Peran Bumdesa Al-Hidayah Memberdayakan Ekonomi Masyarakat Desa Gondang

IMG-20180209-WA0004Penulis Inda Ni’matun Nada Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung yang sedang menyelesaikan Magang/PPL di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tulungagung

Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) merupakan pilar kesejahteraan bangsa karena BUMDesa tidak lain adalah usaha yang didirikan atas dasar komitmen bersama masyarakat bawah, masyarakat akar rumput, yaitu masyarakat desa, untuk saling bekerja sama, bergotong royong, dan menggalang kekuatan ekonomi rakyat demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa.

Undang-undang nomor 6 tahun 2014 ,tentang desa menyebutkan bahwa Badan Usaha Milik Desa ( BUMDesa) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahka guna mengelola aset , jasa pelayanan , dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahterakan masyarakat desa. Berdasarkan Peraturan Menteri Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia nomer 4 tahun 2015 menjelaskan tentang tujuan dari pendirian BUMDesa adalah :

  1. Meningkatkan perekonomian desa;
  2. Mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa;
  3. Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa;
  4. Mengembangkan rencana kerja sama antar desa dan/atau dengan pihak ketiga;
  5. Menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga;
  6. membuka lapangan pekerjaan;
  7. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum,pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa;
  8. Meningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan asli desa

IMG-20180209-WA0000Sebagai satuan politik terkecil pemerintah desa memiliki posisi strategi sebagai pilar pembangunan nasional. Desa memiliki banyak potensi tidak hanya di jumlah penduduk, tetapi juga ketersediaan sumberdaya alam yang melimpah, jika kedua potensi ini bisa di kelola dengan maksimal maka akan memberikan kesejahteraan bagi penduduk desa. Akan tetapi, di sadari bahwa selama ini pembangunan pada tingkat desa masih memiliki banyak kelemahan. Kelemahan pembangunan pada tingkat desa antara lain disebabkan tidak hanya karena persalan sumberdaya manusia yang kurang berkualitas tetapi juga disebabkan karena persoalan keuangan. Berbagai upaya telah dlakukan pemerintah dengan menggelontorkan berbagai dana untuk program pembangunan desa yang salah satunya adalah melalui BUMDesa

Ada 4 tahapan pembentukan BUMDesa, pertama musayawarah untuk menghasilkan kesepakatan. Kedua, perumusan kesepakatan bersama BUMDesa. Ketiga, pengusulan materi kesepakatan sebagai rancangan (Draft) peraturan desa. Keempat, penerbitan peraturan desa, jenis usaha yang dapat dikembangkan melalui BUMDesa diantaranya, pertama bidang usaha bisnis social melalui usaha air minum desa, usaha listrik desa dan lumbung pangan. Kedua, bidang usaha bisnis penyewaan melalui usaha alat transportasi perkakas pesta, gedung pertemuan, ruko, dan tanah milik BUMDesa. Dan yang ketiga bidang usaha perantara (Brokering) melalui jasa pembayaran seperti BRI link, jasa keuangan melalui akses kredit dan peminjaman, usaha bersama seperti desa wisata.

IMG-20180201-WA0001Di Tulungagung sudah sendiri menurut data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa telah berdiri 197 BUMDesa dan sekitar 128 BUMDesa yang masih aktif, diantara bebrapa BUMDesa tersebut ada bebrapa BUMDesa terbaik yang jumlah kurang lebih ada 10 dikarenakan mempunyai asset yang banyak dan pengelolaan yang cukup baik. Salah satunya yaitu desa Gondang

Tentang gambaran kondisi desa ini, luas wilayah Desa Gondang untuk pemukiman seluas 19,035 ha dan pertanian/sawah seluas 59,640 ha. Desa Gondang termasuk desa dengan jumlah penduduk relatif kecil, yaitu 3.277 jiwa, dengan perincian 1.659 laki dan 1.618 perempuan, yang terbagi

dalam 1.134 KK (Kepala Keluarga). Usia penduduk desa yang temasuk dalam angkatan kerja berjumlah 1.868 orang, sedangkan yang masih dalam status pengangguran mencapai 83 orang. Mata pencaharian penduduk cukup beragam, namun dapat dikla sifi kasikan ke dalam sejumlah sektor berikut ini : petani 371 orang (24,92%), peternak 443 orang (29,75%), pedagang 107 orang (7,19%), pengrajin 258 orang (17,33%), PNS/TNI/POLRI 152 orang (10,21%) dan sektor informal 158 orang (10,61%). Dari jumlah itu, struktur mata pencaharian didominasi oleh peternak yang mencapai 29,75% diikuti pe tani (24,92%). Tingkat pendidikan penduduk sudah cukup merata, walaupun sebagian besar hanya berpendidikan SD yakni sebanyak 1.012 orang (44,08%), sedangkan SMP 719 orang (31,32%), SMA 442 orang (19,25%) dan Perguruan Tinggi 123 orang (5,35%). Sementara penduduk yang tidak bersekolah teridentifi kasi hanya 1 orang. SaEdisi November 2014 Profifi l BUMDes 15 rana pendidikan juga telah tersedia, khususnya untuk pendidikan dasar, mulai TK, SD/sederajat dan SLTP/sederajat. Dari total 1.134 KK, di terdapat 172 KK miskin (keluarga pra sejahtera), sedangkan 618 KK masuk kategori Keluarga Sejahtera I, 189 KK kategori Keluarga Sejahtera II, 19 KK kategori Keluarga Sejahtera III dan 16 KK merupakan Keluarga Sejahtera III Plus.

Alasan dibentuknya BUMDesa Al-Hidayah ini yaitu dulu sebelum adanya BUMDesa namanya UPK (Unit Pengelola Keuangan) dan selanjutnya di kembangkan menjadi BUMDesa (Bada Usaha Milik Desa) untuk menyamakan asset desa, yang mendapat dana dari Gerdutaskin (Gerakan Terbaru Masyarakat Miskin)

IMG-20180131-WA0008Selain itu salah satu penyebab berdirinya BUMDesa Al-hidayah ini yakni pada waktu Tahun 2006 karena kebanyakan masyarakat di Desa Gondang ini kebanyakan home industry maka membutuhkan biaya untuk produksi, biaya produksi ini kebanyakan berhutang ke bank titil, dan bunga dari bank titil ini besar, oleh karena itu perangkat desa setiap perkumpulan itu membahas tentang perekonomian warga masyarakat,padahal di desa Gondang sendiri banyak sekali home industry seharusnya perekonomiannya harus lebih baik.

Perlu diketahui, BUMDes pada awalnya bernama Unit Pengelola Keuangan (UPK) adalah merupakan sebuah lembaga keuangan di desa yang dibentuk berdasarkan Musyawarah Desa pada pengelolaan Program Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan (Gerdu- Taskin) yang diluncurkan oleh Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2002, khususnya untuk desa-desa/ kelurahan yang memiliki kategori merah dan kategori kuning. Kebijakan pengembangam Pro gram Gerdu-Taskin didasarkan pada pendekatan Tridaya, yakni Pemberdayaan Manusia, Pemberdayaan Usaha dan Pemberdayaan Lingkungan yang diimplementasikan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai pelaku kegiatan. Dalam pendekatan ini kelompok masyarakat miskin diberi peluang

Pengurus melakukan tugasnya sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Pengurus bertugas sebagai pelaksana dan penanggung jawab utama atas semua kegiatan yang dikelola oleh BUMDesa. Setiap keputusan yang di ambil harus di musyawarahkan terlebih dahulu dan setelah ditemukan kata sepakat baru di sosialisasikan ke anggota dan dilaksanakan oleh Pengurus

Sumber Dana Modal BUMDesa Al-Hidayah

Pada Oktober tahun 2007 desa Gondang memperoleh hadiah lomba sebesar Rp. 36.000.000 yang pengelolaannya dipercayakan kepada UPKu, Oktober tahun 2008 mendapat program CCB dengan dana sebesar Rp. 15.435.000, PWTAD dilaksanakan pada bulan November tahun 2008 dengan dana Rp. 15.000.000 Program desa mandiri dan program desa pinggiran hutan. Program-pragram yang dana nya berasal dari kabupaten se perti PPK, UED-SP juga dikelola oleh UPK. Dengan mengacu pada pola manajemen dan pengelolaan keuangan desa yang satu atap, maka pada tahun 2010 UPKu dipercaya untuk menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)

Unit Usaha BUMDesa Al-Hidayah

  • Pande Besi
  • Industri Kue
  • Anyaman Bambu
  • Simpan Pinjam
  • Tas Kue dan Kemucing

Prestasi BUMDesa Al-Hidayah

IMG-20180123-WA0001Dulu sebelum dibentuknya BUMDesa namanya adalah UPK itu pernah menorehkan prestasi Dalam perkembangannya, UPK Al-Hidayah dalam setiap tahunnya terenumeratori masuk sebagai UPK kategori SEHAT dan di dukung desa yang memenangkan lomba desa tingkat propinsi sehingga beberapa program masuk ke wilayah gondang. Pada Oktober tahun 2007 desa Gondang memperoleh hadiah lomba sebesar Rp. 36.000.000,  selain itu BUMDesa Al-Hidayah ini sering di kunjungi untuk study banding dari luar kota, ada dari Sulawesi, Sumatra, Jombang dan lain sebaginya.

Kendala BUMDesa Al-Hidayah

Kendala dari BUMDesa Al-Hidayah ini yaitu pada unit simpan pinjamnya yang terkadang ada kredit macet, dalam setiap lembaga keuangan namanya kredit macet ini selalu ada. Cara mengatasi kredit macet tersebut yakni direksi keuangan meminta izin ke direksi utama untuk dilakukan pengecekan ke rumah-rumah warga yang mengalami kredit macet. Setelah itu ketika direksi utama mengizinkan maka direksi keuangan segera bergerak cepat, kendala dari masyarakat itu kebanyakan untuk biaya sekolah anak.

Dengan Potensi perekonomian yang dimiliki oleh desa Gondang diharapkan perekonomian desa Gondang khususnya BUMDesa nya semakin maju dengan unit-unit usaha yang dimilik. Hanya perlu peningkatan, mengingat bahwa desa Gondang ini sudah dijadikan sebagi desa yang disoroti oleh DPMD untuk dilakukan study banding dari berbagi kota tetangga, bahkan dari luar pulau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>