Analisis Revaluasi Barang Milik Negara Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tulungagung

IMG-20180109-WA0018Penulis Efi Sulistiyani Mahasiswa Jurusan Akuntansi Syariah FEBI IAIN Tulungagung yang sedang menyelesaikan Magang/PPL di Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tulungagung

Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan dibidang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), psikotropika, precursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol. Badan Narkotika Nasional (BNN) dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden melalui koordinasi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga sesuai dengan PMK 2005/PMK.011/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung berkedudukan di Jalan Sultan Agung III/IA, Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung bertujuan untuk memberikan bimbingan dan dukungan implementasi akuntansi pemerintah pada Kementerian Negara/Lembaga. Melalui peran Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung diharapkan kualitas laporan K/L dapat ditingkatkan kualitasnya yang pada akhirnya Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dapat disajikan dengan akuntabel, akurat dan transparan.

IMG-20180130-WA0014Pada waktu pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung tentunya banyak ditemukan berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Di dalam essai ini penulis akan mengangkat salah satu permasalahan yaitu analisis revaluasi barang milik negara di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung. Alasan kami memilih permasalahan ini yaitu pada aplikasi SIMAK BMN semua asset yang dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut semuanya disusutkan. Padahal kenyataannya di lapangan, untuk asset gedung dan bangunan serta pagar nilainya dari tahun ke tahun selelu bertambah. Sehingga permasalahan ini sangat menarik untuk diangkat dan dibahas.

IMG-20180130-WA0020Permasalahan yang kami temui ketika melakukan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung dan hasil wawancara kami dengan pembimbing yaitu Bara Firdaus, A.Md. Permasalahannya yaitu pada aplikasi SIMAK BMN semua asset yang dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut semuanya disusutkan. Padahal kenyataannya di lapangan, untuk asset gedung dan bangunan serta pagar nilainya dari tahun ke tahun selalu bertambah. Oleh karena itu,  Bara Firdaus A.Md., selaku Penata Usaha Barang Milik / Kekayaan Negara bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang membuat revaluasi asset (penilaian kembali). Revaluasi ini dilakukan di BNN Kabupaten Tulungagung agar nilai gedung dan bangunan serta pagar mencerminkan nilai yang sebenarnya sesuai dengan kondisi di lapangan.

Tanggapan dari pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung terhadap mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAIN Tulungagung sangat baik. Ketika memasuki masa PPL di BNN Kabupaten Tulungagung kami disambut dengan hangat oleh para pegawai terutama oleh kepala BNN Kabupaten Tulungagung yaitu Djoko Purnomo, S.H., M.H. Selama melaksanakan PPL di sana, kami selalu dibimbing dan diberi arahan terkait pekerjaan-pekerjaan yang terdapat di BNN Kabupaten Tulungagung.

IMG-20180131-WA0028Sedangkan tanggapan mengenai permasalahan yang kami hadapi di BNN Kabupaten Tulungagung adalah bahwa BNN Kabupaten Tulungagung harus membuat revaluasi asset untuk mencerminkan nilai yang sebenarnya dan tidak terjadi pencatatan dua kali. Kegiatan revaluasi ini bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang untuk dilakukan penilaian dan observasi lapangan terhadap ukuran luas gedung dan pagar. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada bulan Februari s.d. April. Kemudian hasilnya akan diberikan ke pihak BNN Kabupaten Tulungagung untuk diinputkan nilainya pada aplikasi SIMAK BMN dan disinkronkan di aplikasi SIMAN BMN. Setelah itu, hasilnya akan dilaporkan di Catatan Atas Laporan Keuangan BNN Kabupaten Tulungagung.

Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), obyek revaluasi terdiri dari aset tetap. Aset tetap yang akan direvaluasi meliputi (1) tanah, (2) gedung dan bangunan, (3) Jalan, irigasi dan jaringan  yang diperoleh sampai dengan 31 Desember 2015.

Di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung tidak dilakukan revaluasi (penilaian kembali) atas tanah. Karena tanah yang menjadi tempat berdirinya bangunan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung bukan milik sendiri, melainkan milik Pemerintah Daerah (Pemda). Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah Tulungagung telah menyediakan lahan dengan luas 756 M2 yang terletak di Jalan Sultan Agung, Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru dengan status kepemilikan hak atas tanah. Sertifikat Hak Pakai No. 11, Surat Ukur Tgl. 25-11-1998 No.50/12/1998 Luas 31.160 M2, Nama Pemegang Hak Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Tulungagung berkedudukan di Tulungagung, Tanggal 21-12-1998. Adapun tanah dimaksud dipinjampakaikan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung selama digunakan untuk melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

IMG-20180213-WA0059Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung memiliki kontrak atas tanah dengan Pemda. BNN Kabupaten Tulungagung harus memperpanjang kontrak tersebut setiap 5 (lima) tahun sekali. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung tidak membayar sewa atas tanah tersebut, melainkan harus memberikan imbal balik berupa kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Dengan adanya kegiatan ini akan sangat menguntungkan bagi semua pihak. Salah satu manfaat bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung adalah angka penyalahgunaan narkoba dapat ditekan.

Aset yang dilakukan revaluasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung adalah gedung dan bangunan serta pagar permanen. Awalnya gedung dan bangunan serta pagar permanen digabung saat dilakukan revaluasi. Kemudian dipisah, karena tahun pembangunan (tahun perolehan) gedung dan bangunan serta pagar permanen berbeda. Serta antara bangunan dan gedung serta pagar permanen memiliki kode SIMAK tersendiri.

Gedung dan bangungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung dalam form revaluasi memiliki kode barang 4010101001 dengan nama barang Bangunan Gedung Kantor Permanen. Tanggal perolehan Bangunan Gedung Kantor Permanen  adalah 31 Desember 2011. Adapun kondisi bangunan saat ini yaitu baik. Luas bangunannya 485,54 m2. Bangunan Gedung Kantor permanen dibangun diatas tanah milik Pemda, memiliki kode satker 12.13.13.1.20.12.1.20.12, dan Kode Barang 01.11.04.01. Posisi Gedung berada di komplek Perkantoran Jl. Sultan Agung, Luas awal = 481 m2 , luas pengembangan untuk pembangunan toilet klinik BNN Kabupaten Tulungagung = 4,54 m2, sehingga total luasnya = 485,54 m2. Bangunan gedung BNN Kabupaten Tulungagung terdiri dari 2 lantai. Di BNN Kabupaten Tulungagung tidak memiliki rumah dinas. Pos satpam yang ada di BNN Kabupeten Tulungagung sudah include dengan pembangunan gedung.

IMG-20180213-WA0061Pagar yang ada di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung dalam form revaluasi memiliki kode barang 4040104001 dengan nama barang pagar permanen. Tanggal perolehan pagar permanen adalah 22 November 2013. Adapun kosisi pagar saat ini adalah baik. Luas pagar yaitu 556,55 m2. Pagar permanen dibangun diatas tanah milik Pemda, memiliki kode satker 12.13.13.1.20.12.1.20.12, dan Kode Barang 01.11.04.01. Posisi pagar berada di kompleks Perkantoran menghadap Jl. Sultan Agung III. Pembangunan dan luas pagar sudah include dengan parkiran dan perkerasan, dan jika dirinci luas per item adalah pagar = 133 m2, parkir = 63,24 m2, perkerasan paping = 359,99 m2, sehingga total luasnya adalah 556,55 m2. Khusus untuk pagar samping kanan dan belakang dimiliki oleh Pemkab Tulungagung.

Revaluasi asset tetap yang dilaksanakan di BNN Kabupaten Tulungagung didasarkan pada PSAK 16 tentang asset tetap dan PSAK 48 tentang penurunan nilai asset tetap. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung perlu melalukan revaluasi asset (penilaian kembali), alasannya karena pada aplikasi SIMAK BMN semua asset yang dimasukkan ke dalam aplikasi semuanya disusutkan, padahal kenyataannya di lapangan untuk nilai asset gedung dan bangunan serta pagar permanen nilainya semakin bertambah. Revaluasi dilakukan dengan tujuan agar nilai asset mencerminkan nilai yang sebenarnya.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung dalam melakukan revaluasi (penilaian kembali) bekerjasama dengan (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang.  Adapun sebelum dilakukan penilaian dan observasi lapangan terhadap ukuran luas gedung dan pagar oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang, Badan  Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung harus mengajukan berkas-berkas kepada Kepala KPKNL Malang. Adapun berkas-berkasnya meliputi:

  1.  Surat pengantar dari BNN Kabupaten Tulunggung;
  2. Kertas kerja inventarisasi kuasa pengguna barang  (bangunan dan gedung);
  3. Formulir pendataan objek penilaian kembali (Form – 02.a bangunan);
  4. Dokumentasi gedung BNN Kabupaten Tulungagung;
  5. Kartu Identitas Barang (KIB);
  6. Dokumentasi tanah kosong timur kantor camat kedungwaru;
  7. Surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB);
  8. Surat perjanjian kerjasama antara BNN dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung;
  9. Surat laporan peresmian gedung BNNK Tulungagung;
  10. Dokumentasi pagar BNN Kabupaten Tulungagung;
  11. Berita acara peemeriksaan dan serah terima pekerjaan;
  12. Laporan kondisi barang.

IMG-20180213-WA0066Dokumen dikirimkan kepada kepala KPKNL Malang pada tanggal 21 Desember 2017. Kemudian untuk dilakukan revaluasi pada bulan Februari s.d April 2018.

Tujuan aplikasi revaluasi BMN:

  1. Membantu proses pelaksanaan Penilaian Kembali, mulai dari persiapan data awal, pelaksanaan, pelaporan, dan tindaklanjut sehingga Penilaian Kembali BMN menjadi lebih mudah, cepat, efektif dan efisien.
  2. Digitalisasi seluruh dokumen Penilaian Kembali BMN.
  3. Terbentuk database nasional hasil Penilaian Kembali BMN.
  4. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Penilaian Kembali BMN seluruh unit secara online dan realtime.

Dari uraian pembahasan  ini maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan di BNN Kabupaten Tulungagung adalah pada aplikasi SIMAK BMN semua asset yang dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut semuanya disusutkan. Padahal kenyataannya di lapangan, untuk asset gedung dan bangunan serta pagar nilainya dari tahun ke tahun selalu bertambah. Oleh karena itu, BNN Kabupaten Tulungagung bekerjasama KPKNL Malang membuat revaluasi asset (penilaian kembali). Tujuan revaluasi dilakukan adalah agar nilai aset gedung dan bangunan serta pagar nilaiya mecerminkan keadaan yang sebenarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>