Problema Nikah Sirri

Ketiga, terhadap laki-laki atau suami; dalam hal ini hampir tidak ada dampak yang merugikan bagi suami, yang terjadi justru sebaliknya, laki-laki atau suami mendapatkan keuntungan, karena: (1) suami bebas menikah lagi, karena perkawinan sebelumnya dianggap tidak sah di mata hukum, (2) suami bisa berkelit dan menghindar dari kewajibannya memberikan nafkah baik kepada istri maupun kepada anak-anaknya, (3) tidak dipusingkan dengan pembagian harta gono-gini, warisan dan lainnya (Huda, 2009).

Apabila demikian, maka nikah sirri tentu lebih banyak mendatangkan madharat dibandingkan manfaatnya. Jelas sekali nikah sirri tidak dapat mewujudkan maksud-maksud disyari’atkannya pernikahan.

Sebagai catatan terakhir, bahwa kita mengetahui agama (Islam) memiliki hukum-hukum dan aturan-aturan, demikian juga negara. Ketika hal-hal yang ada dalam agama dimasukkan (atau dipaksa masuk) pada ranah negara, maka negosiasi atau dialog antara agama dan negara merupakan suatu hal yang penting dan tidak bisa dihindari. Hal yang harus digarisbawahi adalah bahwa negosiasi antara agama dengan negara harus mengarah pada satu tujuan yaitu demi terciptanya kemaslahatan, bukan sebaliknya. Walaupun dalam banyak hal masih perlu dikaji dan diteliti secara lebih kritis dan mendalam.

Perkawinan sirri menyisakan banyak persoalan hukum, terutama akibat hukum terhadap anak yang lahir dari perkawinan tersebut. Selain itu juga terdapat dampak psikologis dan sosiologis yang akan dialami oleh mereka yang terlibat langsung dari perkawinan sirri tersebut. Oleh karena itu, munculnya gagasan tentang pemidanaan nikah sirri perlu disambut positif, tetapi dengan catatan bukan pada ranah pidananya. Demikian juga dengan munculnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas anak hubungan gelap juga harus disambut positif, karena dengan demikian kaum lelaki tidak seenaknya sendiri melakukan hubungan gelap lagi, apalagi jika ada anak maka dia tidak bisa lari dari tanggung jawab. Wa Allahu A’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>