SIAPA BILANG MENULIS ITU SULIT? EMAK-EMAK PASTI BISA

sampul buku Pena Bunda 1

Eni Setyowati

Banyak orang menganggap bahwa menulis itu sulit. Ingat, Allah telah memberi kelebihan kepada kita dibanding makhluk lain berupa akal. Salah satu tujuan diberikan akal agar manusia mampu berpikir. Berkat kemampuan berpikir itulah, pastinya kita semua juga diberi kemampuan untuk menulis. Jadi saya sangat yakin bahwa kita semua pasti bisa menulis. Menulis seperti apa? Menulis apapun. “Kalau menulis biasa saja saya bisa, sejak kecil kan kita sudah diajari menulis?” Nah...itulah, marilah kita ubah menulis yang biasa saja itu menjadi luar biasa.

Banyak orang merasa minder dan takut saat mulai menulis. Pertanyaannya...apakah rasa minder dan takut itu akan kita bawa terus-menerus, ataukah kita ingin menghilangkannya? Saya rasa semua orang mempunyai keinginan untuk menghilangkan rasa minder dan takut dalam menulis. Untuk itu...kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan rasa itu. Caranya bagaimana? Dengan menumbuhkan rasa percaya diri. Yakinkan bahwa diri kita bisa. Acuhkan omongan orang lain, acuhkan bisikan-bisikan syetan yang menghalangi rasa percaya diri kita. Pikirkan bahwa orang yang mencomooh tulisan kita belum tentu ia mampu membuat tulisan dan belum tentu tulisannya sebagus tulisan kita. Tulisan itu relatif, jadi jangan bingung akan kualitas tulisan kita. Kita tidak akan tahu kualitas kita, jika kita belum pernah mencoba untuk menulis.

Apakah tulisan yang bisa dijadikan buku itu harus tulisan yang berkualitas, tentang sesuatu yang waauuu.... Oh, tentu saja tidak. Apapun tulisan kita, bisa dijadikan buku, tinggal kita meramunya sedikit, maka akan bisa menjadi buku. “Apakah catatan harian kita bisa dijadikan buku?” Siapa bilang tidak bisa? Tentu sangat bisa. “Apakah tulisan saya di status facebook bisa dijadikan buku?” Sangat bisa sekali. Saya bicara seperti ini tidak omong kosong ya... Salah satu buku saya yang sudah terbit adalah kumpulan dari beberapa tulisan saya di status facebook. Kok bisa? Iya... saat itu saya berpikiran, daripada tulisan-tulisan di facebook itu berserakan, alangkah baiknya jika tulisan itu saya kumpulkan, saya ramu sedikit dan saya jadikan buku. Dan, alhamdulillah buku itu akhirnya telah terbit.

sampul buku pena bunda 2

Buku itu saya beri judul “Pena Bunda: Sebuah Cinta Tak Terbatas”. Mengapa saya memberinya judul seperti itu? Karena, buku itu berisi catatan-catatan saya yang merupakan pengalaman saya dalam mengaktualisasikan diri, serta pengalaman saya dalam kebersamaan dengan keluarga. Aktualisasi diri bagaimana yang dimaksud? Begini ceritanya, selain saya membaca buku-buku yang wajib saya baca untuk bahan mengajar atau keperluan akademis, saya juga suka membaca buku umum di berbagai bidang, baik itu buku agama, motivasi, kesehatan, maupun lainnya untuk menambah wawasan saya. Saat saya membaca itulah, saya selalu merekam isi buku, yang kemudian saya tuangkan dalam tulisan singkat. Selanjutnya, rekaman itu saya unggah di status facebook. Daripada saya mengunggah status facebook yang tidak berguna, lebih baik saya menggunggah catatan-catatan dari kegiatan saya membaca. Terkait pengalaman saya bersama dengan keluarga, entah itu kegiatan liburan, mendampingi sang anak, ataupun kegiatan di rumah, seringkali saya rekam juga dalam tulisan. Kalau dulu, waktu kita masih remaja seringkali membuat diary, saya kira hampir samalah catatan itu dengan diary. Catatan-catatan itu kemudian saya unggah di facebook. Awalnya saya hanya ingin menyimpannya di facebook saja, lambat laun saya mempunyai keinginan untuk membukukan catatan itu menjadi sebuah buku. Alhamdulillah keinginan itu terwujud.

Nah....tidak sulit kan menulis buku? Jika ada kemauan pasti bisa. Pastinya harus dengan mencoba. Apakah mungkin emak-emak bisa juga membuat buku? Woooo jangan menyepelekan emak-emak. Ingat THE POWER OF EMAK-EMAK. Emak-emak harus bisa juga donk membuat buku. “Apakah emak-emak yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga juga bisa membuat buku?” Harus bisa dan pasti bisa. Justru mereka mempunyai waktu lebih bersama keluarga, di situlah banyak cerita bersama keluarga yang bisa dituliskan, bisa juga membuat buku tentang resep masakan. Tinggal kemauan saja. Ayo para emak-emak semangat. Bayangkan jika Anda tiba-tiba mempunyai karya buku, pastinya suami dan anak-anak akan terkejut, dan akan kagum serta bangga pada Anda. Buku yang berisi catatan Anda bisa dijadikan kado ulang tahun pernikahan...keren kan? Bisa juga sebagai kado saat hari anak ataupun saat hari ibu. Ayo emak-emak kita mulai menulis dan membuat buku.

Menulis buku tidak harus sendiri, bisa juga dilakukan dengan menulis keroyokan. Jadi, dalam satu buku, terdapat banyak penulis. Kita hanya menulis sekitar 3-5 halaman saja. Jika tulisan-tulisan itu terkumpul, akan menjadi sebuah buku dengan banyak penulis. Emak-emak pastinya mempunyai komunitas kan? Entah itu komunitas pengajian, arisan, wali murid ataupun yang lain. Nah komunitas itu bisa diajak untuk menulis keroyokan dan terbitlah sebuah buku. Keren kan!!! Buku seperti ini biasa disebut dengan buku antologi atau book chapter. Jika tulisan itu sudah selesai, bagaiamana proses menjadikan buku yang bisa diterbitkan? Anda tidak usah bingung, banyak penerbit yang bisa Anda lihat di web. Tinggal Anda ingin memilih penerbit mana. Anda bisa menanyakan terkait bagaimana menerbitkan buku, pihak penerbit pastinya akan senang menjelaskan prosesnya kepada Anda. Jika masih bingung, bisa kontak saya ya.... Saya siap membantu. Anda, emak-emak yang sangat ingin menulis buku silahkan like, komen tulisan ini. Anda juga dapat inbox facebook saya (FB: Eni Setyowati) atau email ke enistain76@yahoo.com agar lebih privasi, yang selanjutnya bisa dilanjutkan komunikasi via whatsapp. Jangan ditunda-tunda, mulailah menulis dari sekarang. Salam Literasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>