SENYUM, SALAM DAN SAPA DI ERA DIGITAL

kemerdekaanku

Oleh:

Eni Setyowati

 

Maraknya aksi teror, berita hoax, penipuan, bahkan perkenalan yang ujung-ujungnya pergi dari rumah menemui kenalannya meskipun tempatnya sangat jauh, di era digital dan media sosial ini membuat kita sebagai pembaca dan pengguna media sosial harus bersikap bijaksana dan hati-hati.

Terutama sebagai orang tua, kita harus bisa mendampingi putra-putri kita yang tentunya tak bisa lepas 100 persen dengan dunia maya ini. Apa yang harus kita lakukan untuk putra-putri kita? Apakah kita harus menekannya untuk no internet, no smartphone? Tentu bukan itu jawabnya. Kita sebagai orang tua adalah pendidik utama di dalam keluarga, maka peran orang tua dalam menyikapi permasalahan di era digital ini sangat penting. Kita harus ingat, di era digital ini, yang dibutuhkan anak bukan seorang diktator tetapi adalah seorang teman, maka kita harus bisa menjadi teman yang bijaksana bagi putra-putri kita.

Saya jadi teringat slogan di kantor-kantor pelayanan publik ataupun di sekolah-sekolah, yaitu budaya "3S (senyum, salam dan sapa)". Demikian juga yang harus kita lakukan untuk putra-putri kita di era digital ini. Kita harus membudayakan senyum, salam dan sapa. 3S sangat berperan dalam membentuk lingkungan sosial yang kondusif. Memang sikap ini yang dianjurkan untuk dilakukan dalam situasi apapun, dimanapun dan kapanpun. Dengan 3S akan timbul suasana akrab terutama dalam lingkungan keluarga.

Bagaimana implementasi 3S dalam berkomunikasi dengan putra-putri kita di era digital ini? Pertama, senyum. Selalu tersenyumlah dengan mereka. Misalnya, jika kita mengingatkan kepada putra-putri kita akan penggunaan smartphone janganlah dengan cara membentak-bentak, tetapi dengan halus dan senyuman. Pastinya mereka akan lebih senang daripada dengan banyak omelan. Jika kita memberitahu putra-putri kita tentang kabar ataupun berita di media sosial yang bersifat negatif, misalnya berita perkelahian pelajar, pacaran lewat medsos dan lain-lain sebaiknya melalui diskusi bersama dengan suasana yang menyenangkan. Kuncinya hanya satu yaitu senyuman.

Kedua, salam. Salam berarti mengucapkan salam sesuai dengan agama dan kepercayaan yang kita anut. Dengan mengucapkan salam membuat orang saling menghormati, menyayangi dan merasa diperhatikan. Demikian juga dengan putra-putri kita. Membiasakan memberi salam kepada mereka adalah sangat penting bagi karakter mereka. Apalagi di era digital ini, salam semakin terkikis. Coba kita lihat dimana-mana, tua, muda, anak kecil semua sibuk dengan smartphone nya. Jangankan memberi salam, menoleh sajapun hanya sekedar ingin tahu siapa di sebelahnya sudah jarang dilakukan. Oleh karena itu kita harus tetap membiasakan memberi salam kepada putra-putri kita, sehingga merekapun akan selalu memberi salam kepada kita dan orang-orang di sekitarnya. Selain dalam bentuk ucapan secara lisan, salampun dapat diucapkan melalui tulisan di media sosial. Misalnya kita selalu mengucapkan "assalamu'alaikum, selamat pagi" dan lain-lain di WAG keluarga atau di WA pribadi putra-putri kita setiap pagi. Hal ini akan memberikan pengertian kepada putra-putri kita akan perhatian orang tua kepada mereka. Sepertinya ini sepele, tetapi efeknya sangat besar bagi putra-putri kita. Jangan kalau menulis di WA dengan si anak atau WAG keluarga hanya jika mau mengingatkan sesuatu atau mau marah-marah saja, pasti deh akan diabaikan..hehehe... Selamat mencoba.

Ketiga, sapa. Menyapa adalah cara kita untuk lebih dekat dengan putra-putri kita. Bagaimana menyapa di era digital ini? Tak dipungkiri, putra-putri kita saat ini pasti telah mempunyai akun di media sosial, baik itu WA, FB, IG, twitter, blog atau yang lain. Kita jangan ketinggalan, sapalah mereka lewat akun-akun tersebut. Dengan menyapa lewat akun mereka, ada banyak keuntungan bagi kita sebagai orang tua. Misalnya, kita menjadi berteman dengan mereka dan kita juga akan tahu siapa saja teman-teman mereka, apa saja isi akun putra-putri kita, sekaligus kita bisa mengawasi mereka dengan cara yang halus. Kitapun juga bisa membuat grup keluarga, misalnya WAG keluarga yang anggotanya ayah, ibu dan putra-putri kita...pasti seru deh. Dengan WAG keluarga kita sama-sama saling bisa memberi kabar dan memantau, serta tempat diskusi...apalagi jika kita sebagai orang tua yang bekerja, hal ini sangat efektif. Jika kita sudah berkumpul di rumah, sempatkan untuk berkomunikasi dan berdiskusi. Jangan lupa mengingatkan kepada putra-putri kita bagaimana menggunakan medsos dengan baik, bijaksana dan mencerdaskan. Jangan sampai medsos akan menyetir kita, tetapi sebaliknya kitalah yang harus bisa menyetir medsos.

Terakhir yang perlu kita lakukan adalah ambil sisi positifnya jangan sampai dengan medsos kita akan rugi segalanya. Rugi waktu, rugi tenaga, rugi materi dan rugi mental. Gunakan medsos dengan sebaik-baiknya. Misalnya untuk sumber referensi, sumber ide positif (misalnya ide untuk karya tulis ilmiah), sumber kreativitas, sumber motivasi positif dan sebagainya. Marilah kita menjadi orang tua yang penuh perhatian dan kasih sayang di era digital ini dengan senyum, salam dan sapa.

6 thoughts on “SENYUM, SALAM DAN SAPA DI ERA DIGITAL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>