Upaya Mengembangkan Ekonomi Tersier (Bidang Pariwisata dan Kuliner) Oleh BAPPEDA Tulungagung

20180118_080818 (2)

Upaya Mengembangkan Ekonomi Tersier (Bidang Pariwisata dan Kuliner)

Oleh BAPPEDA Tulungagung

Penulis Kharisma Novita Sari Ekonomi Syariah (ES –VIA) NIM: 17402153042

Kabupaten Tulungagung adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Tulungagung terkenal sebagai satu dari beberapa daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia, dan terletak terletak 154 km barat daya Kota Surabaya. Pariwisata di Kabupaten Tulungagung sangat beragam mulai dari wisata alam, budaya dan religi, kuliner dan wisata buatan. Dari beberapa jenis wisata tersebut, wisata alam dan budaya yang paling banyak jumlahnya. Hal tersebut dikarenakan kondisi geografis dari Kabupaten Tulungagung sendiri. Selain itu, kekayaan dari sumber alam yang dimiliki serta faktor sejarah dan budaya dari Kabupaten Tulungagung berpengaruh terhadap pariwisata yang ada. Dari sumberdaya alam yang dimiliki tersebut ada yang dikembangkan menjadi objek wisata dan kawasan wisata. Seperti pantai, dan gunung.Kabupaten  Tulungagung, terdapat kurang lebih 80 daya tarik wisata yang keseluruhannya memiliki potensi untuk dikembangkan.

Daya tarik wisata atau potensi tersebut meliputi budaya sebanyak 38 obyek, alam sebanyak 29 obyek, wisata buatan sebanyak 9 obyek dan desa wisata sebanyak 4 obyek. Potensi dan daya tarik tersebut belum termasuk dari wisata kuliner yang jumlahnya sangat banyak serta daya tarik wisata dan potensi wisata yang lain yang belum terdokumentasi oleh Disparpora Kabupaten Tulungagung. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tulungagung selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya mulai dari tahun 2010 hingga 2013. Peningkatan tersebut hampir di semua sektor termasuk sektor pariwisata yang meliputi hotel, restaurant, dan jasa hiburan. Sumbangan PDRB terbesar dari sektor pariwisata adalah pada restaurant. Sedangkan bidang jasa hiburan juga tidak terlalu banyak karena mayoritas obyek wisata yang ada di kabupaten tulungagung belum ditetapkan retribusi, terutama obyek wisata alam.

Bahwasanya Kabupaten Tulungagung mempunyai potensi pendapatan yang berasal dari bidang pertanian, industri dan kuliner. Upaya pemerintahan Kabupaten Tulungagung masa jabatan Bupati Syahri Mulyo juga mengeluarkan MOU terkait mengembangkan kawasan wisata atau alam. Berbicara dalam Musrenbang Kabupaten Tulungagung tahun 2017 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tulungagung Tahun 2018, Senin (20/3/2017), Syahri Muyo mengatakan, pengembangan sektor pariwisata terdiri dari pengembangan destinasi wisata yang ada serta penciptaan destinasi wisata baru.Musrenbang kali ini mengambil tema Memantapkan Pembangunan Infrastruktur, Pariwisata, Kesehatan dan Pendidikan untuk Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah.

Menurut Syahri Muyo, destinasi wisata baru bisa dengan cara memanfaatkan infrastuktur yang telah terbangun misalkan pembangunan embung untuk destinasi wisata. Sebagai informasi, Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang mempunyai banyak ragam obyek pariwisata yanga sangat layak dan patut untuk dikembangkan. Mulai dari wisata alam gunung dan pantai, wisata minat khusus, wisata sejarah, wisata religi, wisata buatan, serta telah didukung oleh akomodasi dan restoran yang banyak dan berkualitas. Disamping itu, saat ini pembangunan dan pengambangan obyek pariwisata di Kabupaten Tulungagung juga didukung oleh adanya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Saat ini sudah terbentuk kurang lebih 32 pokdarwis.Acara Musrembang ini dihadiri oleh Fokopimda Kabupaten Tulungagung, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa, perwakilan Bakorwil Madiun, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten tetangga, serta dihadiri oleh Camat, Kepala Desa, Kepala Unit Kerja Pemerintah Kabupaten Tulungagung, instansi vertikal dan dari instansi lainnya dengan jumlah peserta kurang lebih 300 orang.

Karena tidak semua wilayah yang memiliki potensi akan kawasan wisata atau alam. Dan jika ini dikembangkan nantinya Kabupaten Tulungagung akan berdatangan terkait wisatawan baik lokal ataupun asing. Dan untuk wisata kuliner kini sudah disediakan tempat khusus wisata kuliner seperti di daerah Pinggir Kali Daerah Sembung. Karena dengan adanya pemusatan kuliner akan menjadikan pemandangan yang teratur dan tidak mengganggu pemandangan sekitar. Jika ada wisata yang sedang bepergian di Tulungagung akan maka akan mengunjungi di pusat kuliner. Strategi mengembangkan ekonomi tersier yaitu:

  1. Memaksimalkan anggaran daerah untuk pengembangan potensi wisata
  2. Mengembangkan organisasi pemuda daerah seperti pokdarwis
  3. Mengembangkan wilayah yang memiliki potensi wisata alam
  4. Mengembangkan produk  kuliner agar tetap berkembang mulai dari makanan tradisional asli Tulungagung serta makanan modern
  5. Melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan di wilayah yang memiliki potensi wisata alam

Mengapa perlu adanya pengembangan ekonomi  tersier (bidang pariwisata dan kuliner) di Tulungagung? Karena di Tulungagung memiliki potensi wisata sangat banyak contohnya saja Pantai Gemah. Pantai Gemah jika hari libur mampu memperoleh omset hingga ratusan juta per hari. Dan ini akan menambah APBD Kabupaten Tulungagung. Dan Kabupaten Tulungagung harus diimbangi dengan adanya wisata kuliner, karena  ketika wisatawan datang ke Tulungagung pasti akan membeli makanan atau oleh – oleh khas Tulungagung, biasanya di sekitar daerah Stasiun Tulungagung banyak terdapat sentra – sentra penjualan oleh – oleh khas Tulungagung. Itu bisa menarik minat wisatawan datang ke Tulungagung untuk membeli oleh – oleh khas Tulungagung

Kegiatan PPL yang ada di Bappeda Tulungagung merupakan salah satu program penguasaan keahlian mahasiswa utamanya di bidang perencanaan pembangunan. Atas nama saya sendiri, semoga dengan adanya pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan di Bappeda akan memberikan pengetahuan yang belum sama sekali saya peroleh. Semoga ilmu yang bisa saya dapatkan menjadi berkah hidup saya.Dengan saya PPL di Bappeda Tulungagung  maka saya bisa tahu perencanaan pembangunan di setiap daerah di Kabupaten Tulungagung melalui Musrenbang yang diadakan per tahunnya. Dari PPL ini, saya menyajikan karya esai disesuaikan dengan pengetahuan serta pengalaman di Bappeda Tulungagung.

 

Melalui karya ini saya mengucapkan terimakasih kepada:

  1. Bapak Dr. Maftukhin, M.Ag., selaku rektor IAIN Tulungagung
  2. Bapak Dr. H. Dede Nurohman, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung
  3. Bapak Siswahyudianto, M.M., selaku Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung, yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk membuat karya esai
  4. Ibu Nurul Fitri Ismayanti, M.E.I., selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang sudah memberikan bimbingan dan pencerahan kepada mahasiswa yang PPL di Bappeda Tulungagung terkait pembuatan laporan PPL serta karya esai ini
  5. Bapak Ronald Soesatyo, S.E., M.M., selaku Dosen Pamong yang sudah memberikan bimbingan dan pencerahan kepada mahasiswa yang PPL di Bappeda Tulungagung terkait kegiatan atau program kerja Bappeda Tulungagung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>