Archive for Pendidikan

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi perkembangan teknologi kominikasi yang sangat cepat menjadikan jarak bukan suatu hambatan untuk mendapatkan informasi dari dari berbagai penjuru dunia. Oleh karena itu bahasa asing selain bahasa inggris menjadi penting. Dengan demikian semakin jelas bahwa penguasaaan bahasa asing selain bahasa inggris, dalam hal ini bahasa arab merupakan hal yang sangat mendesak. Penyebabnya karena banyak informasi ilmu pengetahuan baik dibidang teknik, ilmu-ilmu murni ekonomi, psikologi maupun seni bersumber dari buku-buku berbahasa arab.
Selain itu bahasa arab juga merupakan sarana komunikasi dalam pengembangan dunia pariwisata dan bisnis. Melalui pembelajaran bahasa arab dapat dikembangkan keterampilan (maharah) dalam berkomunikasi lisan untuk memahami dan menyampaikan informasi, pikiran, dan perasaa. Maka perlunya dalam makalah ini akan dikaji mengenai belajar dan pembelajaran bahasa arab.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana definisi belajar dan pembelajaran (secara umum)?
2. Mengapa bahasa itu merupakan kebutuhan yang urgen?
3. Bagaimana belajar dan pembelajaran dalam bahasa arab?

C. Tujuan
1. Mengetahui definisi belajar dan pembelajaran (secara umum).
2. Mengetahui bahasa itu merupakan kebutuhan yang urgen.
3. Mengetahui belajar dan pembelajaran dalam bahasa arab.

BAB II
PEMBAHASAN

1. Definisi Belajar dan Pembelajaran
Belajar dalam bahasa arab berasal dari kata تعلّم-يتعلّم atau درس-يدرس yang berarti suatu aktifitas yang biasa dilakukan oleh manusia walaupun manusia itu sering kali tidak menyadari bahwa sebenarnya ia telah melakukan aktivitas belajar . Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri individu. Belajar adalah proses berpikir. Belajar berpikir menekankan kepada proses mencari dan menemukan pengetahuan melalui interaksi antara individu dengan lingkungan. Dalam pembelajaran berpikir proses pendidikan di sekolah tidak hanya menekankan kepada akumulasi pengetahuan materi pelajaran, tetapi yang diutamakan adalah kemampuan siswa untuk memperoleh pengetahuannya sendiri (Self regulated). Jadi, belajar adalah proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri individu tidak semua merupakan produk belajar, karena perubahan tingkah laku yang merupakan hasil belajar memiliki ciri-ciri atau karakteristik.
Pembelajaran yang dalam bahasa arabnya adalah متعلّمة, memiliki arti yaitu sebuah usaha mempengaruhi emosi, intelektual dan spiritual seseorang agar mau belajar dengan kehendaknya sendiri. Dalam pengertian lain, pembelajaran adalah sebuah proses yang kompleks denagn berbagai fenomena yang pelik sehingga tidak mengherankan kalau hal ini bias mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang (Ellis, 1994). Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar baik lingkungan pendidikan formal maupun nonformal (Depdiknas, 2008: 1). Hal ini berarti bahwa pembelajaran merupakan suatu aktifitas yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik pada suatu lingkungan belajar tertentu dengan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang relevan dan mengacu pada kurikulum yang berlaku.
Pembelajaran yang baik memerlukan suatu proses perencanaan yang disusun secara matang dan sesuai dengan standar proses pendidikan kesetaraan yang meliputi: Perencanaan Proses Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran, Penilaian Proses dan Hasil Pembelajaran,dan Pengawasan Proses Pembelajaran. Standar Proses Pendidikan Kesetaraan ini kemudian dirumuskan dalam Kurikulum Pendidikan Kesetaraan.
Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan siswa (Degeng, 1989). Kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan siswa dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien. Upaya-upaya yang dilakukan dapat berupa analisis tujuan dan karakteristik studi dan siswa, analisis sumber belajar, menetapkan strategi pengorganisasian, isi pembelajaran, menetapkan strategi penyampaian pembelajaran, menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran, dan menetapkan prosedur pengukuran hasil pembelajaran. Oleh karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih strategi pembelajaran untuk setiap jenis kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, dengan memilih strategi pembelajaran yang tepat dalam setiap jenis kegiatan pembelajaran, diharapkan pencapaian tujuan belajar dapat terpenuhi. Gilstrap dan Martin (1975) juga menyatakan bahwa peran pengajar lebih erat kaitannya dengan keberhasilan pebelajar, terutama berkenaan dengan kemampuan pengajar dalam menetapkan strategi pembelajaran.

2. Urgensi Mempelajari Bahasa
Urgensi suatu bahasa dapat dilihat dari fungsinya yang mempunyai peran penting bagi kehidupan manusia. Menurut Halliday (1976:43) ada tiga fungsi, yaitu ideational, interpersonal, social, dan textual. Dari fungsi ini, kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari bahasa. Bahasa dan manusia bagaikan dua sisi mata uang yang apabila hilang salah satunya, maka kehidupan ini tidak banyak memberi makna bagi dirinya dan orang lain. Oleh sebab itu, penciptaan manusia seiring dengan penciptaan kemampuan berbahasanya, dan hanya manusialah yang memiliki bahasa yang sebenarnya.
Betapa urgensiya bahasa bagi kita. Tanpa bahasa kita tidak dapat berbudaya, tidak dapat berkreasi, dan tidak mempunyai peradaban maju. Hal ini dapat dilihat pada makhluk-makhluk lain, seperti binatang, tumbuh-tumbuhan,planet, dsb. Kehidupan mereka statis sejak diciptakannya sampai kini. Di sini akan terlihat bahwa bahasa memberi pengaruh yang kuat kepada masya- rakat, karena urgensinya bukan saja sebagai media komunikasi, tetapi juga menjadi modal hajat hidup manusia. Kita tidak berhenti belajar bahasa selama masih ada manusia di muka bumi ini.
Tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran (1999) adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan.
Fungsi-fungsi bahasa Arab bagi pembelajar/mahasiswa merupakan kebutuhan yang penting, karena ia telah menjadi bahasa agama, bahasa komunikasi resmi antar bangsa (PBB), bahasa dunia Islam, bahasa perdagangan, bahasa ekonomi dan perbangkan Islam, bahasa kebudayaan, bahasa ilmu pengetahuan dan teknologi, bahasa hukum, bahasa gaul, dsb. Hal ini menarik para ahli untuk memperbincangkan dan melakukan studi sebagaimana layaknya bahasa-bahasa yang terkenal lainnya, seperti bahasa Inggris, Mandarin, dsb.
Bahasa Arab (al-lughah al-Arabīyyah), adalah sebuah bahasa Semitik yang muncul dari daerah yang sekarang termasuk wilayah Arab Saudi. Bahasa ini adalah sebuah bahasa yang terbesar dari segi jumlah penutur dalam keluarga bahasa Semitik. Bahasa ini berkerabat dekat dengan bahasa Ibrani dan bahasa Aram. Bahasa Arab Modern telah diklasifikasikan sebagai satu makrobahasa dengan 27 sub-bahasa dalam ISO 639-3. Bahasa-bahasa ini dituturkan di seluruh Dunia Arab, sedangkan Bahasa Arab Baku diketahui di seluruh Dunia Islam.
Bahasa Arab Modern berasal dari Bahasa Arab Klasik yang telah menjadi bahasa kesusasteraan dan bahasa liturgi Islam sejak lebih kurang abad ke-6. Abjad Arab ditulis dari kanan ke kiri. Bahasa Arab telah memberi banyak kosakata kepada bahasa lain dari dunia Islam, sama seperti peranan Latin kepada kebanyakan bahasa Eropa. Semasa Abad Pertengahan, bahasa Arab juga merupakan alat utama budaya, terutamanya dalam sains, matematik adan filsafah, yang menyebabkan banyak bahasa Eropa turut meminjam banyak kosakata dari bahasa Arab.

3. Belajar dan Pembelajaran Bahasa Arab
Pembelajaran bahasa asing (Arab) adalah sebuah proses yang kompleks dengan berbagai fenomena yang pelik sehingga tidak mengherankan kalau hal ini bisa mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang (Ellis, 1994). Pembelajaran ini dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor utama yang berkaitan erat dengan pemerolehan bahasa asing adalah bahasa pembelajar, faktor eksternal pembelajar, faktor internal pembelajar, dan pembelajar sebagai individu.
Bahasa pembelajar adalah salah satu gejala yang banyak diamati para peneliti untuk melihat pemerolehan bahasa asing. Salah satu gejala dari bahasa pembelajar ini misalnya adalah kesalahan. Dengan mengamati kesalahan yang ada dapat dilihat proses pemerolehan bahasa seseorang yang pada gilirannya pendekatan pembelajaran atau pengajaran tertentu dapat diterapkan.
Faktor di luar ataupun di dalam pembelajar sendiri adalah aspek yang tidak kalah pentingnya untuk dapat memahami pemerolehan bahasa. Faktor di luar pembelajar misalnya adalah lingkungan dan interaksi. Dua faktor ini sangat mempengaruhi perkembangan pemerolehan bahasa asing. Sedangkan faktor internal dari pembelajar diantaranya adalah pengaruh dari bahasa pertama atau bahasa lain.
Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah pembelajar sendiri sebagai seorang individu. Setiap pembelajar tentu mempunyai perbedaan dengan pembelajar lain. Mereka mempunyai strategi pembelajaran yang berbeda. Media pembelajaran interaktif adalah sebuah media yang dibuat guna memenuhi berbagai kebutuhan pembelajar bahasa asing pada waktu salah satu atau semua faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua ini sulit didapatkan.
Penggunaan Belajar & pembelajaran bahasa Arab sebaiknya dilandasi oleh pemahaman terhadap potensinya di dalam mencapai tujuan-tujuan pengajaran, baik yang berbentuk efek instruksional yang merupakan hasil langsung tindakan mengajar (instructional effects) maupun yang berupa efek pengiring pengetahuan, keterampilan, sikap atau wawasan yang terbentuk sebagai hasil yang mengiringi tercapainya tujuan- tujuan instruksional (nurturant effects).

BAB III
KESIMPULAN

Belajar dalam bahasa arab berasal dari kata تعلّم-يتعلّم atau درس-يدرس yang berarti suatu aktifitas yang biasa dilakukan oleh manusia walaupun manusia itu sering kali tidak menyadari bahwa sebenarnya ia telah melakukan aktivitas belajar.
Pembelajaran yang dalam bahasa arabnya adalah متعلّمة, memiliki arti yaitu sebuah usaha mempengaruhi emosi, intelektual dan spiritual seseorang agar mau belajar dengan kehendaknya sendiri.
Pembelajaran bahasa asing (Arab) adalah sebuah proses yang kompleks dengan berbagai fenomena yang pelik sehingga tidak mengherankan kalau hal ini bisa mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang.
Pembelajaran ini dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor utama yang berkaitan erat dengan pemerolehan bahasa asing adalah bahasa pembelajar, faktor eksternal pembelajar, faktor internal pembelajar, dan pembelajar sebagai individu.

DAFTAR PUSTAKA

Nurbayan,Yayan.2008.Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab.Bandung:Zain Al-Bayan
Fathurrohman,Muhammad,Sulistyorini.2012.Belajar dan Pembelajaran.Jogjakarta:Teras

http://www.academica.edu4961941/perbedaan_kurikulum

komunikaspecintabahasaarab.blogspot.com/2010/11/latar-belakang-perlunya-belajar-bahasa.html?m=1
file.upi.edu/Direcori/FPBS/deskripsi-mata-kuliah-belajar-dan-pembelajaran-bahasa-arab