IMG-20180130-WA0032Upaya Dinas Perikanan Tulungagung Bidang Budidaya dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat oleh Krisna Yoga Septa Antori Mahasiswa Ekonomi Syariah yang sedang magang PPL/Magang di FEBI

Budidaya merupakan kegiatan terencana pemeliharaan sumber dana hayati yang dilakukan pada suatu lahan atau daerah untuk diambil manfaat atau hasil panennya. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia budidaya adalah usaha yang bermanfaat dan memberi hasil. Menurut Siagian budiaya adalah suatu uaha yang dilakukan untuk memingkatkan produktivitas perairan. Dalam hal ini adalah budidaya ikan. Maksudnya yaitu produksi sumberdaya perairan yang sangat meningkat dengan adanya usaha budidaya pada suatu perairan yang memiliki produktifitas alamiah tertentu dan dapat ditingkatkan melalui kegiatan budidaya perairan tersebut

Sedangkan pembudidayaan ikan menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 31 Tahun 2004 Tentand perikanan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan, dan/atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah dan/atau mengawetkannya.

Setiap kegiatan yang terdapat dalam lingkungan hidup akan mempengaruhi kehidupan penduduk yang berada disekitarnya. Kabupaten Tulungagung yang merupakan daerah yang menjadi lokasi penelitian, dimana ada sebagian penduduknya yang bermata pencaharian sebagai budidaya ikan. Dalam bahasan ini pegaruh usaha ikan  terhadap kehidupan masyarakat budidaya mencakup dua hal, yaitu tingkat pendapatan, dan tingkat pendidikan.

Tingkat Pendapatan : Pada awalnya, sebelum dibukanya areal budidaya ikan di Tulungagung. Mata pencaharian sabagian besar penduduknya merupakan petani. Karena sebagian besar wilayahnya merupakan lahan yang sangat subur untuk daerah pertanian khususnya tanaman padi. Masyarakat Tulungagung yang berstatus sebagai pembudidaya mempunyai pendapatan yang tidak tetap. Hal ini tergantung dari jumlah hasil panen yang didapat dan luas lahan garapannya, sebagai acuan pembudidaya yang mempunyai lahan 1-5 ha rata-rata memiliki penghasilan Rp 600.000 – 1.000.000/bulan.

Tingkat Pendidikan : Pada umumnya tingkat para petani pembudidaya yang ada di Kabupaten Tulungagung cukup beragam mulai dari SD sampai perguruan tinggi, bahkan ada yang belum pernah merasakan bangku sekolah. Latar belakang pendidikan tersebut berpengaruh terhadap cara mereka dalam menerima teknologi baru yang mereka terima dari penyuluhan ataupun media massa dan sangat berpengaruh juga terhadap persepsi mereka tentang bagaimana pentingnya usaha pembudidayaan ikan. Akan tetapi pandangan para budidaya terhadap pendidikan anak-anak mereka cukup luas, mereka menginginkan anak-anak mereka bersekolah sampai ke jenjang yang paling tinggi

Bagi pembudidaya ikan  ini ada beberapa faktor yang mendukung perkembangan budidaya ikan  yaitu tersedianya modal, lahan, kolam, bibit ikan, pakan, dan air. Di samping itu juga faktor lainnya seperti ketersediaan air yang menjadi kendala bagi kendala bagi pembudidaya ikan air tawar. Jika pada musim kemarau air sangat susah didapatkan untuk kolam ikan, maka sebaliknya pada musim hujan air sangat deras dan banyak untuk mencukupi kebutuhan kolam tetapi air sering berubah ph nya karena air hujan.

Untuk mempermudah serta memajukan masyarakat Tulugagung khususnya petani ikan maka, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung membuat strategi di dalam mengembangkan roda perekonomian petani ikan di Tulungagung. Salah satu strateginya adalah Pembuatan Kelompok dan Pengembangan Sumberdaya manusia.

Adapun tujuan pembentukan kelompok ini adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai wahana Silaturahmi yang dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan  gotong royong dalam rangka pengadaan sarana dan prasarana produksi dan pemasaran serta pengembangan usaha.
  2. Memudahkan tukar menukar informasi untuk memecahkan suatu permasalahan.
  3. Untuk menyampaikan informasi maupun teknologi perikanan.
  4. Untuk memperkuat permodalan.
  5. Untuk meningkatkan perekonomian dan pendapatan keluarga.

Peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) bagi para anggota kelompok Budidaya Ikan  terus dilakukan oleh kelompok hal ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan-pelatihan internal bagi anggota dengan mendatangkan Nara Sumber yang berkompeten dalam bidang teknis budidaya ikan dan perkoperasian, berbagai nara sumber yang diundang seperti dari Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Pihak-pihak swasta lain yang menunjang.

Disamping pengadaan pelatihan-pelatihan internal oleh kelompok, para anggota POKDAKAN  juga diikut sertakan dalam pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung maupun Propinsi, materi yang diterima selain teknis budidaya juga manajemen dan profesionalitas usaha yang baik.

Program Pelatihan:  Besarnya angka pengangguran saat ini bukan hanya di akibatkan dari pertumbuhan ekonomi yang belum mampumenyerap angkatan kerja secara optimal, namun juga disebabkan rendahnya kualitas dan kompetensi angkatan kerja tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengadakan pelatihan kerja. Kebijakan ini memberikan penawaran bagi tenaga kerja Indonesia untuk dapat meningkatkan kompetensi dan daya saingnya sehingga dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja yang dapat mengurangi angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan.

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu di mana materi, metode, dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari Oemar Hamalik (1993). Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompetensi/jabatan/pekerjaan serta spesifikasi pekerjaan.

Bidang budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung sendiri melakukan program ini mulai dari awal berdirinya Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung sampai sekarang. Di dalam bidang budidaya terdapat beberapa pelatihan budidaya ikan diantaranya memberikan informasi mengenai program pemerintah dalam hal budidaya ikan di Indonesia, memberikan pelatihan pengolahan / pembuatan pakan sendiri, pelatihan pengaturan manajemen budidaya ikan konsumsi.

Bidang budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung memiliki sistem dalam melaksanakan program pelatihan budidaya ikan,nada beberapa sistem yang digunakan dalam melaksanakan program pelatihan budidaya ikan antara lain :

  1. Sistem informasi

Sistem ini merupakan kegiatan awal yang dilakukan bidang budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung untuk memperkenalkan beberapa kegiatan, tujuan, dan target pemerintah dalam hal budidaya ikan konsumsi di Kabupaten Tulungagung. Pemberian informasi ini dilakukan dengan cara mengundang para petani ikan di Kabupaten Tulungagung dengan mengelompokkan petani ikan sesuai dengan jenis ikan yang mereka budidaya/akan membudidaya ikan tersebut.

  1. Sistem Pengelompokan

Sistem ini merupakan sistem lanjutan yang pasti dilakukan bidang budidaya dalam hal efesiensi budidaya petani ikan di Tulungagung. Setelah informasi dibagikan semua ke petani ikan, mereka akan di kelompokkan sesuai dengan domisili dan juga jenis ikan yang ditangani. Tujuan dari sistem ini adalah mempermudah kontroling dari bidang budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung serta memberi kemudahan bagi petani ikan dalam hal konsultasi baik dengan sesama petani maupun petugas lapangan. Dalam sistem kelompok/pengelompokan ini bidang budidaya hanya membentuk kelompok tani ikan tetapi dalam hal nantinya kalau ada bantuan dari pusat yang berupa materi tidak semua kelompok akan mendapatkan bantuan karena tebatasnya bantuan yang ada, jadi sistem kualifikasipun akan dilakukan sesuai dengan kualitas produktivitas dari para petani ikan yang ada.

  1. Instruktur dan Tenaga Kepelatihan

Keberadaan intruktur sangatlah penting dalam suatu pelatihan, tak terkecuali dipelatihan bidang budi daya Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung ini. Tanpa adanya instrukturmaka pelatihan tidak akan dilaksanakan. Instruktur berfungsi sebagai fasilitor, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di budidaya ikan konsumsi Tulungagung. Sedangkan tenaga kepelatihan adalah personil yang mempunyai tugas membantu mempersiapkan sarana pelatihan agar pelaksanaan pelatihan dapat berlangsung dengan tertib, biasanya sebagian besar kegiatannya bersifat teknis operasional. Tahap ketiga ini biang budidaya menggunakannya kalau ada bantuan alat untuk operasional budidaya ikan, karena memang memerlukan tenaga ahli. Tahun 2016 bidang budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung mendapat bantuan dari pusat berupa mesin pembuatan pakan ikan yang mana kalau mesin ini berhasil di operasionalkan secara baik akan menjawab permasalahan utama dari petani ikan di Tulungagung mengenai mahalnya harga pakan pabrikan, kalau alat ini berhasil di jalankan maka perkilonya akan menghemat anggaran petani ikan konsumsi sebesar Rp.5000. Dalam proses instruktur dan tenaga kepelatihan ini bidang budidaya langsung mendatangkan para ahli di bidangnya agar tujuan utama sistem ketiga ini tercapai 100%. Hal ini juga salah satu proses pengemulsin bidang-bidang lainnya di Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung seperti bidang tangkap dan bina usaha, karena kalau harga pakan terjangkau, petani ikan akan semakin produktif lagi dan bidang tangkap pun akan cepat merespon dengan menampun ikan yang ada yang mana nanti di serahkan ke bidang bina usaha untuk mengolahnya atau menjual langsung tergantung permintaan pasar. Dengan proses yang demikian perekonomian masyarakat cepat atau lambat akan membaik dan maju.

  1.  Sistem Kontroling

Sistem ini merupakan kegiatan rutin dari bidang budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, yang mana kegiatannya dilakukan langsung di tempat kelompok tani (lapangan). Kontroling ini dilakukan ketika ada bantuan yang masuk dari pusat ke bidang budidaya Dinas Perikanan Tulungagung serta ketika adanya masalah-masalah yang terjadi di petani ikan konsumsi di Tulungagung. Tujuan dari sistem ini sendiri adalah mengawasi jalannya kegiatan yang ada di lapangan agar tercapainya target yang maksimal dari petani ikan konsumsi di Kabupaten Tulungagung.

  1. Evaluasi

Untuk memastikan keberhasilan pelatihan dapat dilakukan melalui evaluasi. Secara sistimatik manajemen pelatihan meliputi tahap perencanaan yaitu training need analysis, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Tahap terakhir merupakan titik kritis dalam setiap kegiatan karena sering kali diabaikan sementara fungsinya sangat vital untuk memastikan bahwa pelatihan yang telah dilakukan berhasil mencapai tujuan ataukah justru sebaliknya untuk menilai efektivitas pelatihan dapat dievaluasi menggunakan indikator : a.) reaksi, seberapa baik peserta menyenangi pelatihan, b.) belajar, seberapa jauh para pserta mempelajari fakta – fakta , prinsip – prinsip, dan pendekatan – pendekatan dalam sebuah latihan, c.) hasil, seberapa jauh perilaku petani ikan berubah karena latihan dan bantuan alat apakah ada kenaikan produktivitas atau penurunan yang telah dicapai, d.) efektivitas biaya, untuk mengetahui besarnya biaya yang dihabiskan untuk program pelatihan dan apakah besarnya biaya pelatihan sebanding dengan tujuan program pelatihan. Hal pokok dari evaluasi untuk menguji dan menilai apakah program – program pelatihan yang telah dijalani memberikan dampak yang efektif dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>