DIRGAHAYU KEMERDEKAAN RI KE-75 DI TENGAH PANDEMI COVID-19

75 ku

Oleh:

Eni Setyowati

Delapan bulan sudah pandemi covid-19 melanda dunia. Sejak akhir Desember 2019 yang lalu pandemi pertama kali melanda kota Wuhan, Cina. Disusul pertengahan bulan Maret 2020 pandemi tersebut melanda negeri kita tercinta Indonesia.  Saat itu pula semuanya berubah. Bak roda berputar,  begitulah hampir semua lini kehidupan mengalami perubaban. Dari yang semula di atas,  seketika berada di bawah,  begitupun sebaliknya.  Bidang ekonomi mengalami kemerosotan,  banyak perusahaan gulung tikar,  banyak pegawai di PHK.  Bidang pendidikanpun mengalami perubahan luar biasa.  Pembelajaran tatap muka dalam sekejap beralih menjadi pembelajaran on line.  Berbagai problemapun bermunculan, namun bagaimana lagi,  semua harus seperti itu. Bidang sosialpun mengalami permasalahan. Banyaknya masyarakat yang terdampak covid-19, bantuan sosialpun semakin banyak dilakukan. Bidang psikologi tak kalah riuhnya. Banyak masyarakat yang stress. Apalagi bidang kesehatan. Pasien terkonfirm covid-19 semakin hari semakin bertambah. Tenaga kesehatan banyak berguguran, sementara vaksin belum jua ditemukan. Entah sampai kapan pandemi ini berakhir,  tidak ada yang tahu. Kita hanya bisa berdoa semoga pandemi segera berlalu. Aamiin.

Kini, di bulan Agustus 2020, saat masyarakat Indonesia merayakan dirgahayu kemerdekaan Indonesia yang ke-75, pandemi pun masih melanda. Tak bisa ditolak,  pelaksanaan peringatan kemerdekaan Indonesia pun harus dilaksanakan sangat berbeda dari sebelumnya. Dulu, beberapa bulan sebelum 17 Agustus, kita selalu disuguhi dengan kegiatan para generasi muda yang terpilih menjadi pasukan pengibar bendera (paskibraka) yang sedang ditempa mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional. Namun,  kali ini kita tak menjumpainya. Meskipun masih ada paskibraka tingkat nasional,  itupun diambilkan dari paskibraka tahun lalu,  dan jumlahnya sangat terbatas yaitu delapan. Dulu,  kita selalu menikmati para paskibraka yang gagah berbaris saat upacara kemerdekaan dengan tiga pasukan; delapan, tujuh belas, dan empat puluh lima. Kini, tak ada lagi. Dulu, di setiap sekolah maupun instansi mengadakan upacara bendera di lapangan, kini tak ada lagi. Dulu, istana negara dipenuhi para peserta upacara, kini hanya dihadiri segelintir orang saja. Social distancing dan physical distancing harus terus dipatuhi demi mengurangi penularan covid-19 ini.

Kemerdekaan kali ini memang banyak yang berbeda dari sebelumnya. Selain adanya pandemi covid-19, kemerdekaan ini ditandai dengan slogan “Indonesia Maju” dengan logo angka 75. Mengapa Indonesia maju? Indonesia maju direpresentasikan dari dasar negara Pancasila. Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dijadikan dasar untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan Indonesia, serta untuk menyatukan keberagaman di Indonesia. Kemerdekaan adalah kesempatan mewujudkan mimpi menjadi nyata dan kesempatan berkarya tanpa batas. Pandemi tidak boleh menjadi penghambat untuk mewujudkan mimpi itu. Namun demikian, negara harus tetap fokus untuk mengatasi pandemi ini. Karena kemerdekaan juga berarti bahwa negara benar-benar melindungi warganya. Selain itu, masyarakat harus saling peduli untuk tetap menjaga jarak demi saling melindungi dari ancaman covid-19. “Indonesia maju akan kuat. Kita kuat jika bersama.” Jadi, kunci dari makna peringatan kemerdekaan kali ini adalah tetap terjadanya spirit ketulusan, keikhlasan serta rasa syukur atas nikmat yang telah dikaruniakan kepada negeri ini. Oleh karena itu kita harus menjaga, memelihara, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan dengan usaha positif secara bersungguh-sungguh.

 istana 75

75 di jalan

Peringatan detik-detik kemerdekaan kali ini harus dilakukan secara virtual. Surat edaran tentang pelaksanaan upacara benderapun beredar seminggu sebelumnya. Masyarakat dihimbau mengikuti upacara kemerdekaan di rumah masing-masing melalui tayangan media TV, youtube atau yang lainnya. Tentunya ini di luar kebiasaan yang ada. Bahkan ada himbauan agar masyarakat berdiri dan hening sejenak tepat pukul 10.17 WIB untuk memperingati kemerdekaan. Tidak hanya yang di rumah,  saat di perjalananpun juga begitu. Hingga pada tanggal 17 Agustus 2020, tepat pukul 10.17 WIB kemarin,  nampak pemandangan yang sangat berbeda. Di setiap perempatan jalan, tepat pukul 10.17 WIB tersebut semua kegiatan harus dihentikan. Semua penjaja jalan berhenti, hening sejenak, serta melakukan penghormatan kepada sang saka merah putih. Beberapa petugas kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan maupun satpol PP berjaga di setiap perempatan jalan. Bagi masyarakat yang berada di rumah, melaksanakan penghormatan di rumah masing-masing.

Memang begitulah suasana peringatan kemerdekaan Indonesia kali ini.  Rasa haru tentunya kita rasakan bersama. Sebagai bangsa Indonesia yang sangat mencintai negeri ini harus tetap semangat, harus tetap gairah meskipun negeri ini dilanda musibah yang sangat besar. Semua itu dilakukan memang untuk memulihkan negeri ini.  Sekali lagi semoga wabah Covid-19 segera berakhir.  Aamiin.

Marilah kita ambil hikmah positif dari peringatan kemerdekaan kali ini. Kita harus menjadi lebih peduli antar sesama. Selain itu dengan adanya pandemi, harus lebih meningkatkan kecintaan kita kepada negeri ini. Mungkin semua masyarakat di Indonesia telah merasakan bagaimana kemarin kita memperingati kemerdekaan RI ke 75 dengan suasana yang sangat mengharukan. Namun, dibalik itu justru telah membukakan mata hati kita bahwa kita harus selalu bersyukur, bersatu dalam melawan apapun yang mengancam negeri ini. Menjaga keutuhan negara RI merupakan wujud syukur kita kepada pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan negara RI. Saat inilah kesempatan kita untuk berjuang melawan virus corona dengan selalu menerapkan social distancing dan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

Terakhir, sebagai penutup, marilah kita petik peringatan kemerdekaan kali sebagai pembelajaran bagi kita semua untuk terus berjuang dan bersatu melawan apapun. Peringatan kemerdekaan ini juga merupakakan catatan sejarah bagi anak cucu kita....Marilah kita tunjukkan kepada anak cucu kita kelak bagaimana perjuangan bangsa Indonesia di tengah pandemi covid-19 ini, agar menjadi pelajaran bagi mereka untuk selalu siap berkarya dan menjaga negara RI dari gangguan apapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>