Masa Tiga Kerajaan Besar

Pasca runtuhnya kejayaan Abbasiyah, keadaaan politik umat islam mengalami kemunduran. Umat islam tercabik – cabik menjadi kerajaan – kerajaan kecil yang saling bermusuhan dan saling menyerang antara yang satu dengan yang lain. Keadaan ini berakhir dengan munculnya tiga kerajaan besar, yaitu Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Mughal di India, dan Kerajaan Safawi di Persia.
A. Kerajaan Usmani
Didirikan oleh bangsa Turki dari kabilah Oghuz yang mendiami daerah Mongol dan daerah utara negeri Cina. Dalam jangka waktu kurang lebih tiga abad, mereka pindah ke Turkistan kemudian Persia dan Irak. Mereka masuk islam sekitar abad kesembilan atau kesepuluh, ketika mereka menetap di Asia Tengah. Ditengah serangan bangsa Mongol pada abad ke 13 M, mereka melarikan diri kedaerah barat dan mencari tempat pengungsian, ditengah –tengah saudara mereka, orang – orang Turki Seljuk di dataran tinggi Asia kecil. Disana dibawah kekuasaan Ertoghrul, mereka megabdikan diri kepada Sultan Alauddin II, Sultan Seljuk yang kebetulan sedang berperang melawan Bizantium. Berkat bantuan mereka, Sultan Alauddin meraih kemenangan. Atas jasa itu, mereka mendapat hadiah tanah di Asia Kecil yang berbatasan dengan Bizantium.
Pada tahun 1289 Ertoghrul meninggal dunia. Kepemimpinan dilanjutkan oleh putranya yang bernama Usman. Putra Ertoghrul inilah yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Usmani. Sebagaimana ayahnya, ia banyak membantu Sultan Alauddin II dengan menduduki benteng – benteng Bizantium yang berdekatan dengan kota Broessa.
Ketika bangsa Mongol menyerang kerajaan Seljuk di tahun 1300 M, Sultan Alauddin mati terbunuh. Kerajaan Seljuk terpecah belah. Disaat inilah Usman menyatakan memerdekakan diri dan berkuasa penuh terhadap daerah kekuasaannya. Sejak saat itulah kerajaan Usmani dinyatakan berdiri.
Setelah Usman I menyatakan dirinya sebagai Padisyah Al Usman (Raja Besar keluarga Usman) tahun 699 H (1300 M), setapak demi setapak wilayah kerajaan dapat diperluasnya. Ia menyerang Bizantium dan menaklukkan kota Broessa pada tahun 1317 M, kemudian, pada tahun 1326 M dijadian sebagai ibu kota kerajaan.
Ketika Murad I berkuasa (761 H/1359 M – 789 H/ 1389 M), ia melakukan pemantapan keamanan dalam negeri dan melakukan perluasan wilayah ke Eropa. Ia dapat menaklukan Adrianopel –yang kemudian dijadikannya sebagai ibu kota yang baru-, Macedonia, Sopia, Salonia, dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Karena merasa cemas dengan kemajuan ekspansi kerajaan in i di Eropa, Paus mengobarkan semangat perang. Sejumlah pasukan sekutu Eropa disiapkan untuk memukul mundur Turki Usmani. Pasukan ini dipimpin oleh Sijisman, raja Hongaria. Akan tetapi pasukan ini berhasil dihancurkan oleh Sultan Bayazid I (1389 M – 1403 M). Peristiwa inimerupakan catatan sejarah yang gemilang bagi sejarah umat islam.

Pages: 1 2 3 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *