MENARIK HIKMAH DARI LEBAH

Eni Setyowati 

lebah 1

Bagi umat Islam, kesadaran akan iman dan takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkaitan dengan keyakinan terhadap Al-Qur’an atas pemahaman tentang kehidupan dan alam semesta yang diciptakan. Di antara sekian makhluk ciptaan Allah yang tak terhitung jumlahnya dan beraneka ragam jenis binatang dengan kelebihan dan keistimewaannya, ada makhluk kecil yang unik jika kita perhatikan secara seksama. Makhluk ini tergolong jenis serangga dan banyak memberi manfaat bagi manusia. Binatang kecil tersebut adalah ‘lebah’. Lebah sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, yang sangat terkenal dengan khasiat madunya, yaitu dapat mengobati segala macam penyakit. Saat ini banyak obat-obatan herbal yang menggunakan bahan baku madu. Selain itu madu dapat dikonsumsi secara langsung untuk menjaga stamina tubuh. Ternyata tidak hanya madu saja yang bermanfaat dan dapat dipetik hikmahnya dari binatang lebah ini, masih banyak bagian lebah yang dapat bermanfaat bagi manusia. Seperti dalam QS. An-Nahl 68-69, disebutkan:

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia”. “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam variasinya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

Berdasarkan ayat di atas, marilah kita kaji apa saja yang dapat kita ambil hikmah dan manfaat dari binatang kecil bernama ‘lebah’ ini. Pada kajian ini akan dibahas tiga hal yaitu sarang lebah, manfaat madu lebah, dan sifat lebah.

Sarang Lebah

Tentunya kita sudah banyak mengetahui tentang sarang lebah, tetapi apakah selama ini kita telah mengerti bagaimana lebah membuat sarangnya tersebut? Mengapakah Allah menciptakan sarang lebah seperti itu? Jika berbicara tentang sarang lebah, saya selalu teringat dengan sebuah makanan atau lauk yang dikenal dengan nama ‘bothok tawon’. ‘Bothok tawon’ adalah makanan dari sarang lebah dengan bumbu utama yang digunakan santan, bawang putih, belimbing wuluh dan bumbu-bumbu lain. ‘Bothok tawon’ jika dihidangkan dengan nasi hangat...heeemmmm sangat lezat rasanya.

Namun sekarang marilah kita buang angan-angan bagaimana rasa dari ‘bothok tawon’ tersebut. Saat ini marilah kita pikirkan tentang bentuk dari sarang lebah itu. Dengan mengetahui bentuk sarang lebah, tentunya akan dapat meningkatkan ketaqwaan dan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Sarang lebah berbentuk heksagonal (segi enam). Bentuk heksagonal ini adalah bentuk yang paling efektif jika dibandingkan dengan bentuk geometri yang lain. Dengan bentuknya yang heksagonal tersebut, sarang lebah mampu menjadikan mereka menyimpan lebih banyak madu dan dalam membuatnya mereka hanya menggunakan material yang amat sedikit. Subhanallah.

Perhatikan bentuk sarang lebah pada gambar berikut ini.

lebah 1

 lebah 2

Bentuk heksagonal yang simetris, jika digabungkan akan menghasilkan kombinasi ruang guna yang sempurna, yaitu tidak menghasilkan ruang-ruang sisa yang tak berguna, namun tidak pada ruang-ruang yang berpenampang lingkaran atau segilima. Pada bentuk ruang dengan penampang segitiga atau segiempat bisa jadi juga menghasilkan kombinasi yang optimal, namun bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat bentuk-bentuk ini ternyata lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk membuat bentuk ruang dengan penampang heksagonal. Ruang penyimpanan berbentuk heksagonal, ternyata membutuhkan bahan baku lilin paling sedikit, dengan daya tampung terbesar.

Lebah membangun sarangnya dengan menyusun dari sudut-sudut yang berbeda, biasanya dari empat titik yang berbeda dan bertemu di tengah. Dalam tingkat kesalahannya sangat kecil bahkan tanpa kesalahan sedikitpun. Sarang berbentuk segi enam merupakan bentuk yang terbaik karena dalam hal ini lebah menyimpan madu dalam jumlah besar.

Di dalam Fakhrudin (2013), disebutkan bahwa ketika membuat sarangnya lebah memiliki perhitungan sempurna dan akurat. Para lebah mulai membuat sarangnya dengan membangun sel-sel tempat menyimpan madu dari sudut-sudut yang berbeda hingga pada akhirnya mereka bertemu di tingkat akhir dari pekerjaan tersebut yaitu terbentuklah sarang heksagonal yang simetris dan serasi.

Manfaat Madu Lebah

Di dalam QS. An-Nahl 69 yang telah disebutkan di atas, menunjukkan bahwa madu memiliki khasiat yang menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, dikatakan bahwa seorang laki-laki menemui Rasulullah seraya berkata: “Saudara laki-laki saya sakit perut” Nabi SAW bersabda: “Suruh dia minum madu!” Lalu laki-laki itu menuruti perintah Rasulullah. Laki-laki tersebut datang lagi yang kedua kalinya, kemudian Nabi SAW bersabda: “Suruh dia minum madu!” Kemudian laki-laki tersebut datang yang ketiga kalinya sambil berkata: “Madu itu malah memperburuk sakit perutnya.” Rasulullah  pun bersabda: “Maha Benar Allah dan perut saudaramulah yang menolak.” Akhirya, Rasulullah sendiri yang meminumkannya madu dan sembuhlah saudara laki-laki tersebut.

Berdasarkan hadits di atas, menunjukkan kepada manusia betapa besarnya manfaat madu lebah bagi manusia. Marilah di sini kita lihat apa saja manfaat madu berdasarkan hasil riset ilmiah. Di dalam Thayyarah (2014), disebutkan beberapa manfaat dari lebah madu. Pertama, madu dan luka bakar. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa luka bakar yang diobati dengan madu bersih dari bakteri setelah lukanya diolesi madu selama tujuh hari. Kedua, madu kaya dengan kandungan antioksidan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa madu juga dapat dipakai sebagai alternatif penggunaan pemanis buatan sehingga bisa memperkuat daya tahan terhadap penyempitan pembuluh nadi, penuaan dini, dan sebagainya.

Ketiga, madu dan organ pernapasan. Madu juga dapat menyembuhkan rhinitis alergi atau demam alergi yang sering terjadi di musim panas, dapat menyembuhkan sinusitis, influenza dan batuk-batuk. Keempat, madu dan penyakit mulut dan gigi. Madu juga dapat digunakan pada pengobatan penyakit radang mulut dan untuk pengobatan luka bakar pada kulit wajah dan bagus untuk bayi, untuk pengobatan gigi dan membersihkan mulut. Kelima, madu dan penyakit kulit. Berdasarkan hasil penelitian, madu juga dapat digunakan untuk penyakit bisul, anthrax jinak (radang bawah kulit), gangguan kelenjar tiroid, luka bakar pada kulit, radang kulit tropis, peremajaan sel kulit mati dan sebagainya. Keenam, madu dan penyakit jantung. Madu dapat meningkatkan kualitas sirkulasi darah, memperkuat otot jantung, memperbesar pembuluh darah, melenturkan otot jantung, dan mengatasi anemia jika dikonsumsi secara teratur sebanyak dua sendok setiap hari.

Ketujuh, madu dan organ pencernaan. Madu dapat mengobati sembelit, diare, radang mulut, radang pencernaan, lambung, atau usus dua belas jari, hepatitis, keracunan maupun mencegah radang usus besar. Kedelapan, madu dan gangguan saluran air seni. Madu membantu melancarkan air seni bagi para penderita gagal ginjal, radang ginjal, radang liver, dan penyumbatan saluran dalam tubuh. Madu dapat juga membantu menghancurkan dan membuang gumpalan dalam kandung kemih serta mengobati gangguan mengompol pada anak-anak berusia di atas tiga tahun dan gangguan buang air seni yang tidak teratur pada orang dewasa, serta mengobati schistosomiasis pada kandung kemih. Kesembilan, madu dan penyakit-penyakit syaraf dan kejiwaan. Madu dapat mengobati radang sendi, nyeri panggul, nyeri punggung, epilepsi, dan berbagai penyakit kejiwaan lainnya seperti depresi. Kesepuluh, madu dan nutrisi pada bayi. Madu penting dalam pertumbuhan bayi, pertambahan berat badannya, peningkatan jumlah eritrosit dalam darah untuk mencegah anemia dan mencegah rachitis (lemah tulang) pada anak-anak.

Kesebelas, madu dan penuaan. Madu dapat memperpanjang usia, menambah stamina orang tua, memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan, mencegah munculnya kerutan pada wajah, uban, dan mengatasi kelelahan fisik jika dikonsumsi secara teratur. Keduabelas, madu dan penyakit mata. Madu dapat mengatasi gangguan pada kelopak mata, selaput konjungtiva, kornea, dan radang mata dengan cara diteteskan atau dioleskan. Ketigabelas, madu dan penyakit perempuan. Madu dapat mengatasi gangguan kehamilan yang biasa disebut eklamsia. Keempatbelas, madu dan pemulihan pascaoperasi. Madu juga bermanfaat untuk menjaga kadar gula darah dan stamina tubuh pascaoperasi. Selain untuk pengobatan, madu juga bermanfaat untuk alternatif pemanis bagi penderita penyakit diabetes, untuk diet, dan untuk kecantikan dan kosmetik.

Sifat Lebah

Lebah dalam proses membuat sarang sampai dengan menghasilkan madu mempunyai sifat-sifat yang patut diteladani oleh manusia. Marilah kita lihat sifat apa saja yang dimiliki oleh lebah. Pertama, kerja sama dan gotong royong. Lebah hidup dengan cara berkoloni, mereka bekerja sama dan membagi menjadi dua kelompok, ada yang bertugas mencari makanan dan ada yang bertugas menjadi pemandu perjalanan mereka ketika mengumpulkan nektar dan mencari sumber bunga. Kedua, rukun. Sikap rukun pada lebah dapat dilihat setelah lebah mendapatkan sumber bunga, maka disinilah tugas lebah pemandu untuk memberi tahu teman-teman mereka akan keberadaan sumber bunga. Lebah pemandu membawa kumpulan nektar ke sarang dan membiarkan teman-temannya mencicipinya untuk melihat kualitas nektar tersebut. Setelah dirasa nektar tersebut berkualitas, maka lebah pemandu akan membawa teman-teman mereka menuju tempat dimana nektar ditemukan.

Fakhrudin (2013) mengatakan bahwa dalam memandu teman-temannya menuju tempat dimana nektar ditemukan, ada hal yang sangat unik jika kita perhatikan. Lebah pemandu akan menari-nari di tengah sarang sambil menggoyangkan badannya. Gerakan tersebut sebagai informasi kepada teman-temannya akan lokasi dimana sumber nektar ditemukan, serta informasi seberapa jauh sumber nektar ditemukan. Seberapa lama ia menari-nari maka itulah jarak yang dapat ditempuh oleh teman-temannya dalam mendapatkan sumber nektar. Gerakan itu benar-benar memberitahu jarak nektar dengan akurat. Subhanallah!

Ketiga, sistematis dan terstruktur. Sifat sistematis dan terstruktur pada lebah dapat kita lihat pada pembuatan kamar-kamar pada sarang lebah. Menurut Al-Hefni dalam penelitiannya disebutkan bahwa lebah secara umum membangun sel-sel atau kamar-kamarnya menurut salah satu dari dua sistem. Pertama, ia membangun kamar satu demi satu sampai selesai. Kedua, ia membangun kamar-kamar secara keseluruhan dalam waktu yang sama. Beberapa cara untuk membangun kamar-kamar atau sel-sel adalah dapat dilihat dari fungsi kamar, ada kamar yang ditempati, meliputi kamar jantan, kamar betina, kamar pembantu, kamar kelompok, dan ada kamar yang tidak ditunggui, meliputi kamar untuk gudang dan kamar untuk tambahan. Jumlah kamar juga berbeda sesuai dengan perbedaan kondisi dalam seperti instink membangun sendiri atau usia lebah. Setelah sel-sel atau kamar-kamar selesai dibangun dalam sarang, lebah akan menutup sarangnya. Tutup sarang dan kamar terbagi menjadi tiga yaitu tutup yang kokoh, tutup yang tidak kokoh dan tutup bercampur. Perbedaan ini disesuaikan dengan fungsi dari masing-masing jenis lebah.

Melihat fenomena di atas, menunjukkan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan makhluk yang diciptakanNya, seperti dalam firman-Nya QS. Al-‘Ankabut: 60: “Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rizki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Semua fakta yang ada pada lebah tersebut hendaknya kita tafakuri dengan penuh hikmah dan takjub atas kebesaran Allah SWT. Maha Suci Allah yang telah mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Pujian bagi Allah, Tuhan seluruh alam, dan shalawat atas junjungan Nabi kita Muhammad SAW serta keluarga dan seluruh sahabat beliau.

Referensi:

Al-Hefni, Abd. Al-Mun’im. Sarang Lebah dan Keajaiban Al-Qur’an. Dalam Mukjizat Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang Iptek. (Buku Kumpulan Penelitian). 1995. Jakarta: Gema Insani Press.

Fakhrudin, Zainal. 2013. Referensi Khotbah Jumat Tema Sains. Klaten: PT. Hafamira.

Thayyarah, Nadiah. 2014. Buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah. Jakarta: Zaman.

2 thoughts on “MENARIK HIKMAH DARI LEBAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>