ANAK KITA ADALAH BINTANG

 

cengkrong

Eni Setyowati

Catatan ini terinspirasi dari kebersamaan dengan anak-anak di rumah, berbagai kegiatan mulai mengantar sekolah, menjemput hingga bercengkerama dan mendengarkan celotehan mereka menceritakan aktivitasnya di sekolah. Ditunjang oleh buku dari pak Munib Chatib, maka tak salahlah jika saya tulis catatan ini sebagai persembahan orang tua kepada anaknya, bahwa anak kita adalah bintang.

Anakmu bukanlah milikmu. Mereka adalah putra-putri Sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri. Mereka lahir lewat engkau, tetapi bukan dari engkau. Mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu... (Kahlil Gibran)

Setiap anak yang dilahirkan dari rahim ibunya, bagaimanapun kondisinya, dia adalah masterpiece karya agung Tuhannya, sebab Allah SWT tidak pernah membuat produk-produk gagal. Hanya kesabaran orang tualah yang diuji... (Munif Chatib)

"Saya kok gak tahu ya, bakat anak saya itu apa"? "Ah saya gak ngerti anak saya itu bakatnya apa"? "Bagaimana ya agar saya mengetahui anak saya bakat di apa"? Beberapa pertanyaan tersebut seringkali dilontarkan orang tua jika kita kumpul-kumpul di sebuah kegiatan. Pernah suatu hari ada seseorang yang bertanya kepada saya, "Bu, gimana caranya agar kita tahu bakat anak kita?"..... Hhhmmm sayapun menjawab dengan singkat, "sebenarnya sejak kecil bakat anak itu sudah terlihat, jika kita peka" sambil saya menceritakan pengalaman saya terhadap anak-anak saya. Memang kelihatannya agak susah juga melihat kebiasaan anak, sementara jika kedua orang tuanya bekerja. Saat bekerja, orang tua tidak mengetahui apa yang dilakukan anak, saat orang tua datang anak sudah capek dan tidur, kalaupun si anak belum tidur, orang tuanya yang sudah capek. Mana mungkin mereka akan peka terhadap bakat anak, tahu kebiasaannya saja tidak....hehehe. Terus apa yang harus dilakukan orang tua?, haruskah orang tua selalu mendampingi anaknya?, haruskah orang tua keluar dari tempat kerjanya?... Tidak... Itu bukanlah solusi. Jika itu yang dilakukan mungkin akan menyebabkan permasalahan baru.

Baiklah, marilah di sini kita belajar bagaimana menemukan bakat anak dari pak Munif Chatib dalam bukunya 'Orangtuanya Manusia'. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui: Pertama, orang tua sangat penting mengetahui rasa suka anak terhadap sebuah aktivitas. Rasa suka terhadap sebuah aktivitas itu sebenarnya berasal dari keinginan otaknya untuk mengetahui sesuatu. Ketika sesuatu itu diketahui oleh anak, dia akan melakukan berulang-ulang, karena sudah mengetahuinya. Sebaliknya, jika tidak dilakukan ulang, berarti aktivitas itu tidak disukainya. Namun, orang tua juga harus tahu bahwa tidak semua aktivitas yang disukai anak adalah bakatnya, mungkin saja ia hanya mengikuti temannya. Nah, yang penting harus diperhatikan oleh orang tua adalah 'jangan menjadi mesin pembunuh bakat anak.' Bagaimana menjadi mesin pembunuh bakat anak? Yaitu, jika melarang anak melakukan aktivitas yang disukainya, selalu menyebut anak dengan sebutan negatif, tidak memberikan kebebasan anak untuk berkekspresi, hukuman yang tidak mendidik, dan memberi tekanan anak terhadap prestasi sekolah.

Kedua, sebagai orang tua kita harus mengetahui ciri-ciri bakat anak. Setiap anak punya potensi masing-masing yang akan berkembang menjadi rasa suka. Apa saja sih ciri-ciri rasa suka yang merupakan bakat anak? (1) Aktivitas yang disukai tidak bisa dibatasi, (2) Bakat biasanya memunculkan banyak momen spesial, (3) merasa nyaman mempelajari aktivitas yang disukai, (4) bakat itu menjadikan anak fast learner (pembelajar cepat), (5) bakat terus-menerus memunculkan minat untuk memenuhi kebutuhan anak, (6) bakat selalu mencari jalan keluar, (7) bakat menghasilkan karya, dan (8) bakat menjadikan anak menyukai unjuk penampilan. Bakat itu seperti tunas, harus disiram, diberi pupuk dan dijaga agar menjadi pohon yang besar dan kuat.

Ketiga, orang tua harus mampu menjelajah kemampuan anak meskipun sekecil debu. Untuk menjelajah ini orang tua perlu kepekaan, mereka tidak akan berputus asa ketika belum menemukan kemampuan anaknya untuk saat ini, mereka akan terus mencarinya esok, lusa hingga menemukan kemampuan tersebut. Biasanya kesulitan orang tua menemukan kemampuan anaknya karena orang tua tidak peka terhadap aktivitas anak yang sebenarnya dapat dimaknai sebagai kemampuan. Selain itu orang tua seringkali 'malas' menjelajah kemampuan anaknya.

Nah, mulai sekarang, marilah kita sebagai orang tua gemar melakukan penjelajahan untuk menemukan bakat anak, yaitu dengan selalu memberi apresiasi terhadap kemampuan anak, agar dalam diri anak akan terbangun konsep diri positif. Dengan terbangunnya konsep diri anak, maka akan terbangun pulan kepercayaan diri. Kebiasaan memberikan apresiasi dapat dilakukan melalui pujian yang tepat, mendoakan kebaikan anak, dan memberikan hadiah. Selain memberikan apresiasi seperti di atas, orang tua dapat melakukan kebiasaan menulis kisah dan simbol sukses anak. Jangan sia-siakan hadirnya sang Bintang di rumah kita... Love u full my sons.

2 thoughts on “ANAK KITA ADALAH BINTANG

  1. Moh. Alfin

    MasyaAllah, sangat bermanfaat.
    Walaupun belum berumahtangga, semoga dapat menjadi bekal bagi saya nantinya.

    Reply
    1. enisetyowati

      enisetyowati

      Post author

      Terimakasih mas Alfin. Semoga nanti jika berkeluarga akan menemukan pasangan hidup yang sholehah, dan putra putri yang sholeh sholehah…aamiin ya rabbal alamin

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>