Uncategorized

Oleh: Eni Setyowati

Alhamdulillah di hari ke-3 Ramadhan 1442 H ini kita masih diberi kesehatan, keselamatan dan tentunya semangat yang luar biasa. Ramadhan adalah saat di mana Allah akan membuka semua pintu taubat, pintu ampunan, pintu rejeki, dan pintu dikabulkannya do'a-do'a kita. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Marilah kita  perbanyak amal kebaikan kita dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berawal dari kegiatan saya saat memberi ceramah di Lapas perempuan kabupaten Tulungagung minggu lalu, saat itu ada pesanan dari beberapa teman di sana agar saya membawakan beberapa buku sebagai bacaan di kala mereka sedang tidak ada kegiatan. Tentunya hal tersebut saya sambut dengan senang sekali. Tak terbayangkan mereka sangat senang dan antusias membaca buku yang pernah saya berikan kepada mereka beberapa bulan yang lalu saat saya mengisi ceramah di sana. Bahkan ada beberapa dari mereka yang berkeinginan bisa menuangkan rasa rindunya kepada keluarga dalam sebuah tulisan dan menjadi sebuah buku. Keinginan yang luar biasa. Selama bertahun-tahun saya mengisi ceramah di Lapas belum pernah ada yang seantusias ini untuk bisa menulis dan menjadikannya buku.

Hari ini, saya akan mewujudkan keinginan mereka dengan membawakan beberapa buku bacaan untuk mereka. Sejak kemarin, saya telah menyiapkan beberapa buku yang saya anggap buku tersebut dapat dijadikan bacaan di kala mereka luang serta bisa mengobati rasa rindu mereka kepada keluarga. Ada tiga buku yang akan saya berikan. Buku antologi bersama teman-teman penulis merupakan buku yang saya anggap cocok, antara lain buku dengan judul Quantum Cinta, Quantum Belajar dan Goresan Cinta Buat Bunda. Semoga buku tersebut menjadi bacaan ringan dan menarik di kala Ramadhan ini. Aamiin.

Buku Quantum Cinta merupakan buku yang menyajikan refleksi tentang cinta, baik cinta kepada Sang Maha Pemilik Cinta, cinta kepada Rasul, cinta kepada manusia, cinta kepada alam maupun cinta kepada binatang dan tumbuhan. Cinta yang kaya warna ini tentunya tetap tegak di atas pondasi agama, ilmu dan akhlak, menggugah rasa dan membangkitkan gairah, sehingga saya rasa cocok sebagai bacaan di bulan Ramadhan ini. Buku kedua, Quantum Belajar menyajikan tentang makna belajar. Apa sesungguhnya belajar itu. Sesungguhnya belajar itu tak harus melalui kegiatan belajar mengajar yang sarat akan tatap muka, namun makna belajar itu sangat luas. Belajar mengisyaratkan keleluasaan menyerap makna, menciptakan gelora untuk hidup bahagia. Selanjutnya buku Goresan Cinta Buat Bunda, merupakan buku yang ditulis dalam momentum mengenang jasa besar seorang ibu. Mengingat ibu mempunyai makna utama di dalam Islam, maka sudah selayaknya ada penghormatan kepada ibu. Dengan menghormati sosok ibu, kita akan dapat mencapai kematangan spiritual dan kesuksesan dalam hidup.

Mengingat saya tidak bisa langsung ke lapas, maka buku tersebut saya titipkan kepada seorang kolega dosen yang kebetulan hari ini mengisi ceramah di lapas. Beberapa waktu yang lalu beliau saya hubungi, saya bermaksud untuk menitipkan buku itu untuk mereka. Alhamdulillah beliau bersedia dan hari ini buku itu akan di bawa ke lapas. Selain itu, mereka juga sangat ingin bisa membuat buku, mereka ingin ceritanya selama di lapas dan kerinduannya kepada keluarga menjadi buku. Semoga hari ini catatan mereka selesai dan dapat dititipkan ke Bu Ida (kolega dosen yang hari ini mengisi di lapas) agar catatan mereka dapat segera saya proses untuk menjadi sebuah catatan yang nantinya menjadi sebuah buku. Tentunya ini akan menjadi sebuah buku yang keren karya dari teman-teman yang ada di lapas, agar menjadi semangat bagi mereka, meskipun mereka mempunyai nasib yang kurang beruntung, tetapi mereka masih diberi kekuatan, kesabaran dan ini semua menjadi pelajaran bagi mereka agar ke depan dapat menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Apalagi di bulan Ramadhan ini adalah bulan di mana pintu surga di buka dan pahala dilipatgandakan. Mereka dapat bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Aamiin.

Akhirnya, dengan perasaan bahagia yang tak terkira, semoga buku tersebut dapat bermanfaat bagi teman-teman di lapas. Aamiin…Tetap semangat…..

Tulungagung, 15 April 2021

Amalan RIngan

Oleh: Eni Setyowati

Dari Buraidah al-Aslami, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan ke masjid dalam keadaan gelap, bahwasannya kelak ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.”

(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

Pada bagian kedua buku ini menjelaskan tentang “8 Keberkahan dan keistimewaan ibadah Shubuh”. Begitu istimewanya ibadah Shubuh, sehingga di dalam buku ini menempatkan ibadah Shubuh adalah yang utama. Syekh Ali Jaber menyampaikan bahwa ada delapan keberkahan dan keistimewaan dari ibadah Shubuh, yaitu: Pertama, siapa saja yang shalat Shubuh berjamaan di masjid akan mendapat cahaya di hari kiamat (hal. 21). Dijelaskan bahwa menjalankan ibadah shalat Shubuh di masjid itu menunjukkan iman, dan menjalankan shalat Shubuh berjamaah akan mendapatkan cahaya di hari kiamat, sebagaimana dalam HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, “Berilah kabar gembira bagi orang yang berjalan ke masjid dalam keadaan gelap, bahwasannya kelak ia akan mendapatkan cahaya sempurna pada hari kiamat.”

Kedua, siapa saja yang shalat Shubuh berjamaah di masjid, akan terjaga dalam jaminan dan lindungan Allah sampai malam hari (hal 22). Hal ini berarti ia tidak akan mempunyai masalah. Ia akan terjamin dalam lindungan Allah SWT sebagaimana dalam HR. Muslim, “Siapa yang shalat Shubuh berjamaah, ia akan berada dalam jaminan Allah.”

Ketiga, siapa saja yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah, akan mendapat pahala dari Isya’ sampai Shubuh (hal. 23). Sebagaimana disebutkan dalam HR. Muslim, “Siapa yang shalat Isya; berjamaah, seolah olah ia telah shalat malam selama separuh malam. Dan siapa yang shalat Shubuh berjamaah, seolah-olah ia telah shalat seluruh malamnya.” Oleh karena itu, besyukur dan beruntunglah bagi siapa saja yang istiqomah dalam mengerjakan shalat Shubuh berjamaah di masjid.

Keempat, siapa saja yang melaksanakan shalat Shubuh berjamaah akan mendapat balasan surga dari Allah SWT (hal. 24), sebagaimana disebutkan dalam HR. al-Bukhari dan Muslim, “Barang siapa mengerjakan shalat bardain (yaitu shalat Shubuh dan Ashar), maka ia akan masuk surga.”

Kelima, mengerjakan dua rakaat shalat fajar (shalat sunnah qabliyah Shubuh) lebih baik dari dunia berserta isinya (hal. 24). Shalat qabliyah Shubuh adalah salah satu ibadah yang dijaga oleh Rasulullah saw. Jangan lupa setelah shalat Shubuh kita bertasbih kepada Allah sebanyak 33 kali, bertahmid kepada Allah 33 kali, dan bertakbir kepada Allah 33 kali, kemudian menggenapkan yang ke 100 dengan membaca “Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qadir.” Amalan ini adalah amalah sederhana, rahasia, sedikit, namun pahalanya luar biasa.

Keenam, siapa saja yang bersedekah di waktu shubuh, akan mendapatkan do’a dari malaikat (hal. 28). Syekh Ali Jaber menyampaikan bahwa kita harus memiliki tabungan shubuh, karena di setiap shubuh ada malaikat yang turun dan berdoa. Bukan hanya doa dari malaikat, kita juga akan mendapatkan doa dari Rasulullah saw. Tabungan/sedekah shubuh harus dilakukan dengan istiqomah, meskipun hanya sedikit-sedikit, karena Allah mencintai amalan hambanya yang istiqomah. Melalui sedekah shubuh inshaAllah kita akan banyak merasakan perubahan yang luar biasa, baik dari segi rejeki, ketenangan pikiran maupun dari segi ibadah.

Ketujuh, malaikat menyaksikan shalat Shubuh kita (hal. 31), sebagaimana dalam QS. Al-Israa’: 78, “Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan oleh malaikat.” Dijelaskan bahwa jika diibaratkan dalam sebuah pekerjaan, biasanya diberlakukan pergantian jam kerja (shift), maka demikian juga dalam jadwal shift malaikat. Malaikat yang bertugas malam dengan malaikat yang bertugas pagi, akan bertemu di shalat Shubuh. Oleh karena itu, batin kita akan akan terasa sejuk dan nikmat ketika kita mengerjakan shalat Shubuh berjamaah.

Kedelapan, siapa saja yang melaksanakan ibadah di waktu Shubuh, akan mendapatkan rejeki dan keberkahan dari Allah SWT. Ingat, keberkahan tidak akan diberikan kepada orang yang malas. Tidur di waktu shubuh akan menghalangi rejeki, karena waktu shubuhlah adanya pembagian rejeki dan turunnya keberkahan. Begitulah rahasia dan keistimewaan shalat Shubuh berjamaah, semoga kita dapat menjalankannya dengan istiqomah…Aamiin.

Poin penting dari apa yang telah disampaikan dalam buku Syekh Ali Jaber pada bagian kedua ini adalah agar kita tak lalai dalam melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Sebenarnya tak hanya dari segi rohani saja, dari segi kesehatanpun ternyata menunjukkan bahwa dengan istiqomah melaksanakan shalat Shubuh akan selalu menjaga kesehatan fisik dan menghindari stress. Banyak ahli kesehatan menyampaikan bahwa bagian dari tubuh manusia itu ada yang tidak melalui komando otak, yang disebut dengan sirkadian tubuh. “Sirkadian adalah proses internal dan alami yang mengatur siklus tidur-bangun yang diulangi kira-kira setiap 24 jam.” Nah, irama dari sirkadian tubuh itu akan terbentuk mulai sekitar pukul 03.00 pagi karena adanya peningkatan adrenalin. Disinilah seringkali mengakibatkan penyempitan pembulan darah dan penggumpalan pembuluh darah, sehingga akan mengganggu sistem kardiovaskuler. Peningkatan adrenalin ini juga dapat meningkatkan kadar stress seseorang. Namun, sebenarnya terdapat zat yang juga dihasilkan oleh pembuluh darah selain adrenalin yang disebut dengan nitrat oksida. Zat ini akan meningkat ketika kita bangun pagi hari. Zat ini akan meningkat lagi jika kita berjalan menuju ke masjid untuk melakukan sholat Shubuh. Gerakan yang kita lakukan pada shalat Shubuh dapat menyebabkan lebih menaiknya produksi zat tersebut, yang efeknya akan melebarkan pembuluh darah. Jadi pembuluh darah yang semula menyempit akan melebar kembali dan darah ke otak akan lancar. Jika aliran darah lancar tentunya jasmani kita akan sehat, yang berdampak juga pada rohani kita. Kita akan merasa tenang dan tidak stress.

Marilah mulai dari sekarang kita lebih istiqomah lagi untuk melaksanakan sholat Shubuh berjamaah di masjid. Bagi yang masih lobang-lobang untuk shalat Shubuh berjamaah ke masjid, ayo kita perbaiki dari sekarang, yang sudah baik mari kita tingkatkan lagi. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan keberkahan jasmani dan rohani. Aamiin. (bersambung ke bagian 3…)

Amalan RIngan

Oleh: Eni Setyowati

 Akhir-akhir ini, buku karya Syekh Ali Jaber yang berjudul “Amalan Ringan Paling Menakjubkan (20 Kiat Menuju Kebahagiaan Hidup)” ini menjadi booming setelah sang penulis wafat akibat sakit yang dideritanya. Buku ini sebenarnya bukan buku yang baru, cetakan pertamanya sudah ada sejak tahun 2017. Kemudian pada tahun yang sama naik cetak lagi yang kedua. Akhir-akhir ini buku tersebut kembali mencuat, dan pada Januari 2021 telah masuk pada cetakan kesepuluh, sungguh luar biasa. Buku dengan ketebalan 208 halaman ini memang mudah dibaca, dipelajari serta diamalkan, sehingga tak salah jika sampai hari ini sudah sampai pada cetakan kesepuluh.

Buku ini merupakan bacaan yang penuh makna bagi kita semua, serta dikemas dengan kalimat yang mudah dipahami. Berisi tentang amalan-amalan ibadah yang ringan, tetapi nilai dan pahalanya sangat besar di sisi Allah SWT, sehingga buku ini cocok dikonsumsi oleh semua kalangan. Buku ini terdiri dari 23 bagian yaitu: (1) 12 Amalan untuk mengatasi berbagai masalah dan mewujudkan hajat, (2) 8 Keberkahan dan keistimewaan ibadah Shubuh, (3) Berwudhu sebelum tidur, amalan menuju husnul khatimah, (4) Keajaiban membaca Al-Qur’an, (5) The Power of Do’a, (6) Keajaiban Surah Al-Muluk, (7) Amalan penyebab husnul khatimah, (8) Kiat mencetak anak shaleh dan shalehah, (9) Amalan-amalan pengusir was-was, (10) Menggapai kemuliaan dengan taubat, (11) Keutamaan sujud kepada Allah SWT, (12) Kedahsyatan Surah Al-Ikhlash, (13) The Power of Do’a (Waktu, tempat dan cara agar doa dikabulkan Allah), (14) Rahasia agar hajat cepat terwujud (Dahsyatnya sedekah Shubuh), (15) Dzikir pembebas 99 kesulitan, (16) Keajaiban dzikir dan shalawat, (17) Do’a yang menjadi rebutan malaikat, (18) 3 Amalan agar hidup tidak merugi, (19) Do’a pembayar syukur dan do’a yang meliputi keseluruhan, (20) Kekuatan surah al-Fatihah, (21) Cara menggapai tabungan akhirat (keutamaan saling menyampaikan kebaikan), (22) 4 Amalan utama di hari Jumat, dan (23) Rahasia agar kita dihargai Allah.

Keduapuluh tiga bagian tersebut tentunya wajib kita ketahui, kita pelajari dan kita amalkan. Oleh karena itu, saya mencoba mereview masing-masing bagian tersebut, agar mudah untuk dipelajari. Pada tulisan ini saya akan mencoba mereview bagian 1 tentang 2 Amalan untuk mengatasi berbagai masalah dan mewujudkan hajat. Pada bagian 1 ini penulis ingin mengajak pembaca yang sedang punya hajat, punya masalah rumah tangga, punya masalah dengan suami/istri, ingin punya jodoh, ingin mendapatkan rejeki, punya masalah keturunan, punya dosa, punya masalah belum terselesaikan, punya masalah dalam beribadah, punya utang belum dilunasi ataupun yang punya masalah was-was dalam jiwa dan pikirannya. Intinya semua masalah, baik tentang dunia maupun akhirat.

Amalan yang harus kita lakukan adalah: pertama, sebelum tidur, kita lakukan shalat 2 rakaat, hitunglah sebagai shalat hajat atau shalat sunnah apa saja. Kemudian dilanjutkan shalat witir. Witir boleh juga dilakukan saat di sepertiga malam. Begitu selesai, lalu berbaring. Sambil berbaring kemudian kita membaca do’a “Hasbiyallaahu wa ni’mal wakil.” Sebelum membaca do’a tersebut, kita membayangkan hajat kita dengan penuh keyakinan, besok, lusa atau tidak lama lagi kita akan mendapatkan kegembiraan dan selesai semua masalah kita. Ingat, jangan ragu-ragu untuk mengamalkannya. Yakinlah bahwa Allah bagi kita adalah segala-galanya, dan Allah adalah sebaik-baik yang mewakili urusan kita.

Kedua, sepanjang hari, pagi, siang, sore, malam, dimana saja kita berada, jangan berhenti beristighfar. Bagi siapa yang rajin beristighfar, Allah akan memudahkan segala urusannya, dan Allah akan mengangkat segala kesusahannya, serta didatangkan rejeki dari tempat yang ia tidak sangka-sangka. Ingat apapun kesibukan kita, bawalah terus istighfar. Awali istighfar dengan sayyidul istighfar.

Demikianlah amalah pertama yang dapat kita lakukan, semoga jika kita punya segala masalah, maka masalah tersebut akan segera terselesaikan. Aminn ya rabbal alamin. Tunggu bagian 2…

keanekaragaman hayati

Oleh Eni Setyowati

Sejak kehidupan di bumi ada, banyak sekali hewan maupun tumbuhan yang muncul, tetapi lambat laun akan hilang. Peristiwa hilangnya makhluk hiudp itu disebut kepunahan. Spesies yang punah itu disebabkan beberapa faktor, misalnya karena berkompetisi ataupun perubahan habitatnya. Contoh perubahan habitat adalah banyaknya pengalihan tata guna lahan. Selain itu banyaknya perburuan juga akan mengancam hewan.

Beranekaragamnya makhluk hidup itu, baik dalam bentuk, penampilan, jumlah maupun sifatnya disebut keanekaragaman hayati. Saat ini keanekaragaman hayati telah mengalami krisis. Krisis keanekaragaman hayati merupakan bagian dari krisis lingkungan. Oleh karena itu, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah cara pandang dan perilaku manusia terhadap lingkungan. Gaya hidup konsumtif dan individualisitis akan cenderung mengeksploitasi sumber daya alam. Marilah kita bersama-sama melakukan perubahan perilaku terhadap alam secara mendasar, cepat dan tegas.

Rasulullah SAW bersabda, “Bahwa sesungguhnya Allah SWT memerintahkan untuk berbuat baik pada segala sesuatu. Jika kamu membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang  baik, dan jika kamu menyembelih (binatang), maka sembelihlah dengan cara yang baik. Dan hendaklah engkau menajamkan pisaumu dan menenangkan (Ketika menyembelih) hewan sembelihan itu.” (HR Muslim)

Dari hadits diatas menunjukkan begitu hormatnya Rasulullah akan makhluk lain, karena kehidupan makhluk lain ini akan memberikan arti yang begitu besar bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, sebagai manusia, kita berkewajiban untuk selalu menjaganya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Qashah ayat 77, yang berbunyi “Carilah dari apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”

Nah, salah satu upaya untuk mengatasi krisis keankekaragaman hayati adalah melalui konservasi lingkungan yang didalamnya termasuk konservasi keanekaragaman hayati. Konservasi lingkungan dapat dilakukan dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat. Kesadaran masyarakat dapat dilakukan melalui pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal. Oleh karena itu semua elemen masyarakat harus bersinergi dalam mengatasi krisis keanekaragaman hayati yang semakin lama semakin mengkhawatirkan ini.

Di pendidikan formal, harus dirancang pembelajaran yang mengintegrasikan pada lingkungan. Merencanakan sumber belajar yang mengintegrasikan lingkungan termasuk keanekaragaman hayati merupakan tugas dan kewajiban para pendidik. Jika sejak dini manusia sudah dikenalkan bagaimana menjaga lingkungan, maka lambat laun akan tertanam di dalam jiwanya kesadaran akan selalu menjaga lingkungan. Sedangkan di pendidikan non formal dapat dilakukan melalui penyuluhan, serta kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan melindungi keanekaragaman hayati.

lapas

Oleh: Eni Setyowati

Salah satu tri dharma perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Setiap dosen/pendidik di perguruan tinggi berkewajiban untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbeda-beda, misalnya dengan melakukan kegiatan membantu masyarakat di lapangan dalam jangka waktu yang cukup lama ataupun cukup dengan memberikan semacam edukasi atau penyuluhan kepada masyarakat. Apapun itu, harapan dari pengabdian ini adalah menjadikan masyarakat lebih maju, berkembang dan bisa mandiri.

Hari Kamis, 1 Oktober 2020, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, saya mendapatkan amanah untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Tulungagung. Kegiatan pengabdian di Lapas ini merupakan kegiatan rutin mingguan yang diadakan oleh Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Tulungagung. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada saudara-saudara (narapidana) yang ada di Lapas. Kegiatan ini dibagi menjadi dua, yaitu kegiatan oleh bapak-bapak dosen yang diperuntukkan bagi saudara di Lapas laki-laki, dan kegiatan oleh ibu-ibu dosen bagi saudara di Lapas perempuan.

Ini bukan kali pertama saya mengunjungi lapas untuk kegiatan yang sama, entah sudah berapa kali saya lupa, tetapi jika lima kali inshaAllah lebih. Tepat pukul 13.30 WIB saya tiba di lapas. Sayapun segera menuju pintu besi dan memencet bel, petugaspun membuka jendela kecil dan mempersilahkan saya masuk setelah saya menyampaikan bahwa saya dari IAIN Tulungagung. Pintu yang tak terlalu lebarpun dibuka, dan saya masuk. Setiap pengunjung harus menerapkan protokol kesehatan, suhupun di cek, alhamdulillah normal. Segera saya diminta untuk memberikan KTP dan saya diberi ID kartu pengunjunga, serta dipersilahkan menuju ruang lapas perempuan.

Begitu tiba di ruang perempuan, sayapun menyapa petugas Sipir yang menjaga, alhamdulillah sejak dulu petugasnya sama, sehingga saya sudah kenal. Kamipun mengobrol, sembari menunggu mereka menyiapkan tempat untuk berdiskusi. Kurang lebih ada 19 orang yang berada di lapas perempuan. Setelah tempat ditata rapi, acara diskusi pun dimulai. Saya mulai dengan perkenalan diri, dan menyampaikan maksud kedatangan saya. Alhamdulillah mereka sangat senang sekali. Saat berangkat saya berjaga-jaga membawa mesker untuk diberikan kepada mereka. Dan benar mereka tidak mengenakan masker, karena mungkin mereka berada di dalam, seperti halnya di rumah. Namun, demi menjaga kesehatan alhamdulillah masker yang saya bawa tidak mubazir. Maskerpun saya berikan dan dipakai, sehingga kamipun berbincang-bincang cukup tenang karena sudah mengenakan masker. Kemudian saya bagikan materi yang akan didiskusikan hari ini, cukup singkat, jelas dan padat yaitu dua lembar hehehe. Agar mereka semangat, tak lupa seperti yang sering saya lakukan di tempat lain, kali ini saya juga melakukan jariyah buku. Saya memberikan dua buah buku karya saya, yang menurut saya cocok dibaca oleh peremuan atau ibu-ibu. Lumayan untuk menambah wawasan mereka. Semoga buku saya bermanfaat bagi mereka. Aamiin.

Beberapa kali saya melakukan kegiatan ini ada satu yang menurut saya harus ditekankan, yaitu memotivasi mereka para penghuni lapas. Secara mental, tentunya mereka saat ini membutuhkan dorongan untuk bangkit. Kasus yang menimpa mereka, saya yakin menyebabkan mereka depresi, stress, ataupun sedih yang amat dalam. Bahkan, dulu… saat saya ke lapas, ada salah satu dari mereka yang cerita bagaimana dia sampai masuk ke lapas, kemudian setelah itu diceraikan suaminya, anaknya dua di bawa suaminya. Dia sempat mencoba bunuh diri dengan meminum racun serangga. Tentunya banyak sekali kisah-kisah dari mereka.

Apapun itu kasusnya, saat ini mereka membutuhkan motivasi untuk tidak putus asa dan selalu bersemangat menyongsong kehidupan di masa depan yang lebih baik. Hari ini saya menyampaikan materi yang tak jauh dari upaya untuk memberi semangat kepada mereka. Saya menyampaikan materi tentang refleksi diri. Marilah kita semua merefleksi diri masing-masing. Memulai dari nol bukanlah suatu kekalahan, tetapi itu adalah kekukatan bagi kita untuk bangkit.

Hidup bagai roda berputar, kadang posisi kita di atas kadang juga di bawah. Seringkali saat kita telah berada di atas, kita tak menyadari suatu saat kita bisa berada di bawah. Sehingga saat kita benar-benar berada di bawah kita tak sanggup menghadapi kenyataan tersebut. Banyak kejadian yang seharusnya tidak perlu terjadi, misalnya saat kondisi kita terpuruk, seseorang mengambil jalan pintas, misalnya bunuh diri sebagai jalan penyelesaiannya. Memang sekilas dengan bunuh diri permasalahan sudah teratasi, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Banyak yang harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat. Allahpun melaknat perbuatan bunuh diri maupun putus asa. Firman Allah QS. An Nisa’ 29-30 menyebutkan:

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

Seringkali kebahagiaan dan kesedihan, keberhasilan dan kegagalan silih berganti menyapa. Di saat kebahagiaan dan keberhasilan menyapa, seringkali kita larut dalam kebahagiaan itu, hingga kita lupa bersyukur, akhirnya kesombongan dan keangkuhanlah yang muncul. Semoga kita dijauhkan dari yang seperti itu...Aamiin.

Belajar dan teruslah belajar menyusuri setiap perjalanan yang telah kita lalui serta selalu berusahalah memperbaiki jalan buruk yang pernah kita lalui dan selalu meningkatkan jalan baik yang pernah kita lakukan. Berdoa dan teruslah berdoa, berikhtiar dan teruslah berikhtiar, memohon ampun serta tak lupa selalu bersyukur, itulah yang harus kita lakukan dalam menghadapi semuanya, baik di saat senang maupun susah. Ingat, Allah menganugerahi kita sebuah akal yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Allah menganugerahi akal dengan maksud untuk berpikir bukan untuk menyerah. Dengan akal berarti Allah juga menganugerahi kecerdasan kepada kita. Salah satu kecerdasan yang diberikan kepada kita adalah "Advertisy Quotient", atau kecerdasan menghadapi masa-masa sulit. AQ adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk mengatasi kesulitan dan sanggup untuk bertahan hidup, dalam hal ini tidak mudah menyerah dalam menghadapi setiap kesulitan hidup. Orang yang tahan menghadapi kesulitan tidak akan menghindari, tapi akan mengahadapinya tanpa pantang menyerah pada rasa tidak berdaya dan putus asa.

Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan Allah tidak akan menguji makhluknya di luar kemampuan makhluknya, oleh karena itu jika kita telah merasa jatuh, maka lebih baik kita memulai dari nol dan bangkit kembali daripada kita berputus asa. Memulai dari nol bukan berarti kita kalah, tetapi disitulah menunjukkan kekuatan selalu ada pada diri kita. Ingat, ketika Allah memberikan tanggung jawab yang besar kepada kita, disitulah Dia juga memperlengkapkan kekuatan yang besar kepada kita. Mintalah pertolongan dalam menghadapi kesulitan dengan bersabar dan melaksanakan shalat, seperti dalam firman Allah QS. Al-Baqarah: 45 berikut.

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Begitulan saya menyampaikan sedikit ajakan untuk selalu bersemangat dan tidak berputus asa. Satu jam telah berlalu, dan acarapun saya akhiri. Tak lupa saya menyampaikan terimakasih kepada mereka yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi dan saya sekali lagi berpesan agar mereka tetap semangat menatap masa depan, meninggalkan yang tidak baik dan memupuk yang baik. Di sesi akhir yang tak boleh terlewatkan adalah sesi foto bersama. Alhamdulillah acara berjalan lancar. Acara diakhiri dengan do’a bersama dan saya pun pamit.

komunikasi pembelajaran

Oleh: Eni Setyowati

Komunikasi sebagaimana yang telah kita ketahui bersama merupakan sebuah alat/sarana bagi manusia yang berkedudukan sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain. Proses ini dinamakan sebagai interaksi. Di dalam berinteraksi, tentunya selalu terjadi komunikasi. Demikian juga yang terjadi di dalam proses pembelajaran. Di dalam proses pembelajaran selalu terjadi interaksi antara pendidik dan peserta didik. Agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar dan efektif, maka diperlukan komunikasi yang baik.

Komunikasi tidak hanya sebatas bertukar informasi semata, tetapi komunikasi memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah sebagai fungsi pendidikan. Di dalam pendidikan, komunikasi berperan sebagai sarana pengalihan ilmu pengetahuan, sehingga mendorong terjadinya perkembangan intelektual serta pembentukan watak dan keterampilan. Komunikasi sebagai sarana pengalihan ilmu pengetahuan dapat terjadi antara pendidik dengan peserta didik, serta antar peserta didik itu sendiri.

Terdapat tiga format komunikasi di dalam proses pembelajaran, antara lain format komunikasi intrapersonal,  format komunikasi interpersonal, dan format komunikasi kelompok kecil. Pertama, format komunikasi intrapersonal. Komunikasi intrapersonal dapat kita sebut sebagai komunikasi dengan diri sendiri. Tentu banyak yang bertanya, “Bagaimana komunikasi dengan diri sendiri?” Di dalam komunikasi ini, seseorang akan berperan sebagai pengirim sekaligus penerima pesan. Ia akan berbicara kepada dirinya sendiri, berdialog, bertanya serta menjawab pertanyaannya sendiri. Apa saja bentuk dari komunikasi intrapersonal ini? Di dalam komunikasi intrapersonal, kita mengalami yang namanya persepsi, ideasi, dan transmisi. Persepsi merupakan penginderaan terhadap suatu kesan yang timbul dalam diri manusia terhadap apa yang dihadapinya. Biasanya persepsi ini diawali dengan sensasi yang dipengaruhi dari pengalaman, kebiasaan, maupun kebutuhan. Contoh, saat kita menghadiri suatu acara yang sangat megah, yang mana kita tak pernah membayangkannya, maka akan timbul sensasi di dalam diri kita yang diekspresikan dengan “melongo”, ataupun berkomentar, “wah..acaranya megah sekali”. Nah contoh ini adalah bentuk komunikasi intrapersonal, dimana kita mengalami persepsi. Selanjutnya ideasi. Ideasi biasanya ditandai dengan proses mengkonsepsi terhadap apa yang dipersepsi. Pada ideasi ini kita akan melakukan seleksi terhadap semua informasi, pengetahuan ataupun pengalaman. Terakhir kita akan mengalami transmisi. Transmisi ini merupakan sebuah penalaran. Di dalam proses transmisi ini, hasil dari komunikasi itu akan menghasilkan suatu pernyataan yang meyakinkan, sistematis dan logis.

Selain kita mengalami persepsi, ideasi dan transmisi, tentunya dipengaruhi juga oleh memori dan penalaran. Memori memegang penting di dalam komunikasi. Bayangkan jika kita tidak mempunyai memori, tentunya kita tidak dapat menyimpan apapun yang kita hadapi. Melalui memori ini kita melakukan perekaman, penyimpanan dan pemanggilan. Perekaman merupakan pencatatan informasi. Penyimpanan merupakan seberapa lama informasi itu ada bersama kita. Memoripun ada memori jangka pendek dan jangka panjang. Sedangkan pemanggilan merupakan pengingat kembali terhadap informasi yang telah kita simpan. Selanjutnya penalaran. Penalaran disebut juga sebagai proses berpikir. Daya nalar seseorang tentunya akan membedakannya dengan orang lain. Menalar berarti proses jalannya pikiran menuju suatu kesimpulan. Misalnya, jika kita melihat sampah ada di dekat kita, kita akan mengambil dan membungnya ke tempat sampah. Pad proses itu, penalaran kita bekarja. Di dalam pembelajaran, proses bernalar ini sangat diperlukan, khususnya dalam memahami materi pembelajaran.

Kedua, format komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antara individu dengan individu lain. Di dalam komunikasi interpersonal ini kita akan mengalami afeksi, inklusif dan kontrol. Afeksi merupakan keinginan untuk mendapatkan perhatian atau kasih sayang. Inklusif merupakan keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok tertentu. Kontrol merupakan keinginan untuk memengaruhi orang atau peristiwa tertentu. Kita membutuhkan komunikasi interpersonal, karena adanya kebutuhan kita akan rasa aman, rasa memiliki, mendapatkan harga diri maupun untuk aktualisasi diri. Di dalam pembelajaran, komunikasi ini dapat terjadi antara pendidik dengan peserta didik, maupun peserta didik dengan peserta didik. Agar komunikasi interpersonal dapat berjalan lancar, maka komunikasi itu harus efektif.

Ketiga, format komunikasi kelompok kecil. Sebagai, makhluk sosial, tentunya kita akan membentuk hubungan atau mengelompok, baik dalam kelompok kecil maupun besar. Di dalam pembelajaran, yang dinamakan kelompok adalah kelompok belajar misalnya 4-8 orang, kelompok kelas, atau yang lainnya. Di antara anggota kelompok itu tentunya akan terjadi interaksi. Melalui komunikasi, akan terjadi proses memengaruhi satu sama lain, mendapatkan keputusan bersama, menentukan tujuan bersama, mengambil peranan ataupun kegiatan lainnya. Apalagi di jaman sekarang ini, pembelajaran dilakukan secara stundent centered, maka pembelajaran kolaborasi dan kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang dipilih. Diharapkan dengan pembelajaran kolaborasi dan kooperatif akan menemukan banyak ide dan gagasan serta solusi yang ditawarkan. Hasil penelitian Bastrom pada tahun 1970 menyebutkan bahwa jika jumlah anggota kelompok ada 2, maka jumlah kemungkinan terjadinya interaksi sebanyak 2. Jika jumlah anggota kelompok 2, jumlah kemungkinan terjadinya interaksi sebanyak 9. Jika jumlah anggota kelompok 3, jumlah kemungkinan terjadinya interaksi sebanyak 28. Jika jumlah kelompoknya 5, jumlah  kemungkinan terjadinya komunikasi sebanyak 75. Jika jumlah anggota kelompok 6, jumlah kemungkinan terjadinya interaksi sebanyak 186. Jika jumlah anggota kelompok 7, jumlah kemungkinan terjadinya interaksi sebanyak 441. Jika jumlah anggota kelompok 8, jumlah kemungkinan terjadinya interaksi sebanyak 1056. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses terjadinya interaksi melonjak tajam seiring dengan kenaikan jumlah anggota kelompok. Namun demikian, bukan berarti bahwa semakin banyak jumlah anggota kelompok, maka interaksi akan semakin efektif. Dalam hal ini, pendidik harus dapat mengadopsi sesuatu yang baik agar tujuan pembelajaran tercapai.

Hal-hal yang perlu diperhatikan agar komunikasi di dalam kelompok dapat efektif adalah: (1) hanya materi yang sulit yang perlu adanya pembelajaran kelompok. Selain itu pendidik juga harus memperhatikan level pengetahuan yang menjadi tagihan di dalam indikator. (2) Pendidik harus merancang bentuk interaksi dalam kelompok secara jelas dan tegas. (3) Pendidik harus memastikan bahwa pola interaksi dan komunikasi adalah tindakan berkolaborasi dan bukan “mengajari” antara siswa yang pintar dan kurang pinta, dan (4) Di dalam kelompok tidak melakukan kegiatan meringkas materi.

Nah, berdasarakan uraian di atas, maka kita sebagai pendidik harus benar-benar mempunyai kreativitas dalam menentukan pola interaksi yang ada, agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Sebagai pendidik, jangan segan-segan belajar dan terus belajar. Jaman milenial ini tidak ada kata “pendidik lebih pintar dari peserta didik”, bahkan bisa terjadi sebaliknya. Ilmu pengetahuan yang dapat diakses dengan mudah akan menjadikan dunia menjadi berubah. Siapa yang mau mencari ilmu pengetahuan, maka ia yang akan mampu beradaptasi dengan perubahan jaman. Selamat berkreasi dan terus belajar!!!!

 

bahasa

Oleh: Eni Setyowati

Pasti kita telah mengetahui bahwa bahasa adalah faktor penting di dalam komunikasi. Coba kita bayangkan apabila kita tidak mempunyai bahasa tentunya akan kacau dunia ini. Namun beberapa teori menyebutkan bahwa bahasa nonverbal diduga lebih awal lahir daripada bahasa verbal. Yang termasuk bahasa nonverbal adalah isyarat, postur, gerak tubuh, gambar, patung dan lain-lain. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ditemukan gambar-gambar pada tulang, tanduk, cadas dan dinding gua di Spanyol dan Perancis Selatan sekitar 90.000 sampai 40.000 tahun yag lalu. Kemudian sekitar 35.000 tahun yang lalu Cro Magnon mulai  menggunakan bahasa lisan (bahasa verbal). Dan sekitar 10.000 tahun yang lalu mulai mengalami kemajuan meskipun belum bisa menulis, barulah sekitar 5000 tahun yang lalu, era tulisan dimulai dari bahasa lisan yang terus berkembang.

Bahasa sendiri diartikan sebagai sebuah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh manusia sebagai alat komunikasi atau alat interaksi sossial. Sebagai suatu sistem, maka bahasa mempunyai struktur dan kaidah tertentu yang harus ditaati. Seiring dengan kemajuan kehidupan manusia, kini sudah ada sekitar 10.000 bahasa dan dialek di seluruh dunia. Seringkali kita tidak menyadari bahwa bahasa mempunyai fungsi yang sangat penting bagi manusia. Menurut Larry L. Barker, bahasa mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi penamaan, fungsi interaksi dan fungsi transmisi informasi. Sebagai fungsi penamaan, bahasa dapat mengidentifikasi  obyek, tindakan atau orang, sehingga dapat berkomunikasi. Sebagai fungsi interaksi, bahasa dapat menekankan berbagai gagasan dan emosi yang dapat mengundang simpati, pengertian atau bahkan kemarahan. Sedangkan sebagai fungsi transmisi informasi, bahasa dapat menghubungkan masa lalu, masa kini maupun masa depan.

Selain itu, bahasa juga dapat sebagai alat untuk mengenal dunia sekitar, alat untuk memahami lingkungan, alat untuk mengembangkan pengetahuan, serta sebagai alat perekat dalam hidup bermasyarakat. Dan yang paling utama, bahasa juga sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis. Bagaimana bahasa bisa mengembangkan kemampuan berpikir logis? Yaitu, bahasa dapat membantu menyusun struktur pengetahuan menjadi logis dan mudah diterima oleh orang lain. Coba kita bayangkan, betapa cemerlangpun suatu ide, jika tidak disusun dalam suatu kata atau kalimat yang teratur, sistematis dan logis, pastinya ide itu akan hancur.

Bahasa sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, maka kita harus memahami apa itu logika. Logika adalah ilmu berpikir yang tepat, sehingga seringkali disebut logika sebagai teknik berpikir. Sedangkan bahasa merupakan alat dari logika. Disamping alat logika, bahasa juga sebagai alat berpikir ilmiah. Tanpa mempunyai kemampuan berbahasa, seseorang tidak dapat melakukan kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur dalam menggapai ilmu pengetahuan.

Seperti telah dijelaskan di atas, bahwa bahasa nonverbal lahir terlebih dahulu dibandingkan bahasa verbal. Hingga kini, aktivitas manusia dalam berkomunikasi yang paling mudah dikenali adalah komunikasi dengan bahasa verbal. Komunikasi dengan bahasa verbal yang ada meliputi komunikasi lisan maupun tulisan. Namun demikian, komunikasi dengan bahasa nonverbal juga sangat penting. Seringkali kita sulit membedakan atau memisahkan antara komunikasi dengan bahasa verbal dan nonverbal, karena keduanya terjadi secara bersamaan dan jalin-menjalin dalam komunikasi sehari-hari. Komunikasi dengan bahasa nonverbal berfungsi untuk meyakinkan apa yang diucapkannya, menunjukkan perasaan dan emosi yang tidak bisa disampaikan lewat kata-kata, menunjukkan jati diri, serta menambah dan melengkapi ucapan yang belum sempurna.

Di dalam komunikasi bahasa nonverbal seperti tingkah laku, bahasa tubuh (gerakan badan, tangan, kaki, mata, ekspresi wajah, sentuhan, sikap tubuh, waktu, warna dan aroma) sangat diperlukan. Oleh karena itu bahasa verbal dan nonverbal adalah modal untuk berkomunikasi, mereka saling menguatkan. Dengan menguasai bahasa verbal dan nonverbal dengan baik, maka komunikasi akan menjadi berkualitas. Apa yang harus dilakukan agar komunikasi dapat berkualitas? Ada beberapa hal yang perlu diketahui, antara lain (1) kita harus memahami bahwa kualitas bahasa adalah cerminan kualitas budaya, kalimat yang keluar dari mulut kita adalah menunjukkan kualitas kita. (2) Ingat kita sebagai komunikator. Oleh karena itu kita harus bisa mempertimbangkan untuk berbicara dengan porsi yang tepat, tujuan yang tepat, dan dengan cara yang tepat. (3) Kita harus menjadi pembicara yang efektif dan efisien. Efektif artinya tepat sasaran dan efisien artinya tepat waktu, dan (4) Kita harus membawa energi positif dalam pembicaraan.

Sedangkan komunikasi dengan bahasa nonverbal yang harus kita perhatikan adalah: (1) Isyarat tangan. Di dalam berkomunikasi kita tidak bisa hanya mengandalkan komunikasi verbal semata. Tangan dan jari bisa dijadikan sebagai penguat pesan. (2) Gerakan kepala. Sebaiknya saat kita berbicara dengan posisi kepala tegak (90 derajat) karena menandakan kita yang serius dan berhati-hati. (3) Cara berjalan. Cara berjalan juga menunjukkan emosi. (4) Kontak mata dan pandangan. Mempertahankan pandangan/kontak mata saat berbicara dengan mitra bicara adalah lambang penghormatan. (5) Ruang dan jarak. Kita harus mampu menciptakan jarak yang ideal dalam artian fisik dan psikis dengan lawan bicara. (6) Nada suara. Nada suara juga perlu diperhatikan dalam komunikasi. (7) Sentuhan. Sentuhan merupakan penguat dan stimulus yang bisa digunakan dalam komunikasi. (9) Ekspresi wajah. Ekspresi wajah adalah cerminan hati.

Pertanyaan lain pasti akan muncul. Bagaimana agar kita bisa menguasai komunikasi dengan bahasa verbal maupun nonverbal dengan baik? Tentunya jawabannya adalah dengan latihan dan berusaha. Tidak ada sesuatupun untuk kita dapat dengan baik tanpa adanya usaha. Bagaimana kita berusaha? Tentunya berusaha mencari referensi seperti buku-buku tentang komunikasi, buku motivator atau buku lain yang menunjang, lalu dibaca, dipelajari dan tentunya diterapkan. Jika memungkinkan, bisa mengikuti seminar, workshop ataupun kegiatan lain yang mendukung. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kreativitas seseorang hanya 30% yang ditentukan oleh bakat, selebihnya 70% ditentukan oleh latihan. Maka jangan pernah mengatakan “saya tidak bisa, karena itu bukan bakat saya.” Melalui latihan yang terus menerus, tentunya akan menjadi sebuah kebiasaan.

Kebiasaan berkomunikasi yang baik akan memberikan banyak manfaat, antara lain: (1) komunikasi yang baik dengan orang lain akan membantu dalam karir dan pergaulan, (2) komunikasi yang baik akan menempatkan seseorang pada posisi yang dihormati dan dihargai, (3) komunikasi yang baik juga memberikan efek positif bagi kesehatan. Menurut psikiater, orang yang kurang komunikasi akan mudah terkena gangguan kejiwaan, seperti depresi dan kurang percaya diri, sehingga memiliki kecenderungan cepat mati dibandingkan dengan orang yang senang berkomunikasi dengan baik. Ini tentunya sejalan dengan pesan Rasulullah Muhammad SAW, yang menganjurkan umatnya untuk rajin bersilaturahmi yang di dalam kegiatan bersilaturahmi ada komunikasi.

Berdasarkan uraian di atas, menunjukkan bahwa di dalam komunikasi diperlukan kolaborasi bahasa verbal maupun nonverbal yang kuat. Ini berarti bahwa bahasa sebagai pengembang kemampuan untuk berpikir logis. Dengan berpikir logis, maka melalui komunikasi kita akan mampu menganalisis masalah dan mencari solusi terhadap berbagai masalah, kita akan mampu mendukung nilai-nilai dan karakter yang baik serta membina hubungan yang baik, serta akan membantu mencapai tujuan dan prestasi yang baik. Oleh karena itu, kita tidak ada alasan lagi untuk tidak menganggap pentingnya komunikasi, baik itu komunikasi dengan bahasa verbal maupun nonverbal.

 

kreatif 1

Oleh: Eni Setyowati

 “Suatu ide yang dikembangkan dan dijadikan tindakan, lebih penting daripada 

ide yang hadir hanya sebagai ide”

Edward de Bono

 

Tentunya setiap hari kita pasti telah menyelesaikan masalah, berinovasi, mendesain sesuatu, menulis, berpikir, serta membuat strategi. Nah, sebenarnya jika kita adalah orang yang bekerja menggunakan pikiran, maka kita bisa disebut seorang “kreatif”. Namun, seringkali kita tidak dipersiapkan menjadi kreatif. Mengapa demikian?, faktanya, mungkin kita bahkan takut ketika mendengar kata kreatif digunakan pada diri kita, karena kata kreatif seringkali disematkan pada seseorang yang sangat sibuk dan super. Padahal sebenarnya siapapun yang bertanggung jawab menyelesaikan masalah, membuat strategi maupun berpikir, maka mereka adalah orang yang kreatif, meskipun mereka menjadi kreatif dengan tak sengaja.

Nah, kali ini kita harus mengakui bahwa kita adalah orang yang “kreatif”. Kita harus percaya diri, meskipun kita menganggap kreatif yang ada pada diri kita karena kreatif yang tak disengaja. Baiklah, setelah kita mengakui bahwa diri kita adalah orang yang kreatif maka apa yang harus kita lakukan? Ingat, sebagai orang kreatif, kita akan selalu berada di posisi yang menuntut kita untuk menghasilkan ide-ide brilian dengan segera. Tentunya ini bukanlah hal yang mudah. Ingat, “jika kita ingin menyampaikan ide yang tepat pada waktu yang tepat, maka kita harus memulai prosesnya jauh sebelum kita membutuhkan ide tersebut.” Bagaimana caranya? Tentunya kita harus membiasakan diri berlatih agar bisa membantu memfokuskan energi kreatif kita. Latihan akan membuat kita tetap konsisten dan produktif dalam jangka waktu yang lama, tanpa mengalami kelelahan.

Ide-ide yang dapat membantu kita menjadi orang kreatif antara lain: Paertama, Ingat, “Hal yang penting bukanlah apa yang kita ketahui, tetapi apa yang kita lakukan”. Kita   akan dapat mengeluarkan kreativitas terpendam kita melalui prinsip latihan teratur dan terfokus.   Jika kita fokus dan tekun, tentunya akan mendapatkan hasil yang sepadan. Kedua, Ingat, “Kita harus mampu mengendalikan petumbuhan kita sendiri”. Apapun situasinya, kita   adalah pengendali satu-satunya dari perkembangan kreatif kita sendiri. Ini bukan tanggung jawab   orang lain. Namun, seringkali banyak orang menyia-nyiakan hidupnya dengan menyalahkan orang   lain untuk masalahnya sendiri. Oleh karena itu, kita harus mampu mengendalikan diri kita sendiri. Ketiga, Ingat, “Kreatif membutuhkan waktu”. Seperti halnya sesuatu yang berharga tentunya perlu waktu  dan dedikasi. Kitalah yang bisa mempengaruhi komitmen dari waktu ke waktu, jika ada kendala dari luar. Latihanlah yang bisa menjaga kita. Kita harus siap meningkatkan kinerja, bukan menjadi produktif hanya untuk waktu yang singkat. Keempat, Ingat, “Kreatif adalah sesuatu yang lebih dari sekedar pekerjaan kita”. Saat ini seringkali kita   semakin sulit mengkotak-kotak hidup kita antara “pekerjaan”, “rumah”, “relasi”, “hobi” dan   lainnya. Setiap hidup kita akan saling mempengaruhi, kurangnya komitmen di satu bidang akan   mempengaruhi bidang yang lain. Dan Kelima, Ingat, “Kreatif membutuhkan fokus, relasi, energi, stimulant dan waktu”. Fokus adalah perjuangan yang besar. Seringkali ada begitu banyak pekerjaan yang tidak efektif karena kurang jelas sebenarnya apa yang mau kita lakukan. Salah satu sumber paling hebat dari inspirasi adalah orang lain. Oleh karena itu, relasi harus dapat kita kelola agar apa yang kita lakukan bisa maju. Energi merupakan motor penggerak bagi kita untuk menjadi kreatif. Agar kita menjadi yang terbaik, maka kita harus berlatih memanajemen energi. Stimulus atau rangsangan seringkali kita butuhkan untuk menjaga komitmen kita dalam berkreativitas. Waktu harus dikelola dengan baik, karena waktu adalah mata uang produktivitas, dan bagaimana kita mengelolanya akan menentukan kesuksesan atau kegagalan.

Ide-ide di atas tentunya menjadi catatan bagi kita agar kita menjadi manusia kreatif, apapun bidang kita. Berkreasi adalah melihat semua kemungkinan. Sedangkan proses kreatif adalah pencarian tanpa henti terhadap kemungkinan. Namun, di sisi lain kita banyak keterbatasan. Seringkali kita mengalami tarik ulur antara kemungkinan dan realitas. Oleh karena itu kita tidak bisa menunggu inspirasi, namun kita harus mengejarnya. Ayo kita bangkit, selalu semangat, Ingat….sesungguhnya kita semua adalah orang yang kreatif. Gunakan waktu sebaik mungkin. Waktu yang hilang tidak akan pernah ditemukan lagi. Menyia-nyiakan waktu berarti kita telah menyia-nyiakan diri kita sendiri.

 

Al Qurán

Oleh: Eni Setyowati

 Al-Qur’an adalah petunjuk suci bagi umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Di dalam Al-Qur’an berisi sunatullah, yaitu hukum tentang alam, tentang semua makhlukNya. Sunatullah di dalam Al-Qur’an mempunyai cakupan yang sangat luas, sementara manusia sangat terbatas. Di dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, terdapat dua pendekatan hubungannya dengan sunatullah di dalam Al-Qur’an. Pendekatan pertama adalah pendekatan ke hulu, dan pendekatan kedua adalah pendekatan ke hilir.

Pertama, pendekatan ke hulu diartikan dengan mencari ayat Al-Qur’an yang mendukung, membenarkan dan mengkonfirmasikan temuan iptek tersebut. Jika ayat tersebut mengandung makna yang jelas dan langsung, maka temuan iptek itu dapat dicari relevansinya dengan ayat di dalam Al-Qur’an. Sehingga dapat dikatakan terdapat korespondensi satu-satu antara temuan iptek dengan ayat di dalam Al-Qur’an. Selain itu jika di alam ayat Al-Qur’an menerangkan tentang fenomena, maka fenomena tersebut dapat dianalisis dengan berbagai displin iptek yang berlainan. Pendekatan hulu ini merupakan petualangan pemikiran manusia untuk mendapatkan jalan pemikiran logis yang menghubungkan iptek dan ayat Al-Qur’an.

Kedua, Pendekatan ke hilir dilakukan dengan menyusuri satu atau beberapa iptek yang kemudian diharapkan bermuara menuju satu atau beberapa temuan iptek. Penyusuran ini dilakukan melalui penelitian dan pengembangan. Dalam hal ini, ayat di dalam Al-Qur’an yang mengandung banyak makna dapat menjadikan inspirasi untuk berbagai topik penelitian. Pendekatan ke hilir ini membutuhkan pengamatan, pengukuran, perhitungan, perlengkapan, biaya maupun kerja keras serta ketekunan.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka ayat Al-Qur’an dapat memberi inspirasi bagi peneliti untuk merumuskan penelitian dan pengembangan. Al-Qur’an harus dikupas untuk memecahkan kode dalam menangkap isyarat iptek. Sebagai contoh salah satu teknologi yang diilhami dari sunatullah adalah teknologi yang diilhami dari Riwayat HR Bukhari Mulsim, “Mulailah berpuasa setelah merukyat hilal dan beridul fiitri-lah setelah merukyatnya; jika langit tertutup awan lakukanlah pengkadaran.” Berdasarkan hadits tersebut, maka ditemukanlah teleskop rukyat. Sistem ini menggunakan teknologi mutakhir yaitu terdapat filter substrasi, pengolahan citra, perekaman video, komputer serta telekomunikasi. Dengan penemuan teleskop ini, maka pelaksanaan rukyatul hilal dapat menjadi lebih mudah dan dapat dipancarkan secara luas di media telekomunikasi baik TV maupun media yang lain.

Oleh karena itu tak salahlah jika kita menyebut bahwa Al-Qur’an adalah lautan ilmu Allah SWT. Ayat-ayatnya dapat diibaratkan mata air dan sumber yang mengalirkan sungai-sungai ilmu pengetahuan dan teknologi guna mencapai temuan-temuannya. Tidak diragukan lagi bahwa Al-Qur’an adalah peletak dasar kemajuan iptek. Oleh karena itu, manusia dituntut memiliki kesadaran spiritual dan moral sehingga ia tak akan tercerabut dari eksistensinya sebagai makhluk Allah yang beriman dan bertakwa.

Oleh:
Eni Setyowati

 jariyah buku 1

Jangankan disuruh menulis, disuruh membaca saja susahnya minta ampun. Ya...itulah kondisi saat ini di sekitar kita. Bahkan di kalangan akademisi yang berkewajiban untuk banyak membacapun, masih kesulitan untuk membudayakan membaca dan menulis, bagaimana dengan masyarakat biasa? Padahal dengan membaca kita akan menyibak sesuatu yang tersembunyi dan menyingkap tabir kebodohan. Ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan dan obat bagi kita yang sedang dahaga.

Apalagi jika cara kita mengajak mereka untuk membaca dan menulis kurang menarik dan kurang tepat, pasti mereka akan menyinyir kita dengan perkataan "untuk apa membaca dan menulis", toh kita bisa langsung tanya ke "mbah google". Namun demikian, saya kira kita tidak boleh patah semangat. Jangan sampai kita yang mengajak, malah kita yang ikut ikutan mereka.

Hal ini sering saya alami. Memang sangat sulit untuk membudayakan membaca apalagi disuruh untuk membeli buku....mereka akan mengatakan, "mending untuk membeli pulsa hehehe". Beberapa hal yang sering saya lakukan untuk mengajak membaca, baik itu di kalangan akedimisi maupun di kalangan masyarakat biasa adalah dengan jariyah buku (memberikan buku secara gratis) baik itu buku karya individu maupun buku keroyokan. Kesan awal yang saya lihat mereka sangat senang, tetapi tidak tahu untuk selanjutnya mereka akan membacanya atau tidak, tetapi saya kembalikan ke niat awal saya untuk mengajak mereka senang membaca. Selain menjariyahkan buku, biasanya saya juga memberi motivasi kepada mereka.

Beberapa kali yang selalu saya lakukan dalam jariyah buku adalah pada saat penutupan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa di sekolah-sekolah. Kebetulan sudah beberapa kali saya menjadi dosen pembimbing lapang mahasiswa PPL. Di akhir pelaksanaan biasanya saya memberikan kenang-kenangan beberapa buku. Selain itu juga pada saat mahasiswa melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa, seringkali saya juga menjariyahkan buku untuk perpustakaan desa. Di kesempatan lain misalnya pada saat saya mengikuti pelatihan maupun mengikuti pengajian ibu-ibu saya juga menyempatkan untuk menjariyahkan buku kepada ibu-ibu, juga pada saat acara dharma wanita.

 jariyah buku 2

 jariyah buku 3

Beberapa kegiatan seperti itu menurut saya cukup bagus untuk memotivasi dan mengajak masyarakat untuk membudayakan membaca. Meskipun kita juga tidak bisa menyangkal bahwa sebagian dari mereka akan meremehkan, namun saya selalu kembali dari niat awal, niat yang baik InshaAllah akan mendapatkan hasil yang baik juga...Aamiin.

Saya percaya jika kita melakukan segala sesuatunya dengan hati yang tulus dan niat yang baik, hasil akan kembali kepada kita dan energi positif akan mempengaruhi kepada yang kita ajak untuk baik. Firman Allah dalam Q.S. Al Adalah ayat 7 - 8 menyebutkan, "Barang siapa berbuat kebaikan sekecil apapun perbuatan baik itu, dia akan menyaksikan hasilnya. Begitu pula yang melakukan perbuatan buruk itu, dia akan menyaksikan hasilnya." Semoga segala niat baik kita akan memberikan dampak yang baik juga....Aamiin YRA.