Masa Tiga Kerajaan Besar

B. Kerajaan Safawi
Ketika kerajaan Usmani mencapai puncak kejayaan, kerajaan Safawi di Persia baru berdiri. Kerajaan ini berkembang dengan cepat. Dalam perkembangannya kerajaan Safawi sering bentrok dengan Turki Usmani.
Berbeda dengan dua kerajaan besar lainnya, kerajaan Safawi menyatakan, Syi’ah sebagai madzhab negara. Kerajaan ini merupakan peletak dasar munculnya negara iran dewasa ini.
Kerajaan ini berawal dari munculnya sebuah gerakan thariqah yang berdiri di Ardabil, sebuah kota di Azerbaijan. Thariqah ini diberi nama Thariqah Safawiyah, didirikan pada waktu yang hampir sama dengan berdirinya kerajaan Turki Usmani. Nama safawi diambil dari nam pendiri thariqah ini yaitu Safi Al Din (1252 – 1334 M) dan nama safawi ini terus dikembangkan sampai thariqah ini menjadi gerakan politik.
Pendiri kerajaan ini adalah Ismail. Ia memproklamirkan dirinya sebagai raja pertama dinasti Safawi setelah pasukan qizilbas (baret merah) yang dipimpinnya berhasil mengalahkan AK Koyunlu di Sharur, dekat Nakhchivan. Setelah itu dia terus menaklukkan Tabriz dan berhasil mendudukinya.
Masa keemasan kerajaan Safawi berada pada masa kekuasaan Abbas I. Secara politik, ia mampu mengatasi berbagai kemelut di dalam negeri yang mengganggu stabilitas negara dan berhasil merebut kembali wilayah – wilayah yang pernah direbut kerajaan lain pada masa raja – raja sebelumnya.
Kemajuan yang dicapai kerajaan safawi tidak hanya terbatas di bidang politik. Di bidang lain, kerajaan ini juga mengalami banyak kemajuan. Kemajuan itu antara lain dalam bidang berikut:
1. Bidang Ekonomi
Stabilitas politik Kerajaan Safawi pada masa Abbas I ternyata membawa perkembangan perekonomian Safawi, lebih – lebih setelah kepulauan Hurmuz dikuasai dan pelabuhan Gumrun di ubah menjadi Bandar Abbas. Dengan dikuasainya bandar ini maka salah satu jalur dagang laut antara Timur dan Barat yang biasa diperebutkan Belanda, Inggris, dan Perancis sepenuhnya menjadi milik kerajaan Safawi.
2. Bidang Ilmu Pengetahuan
Bangsa Persia adalah bangsa yang memiliki peradaban tinggi dan memiliki jasa dalam pengembanagn ilmu pengetahuan. Pada masa kerajaan Safawi, tradisi keilmuwan ini terus berlanjut. Beberapa ilmuwan selalu hadir di majlis istana. Diantara mereka adalah Baha Al Din Al Syaerazi, generasi ilmu pengetahuan, Sadar Al Din Al Syaerazi, filosof, ahli sejarah, teolog, dan seorang yang pernah melakukan observasi mengenai kehidupan lebah – lebah.
3. Bidang Pembangunan Fisik dan Seni
Para penguasa Safawi berhasil menjadikan Isfahan, ibu kota kerajaan, menjadi kota yang sangat indah. Di kota tersebut, berdiri bangunan – bangunan besar dan indah, seperti masjid,rumah sakit, sekolah , jembatan raksasa di atas Zende Rud, dan istana Chihil Sutun.
Di bidang seni, kemajuan begitu kentara dalam gaya arsitektur bangunan – bangunannya, seperti terlihat pada mesjid Syah yang dibangun tahun 1611 M. Unsur seni lainnya terlihat pula dalam bentuk kerajinan tangan, keramik, karpet, permadani, pakaian dan tenunan, mode, tembikar dan seni lainnya. Seni lukis mulai dirintis sejak zaman Tahmaps I. Raja Ismail I pada tahun 1522 M membawa seorang pelukis timur ke Tabriz. Pelukis itu bernama Bizhad.

Pages: 1 2 3 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *