Monthly Archives: April 2018

20180118_080818 (2)

Upaya Mengembangkan Ekonomi Tersier (Bidang Pariwisata dan Kuliner)

Oleh BAPPEDA Tulungagung

Penulis Kharisma Novita Sari Ekonomi Syariah (ES –VIA) NIM: 17402153042

Kabupaten Tulungagung adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Tulungagung terkenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, dan terletak terletak 154 km barat daya Kota Surabaya. Pariwisata di Kabupaten Tulungagung sangat beragam mulai dari wisata alam, budaya dan religi, kuliner dan wisata buatan. Dari beberapa jenis wisata tersebut, wisata alam dan budaya yang paling banyak jumlahnya. Hal tersebut dikarenakan kondisi geografis dari Kabupaten Tulungagung sendiri. Selain itu, kekayaan dari sumber alam yang dimiliki serta faktor sejarah dan budaya dari Kabupaten Tulungagung berpengaruh terhadap pariwisata yang ada. Dari sumberdaya alam yang dimiliki tersebut ada yang dikembangkan menjadi objek wisata dan kawasan wisata. Seperti pantai, dan gunung.Kabupaten  Tulungagung, terdapat kurang lebih 80 daya tarik wisata yang keseluruhannya memiliki potensi untuk dikembangkan.

Daya tarik wisata atau potensi tersebut meliputi budaya sebanyak 38 obyek, alam sebanyak 29 obyek, wisata buatan sebanyak 9 obyek dan desa wisata sebanyak 4 obyek. Potensi dan daya tarik tersebut belum termasuk dari wisata kuliner yang jumlahnya sangat banyak serta daya tarik wisata dan potensi wisata yang lain yang belum terdokumentasi oleh Disparpora Kabupaten Tulungagung. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tulungagung selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya mulai dari tahun 2010 hingga 2013. Peningkatan tersebut hampir di semua sektor termasuk sektor pariwisata yang meliputi hotel, restaurant, dan jasa hiburan. Sumbangan PDRB terbesar dari sektor pariwisata adalah pada restaurant. Sedangkan bidang jasa hiburan juga tidak terlalu banyak karena mayoritas obyek wisata yang ada di kabupaten tulungagung belum ditetapkan retribusi, terutama obyek wisata alam.

Bahwasanya Kabupaten Tulungagung mempunyai potensi pendapatan yang berasal dari bidang pertanian, industri dan kuliner. Upaya pemerintahan Kabupaten Tulungagung masa jabatan Bupati Syahri Mulyo juga mengeluarkan MOU terkait mengembangkan kawasan wisata atau alam. Berbicara dalam Musrenbang Kabupaten Tulungagung tahun 2017 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tulungagung Tahun 2018, Senin (20/3/2017), Syahri Muyo mengatakan, pengembangan sektor pariwisata terdiri dari pengembangan destinasi wisata yang ada serta penciptaan destinasi wisata baru.Musrenbang kali ini mengambil tema Memantapkan Pembangunan Infrastruktur, Pariwisata, Kesehatan dan Pendidikan untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah.

Menurut Syahri Muyo, destinasi wisata baru bisa dengan cara memanfaatkan infrastuktur yang telah terbangun misalkan pembangunan embung untuk destinasi wisata. Sebagai informasi, Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang mempunyai banyak ragam obyek pariwisata yanga sangat layak dan patut untuk dikembangkan. Mulai dari wisata alam gunung dan pantai, wisata minat khusus, wisata sejarah, wisata religi, wisata buatan, serta telah didukung oleh akomodasi dan restoran yang banyak dan berkualitas. Disamping itu, saat ini pembangunan dan pengambangan obyek pariwisata di Kabupaten Tulungagung juga didukung oleh adanya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Saat ini sudah terbentuk kurang lebih 32 pokdarwis.Acara Musrembang ini dihadiri oleh Fokopimda Kabupaten Tulungagung, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa, perwakilan Bakorwil Madiun, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten tetangga, serta dihadiri oleh Camat, Kepala Desa, Kepala Unit Kerja Pemerintah Kabupaten Tulungagung, instansi vertikal dan dari instansi lainnya dengan jumlah peserta kurang lebih 300 orang.

Karena tidak semua wilayah yang memiliki potensi akan kawasan wisata atau alam. Dan jika ini dikembangkan nantinya Kabupaten Tulungagung akan berdatangan terkait wisatawan baik lokal ataupun asing. Dan untuk wisata kuliner kini sudah disediakan tempat khusus wisata kuliner seperti di daerah Pinggir Kali Daerah Sembung. Karena dengan adanya pemusatan kuliner akan menjadikan pemandangan yang teratur dan tidak mengganggu pemandangan sekitar. Jika ada wisata yang sedang bepergian di Tulungagung akan maka akan mengunjungi di pusat kuliner. Strategi mengembangkan ekonomi tersier yaitu:

  1. Memaksimalkan anggaran daerah untuk pengembangan potensi wisata
  2. Mengembangkan organisasi pemuda daerah seperti pokdarwis
  3. Mengembangkan wilayah yang memiliki potensi wisata alam
  4. Mengembangkan produk  kuliner agar tetap berkembang mulai dari makanan tradisional asli Tulungagung serta makanan modern
  5. Melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan di wilayah yang memiliki potensi wisata alam

Mengapa perlu adanya pengembangan ekonomi  tersier (bidang pariwisata dan kuliner) di Tulungagung? Karena di Tulungagung memiliki potensi wisata sangat banyak contohnya saja Pantai Gemah. Pantai Gemah jika hari libur mampu memperoleh omset hingga ratusan juta per hari. Dan ini akan menambah APBD Kabupaten Tulungagung. Dan Kabupaten Tulungagung harus diimbangi dengan adanya wisata kuliner, karena  ketika wisatawan datang ke Tulungagung pasti akan membeli makanan atau oleh – oleh khas Tulungagung, biasanya di sekitar daerah Stasiun Tulungagung banyak terdapat sentra – sentra penjualan oleh – oleh khas Tulungagung. Itu bisa menarik minat wisatawan datang ke Tulungagung untuk membeli oleh – oleh khas Tulungagung

Kegiatan PPL yang ada di Bappeda Tulungagung merupakan salah satu program penguasaan keahlian mahasiswa utamanya di bidang perencanaan pembangunan. Atas nama saya sendiri, semoga dengan adanya pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan di Bappeda akan memberikan pengetahuan yang belum sama sekali saya peroleh. Semoga ilmu yang bisa saya dapatkan menjadi berkah hidup saya.Dengan saya PPL di Bappeda Tulungagung  maka saya bisa tahu perencanaan pembangunan di setiap daerah di Kabupaten Tulungagung melalui Musrenbang yang diadakan per tahunnya. Dari PPL ini, saya menyajikan karya esai disesuaikan dengan pengetahuan serta pengalaman di Bappeda Tulungagung.

 

Melalui karya ini saya mengucapkan terimakasih kepada:

  1. Bapak Dr. Maftukhin, M.Ag., selaku rektor IAIN Tulungagung
  2. Bapak Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
  3. Bapak Siswahyudianto, M.M., selaku Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung, yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk membuat karya esai
  4. Ibu Nurul Fitri Ismayanti, M.E.I., selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang sudah memberikan bimbingan dan pencerahan kepada mahasiswa yang PPL di Bappeda Tulungagung terkait pembuatan laporan PPL serta karya esai ini
  5. Bapak Ronald Soesatyo, S.E., M.M., selaku Dosen Pamong yang sudah memberikan bimbingan dan pencerahan kepada mahasiswa yang PPL di Bappeda Tulungagung terkait kegiatan atau program kerja Bappeda Tulungagung

Usaha  Olahan Hasil Perikanan Dongkrak Potensi UMKM Tulungagung

 Oleh Abu Khanifah Mahasiswa PPL/ Magang Prodi Ekonomi Syariah NIM : 17402153029

IMG_20180122_102136(1)

Indonesia merupakan Negara maritim yang terkenal sejak berabad-abad lamanya. Negara dengan luas perarian yang besar ini menyimpan berbagai kekayaan laut yang tak terhingga terlebih keanekaragaman hayati yang terkandung didalamnya. Ikan adalah salah satu hasil laut Indonesia yang sangat melimpah dan menjadi komoditi yang sangat berharga.

Para peneliti kesehatan menyebutkan bahwa dengan banyak mengkonsumsi ikan akan mampu menjaga kesehatan dan meningkatkan kecerdasan. Hal ini memang benar adanya mengingat bahwa ikan adalah salah satu bahan makanan yang banyak mengandung gizi baik yang bahkan melebihi kandungan gizi pada daging hewan yang lain. Oleh karenanya tidak heran apabila pemerintah sangat menganjurkan masyarakatnya untuk mengkonsumsi ikan, bahkan ada yang menyatakan bahwa Negara maju dimana banyak orang cerdas didalamnya adalah Negara yang memiliki tingkat konsumsi ikan yang tinggi. Disinilah muncul slogan dan himbauan persuasif Ayo Gemar Makan Ikan Agar Sehat, Kuat dan Cerdas yang di munculkan oleh pemerintah.

Namun pada kenyataannya, negeri yang kaya ini masih belum mampu menikmati kekayaan lautnya secara maksimal. Salah satu masalah utamanya adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya ikan masih tergolong sangat rendah. Tulungagung yang merupakan salah satu kabupaten di wilayah selatan pulau jawa yang juga memiliki wilayah laut yang cukup luas pun juga masih memiliki tingkat konsumsi ikan yang rendah. Tercatat bahwa tingkat konsumsi ikan di Tulungagung sebesar 34 kg/kapita/tahun, ini masih sangat tergolong rendah.  Masih sangat jauh jika dibandingkan dengan Negara tetangga atau bahkan Negara eropa yang sudah melampaui angka 100 kg/kapita/tahun padahal Negara-negara tersebut hanya memiliki wilayah perairan yang sempit bahkan tidak memiliki wilayah laut sama sekali.

Kalau kita telisik lebih dalam, ternyata Tulungagung merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat ikan air tawar dan air asin yang besar dan potensial dalam lingkup regional ataupun skala nasional. Tulungagung saat ini menduduki posisi ke-3 tingkat nasional dalam komoditi ikan patin, belum komuditas ikan lain yang tidak kalah hebatnya. Namun ternyata, masih banyak memunculkan berbagai kesulitan telebih dalam pengolahan dan pemasaran sehingga saat ini pun potensi tersebut belum mampu dimaksimalkan dengan baik.

Disisi lain juga masih minimnya pengetahuan masyarakat Tulungagung dalam mengolah hasil perikanan menjadi berbagai produk olahan unggulan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dari pada dijual mentah. Ini akan menjadi sebuah peluang usaha yang sangat menjanjikan apabila mampu dikelola dengan baik terlebih dikemas melalui usaha kreatif berbasis Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Mengingat masih rendahnya kondisi perekonomian Indonesia termasuk juga di Tulungagung, keberadaan UMKM ini tentunya akan mambawa perubahan yang cukup besar dalam meningkatkan perekonomian daerah. UMKM sendiri saat ini sedang di gencarkan oleh pemerintah guna mengurangi angka pengangguran, kemiskinan, dan tingkat pendapatan serta kesejahteraan yang masih belum merata.

Menyadari kenyataan inilah pemerintah berupaya seoptimal mungkin untuk memajukan sektor riil berskala kecil. Tidak terkecuali pada sektor perikanan berbasis industri UMKM  agar pengolahan ikan di Indonesia tergolong tinggi dari hasil perikanan. Industri perikanan menjadi salah satu komoditi yang potensial dan berpeluang besar mengingat jumlah ikan yang luar biasa melipah dari kekayaaan laut Indonesia khususnya di daerah Tulungagung yang berbatasan dengan wilayah laut selatan yang terkenal akan berbagai macam spesies dan jenis ikan yang beraneka ragam. Menjadi tatangan untuk pemerintah untuk membantu masyarakat sekitar pesisir laut dan pembudidaya ikan konsumsi untuk meningkatkan produktifitas dalam hal pengelolaan hasil perikanan.

Terkait Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di beberapa Negara berkembang sering dikaiktan dengan masalah perekonomian dan sosial dalam negeri seperti masalah kemiskinan, pengangguran, minimnya pendapatan dan tingkat kesejahteraan yang belum merata serta aspek-aspek yang lain yang membawa dampak negatif bagi masyarakat.

Menurut Departemen Perindustrian (2002) UMKM didefinisikan sebagai perusahaan yang dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki nilai asset tidak lebih dari 600 juta (diluar area perumahan dan perkebunan). Sedangkan menurut definisi dari Badan Pusat Statistik lebih mengarah pada skala usaha dan jumlah tenaga kerja yang diserap. Usaha kecil setidaknya mampu menyerap 5 tenaga kerja sedangkan usaha menengah mempu menyerap tenaga kerja antara 6 hingga 20 tenaga kerja.

Sedangkan jika kita definisikan menurut Perundang-undanagn Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).  Bahwa usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi criteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. Kriteria asset maksimal adalah 50 juta rupiah dan kriteria omzet maksimal adalah 300 juta rupiah. Sedangkan untuk usaha kecil, kriteria asset antara 50 juta – 500 juta rupiah dengan omzet 300 juta – 3,5 milyar. Dan untuk usaha menengah adalah 500 juta – 10 milyar untuk asset dengan omzet 2,5 milyar – 50 milyar rupiah.

Keberadaan UMKM memiliki beberapa potensi unggulan yang meliputi:

  1. Sebagian besar usaha mereka meraka menggunakan bahan baku lokal yang padat karya.

  2. Modal cukup kecil dengan timeline yang cepat

  3. Mampu memaksimalkan sumberdaya lokal karena dapat dilaksanakan diberbagai daerah sesuai dengan potensi daerah masing-masing

UMKM memiliki potensi yang besar karena saat ini jumlahnya terus berkembang  dan tersebar diseluruh pelosok nusantara yang bergerak dalam pengembangan usaha yang berbeda-beda sesuai dengan potensi dan keunggulan daerahnya masing-masing. Tercatat bahwa UMKM memiliki andil yang sangat besar dalam menumbuhkan perekonomian daerah melalui kegiatan usaha lokal yang kreatif.

Apabila hal ini bisa kita kembangkan secara optimal, tidak menutup kemungkinan bahwa UMKM mampu menjadi senjata dan kunci pengembangan ekonomi daerah yang stabil dan kuat yang imbasnya juga akan mengokohkan kondisi perekonomian Negara, terlebih bagi UMKM yang sudah mampu menjangkau dan bersaing di pasar global.

Diperkirakan pertumbuhan UMKM akan semakin meningkat dalam perekonoian Indonesia yang disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya :

  1. Iklim Investasi yang akan semakin meningkat sehingga UMKM tidak akan terkendala modal

  2. Pemulihan sektor korporat atau perusahaan besar yang diprediksi masih akan lama

  3. Mudahnya model atau jasa pembiayaan yang ditawarkan oleh pihak perbankan yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan usahanya.

Dari beberapa faktor tersebut maka dibutuhkan strategi yang handal, matang, terarah, dan terukur guna memaksimalkan potensi keberadaan UMKM. Berapa strategi yang efektif dan tepat mencangkup :

  1. Penciptaan iklim usaha yang kondusif

  2. Peningkatan kemampuan kewirausahaan

  3. Pengkreditan perbankan

  4. Penjaminan kredit kredit

  5. Peningkatan lembaga keuangan mikro dan koperasi simpan pinjam

Selain itu juga dibuktuhkan kreatifitas dari para pelaku usaha untuk mampu bersaing menghadapi persaingan bisnis yang semakit ketat terlebih bisnis yang berskala global. Sehingga dengan kreatifitas dan inovasi yang terus muncul diharapkan mampu meningkatkan potensi umkm yang ada di derah masing-masing.

Sedangkan Usaha olahan hasil perikanan adalah sebuah pengembangan usaha dimana produk yang dihasilkan berbahan baku ikan baik ikan laut atau ikan air tawar. Ikan pun mampu kita olah menjadi berbagai jenis produk yang nikmat, bergizi, dan memiliki nilai jual yang tinggi. Jika hanya dijual secara mentah, tingkat keuntungan yang didapat hanya sedikit. Namun apabila diolah menjadi produk makanan baru, tentunya akan menjadi sebuah peluang usaha yang sangat menjajnjikan. Kalau selama ini kita hanya mengenal abon daging, ternyata ikanpun juga bisa kita olah menjad abon ikan yang nilai jualnya pin tidak kalah dengan abon daging.

Selain itu juga banyak olahan lainnya yang berbahan dasar ikan yang bisa kita munculkan sebagai produk unggulan dan produk khas daerah kita masing-masing yang diharapkan laku keras dipasaran dan mampu mendorong kondisi perekonomian. Ragam olahan itu meliputi abon ikan, bakso ikan, nugget ikan, rambak kulit ikan, krupuk kalsium tulang ikan, fillet ikan, dan berbagai produk olahan lainnya yang bervariatif.

Berbicara terkait Kondisi UMKM, di tulungagung sendiri saat ini tergolong cukup baik  dan terus dinamis. UMKM berkembang dengan cukup pesat dari berbagai sektor dan bergerak dalam banyak bidang. Namun tetap perlu adanya pembinaan, pendampingan, arahan, dan pengawasan dari pemerintah kabupaten melalui jajaran intansi kedinasan yang  terkait guna memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi UMKM yang sudah ada agar menjadi lebih besar dan memunculkan potensi UMKM baru yang lebih kreatif dan inovatif serta berdaya saing dengan menawarkan berbagai produk unggulan yang berkualitas dan memiliki ciri khas.

UMKM yang bergerak dalam usaha olahan hasil perikananpun masih tergolong standar. Beberapa tahun yang lalu mungkin hanya bisa dihitung jari, namun saat ini sudah mulai berkembang dengan cukup pesat para pelaku usaha berbasis UMKM produk olahan hasil perikanan yang bahkan saat ini sudah mampu menjangkau pasar internasional. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena pendampingan dan pembinaan oleh pemerintah melalui Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai instansi pemerintahan yang bertugas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ikan bagi kesehatan dan besarnya peluang usaha yang ditawarkan oleh hasil perikanan, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung melakukan pembinaan usaha kepada para kelompok binaan yang meliputi :

  1. Pembinaan rutin dan berkelanjutan kepada para pelaku usaha

Caranya adalah dengan mendidik dan menanamkan jiwa kewirausahaan pada setiap pelaku usaha. Dalam mewujudkan pemberdayaan rakyat melalui pergerakan ekonomi kreatif berbasis UMKM mengharuskan setiap orang terlebih pelaku usaha untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Tanpa didampingi dengan pengetahun terkait kewirausahan akan menyulitkan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

Seorang pengusaha harus berani mengambil resiko, bersahabat dengan ketidakpastian, berusaha sungguh-sungguh dan tidak spekulatif. Kunci utama seorang yang memiliki jiwa kewirausahaan adalah mereka yang berani dan gigih dalam berusaha sehingga usahanya mampu tumbuh dan berkembang, inilah yang harus dimiliki oleh seorang pelaku usaha.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya terus berpangku tangan dan menunggu kesempatan datang. Melainkan masyarakat sendirilah yang harus menjemput kesempatan tersebut dengan menciptakan peluang usaha produk olahan hasil perikanan

  1. Mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan

Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan mutu dari kegiatan perikanan. Dengan mutu yang meningkan maka produksipun juga akan bertambah sehingga akan mampu manaikkan pendapatan masyarakat.

  1. Penyuluhan tentang gizi

Memberikan arahan dan wawasan tentang kandungan gizi pada setiap ikan. Disisi lain juga menambah pengetahuan masyarakat terutama pelaku usaha terkait berbagai macam olahan hasil perikanan. Kalau kita tahu, dari satu komuditi ikan saja bisa kita olah menjadi berbagai aneka olahan yang semua bagian dari ikan tersebut tidaka ada yang terbuang.

IMG_20180121_125646(1)Misalnya saja ikan patin. Daging segarnya bisa kita jadikan poduk fillet ikan yan nilai jualnya bisa 2 kali lipat. Kulitnya bisa kita olah menjad rambak kulit ikan, daging halus yang masih tertinggal pada kerangka bisa kita gunakan menjadi bahan baku bakso dan nugget ikan. Kepalanya bisa kita sajikan sebagai ikan asap dan untuk kuliner sop atau gulai kepala ikan yang khas. Durinya pun bisa kita pakai sebagai bahan untuk krupuk kalsium, bahkan limbahnya bisa kita manfaatkan sebagai mrutu atau pakan ikan. Ini hanya dari satu macam jenis ikan saja.

Betapa besarnya peluang usaha apabila kita mampu untuk mengolahnya. Dengan besarnya peluang yang ada, diharapkan mampu dikelola dengan baik agar menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, unggul, berdaya saing dan digemari masyarakat luas sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mangangkat perekonomian daerah.

Selain bentuk pembinaan yang sudah saya paparkan diatas, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung juga mengadakan fasilitas pinjaman dan hibah alat pengolahan kepada para kelompok usaha guna membantu mengkatkan produksi olahan produk perikanan.

Yang paling luar biasa adalah bahwa dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung juga memiliki Showroom yang merupakan tempat yang digunakan sebagai display untuk mengenalkan dan wadah edukasi sekaligus menjual produk-produk olahan hasil perikanan seperti abon ikan, nugget, bakso ikan, krupuk kalsium, fillet patin, coockies ikan, rengginang ikan, stik ikan dan aneka olah makanan lainnya yang semuanya berbahan dasar ikan.

Dengan serangkaian model pembinaan usaha yang selama ini dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung membawa dampak yang sangat luar biasa dan signifikan terhadap pertumbuhan UMKM yang bergerak dalam usaha pengolahan hasil perikanan di Tulungagung. Menurut Kepala Bagian Bina Usaha Perikanan, beliau bapak Ir. Rodi, MMA menyatakan bahwa saat ini tercatat lebih dari 50 tepatnya sekitar 56 kelompok usaha binaan Dinas Perikanan Tulungaggung. Dari ke 56 kelompok usaha tersebut hampir separuh diantaranya adalah UMKM produktif dan sudah bersertifikasi, sedangan sisanya adalah kelompok usaha baru yang relatif masih berkembang namun juga produktif dalam menghasilkan produk-produk olahan hasil perikanan

Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan usaha yang dilakukan tergolong berhasil sehingga mampu memunculkan pengusaha-pengusaha baru dalam hal olahan pangan berbasis perikanan. Kita ketahui bersama bahwa UMKM merupakan salah satu penopang sekaligus pilar berhasilnya pembangunan ekonomi sebuah daerah.

Dengan banyaknya UMKM terlebih usaha kreatif yang dimiliki oleh suatu daerah mengindikasikan bahwa wilayah tersebut cukup kuat, kokoh dan stabil perekonomiannya. Namun  memang tidak serta merta bisa kita simpulkan seperti itu mengingat ada banyak fakor lain yang harus kita perhatikan. Setidaknya keberadaan UMKM ini menjadi salah satu jawaban atas permasalahan ekonomi yang bermunculan. Hal ini pulalah yang juga dirasakan oleh masyarakat Tulungagung.

Dengan tumbuh dan banyaknya UMKM dalam suatu daerah merupakan sebuah kebanggaan tersediri. Mengapa demikian? Karena keberadaan UMKM atau kelompok usaha merupakan salah satu wujud pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah. Masyarakat diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak dan bersama-sama berkomitmen untuk membawa perekonomian Indonesia kearah yang lebih baik melalui pengembangan usaha di daerah masing-masing.

Inilah yang menjadi target sekaligus komitmen dari Dinas Perikanan Tulungagung dalam memberdayakan masyarakat terutama masyarakat kecil dengan melakukan pembinaan usaha dengan harapan akan bermunculan lapangan kerja baru. Dengan kata lain, melalui pembinan usaha dan banyak nya UMKM yang bermunculan merupakan wujud peran akatif dan  kontribusi Dinas Perikanan dalam mensejahterkan masyarakat Tulungagung melalui sektor perikanan.

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu bentuk implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di kampus dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di lapangan untuk menjadi tenaga yang profesional. Dari kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) inilah penulis menyajikan karya Esai sesuai dengan kondisi pengalaman dan realita dilapangan.

Melalui karya esai ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Bapak Dr. Maftukhin, M.Ag selaku rektor IAIN Tulungagung.

  2. Bapak Dr. H. Dede Nurohman M.Ag selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung.

  3. Bapak Siswahyudianto ,MM selaku Kepala Laborartorium Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk bisa memuat karya esainya.

  4. Ibu Hj.Amalia Nuril Hidayati, M.Sy. Selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang telah memberikan bimbingan, arahan kepada mahasiswa selama menjalani PPL termasuk juga bimbingan dalam pembuatan esai ini.

  5. Bapak Ir. Tatang Suhartono, M.Si. Selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung

  6. Ibu Endang Retno Yuristyorini, S.Sos, M.M. Selaku Dosen Pamong yang telah memberikan arahan dan bimbingannya selama mahasiswa melaksanakan PPL.

  7. Orang tua dan keluarga yang selalu mendoakan dan mendukung.

  8. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penyusun mengucapkan banyak terimakasih.