Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Petani di Tulungagung

Penulis Muhammad Miftahul Khoir Rahmatullah Mahasiswa PPL/Magang di Dinas Pertanian Tulungagung Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

 UntitledIndonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam dan sebagian besar dimanfaatkan sebagai lahan pertanian yang umumnya berada di pedesaan. Dengan demikian, sudah sewajarnya masyarakat desa sebagai petani menjadi sasaran utama dalam upaya meningkatkan kemajuan pertanian. Tingkat kemajuan pertanian dapat diwujudkan mulai dari pembangunan pertanian, yang dijalankan melalui program-program daerah. Pembangunan pertanian ditujukan dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat terutama petani dan pelaku usaha pertanian. Dalam pencapaian tujuan tersebut, kegiatan pembangunan pertanian menuntut termanfaatkannya seluruh potensi yang ada di masyarakat, baik potensi sumber daya alam, manusia, teknologi, dan juga sumber daya institusi secara optimal, menguntungkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Pengembangan sektor pertanian diharapkan tidak hanya dapat menyediakan sumber pangan dan bahan baku industri, melainkan juga akan menyokong pembangunan nasional dalam hal pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), Penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, pemicu pertumbuhan ekonomi di pedesaan, perolehan devisa, maupun sumbangan tidak langsung melalui penciptaan kondisi kondusif bagi pelaksanaan pembangunan dan hubungan sinergis dengan sektor lain.

DOKUMENTASI-1Masalah paling dasar bagi sebagian besar petani Indonesia adalah masalah keterbatasan modal yang dimiliki oleh para petani. Permasalahan yang dihadapi dalam permodalan pertanian berkaitan langsung dengan kelembagaan selama ini, yaitu lemahnya organisasi tani, sistem dan prosedur penyaluran kredit yang rumit, birokratis dan kurang memperhatikan kondisi lingkungan sosial budaya perdesaan, sehingga sulit menyentuh kepentingan petani yang sebenarnya.

Dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja di pedesaan, bapak Presiden RI pada tanggal 30 April 2007 di Palu, Sulawesi Tengah telah mencanangkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-M), Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) yang dilaksanakan oleh Departemen Pertanian pada tahun 2008 dilakukan secara terintegrasi dengan program PNPM-M. Untuk pelaksanaan PUAP di Departemen Pertanian, Menteri Pertanian membentuk tim Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan melalui Keputusan Menteri Pertanian (KEPMENTAN) Nomor 545/Kpts/OT.160/9/2007.

DOKUMENTASI-2PUAP merupakan bentuk fasilitas bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang dikoordinasikan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan produktif budidaya (On-farm) dan kegiatan non budidaya (Off-farm) yang terkait dengan komoditas pertanian yaitu industri rumah tangga pertanian, pemasaran hasil pertanian dan usaha lain berbasis pertanian.

Kementerian Pertanian sejak Tahun 2008-2014 telah melaksanakan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dibawah koordinasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri) dan berada dalam kelompok program pemberdayaan masyarakat. Dan pada selanjutnya anggaran dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan di cairkan lagi pada tahun 2015. Pelaksanaan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Tahun 2015 yang mengacu kepada pola dasar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 06/Permentan/OT.140/2/2015 tentang Pedoman Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Tahun 2015, untuk meningkatkan keberhasilan penyaluran dana BLM-PUAP kepada Gapoktan dalam mengembangkan usaha produktif petani. Strategi dasar yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, optimalisasi potensi agribisnis, fasilitasi modal usaha petani kecil, penguatan dan pemberdayaan kelembagaan.

DOKUMENTASI-3Di Kabupaten Tulungagung, program PUAP juga sudah terlaksana dari tahun 2008 melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung. Masyarakat anggota gapoktan yang menggunakan modal pinjaman PUAP tersebut masih belum tersosialisasi dan masih mempunyai kesadaran yang kecil, mereka meminjam dana tersebut tanpa mengembalikannya dan kebanyakan anggota gapoktan meminjam dana tersebut bukan untuk permasalahan petaniannya tetapi untuk hal-hal yang lain seperti kebutuhan rumah tangga dan lain-lain, sehingga dana PUAP tersebut tidak berjalan maksimal.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Pertanian Kabupeten Tulungagung berupaya semaksimal mungkin untuk mensosialisasikan mekanisme dan tata cara pengelolaan dana BLM-PUAP kepada para petani di masing-masing gapoktan, supaya masalah permodalan yang dihadapi para petani bisa teratasi dengan adanya program tersebut sehingga dapat memaksimalkan hasil produksi pertanian di kabupaten Tulungagung, dan pendapatan para petani di Tulungagung dapat meningkat.

DOKUMENTASI-4Dana BLM-PUAP yang disalurkan dari Kementerian Pertanian kepada Gapoktan dimanfaatkan sebagai modal usaha, diharapkan dikelola dengan baik dan berkelanjutan oleh pengurus Gapoktan sesuai dengan Rencana Usaha Bersama (RUB) yang telah disusun Gapoktan. Prosedur penarikan dana BLM-PUAP dari Gapoktan kepada kelompok tani dan petani anggota serta pemanfaatannya adalah sebagai berikut.

  1. Pengurus Gapoktan PUAP menginformasikan kepada seluruh petani anggota melalui Kelompoktani bahwa dana BLM-PUAP telah masuk ke rekening Gapoktan.
  2. Pembekalan pengetahuan PUAP dilakukan  oleh Tim Teknis Kabupaten/Kota dan atau PMT, sebelum dana dicairkan kepada Kelompoktani atau petani anggota.
  3. Pengurus Gapoktan meminta kepada seluruh Kelompok tani untuk menentukan jadwal penarikan sesuai dengan Rencana Usaha Kelompok (RUK).
  4. Pengurus Kelompok tani meminta kepada seluruh petani anggota untuk menentukan jadwal penarikan sesuai dengan Rencana Usaha Anggota (RUA).
  5. Penarikan/Pencairan dana BLM PUAP dari Bank diketahui oleh Tim Teknis PUAP Kabupaten/Kota, dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan jadwal pemanfaatan yang disepakati pada Rapat Anggota.

DOKUMENTASI-6Sedangkan prosedur pemanfaatan dana BLM-PUAP adalah sebagai berikut.

  1. Dana BLM-PUAP dimanfaatkan sebagai modal usaha   produktif agribisnis sesuai dengan RUB/RUK/RUA yang telah disepakati.
  2. Setiap transaksi dilaksanakan secara transparan dan dibukukan serta bukti transaksi harus disimpan secara tertib oleh Bendahara Gapoktan.
  3. Pemanfaatan Dana BLM-PUAP yang tidak sesuai dengan siklus dan peluang usaha yang terdapat dalam RUB, maka Gapoktan PUAP dapat melakukan perubahan/revisi RUB yang telah diputuskan melalui musyawarah/Rapat Anggota (RA) dengan Berita Acara yang ditandatangani oleh Ketua Gapoktan, diketahui oleh Penyelia Mitra Tani (PMT) dan Tim Teknis Kabupaten/Kota.
  4. Dana BLM PUAP merupakan modal dasar bagi Gapoktan yang dapat dimanfaatkan oleh petani, dan harus ditumbuhkembangkan secara berkelanjutan menjadi LKM-A.
  5. Apabila terjadi penyimpangan terhadap penyaluran dan pemanfaatan dana BLM-PUAP, maka Tim Teknis agar melakukan pemeriksaan, dan hasil pemeriksaan yang dinyatakan dengan Berita Acara penyelesaian Permasalahan (BAP).

Dengan adanya sosialisasi atau penyuluhan dari pihak dinas pertanian kabupaten Tulungagung mengenai pencairan dan pemanfaatan program dana Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tersebut, diharapkan hasil produksi para petani juga akan semakin meningkat, dan tentunya hasil dari produk pertanian tersebut bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani, serta dapat dimanfaatkan sebagai penyediaan pangan dalam negeri. Hal tersebut juga akan berdampak baik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan otomatis pendapatan nasional juga akan terdongkrak naik.

DOKUMENTASI-5Pendapatan adalah seluruh penerimaan baik berupa uang maupun berupa barang yang berasal dari pihak lain maupun hasil industri yang dinilai atas dasar sejumlah uang dari harta yang berlaku saat itu. Pendapatan merupakan sumber penghasilan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup dan penghidupan seseorang secara langsung mau pun tidak lagsung. Jadi jika pendapatan petani itu adalah seluruh penerimaan petani baik berupa uang maupun barang yang berasal dari usaha taninya di setiap komoditas pertaniannya yang digunakan sebagai sumber penghasilan untuk kehidupan sehari – hari.

Dalam istilah umum, sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai. Dalam ekonomi, sejahtera dihubungkan dengan keuntungan benda. Di dalam konteks sektor pertanian, kesejahteraan petani dapat dilihat dengan jumlah pendapatannya. Komoditas tanaman pangan juga sangat berpengaruh bagi kesejahteraan petani.

Pangan merupakan komoditas penting dan strategis karena pangan merupakan kebutuhan pokok manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia sebagaimana yang dinyatakan dalam UU No.7 Tahun 1996 tentang Pangan. Kecukupan pangan menentukan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan bangsa. Lebih jauh ketahanan pangan akan memberikan gambaran terbentuknya stabilitas kesejahteraan rakyat yang didambakan. Masyarakat yang sejahtera cenderung memiliki produktivitas yang tinggi, dan begitu pula sebaliknya. Negara yang memiliki masyarakat yang sejahtera maka tingkat kreativitas yang dihasilkan oleh bangsa tersebut akan tergolong tinggi.

Dengan adanya program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) tersebut dengan pelaksanaan yang maksimal, maka akan meningkatkan produktifitas para petani, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani juga akan meningkat pula. Data Nilai Tukar Petani (NTP) yang di rilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari bulan Januari 2013 sampai Januari 2018 menunjukkan sebagai berikut:

 

Bulan

NTP

2013

2014

2015

2016

2017

2018

Januari

103.4

104.8

105.2

105.9

103.1

106.7

Februari

102.5

104.7

106.2

105.3

101.8

-

Maret

101.5

104.1

104.3

103.8

101.7

-

April

101.9

104.2

102.8

103.8

101.8

-

Mei

102.6

104.3

102.5

104.3

102.2

-

Juni

103

104.3

103.1

104.6

103

-

Juli

103

104.3

103.9

104.6

103.9

-

Agustus

103

104.6

105.1

104.7

105.4

-

September

103.2

105.3

106.4

105.8

106.4

-

Oktober

104.3

106.1

105.8

105

106.9

-

November

103.5

105.9

106.6

103.8

106.5

-

Desember

104.9

104.4

106.1

104

106.4

-

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur.

Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani yang dinyatakan dalam persentase. Nilai tukar petani merupakan salah satu indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani. Pengumpulan data dan perhitungan NTP di Indonesia dilakukan oleh Biro Pusat Statistik.

Arti Angka NTP :

  • NTP > 100, berarti petani mengalami surplus. Harga produksi naik lebih besar dari kenaikan harga konsumsinya. Pendapatan petani naik lebih besar dari pengeluarannya.
  • NTP = 100, berarti petani mengalami impas. Kenaikan / penurunan harga produksinya sama dengan persentase kenaikan / penurunan harga barang konsumsi. Pendapatan petani sama dengan pengeluarannya.
  • NTP < 100, berarti petani mengalami defisit. Kenaikan harga produksi relatif lebih kecil dibandingkan dengan kenaikan harga barang konsumsinya. Pendapatan petani turun, lebih kecil dari pengeluarannya.

Berdasarkan data tabel NTP Provinsi Jawa Timur diatas, dapat diketahui bahwa petani Jawa Timur dari bulan Januari 2013 sampai Januari 2018 mendapatkan surplus atas produksinya sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani pasca diadakannya program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dapat meningkat. Dan menurut dari data dinas pertanian kabupaten Tulungagung, kabupaten Tulungagung juga merupakan salah satu daerah di provinsi jawa timur yang mempunyai surplus atas produksi pertaniannya.

Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang telah saya laksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung merupakan bentuk implementasi dari sekian banyak teori yang telah di berikan bapak/ibu dosen dan juga merupakan pengamatan serta pengalaman keilmuan terutama mengenai upaya dari Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung dalam meningkatkan hasil produksi sektor pertanian daerah, sehingga perekonomian masyarakat kabupaten Tulungagung terutama petaninya dapat meningkat dan sejahtera.

Melalui karya essai ini, saya mengucapkan terimakasih kepada:

  1. Bapak Dr. Maftuhin, M.Ag., selaku rektor IAIN Tulungagung.
  2. Bapak Dr. H. Dede Nurrohman, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung.
  3. Bapak Siswahyudianto, M.M., selaku Kepala Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk membuat karya essai.
  4. Ibu Hj. Amalia Nuril Hidayati, M.Sy. selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang telah memberikan bimbingan, arahan, serta perhatian penuh kepada mahasiswa selama menjalani PPL di Dinas Pertanian Tulungagung.
  5. Ibu Hanjar Purwaningsih, S.Sos. selaku Dosen Pamong yang telah memberikan arahan dan bimbingannya selama mahasiswa melaksanakan PPL di Dinas Pertanian Tulungagung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>