BUMDesa Wahana Lestari Desa Babadan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung Membangun, Memperkuat Dan Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi

P80201-123056Riva Lailatul Maqhfiroh Jurusan Ekonomi Syariah Mahasiswa PPL / Magang FEBI IAIN Tulungagung bertempat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tulungagung.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) merupakan pilar kegiatan ekonomi di desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial, yang didirikan atas dasar komitmen masyarakat bawah yaitu masyarakat desa, untuk saling kerja sama, gotong royong  dan menggalang kekuatan ekonomi rakyat demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa. Betapa pentingnya membangun Indonesia dari desa dan daerah pinggiran dan BUMDES adalah salah satu kuncinya, pada perkembangannya dikeluarkan UU No.6 Tahun 2014, tentang Desa menyebutkan bahwa BUMDES adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisajkan guna mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk menyejahterakan masyarakat desa. Hal tersebut sesuai dengan tujuan pendirian sebuah BUMDES pada umumnya, yaitu:

  1. Meningkatkan perekonomian desa
  2. Meningkatkan pendapatan asli desa
  3. Meningkatkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat
  4. Menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa.

IMG-20180205-WA0000Di Tulungagung sendiri menurut data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa telah berdiri 197 BUMDES  dan sekitar 128 BUMDES yang masih aktif, diantara beberapa BUMDES yang aktif dan terbaik, salah satunya yaitu BUMDES “Wahana Lestari” yang berada di desa Babadan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung dengan batas-batas wilayah yaitu : Sebelah Utara Berbatasan Desa Talang Sendang,  Sebelah Timur Berbatasan Desa Sukowidodo, Sebelah SelatanBerbatasan Desa Bungur, Sebelah Barat Berbatasan Desa Kates Kauman. BUMDES “Wahana Lestari” resmi didirikan pada tanggal 10 Mei 2014, di mana embrio dari lembaga ini adalah Unit Pengelola Keuangan dan Usaha / UPKu Lancar Jaya yang merupakan lembaga yang dibentuk dari progran Gerakan Terpadu Pengentasan Kemiskinan /GERDU TASKIN yang diterima Desa Babadan di tahun 2009, sesuai dasar hukum dari BUMDES adalah di terbitkannya PERDES tentang BUMDES dan SK Kepala Desa tentang susunan kepengurusan BUMDES.Struktur Organisasi “Wahana Lestari”sebagai berikut:

bagan

    Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Pengurus mengacu pada ketentuan yang telah di tetapkan dalam AD/ART BUMDES “Wahana Lestari”.

Jenis Unit Usaha :

  1. Simpan Pinjam

Unit Usaha Simpan Pinjam merupakan Unit Usaha yang pertama kali didirikan oleh BUMDES “Wahana Lestari” dengan modal awal Rp. 40.470.000,-Merupakan salah satu pemberdayaan usaha digunakan untuk unit simpan pinjam, dengan memberikan pinjaman permodalan kepada masyarakat miskin sebagai prioritas utama, menerima simpanan / tabungan dari masyarakat dalam bentuk simpanan sukarela, pengembangan kredit : Sekarang melayani kredit pembelian sepeda motor baru maupun bekas terhadap masyarakat sekitar Babadan yang membutuhkan dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dari masyarakat, untuk modal usaha, memperbesar usaha dan kemudian kita kembangkan unit sektor simpan pinjam tersebut dimana, dengan modal asset sekarang Rp. 278.704.300,-

  1. Sektor Riil

Dalam sektor riil unit usaha BUMDES “Wahana Lestari” terdiri dari 4 sektor :

  1. Unit Pertokoan

Unit pertokoan adalah salah satu usaha yang dikelola BUMDES “Wahana Lestari”, yang berada di depan balaidesa Babadan yaitu di kantor sekertariatan BUMDesa. Dengan modal awalnya yang dibutuhkan Rp. 59.000.000,-.  Dengan adanya unit pertokoan ini menyediakan sembako dan alat tulis kantor dengan harga yang murah diharapkan tujuan utamanya yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian usaha ekonomi yang dapat  memberikan fasilitas masyarakatnya terpenuhi serta tempat pemasaran hasil produksi usaha kecil masyarakat desa.

  1. Unit Pengelolaan lahan tebu

Rendahnya pendidikan, tersedianya lahan pertanian yang pengaiarannya cukup sulit dan adanya jenis tanaman yang cukup menjanjikan tetapi masih kurang diminati yaitu tebu dan kaya akan SDM maka, perlu dikembangkannya pengolahan lahan tebu, sehingga BUMDesa mengembangkannya dengan menyewa lahan bengkok desa untuk ditanami tebu, dan memanfaatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Dari sinilah diharapkan nantinya akan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan menciptakan kreasi usaha baru demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

IMG-20180109-WA0028

  1. Unit PPOB / BRI LINK

Seiring kebutuhan masyarakat yang meningkat dan membutuhkan fasilitas, BUMDesa Wahana Lestari menyediakan fasilitas jasa: (1). Pembayaran rekening listrik, pulsa, angsuran  kredit sepeda motor dan asuransi. (2). Melakukan kegiatan transaksi perbankan. Dengan adanya fasilitas dari BUMDesa dimana masyarakat sekitar dapat membayar  rekening listrik, pulsa, angsuran  kredit sepeda motor dan asuransi serta dapat melakukan transaksi perbankan di sekertariatan BUMDesa pada waktu jam kerja dan tidak harus pergi keluar daerah, karena BUMDesa telah bekerja sama dengan Bank BRI. Dengan modal awal BUMDesa Wahana Lestari yang dibutuhkan Rp. 10.000.000,-

  1. Unit pengolahan gula merah

Adanya potensi lahan tebu yang cukup melimpah di desa Babadan dan sekitarnya maka, BUMDesa Wahana Lestari menciptakan unit usaha pengolahan gula merah dengan modal awal yang dibutuhkan Rp. 340.000.000,-Yang diharapkan kedepanya dapat menjaga stabilitas harga tebu hasil produksi masyarakat dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Berdasarkan unit usaha yang telah dijalankan BUMDES “Wahana Lestari” ,perkembangan modal s/d 31 Desember 2016:

  1. Simpanan pokok & wajib                    = Rp.      4.905.000,-

2.  Simpanan masyarakat                         = Rp.  173.287.728,-

3.  Modal  tetap                                        = Rp.  141.420.000,-

4.  Dana kas desa                                     = Rp.      3.378.054,-

5.  Dana cadangan umum                                    = Rp.    16.568.337,-

6.  SHU tahun berjalan                            = Rp.    23.262.712,75

__________________  +

                                                 T O T A L                =  Rp.  378.650.790,-

Dalam Alokasi Sisa Hasil Usaha, Pembagian SHU sebagai berikut :

1. Dana cadangan umum                                     = 25 %

2. Dana Pokmas                                                   = 15 %

3. Dana insentif Pengurus                                    = 25 %

4. Dana insentif Komisaris & Pengawas              = 10 %

5. Dana Pendapatan asli desa                              = 10 %

6. Dana sosial                                                       = 10 %

7. Dana pendidikan                                              =   5 %

 IMG-20180201-WA0010Dengan inilah adanya BUMDES dapat meningkakan, memperkuat, membangun, dan memberi peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan harapan kedepannya selalu dapat memberikan  nilai plus bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat.

PPL merupakan serngkaian kegiatan yang diprogamkan mahasiswa dimana mahasiswa mengenal dengan baik lapangan yang kelak dapat menjadi tempat tugasnya, yang dimaksud untuk memberikan dan membekali mahasiswa dengan kemampuan yang beragam, dan melaksanakan dengan baik di dunia kerja.

Melalui karya esai ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Bapak Dr. Maftukhin, M.Ag selaku rektor IAIN Tulungagung.
  2. Bapak Dr. H. Dede Nurrohman M.Ag selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung sekaligus selaku Dosen Pebimbing Lapangan yang telah memberikan bimbingan, arahan kepada mahasiswa selama menjalani PPL .
  3. Bapak Siswahyudianto,MM selaku Kepala Laboratorium Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk bisa membuat karya esai.
  4. Bapak Drs.Eko Asistono,M.Si selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tulungagung.
  5. Bapak Iswahjudi,SIP,M.Si , Selaku Dosen Pamong yang telah memberikan arahan dan bimbingannya selama mahasiswa melaksanakan PPL.
  6. Bapak AHMAD MUHAIMIN,S.Sos , Selaku Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa yang telah memberi arahan dan bimbingan terkait ekonomi desa salama mahasiswa melaksanakan PPL.
  7. Orang tua dan keluarga yang selalu mendoakan dan mendukung dan teman – teman PPL IAIN Tulungagung di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tulungagung.
  8. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu,.Penyusun mengucapkan terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>