Alhamdulillah Tanaman Murbeiku Bermanfaat bagi Banyak Orang

buku murbei

Eni Setyowati

Tepatnya diawali tiga tahun yang lalu. Saat itu saya mendampingi mahasiswa KKN 2017 di desa Mulyosari - desa yang kini terkenal dengan Kampung Pelangi. Pada suatu sore, terdapat kegiatan dengan ibu-ibu PKK membuat sirup dari buah murbei. Memang, di sekitar kampung pelangi ada beberapa tanaman murbei, meskipun tak banyak. Tanaman murbei banyak ditemui di pekarangan rumah, namun hanya berfungsi sebagai tanaman pagar, bahkan dianggap sebagai tanaman liar.

Setelah hari itu, tanaman murbei selalu menari-nari di pelupuk mata. Akhirnya, rasa penasaranpun membuat saya searching tentang murbei di google. Saya telusuri buku-buku serta hasil penelitian tentang tanaman murbei. Wauuu..ternyata semakin menarik. Banyak sekali manfaat tanaman murbei bagi kesehatan.

Segera saya putar otak ini, dan segera saya cari benang merah antara spesifikasi pengetahuan saya yaitu lingkungan dengan tanaman murbei ini. Sambil membaca referensi, alhamdulillah idepun muncul. "Mengapa tanaman murbei ini tidak dibudidayakan ya? Minimal diperhatikan." Dari sinilah awal saya ingin membudidayakan tanaman murbei dengan memberinya pupuk dari limbah got. Nah...kayaknya dah cocok lah.... Pupuk limbah got vs tanaman murbei.

Akhirnya, pada tahun 2018 ide itu saya masukkan dalam proposal pengajuan hibah penelitian di kampus. Proposal segera saya buat sebagai persyaratan mengikuti hibah, dan alhamdulillah proposal lolos.

Singkat cerita, segera saya melakukan eksperimen. Bahan dan alat saya persiapkan. Mulai bibit murbei hingga limbah got dan kebutuhan membuat pupuk pun sudah siap. Ada cerita menarik tentang pengambilan limbah got ini. Bayangkan, siapa coba yang mau ambil limbat got di selokan-selokan kalau bukan saya hehehehe. Mendekati saja rasanya gak ada yang berminat. Bau yang mencekam, warna hitam dan segala embel-embel yang menjijikkan membuat semua orang menjauhinya. Namun, tidak dengan saya. Bicara tentang sampah maupun limbah, bukan hal baru bagi saya, karena disertasi saya memang bergelut tentang sampah. Hingga sejak saat itu saya dijuluki sebagai doktor sampah hehehe. Singkat cerita, limbah got akhirnya saya ambil dari selokan permukiman sekitar tempat tinggal saya dan di daerah Kedungwaru. Sebagian proses pengambilan limbah got juga dibantu oleh stafnya Mas suami di bagian persampahan. Terimakasih bapak-bapak yang membantu mencarikan limbah got. Semoga kebaikan bapak-bapak menjadi ladang pahala bagi jenengan semua...Aamiin.

Eksperimenpun saya mulai. Lokasi penelitian berada di halaman rumah saya. Sebanyak 36 tanaman murbei saya beri perlakuan. Singkat cerita, penelitian pun selesai dan alhamdulillah hasil penelitian tersebut sudah dipublikasikan di prosiding seminar nasional di Bandung.

murbei 3

Tak cukup di situ, keingintahuan tentang tanaman murbei semakin membara. Sayapun searching lagi tentang manfaat dan diversifikasi tanaman ini. Setelah mendapat beberapa referensi yang valid, segera saya mencoba membuat percobaan kecil, yaitu membuat produk dari tanaman murbei, baik dari daun maupun buahnya. Berbekal tanaman murbei dari hasil penelitian kemarin, saya mencoba membuat teh dari daun murbei, kripik daun murbei, sirup buah murbei dan selai buah murbei. Produk itu saya konsumsi sendiri. Selain rasanya enak, manfaatnya juga banyak. Kandungan antioksidan yang tinggi, tanaman murbei disinyalir dapat mencegah dan menyembuhkan miom, kista maupun kanker. Selain itu juga dapat mengatasi masalah gangguan pencernaan maupun sebagai obat penyakit mata.

Beberapa penelitian terdahulu menyebutkan bahwa tanaman murbei kaya manfaat. Hastuti, (2016) menyebutkan bahwa tanaman murbei bisa digunakan untuk obat batuk, gangguan pencernaan, bisul radang kulit. Murbei juga dapat menghambat bakteri staphylococcus aureus dan shigella dysenteriae sebesar 85%. Has (2014) menyebutkan bahwa tanaman murbei menghasilkan serat kasar ransum untuk merangsang gerakan saluran pencernaan dan sebagai sumber energi. Sugiarso (2015) menyebutkan bahwa tanaman murbei sebagai antioksidan karena mengandung antosianin.  Pudjiono (2007) menyebutkan bahwa daun tanaman murbei  dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas kokon/ulat sutera. Tentunya masih banyak beberapa penelitian lain yang menguraikan tentang manfaat dari tanaman murbei ini.

Setahun kemudian, tepatnya di tahun 2019, kembali dengan berbekal dari tanaman murbei, saya mencoba mengajukan hibah pengabdian masyarakat tentang diversifikasi produk berbahan dasar murbei bagi santri di mahad Al-Jamiah IAIN Tulungagung. Alhamdulillah lolos juga.

Pelatihan dan pendampingan bagi santri mahadpun saya lakukan. Alhamdulillah berjalan lancar. Produk diversifikasi murbei ini kami beri nama "Mobal". Mobal berasal dari nama latin tanaman murbei yaitu morus alba. Mobal, dalam bahasa Jawa juga dapat diartikan murup, hidup (api yang nyala besar). Hal ini menandakan semangat yang membara. Meskipun produk ini belum diproduksi secara besar dan kontinyu (karena memang harus melalui proses yang panjang), tetapi alhamdulillah dapat memberikan ilmu bagi santri mahad khususnya. Semoga ke depan bisa dilanjutkan dan diproduksi serta didistribusikan dalam skala besar. Aamiin.

Hari ini, 5 Agustus 2020, saat saya membuka FB, saya diingatkan tentang tanaman murbei ini. Saya jadi teringat 3 tahun yang lalu saat ide itu datang. Segera saja saya buat tulisan untuk mengenangnya. Akhirnya, jadilah tulisan sederhana ini.

murbei 2

Kini, tanaman murbei sudah tumbuh banyak di kampus IAIN Tulungagung, tepatnya di pekarangan depan gedung Arif Mustakim. Tanaman murbei itu memang dari hasil penelitian saya dua tahun yang lalu dan hasil pengabdian masyarakat saya tahun lalu. Sengaja saya tanam di kampus, agar dapat dimanfaatkan, serta sebagai bahan penelitian khususnya dosen/mahasiswa jurusan tadris biologi.

eni 1

Seiring dengan waktu, tanaman murbei di kampus semakin besar. Buah murbei yang masakpun menggugah selera. Tak sedikit mahasiswa yang melewatinya selalu mampir untuk memetiknya. Memang manis rasa buahnya jika sudah matang. Tak apalah, alhamdulillah bermanfaat. Kini di saat pandemi korona, mahasiswapun tak ada yang berada di kampus. Namun demikian, buah murbei saya tidak sepi penggemar. Kini, bapak/ibu dosen, administrasi, security kampus juga memetiknya. Tak apa, alhamdulillah tanaman murbei saya memberi manfaat bagi banyak orang. Aamiin.

Berbicara tentang tanaman murbei, masih ada keinginan yang sampai hari ini belum tersampaikan. Pertama, saya ingin membuat buku tentang tanaman murbei. Meskipun hasil dari pengabdian masyarakat dari tanaman murbei ini sudah menjadi buku, tetapi buku yang khusus membahas tentang tanaman murbei, mulai dari sejarah, kandungan, budidaya hingga manfaatnya sangat ingin saya tulis. Kedua, saya ingin memPIRT-kan produk berbahan dasar murbei ini, sehingga menjadi produk yang legal. Ketiga, saya ingin menguji kandungan dari produk itu. Keempat, saya ingin mendsitribusikan produk ini dan menjadi produk yang bermanfaat, banyak dibutuhkan, serta produk yang milenial. Mungkin itu keinginan yang terlalu muluk, tetapi selama ada niat, iktiyar dan doa, inshaAllah akan dapat terwujud. Aamiin.

Mojopanggung, 5 Agustus 2020.

2 thoughts on “Alhamdulillah Tanaman Murbeiku Bermanfaat bagi Banyak Orang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>