oak-tree

Hakikat :
Dalam bahasa hakikat berarti : arti yang sebenarnya atau intisari atau isi akhiran. Sedangkan hakikat islam ialah bebas dan bersih dari penyakit lahir dan bathin yang menimbulkan perasaan nyaman,damai dan tentram serta menjadikan kita patuh dan taat pada segala apa yang diperintahkan oleh-Nya juga menjauhi segala larangan-Nya.
Hakikat adalah buah dari benih syariat yang pengamalannya melalui tarekat menjadi sebuah pohon rimbun yang menghasil buah. Saudara -saudara ku yang mukmin yang telah mencapai tingkatan ini sudah bisa mengontrol nafsunya. Dalam istilah disebut maqom mahmuddah mereka sudah berada dalam maqom sabar,maqom ridho, maqom tawakkal dan masih banyak lagi maqom yang telah mereka capai

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

A. DESKRIPSI MATAKULIAH
Akhlaq/Tasawuf termasuk Mata Kuliah Kompetensi Dasar (KD), adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang membahas tentang konsep-konsep akhlaq dan tasawuf, ajaran-ajaran tasawuf, pentingnya keseimbangan duniawi dan ukhrawi.

B. KOMPETENSI DASAR DAN HASIL BELAJAR
NO KOMPETENSI DASAR HASIL BELAJAR
1 Memahami pengertian, tujuan dan dasar tasawuf Menjelaskan pengertian Tasawuf, menjelaskan tujuan tasawuf dan menunjukkan dasar-dasar tasawuf
2 Memahami pengertian, tujuan dan manfaat mempelajari akhlak Menjelaskan pengertian akhlak, menjelaskan tujuan akhlak dan manfaat mempelajari akhlak
3 Memahami persamaan, dan Perbedaan serta Keterkaitan Akhlaq dengan Etika, Moral, Kesusilaan, Kesopanan Menjelaskan persamaan, dan Perbedaan serta Keterkaitan Akhlaq dengan Etika, Moral, Kesusilaan, Kesopanan
4 Memahami pengertian Baik dan buruk Menjelaskan pengertian Baik dan buruk
5 Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak
6 Memahami hirarki pengalaman beragama Menjelaskan pengertian hirarki Syariat, thariqat, hakikat dan ma’rifat
7 Memahami potensi ruhaniah manusia Menjelaskan pengertian nafsu, al-qalb, akal dan al-ruh
8 Memahami penyakit-penyakit hati Menjelaskan pengertian Riya, dengki, berbicara berlebihan, cinta dunia, sombong dan bangga diri
9 Memahami pengertian maqamat Menjelaskan pengertian Maqamat dan zuhud, wira’i, tawakal, sabar dan ridha
10 Memahami pengalaman bathin dalam tasawuf Menjelaskan pengertian khauf, mahabbah, fana, dan ma’rifat
11 Memahami sejarah pertumbuhan dan perkembangan tasawuf Menjelaskan sejarah pertumbuhan dan perkembangan tasawuf
12 Memahami sejarah pertumbuhan dan perkembangan tasawuf di Indonesia Menjelaskan sejarah pertumbuhan dan perkembangan tasawuf di Indonesia
13 Memahami biografi Imam Ghozali Menjelaskan biografi, karya dan pemikiran tasawuf Imam Ghozali

C. MATERI
NO PERTEMUAN MATERI SUMBER
1 . Pengertian, tujuan, dan dasar tasawuf Anwar, Rosihan,2010, Aklak Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia
2 . Pengertian, tujuan akhlak, dan manfaat mempelajari akhlak Anwar, Rosihan,2010, Aklak Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia
3 . Persamaan, dan Perbedaan serta Keterkaitan Akhlaq dengan Etika, Moral, Kesusilaan, Kesopanan Nata Abuddin. Akhlak Tasawuf, 1996,Jakarta: Raja Grafindo Persada.
4 . Baik dan buruk
Nata Abuddin. Akhlak Tasawuf, 1996,Jakarta: Raja Grafindo Persada.
5 . Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak (Insting, pola dasar bawaan, lingkungan, kebiasaan, kehendak dan pendidikan) Nata Abuddin. Akhlak Tasawuf, 1996,Jakarta: Raja Grafindo Persada
6 . Hirarki syariat, thariqat, hakikat dan ma’rifat Anwar, Rosihan,2010, Aklak Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia
7 . Potensi ruhaniah manusia : Nafsu, al-qalb, akal dan al-ruh Al-Ghazali. Ihya’ Ulumu al-Din. Jilid III. Beirut: Dar al-Fikr.
8 . Penyakit-penyakit hati : riya, dengki, berbicara berlebihan, cinta dunia, sombong dan bangga diri Yasin Fatihuddin Abdul. 2002. Terapi Pengobatan Penyakit Hati. Surabaya: Terbit Terang.
9 . Maqamat dan ahwal : zuhud, wira’i, tawakal, sabar dan ridha Al-Ghazali. Ihya’ Ulumu al-Din. Jilid III. Beirut: Dar al-Fikr.
10 . Pengalaman bathin dalam tasawuf : khauf, mahabbah, fana, dan ma’rifat Nata Abuddin. Akhlak Tasawuf, 1996,Jakarta: Raja Grafindo Persada
11 . Sejarah pertumbuhan dan perkembangan tasawuf Simuh, Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam
12 . Sejarah pertumbuhan dan perkembangan tasawuf di Indonesia Simuh, Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam
13 . Imam Ghozali (Biografi, karya dan pemikiran tasawwufnya) Al-Ghazali. Ihya’ Ulumu al-Din. Jilid III. Beirut: Dar al-Fikr.

D. LITERATUR WAJIB
1. Abdullah, Haswash, Perkembangan Ilmu Tasawuf dan Tokoh-Tokohnya di Indonesia, Surabaya : Al-Ikhlas
2. Al-Ghazali. Ihya’ Ulumu al-Din. Jilid III. Beirut: Dar al-Fikr.
3. Anwar, Rosihan, Aklak Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia, 2010
4. Asmaran As, Pengantar Studi Tasawuf. Jakarta: Radja Grafindo Persada, 1996
5. Hamka, Tasawuf : Perkembangan dan Pemurniannya, Jakarta : PT Pustaka Panjimas, 1994
6. Jamil, M, Cakrawala Tasawuf : Sejarah, Pemikiran dan Kontekstualitas, Jakarta: Gaung Persada Press, 2007
7. Mustafa, A, Akhlak Tasawuf, Bandung : Pustaka Setia, 1997
8. Nata Abuddin, Akhlak Tasawuf, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996
9. Rifa’i, Bahrudin dan Hasan Mudis, Filsafat Tasawuf, Bandung : CV Pustaka Setia, 2010
10. Senali, Moh. Saifulloh Al Aziz, Risalah Memahami Ilmu Tashawwuf, Surabaya : Terbit Terang Simuh, Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997
11. Simon, Hasanu, Misteri Syekh Siti Jenar (Peran Walisongo dalam Mengislamkan Tanah Jawa), Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2004
12. Solihin, M, Melacak Pemikiran Tasawuf di Nusantara, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2005
13. Solihin, M, Sejarah dan Pemikiran Tasawuf di Indonesia, Bandung : CV Pustaka Setia, 2001
14. Taftazani, Abu al-Wafa’, Sufi dari Zaman ke Zaman, Bandung : PUSTAKA, 1997
Dll, yang relevan
E. LITERATUR PELENGKAP
1. Abdullah, Hawash, Perkembangan Ilmu Tasawuf dan Tokoh-tokohnya di Nusantara
2. Duski Samad, Studi Tasawuf: Sejarah tokoh dan Pemikiran
3. Harun Nasution, Falsafat dan Mistisme dalam Islam
4. Hamzah Ya’kub, Etika dalam Islam
5. Jumantoro, Totok. Amin, Samsul Munir, 2005 Kamus Ilmu Tasawuf, Penerbit Amzah, Wonosobo.

F. STRATEGI BELAJAR
Perkuliahan dilaksanakan melalui 3 (tiga) proses, sebagai berikut :
1. Pendahuluan, yaitu kegiatan awal perkuliahan yang dilakukan untuk mengevaluasi materi kuliah yang sudah dibahas pada minggu sebelumnya dengan metode tanya jawab (dosen bertanya, mahasiswa menjawab).
2. Inti, yaitu proses perkuliahan di mana mahasiswa mempresentasikan materi kuliah pada tema-tema lanjutan (powerpoint) kepada mahasiswa lain. Setelah selesai presentasi, dilakukan tanya jawab di antara dosen dan mahasiswa secara bolak-balik.
3. Penutup, yaitu kegiatan akhir dari perkuliahan di mana dosen memberikan tugas kepada mahasiswa untuk melakukan review materi yang telah dibahas secara individual sebagai Home work (pekerjaan rumah).

G. KETENTUAN PENILAIAN
1. Prosedur
a. Penilaian poses belajar melalui pengamatan, observasi, tanya jawab, dan tugas.
b. Penilaian hasil belajar melalui tugas individu.

2. Bentuk
1. UTS : 30 % (N1)
2. UAS : 40 % (N2)
3. Penugasan : 10 % (N3)
4. Performan (hadir) : 10 % (N4)
5. Partisipasi/aktifitas : 10 % (N5)
3. Alat penilaian: lembar pengamatan.

Dosen Pengampu

Imam Mushafak, M.Pd.I