Archive for November 21, 2013

Hadits Nabi

Adalah suatu kekeliruan yang fatal membandingkan hafalan kemampuan hadits Khulafa’ ar Rasyidin dengan Abi Hurairah. Sebabnya antara lain adalah sebagai berikut.
1. Adalah benar empat sahabat Khulafaur Rasyidin mendahului Abu Hurairah bersahabat dengan Nabi saw dan memeluk agama islam dan dari mereka tidak diriwayatkan hadits sebanyak hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah. Hanya saja mereka adalah mereka adalah orang-orang yang memperhatikan persoalan-pesoalan negara, politik pemerinyah serta mengirim ulama, para ahli membaca Al-Qur’an, dan para qadhi keberbagai negara. Dengan itu, mereka menunaikan amant ya ng mereka emban, sebagaimana mereka menunaikan amanat dalam memberi petunjuk tentang persoalan-persoalan umat islam.
Maka sebagaimana kami tidak mencela Khalid bin Walid atas sedikit jumlah hadits yang diriwayatkan dari Rosulullah saw., karena ia sibuk dengan aktivitas-aktivitas penaklukan untuk perluasan wilayah kekuasaan Islam. Kami pun tidak mencela Abu Hurairah atas banyaknya jumlah haditsnya karena ia sibuk dengan ilmu. Dan apakah seseorang dibenarkan mencela Ustman bin Affan atau Abdullah bin Abbas ra., karena keduanya tidak mengemban “panji-panji penaklukan”, karena setiap orang mempunyai peran yang dilakukannya.
2. Perhatian khusus Abu Hurairah kepada ilmu dan aktivitas mengajar, sikap menjauh diri dari politik, dan hajat manusia kepada dirinya karena usianya panjang, menjadikan upaya membandingkan antara dirinya dan sahabat-sahabat lain yang terdahulu masuk islam atau dengan khulafaur rasyidin sebagai hal yang tidak benar, bahkan merupakan kesalahan besar.
Kemudian Abdul Husain Syarafuddin dan Abu Rayyah mencela leluhur, keturunan, dan kebodohan Abu Hurairah. Apakah faktor-faktor ini mempunyai pengaruh terhadap banyak sedikitnyahadits riwayatnya? Tidak seorangpun yang berpendapat demikian.
Penilaian terhadap Abu Hurairahyang kami tolak ketika dibandingkan dengan khulafaur rasyidin, tertolak pula ketika ia dibandingkan dengan Sayidah Aisyah ra, kami tambahkan bahwa Aisyah memberikan fatwa dirumahnya. Adapun Abu Hurairah memperoleh halaqoh (kelompok kajian ilmu) di masjid Nabawi, sebagaimana ia lebih banyak berinteraksi dengan orang-orang lain dibandingkan dengan Aisyah yang agumg ditujukan kepada kaum wanita dan tidak mudah bagisetiap orang untuk menemuinya.
Sekalipun demikian penulis kitab Abu Hurairah, yakni Abdul Husain tidak menarik kembali pendapatnya mengenai Aisyah. Bahkan dia berpendapat bahwa Aisyah juga meriwayatkan banyak hadits. Dalam hal ini, ia menunjukkan kesalahan dirinya sendiri.

Pages: 1 2 3