulungagung, kepengurusan dan kebijakan yang ada. Sebagaimana biasanya, pak Naim selalu mengajak siapa saja untuk selalu semangat membaca dan menulis. Menulis dan terus menulislah, karena jika pengen bisa menulis hanya satu syaratnya yaitu menulis itu sendiri. Pak Naim, juga menyampaikan bahwa beliau selalu siap membimbing dan memotivasi anggota grup yang merasa kesulitan memulai dalam menulis.

Acara berikutnya adalah pemaparan materi oleh narasumber, pak Dr. M. Arfan Muamar. Saya biasa memanggil beliau pak Arfan. Sungguh luar biasa yang disampaikan oleh pak Arfan. Materi pak Arfan kali ini lebih kepada mengatasi minder dalam menulis. Ini materi yang pas disampaikan di grup yang baru ini. Memang, awal ketakutan yang banyak dialami dalam menulis adalah rasa minder. Rasa minder ini dikarenakan adanya rasa takut salah, takut tulisan jelek dan ketakutan-ketakutan lainnya. Rasa ini pun pernah saya alami dulu saat awal belajar menulis. Hanya ada satu cara untuk mengatasi rasa minder ini. Pak Arfan menyebutnya harus percaya diri (PD). Ya..benar...hanya PD lah yang bisa mengatasi rasa minder. Sayapun juga merasakan, bagaimana saya dulu tidak PD menulis, tapi lambat laun saya terus berusaha. Saya harus bisa, saya harus PD, singkirkan pikiran yang macam-macam, jangan peduli komentar orang lain, jadikan komentar orang lain sebagai cambuk untuk kita tetap semangat, tunjukkan kita bisa. Setelah rasa-rasa itu telah tersemat di hati saya, rasa percaya diripun tumbuh di hati saya. Akhirnya saya mulai berani untuk menulis. Menulis dimanapun saja. Termasuk menulis status di facebook (FB).

Berbicara tentang menulis di FB, sebenarnya sangatlah sulit. Mengapa saya katakan sulit, karena status kita akan dibaca orang. Dan tentunya kita harus siap berbagai komentar, tapi biarlah...karena mungkin sudah PD menyebabkan saya sudah kebal. Selama tulisan itu tidak merugikan siapapun tak masalah. Bahkan, dari kumpulan tulisan saya di status FB itu, kini telah menjadi sebuah buku.

Kembali ke acara diskusi dan launching SPK Tulungagung. Selain paparan dari pak Arfan, alhamdulillah juga hadir penasehat SPK pusat, pak M. Khoiri yang lebih dikenal dengan sapaan pak Emcho. Pak Emcho pun menambahkan wawasan terkait dunia tulis-menulis. Dengan gaya yang santai namun berisi, pak Emcho menceritakan bagaimana pola tulisan maupun trik-trik menulis.

Benar-benar ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya. Saya tak pernah merasa puas kalau belajar literasi. Belajar dan terus belajar selalu saya lakukan. Terimakasih kepada para narasumber dan teman-teman SPK Tulungagung, semoga acara ini membangkitkan kita dalam menulis. Semoga ini awal dari kesuksesan SPK Tulungagung ke depan. Aamiin YRA. Salam Literasi.

7 thoughts on “BELAJAR DAN TERUS BELAJAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>