Monthly Archives: February 2021

Amalan RIngan

Oleh: Eni Setyowati

Dari Buraidah al-Aslami, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan ke masjid dalam keadaan gelap, bahwasannya kelak ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.”

(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Pada bagian kedua buku ini menjelaskan tentang “8 Keberkahan dan keistimewaan ibadah Shubuh”. Begitu istimewanya ibadah Shubuh, sehingga di dalam buku ini menempatkan ibadah Shubuh adalah yang utama. Syekh Ali Jaber menyampaikan bahwa ada delapan keberkahan dan keistimewaan dari ibadah Shubuh, yaitu: Pertama, siapa saja yang shalat Shubuh berjamaan di masjid akan mendapat cahaya di hari kiamat (hal. 21). Dijelaskan bahwa menjalankan ibadah shalat Shubuh di masjid itu menunjukkan iman, dan menjalankan shalat Shubuh berjamaah akan mendapatkan cahaya di hari kiamat, sebagaimana dalam HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, “Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan ke masjid dalam keadaan gelap, bahwasannya kelak ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.”

Kedua, siapa saja yang shalat Shubuh berjamaah di masjid, akan terjaga dalam jaminan dan lindungan Allah sampai malam hari (hal 22). Hal ini berarti ia tidak akan mempunyai masalah. Ia akan terjamin dalam lindungan Allah SWT sebagaimana dalam HR. Muslim, “Siapa yang shalat Shubuh berjamaah, ia akan berada dalam jaminan Allah.”

Ketiga, siapa saja yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, akan mendapat pahala dari Isya’ sampai Shubuh (hal. 23). Sebagaimana disebutkan dalam HR. Muslim, “Siapa yang shalat Isya; berjamaah, seolah olah ia telah shalat malam selama separuh malam. Dan siapa yang shalat Shubuh berjamaah, seolah-olah ia telah shalat seluruh malamnya.” Oleh karena itu, besyukur dan beruntunglah bagi siapa saja yang istiqomah dalam mengerjakan shalat Shubuh berjamaah di masjid.

Keempat, siapa saja yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah akan mendapat balasan surga dari Allah SWT (hal. 24), sebagaimana disebutkan dalam HR. al-Bukhari dan Muslim, “Barang siapa mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat Shubuh dan Ashar), maka ia akan masuk surga.”

Kelima, mengerjakan dua rakaat shalat fajar (shalat sunnah qabliyah Shubuh) lebih baik dari dunia berserta isinya (hal. 24). Shalat qabliyah Shubuh adalah salah satu ibadah yang dijaga oleh Rasulullah saw. Jangan lupa setelah shalat Shubuh kita bertasbih kepada Allah sebanyak 33 kali, bertahmid kepada Allah 33 kali, dan bertakbir kepada Allah 33 kali, kemudian menggenapkan yang ke 100 dengan membaca “Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadir.” Amalan ini adalah amalah sederhana, rahasia, sedikit, namun pahalanya luar biasa.

Keenam, siapa saja yang bersedekah di waktu shubuh, akan mendapatkan do’a dari malaikat (hal. 28). Syekh Ali Jaber menyampaikan bahwa kita harus memiliki tabungan shubuh, karena di setiap shubuh ada malaikat yang turun dan berdoa. Bukan hanya doa dari malaikat, kita juga akan mendapatkan doa dari Rasulullah saw. Tabungan/sedekah shubuh harus dilakukan dengan istiqomah, meskipun hanya sedikit-sedikit, karena Allah mencintai amalan hambanya yang istiqomah. Melalui sedekah shubuh inshaAllah kita akan banyak merasakan perubahan yang luar biasa, baik dari segi rejeki, ketenangan pikiran maupun dari segi ibadah.

Ketujuh, malaikat menyaksikan shalat Shubuh kita (hal. 31), sebagaimana dalam QS. Al-Israa’: 78, “Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan oleh malaikat.” Dijelaskan bahwa jika diibaratkan dalam sebuah pekerjaan, biasanya diberlakukan pergantian jam kerja (shift), maka demikian juga dalam jadwal shift malaikat. Malaikat yang bertugas malam dengan malaikat yang bertugas pagi, akan bertemu di shalat Shubuh. Oleh karena itu, batin kita akan akan terasa sejuk dan nikmat ketika kita mengerjakan shalat Shubuh berjamaah.

Kedelapan, siapa saja yang melaksanakan ibadah di waktu Shubuh, akan mendapatkan rejeki dan keberkahan dari Allah SWT. Ingat, keberkahan tidak akan diberikan kepada orang yang malas. Tidur di waktu shubuh akan menghalangi rejeki, karena waktu shubuhlah adanya pembagian rejeki dan turunnya keberkahan. Begitulah rahasia dan keistimewaan shalat Shubuh berjamaah, semoga kita dapat menjalankannya dengan istiqomah…Aamiin.

Poin penting dari apa yang telah disampaikan dalam buku Syekh Ali Jaber pada bagian kedua ini adalah agar kita tak lalai dalam melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Sebenarnya tak hanya dari segi rohani saja, dari segi kesehatanpun ternyata menunjukkan bahwa dengan istiqomah melaksanakan shalat Shubuh akan selalu menjaga kesehatan fisik dan menghindari stress. Banyak ahli kesehatan menyampaikan bahwa bagian dari tubuh manusia itu ada yang tidak melalui komando otak, yang disebut dengan sirkadian tubuh. “Sirkadian adalah proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur-bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam.” Nah, irama dari sirkadian tubuh itu akan terbentuk mulai sekitar pukul 03.00 pagi karena adanya peningkatan adrenalin. Disinilah seringkali mengakibatkan penyempitan pembulan darah dan penggumpalan pembuluh darah, sehingga akan mengganggu sistem kardiovaskuler. Peningkatan adrenalin ini juga dapat meningkatkan kadar stress seseorang. Namun, sebenarnya terdapat zat yang juga dihasilkan oleh pembuluh darah selain adrenalin yang disebut dengan nitrat oksida. Zat ini akan meningkat ketika kita bangun pagi hari. Zat ini akan meningkat lagi jika kita berjalan menuju ke masjid untuk melakukan sholat Shubuh. Gerakan yang kita lakukan pada shalat Shubuh dapat menyebabkan lebih menaiknya produksi zat tersebut, yang efeknya akan melebarkan pembuluh darah. Jadi pembuluh darah yang semula menyempit akan melebar kembali dan darah ke otak akan lancar. Jika aliran darah lancar tentunya jasmani kita akan sehat, yang berdampak juga pada rohani kita. Kita akan merasa tenang dan tidak stress.

Marilah mulai dari sekarang kita lebih istiqomah lagi untuk melaksanakan sholat Shubuh berjamaah di masjid. Bagi yang masih lobang-lobang untuk shalat Shubuh berjamaah ke masjid, ayo kita perbaiki dari sekarang, yang sudah baik mari kita tingkatkan lagi. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan keberkahan jasmani dan rohani. Aamiin. (bersambung ke bagian 3…)

Amalan RIngan

Oleh: Eni Setyowati

 Akhir-akhir ini, buku karya Syekh Ali Jaber yang berjudul “Amalan Ringan Paling Menakjubkan (20 Kiat Menuju Kebahagiaan Hidup)” ini menjadi booming setelah sang penulis wafat akibat sakit yang dideritanya. Buku ini sebenarnya bukan buku yang baru, cetakan pertamanya sudah ada sejak tahun 2017. Kemudian pada tahun yang sama naik cetak lagi yang kedua. Akhir-akhir ini buku tersebut kembali mencuat, dan pada Januari 2021 telah masuk pada cetakan kesepuluh, sungguh luar biasa. Buku dengan ketebalan 208 halaman ini memang mudah dibaca, dipelajari serta diamalkan, sehingga tak salah jika sampai hari ini sudah sampai pada cetakan kesepuluh.

Buku ini merupakan bacaan yang penuh makna bagi kita semua, serta dikemas dengan kalimat yang mudah dipahami. Berisi tentang amalan-amalan ibadah yang ringan, tetapi nilai dan pahalanya sangat besar di sisi Allah SWT, sehingga buku ini cocok dikonsumsi oleh semua kalangan. Buku ini terdiri dari 23 bagian yaitu: (1) 12 Amalan untuk mengatasi berbagai masalah dan mewujudkan hajat, (2) 8 Keberkahan dan keistimewaan ibadah Shubuh, (3) Berwudhu sebelum tidur, amalan menuju husnul khatimah, (4) Keajaiban membaca Al-Qur’an, (5) The Power of Do’a, (6) Keajaiban Surah Al-Muluk, (7) Amalan penyebab husnul khatimah, (8) Kiat mencetak anak shaleh dan shalehah, (9) Amalan-amalan pengusir was-was, (10) Menggapai kemuliaan dengan taubat, (11) Keutamaan sujud kepada Allah SWT, (12) Kedahsyatan Surah Al-Ikhlash, (13) The Power of Do’a (Waktu, tempat dan cara agar doa dikabulkan Allah), (14) Rahasia agar hajat cepat terwujud (Dahsyatnya sedekah Shubuh), (15) Dzikir pembebas 99 kesulitan, (16) Keajaiban dzikir dan shalawat, (17) Do’a yang menjadi rebutan malaikat, (18) 3 Amalan agar hidup tidak merugi, (19) Do’a pembayar syukur dan do’a yang meliputi keseluruhan, (20) Kekuatan surah al-Fatihah, (21) Cara menggapai tabungan akhirat (keutamaan saling menyampaikan kebaikan), (22) 4 Amalan utama di hari Jumat, dan (23) Rahasia agar kita dihargai Allah.

Keduapuluh tiga bagian tersebut tentunya wajib kita ketahui, kita pelajari dan kita amalkan. Oleh karena itu, saya mencoba mereview masing-masing bagian tersebut, agar mudah untuk dipelajari. Pada tulisan ini saya akan mencoba mereview bagian 1 tentang 2 Amalan untuk mengatasi berbagai masalah dan mewujudkan hajat. Pada bagian 1 ini penulis ingin mengajak pembaca yang sedang punya hajat, punya masalah rumah tangga, punya masalah dengan suami/istri, ingin punya jodoh, ingin mendapatkan rejeki, punya masalah keturunan, punya dosa, punya masalah belum terselesaikan, punya masalah dalam beribadah, punya utang belum dilunasi ataupun yang punya masalah was-was dalam jiwa dan pikirannya. Intinya semua masalah, baik tentang dunia maupun akhirat.

Amalan yang harus kita lakukan adalah: pertama, sebelum tidur, kita lakukan shalat 2 rakaat, hitunglah sebagai shalat hajat atau shalat sunnah apa saja. Kemudian dilanjutkan shalat witir. Witir boleh juga dilakukan saat di sepertiga malam. Begitu selesai, lalu berbaring. Sambil berbaring kemudian kita membaca do’a “Hasbiyallaahu wa ni’mal wakil.” Sebelum membaca do’a tersebut, kita membayangkan hajat kita dengan penuh keyakinan, besok, lusa atau tidak lama lagi kita akan mendapatkan kegembiraan dan selesai semua masalah kita. Ingat, jangan ragu-ragu untuk mengamalkannya. Yakinlah bahwa Allah bagi kita adalah segala-galanya, dan Allah adalah sebaik-baik yang mewakili urusan kita.

Kedua, sepanjang hari, pagi, siang, sore, malam, dimana saja kita berada, jangan berhenti beristighfar. Bagi siapa yang rajin beristighfar, Allah akan memudahkan segala urusannya, dan Allah akan mengangkat segala kesusahannya, serta didatangkan rejeki dari tempat yang ia tidak sangka-sangka. Ingat apapun kesibukan kita, bawalah terus istighfar. Awali istighfar dengan sayyidul istighfar.

Demikianlah amalah pertama yang dapat kita lakukan, semoga jika kita punya segala masalah, maka masalah tersebut akan segera terselesaikan. Aminn ya rabbal alamin. Tunggu bagian 2…

keanekaragaman hayati

Oleh Eni Setyowati

Sejak kehidupan di bumi ada, banyak sekali hewan maupun tumbuhan yang muncul, tetapi lambat laun akan hilang. Peristiwa hilangnya makhluk hiudp itu disebut kepunahan. Spesies yang punah itu disebabkan beberapa faktor, misalnya karena berkompetisi ataupun perubahan habitatnya. Contoh perubahan habitat adalah banyaknya pengalihan tata guna lahan. Selain itu banyaknya perburuan juga akan mengancam hewan.

Beranekaragamnya makhluk hidup itu, baik dalam bentuk, penampilan, jumlah maupun sifatnya disebut keanekaragaman hayati. Saat ini keanekaragaman hayati telah mengalami krisis. Krisis keanekaragaman hayati merupakan bagian dari krisis lingkungan. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah cara pandang dan perilaku manusia terhadap lingkungan. Gaya hidup konsumtif dan individualisitis akan cenderung mengeksploitasi sumber daya alam. Marilah kita bersama-sama melakukan perubahan perilaku terhadap alam secara mendasar, cepat dan tegas.

Rasulullah SAW bersabda, “Bahwa sesungguhnya Allah SWT memerintahkan untuk berbuat baik pada segala sesuatu. Jika kamu membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang  baik, dan jika kamu menyembelih (binatang), maka sembelihlah dengan cara yang baik. Dan hendaklah engkau menajamkan pisaumu dan menenangkan (Ketika menyembelih) hewan sembelihan itu.” (HR Muslim)

Dari hadits diatas menunjukkan begitu hormatnya Rasulullah akan makhluk lain, karena kehidupan makhluk lain ini akan memberikan arti yang begitu besar bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, sebagai manusia, kita berkewajiban untuk selalu menjaganya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Qashah ayat 77, yang berbunyi “Carilah dari apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Nah, salah satu upaya untuk mengatasi krisis keankekaragaman hayati adalah melalui konservasi lingkungan yang didalamnya termasuk konservasi keanekaragaman hayati. Konservasi lingkungan dapat dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat. Kesadaran masyarakat dapat dilakukan melalui pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Oleh karena itu semua elemen masyarakat harus bersinergi dalam mengatasi krisis keanekaragaman hayati yang semakin lama semakin mengkhawatirkan ini.

Di pendidikan formal, harus dirancang pembelajaran yang mengintegrasikan pada lingkungan. Merencanakan sumber belajar yang mengintegrasikan lingkungan termasuk keanekaragaman hayati merupakan tugas dan kewajiban para pendidik. Jika sejak dini manusia sudah dikenalkan bagaimana menjaga lingkungan, maka lambat laun akan tertanam di dalam jiwanya kesadaran akan selalu menjaga lingkungan. Sedangkan di pendidikan non formal dapat dilakukan melalui penyuluhan, serta kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan melindungi keanekaragaman hayati.