KEMUNDURAN TIGA KERAJAAN BESAR

C. KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN KERAJAAN USMANI
Setelah Sultan Sulaiman Al Qanuni wafat (1566 M), kerajaan Turki Usmani mulai memasuki masa kemundurannya. Akan tetapi, sebagi sebuah kerajaan yang besar dan kuat, kemunduran itu tidak langsung terlihat, melainkan terjadi secara perlahan.
Sultan Sulaiman Al Qanuni digantikan oleh Salim II (1566 – 1573 M). Pada masa pemerintahannya, terjadi pertempuran antara armada laut Turki dengan armada laut Kristen yang terdiri dari angkatan laut Spanyol, angkatan laut Bundukia, angkatan laut Sri Paus, dan sebagian kapal para pendeta Malta yang dipimpin oleh Don Juan dari Spanyol. Pertempuran ini terjadi di Selat Liponto (Yunani). Armada Turki mengalami kekalahan yang berakibat pada jatuhnya Tunisia ke tangan musuh. Baru pada masa berikutnya Tunisia berhasil direbut kembali, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Murad III.
Walaupun Sultan Murad III (1574 – 1595 M) berkepribadian jelek dan suka menuruti hawa nafsunya, Kerajaan Usmani pada masanya berhasil merebut Kaukasus dan menguasai Tiflis di Laut Hitam (1577 M), merampas kembali Tabriz, ibu kota Safawi, menundukkan Georgia, mencampuri urusan dalam negeri Polandia dan mengalahkan gubernur Bosnia pada tahun 1593 M.
Namun karena kehidupan moral sultan yang jelek menyebabkan terjadinya kekacauan dalam negeri. Kekacauan ini semakin menjadi dengan naiknya Sultan Muhammad III (1595 – 1603 M), pengganti Murad III, yang membunuh semua saudara laki – lakinya yang berjumlah 19 orang dan menenggelamkan janda – janda ayahnya sejumlah 10 orang demi kepentingan pribadi. Dalam situasi yang kurang baik itu, Austria berhasil memukul Kerajaan Usmani. Meskipun Sultan Ahmad I (1603 – 1617 M), pengganti Muhammad III bangkit untuk memperbaiki situasi dalam negeri, tetapi kejayaan Kerajaan Usmani di mata bangsa – bangsa Eropa sudah mulai memudar. Sesudah Sultan Ahmad I (1603 – 1617 M), situasi semakin memburuk dengan naiknya Mustafa I (masa pemerintahan yang pertama (1617 – 1618 M) dan kedua, (1622 – 1623 M). Karena gejolak politik dalam negeri yang tidak bisa diatasinya, Syaikh Al Islam mengeluarkan fatwa agar ia turun dari tahta dan diganti oleh Usman II (1618 – 1622 M). Namun, yang tersebut terakhir ini juga tidak mampu memperbaiki keadaan.
Langkah – langkah perbaikan kerajaan mulai diusahakan oleh Sultan Murad IV (1623 – 1640 M). Pertama – tama, ia mencoba nebyusun dan menertibkan pemerintahan. Pasukan Jenissari yang pernah menumbangkan Usman II dapat dikuasainya. Akan tetapi, masa pemerintahannya berakhir sebelum ia berhasil menjernihkan situasi negara secara keseluruhan.
Situasi politik yang mulai membaik kembali merosot pada masa pemerintahan Ibrahim (1640 – 1648 M), karena ia termasuk orang yang lemah. Pada masanya ini, orang – orang Venetia melakukan peperangan laut melawan dan berhasil mengusir orang – orang Turki Usmani dari Cyprus dan Creta tahun 1645 M.

Pages: 1 2 3 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *