Strategi Mengatasi Kredit Macet di Koperasi Syariah Baitul Maal Wa Tamwil Sahara Kauman Tulungagung

IMG-20180209-WA0006Oleh Mita Purnasari Mahasiswa PPL/Magang di Koperasi Syariah  Baitul Maal Wa Tamwil Sahara Kauman  Tulungagung Program Studi Perbankan Syariah FEBI IAIN Tulungagung

BMT adalah koperasi yang dalam melakukan kegiataan usahanya yaitu baik berupa menghimpun dana maupun menyalurkan dana. BMT yang sebagai lembaga keuangan syariah harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah dan juga BMT beroperasi berlandaskan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang pada intinya menerapkan bahwa dana pada dasarnya merupakan salah satu alat produksi untuk meningkatkan kesejahteraan bersama, bukan orang ataupun perorangan.

Berdasarkan ajaran Islam, ekonomi merupakan salah satu hal yang dibahas dan mempunyai aturan.  BMT sebagaimana yang dipahami orang sebagai lembaga ekonomi syariah yang dibentuk atas swadaya masyarakat dengan segala kelebihan dan kelemahannya terbukti sangatlah efektif untuk menolong atau membantu pengusaha kecil dan mikro dalam mengakses sumber dana pembiayaan.

Perekonomian syariah saat ini mulai banyak dilirik oleh sebagian masyarakat Indonesia. Karena sistem perekonimannya dianggap menguntungkan dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. Didalam sisitem ekonomi konvensional pemilik modal akan lebih dominan mendapatkan keuntungan bersama. Semakin bertambahnya perkembangan perekonomian di negara Indonesia saat ini dapat dilihat banyak bermunculan lembaga-lembaga keuangan yang menerapakan prinsip Syari’at islam seperti perbankan Syariah, Pegadaian Syariah, Asuransi Syariah dan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT), menyebabkan setiap lembaga keuangan Syariah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif karena semakin ketat tingkat persaingan bisnis maka dibutuhkan fungsi pemasaran yang baik, sehingga tujuan yang di harapkan oleh Lembaga Keuangan Syariah akan tercapai, karena pemasaran merupakan faktor utama yang penting dalam kelangsungan hidup Lembaga Keuangan tersebut.

IMG-20180208-WA0005Dalam operasinalnya strategi pemasaran tidak hanya dibutuhkan oleh perbankan saja. Namun BMT sebagai lembaga keuangan mikro juga penting akan adanya strategi pemasaran yang dimiliki untuk kelangsungan hidup BMT. Secara konsep BMT menghendaki adanya bebas riba dan juga penerapan strategi pemasarannya sesuai dengan syariah sehingga tercapainya keadilan. Hal ini mengharuskan manajemen melakukan strategi khusus untuk mempertahankan keunggulan kompetitif yakni merujuk pada menempatkannya pada suatu posisi yang menguntungkan berkaitan dengan perusahaan lainnya. Keunggulan kompetitif juga berarti kumpulan strategi untuk menentukan keunggulan suatu perusahaan dari persaingan diantara perusahaan  yang lain.

Ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi, BMT banyak mempunyai peran sampai ke lapisan bawah. Bisa dikatakan, BMT sering melakukan pendekatan dan bantuan kepada kalangan usaha kecil dan menengah untuk menolong kemajuan usaha masyarakat. Dengan pengertian sebagai diatas Koperasi Syariah BMT Sahara Kauman Tulungagung merupakan koperasi yang bergerak dalam bidang jasa simpan dan pinjam secara syariah. Kopsyah BMT Sahara berkembang sangat cepat di daerah Kauman Tulungagung dan cabang di daerah Bandung Tulungagung dengan adanya BMT Sahara bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Kopsyah BMT Sahara adalah salah satu lembaga keuangan syariah mikro yang beralamatkan di Ruko Kembangsore No. A2 Bolorejo Kauman Tulungagung. Selain kantor pusat yang terletak di Bolorejo Kauman Tulungagung, Kopsyah BMT Sahara juga membuka kantor cabang di Bandung Tulungagung yang beralamatkan Jl. Raya Bakalan No. 7 Suruhan Kidul Bandung Tulungagung. Salah satu didirikannya Kopsyah BMT Sahara yaitu ingin memberikan sumbang kasih kepada masyarakat, yang khususnya anggota agar mampu mewujudkan kehidupan keluarga dan masyarakat yang sejahtera.

Kopsyah BMT Sahara adalah sebuah lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) yang berperan sebagai penggerak dan media penghubung antara aghniya’ (pihak yang kelebihan dana), dan dhu’afa (pihak yang kekurangan dana) dengan menerapkan prinsip muamalah islam. Hal ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang sering kali terperosok dengan tangan-tangan rentenir yang menggunakan bunga yang tinggi dan hanya bertujuan profit oriented.

BMT Sahara didirikan pada tanggal 10 Maret 1999 dan beroperasi secara legal dengan Sertifikat Operasi yang dikeluarkan oleh Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (PINBUK) Nomor : 10115/SO/Pinbuk/III/1999 sebagai Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) BMT binaan PINBUK berdasar naskah kerja sama antara Bank Indonesia dengan PINBUK Nomor : 003/MOU/PH.BK.PINBUK/IX-95 tanggal 27 September 1995. Kemudian BMT Sahara diperkuat dengan Badan Hukum dari Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah yang disahkan oleh Kantor Koperasi dan UKM melalui SK Nomor : 188.2/164/BH/XVI.29/304/XII/2006.

IMG-20180208-WA0004Kopsyah BMT Sahara sebagai lembaga keuangan alternatif yang didirikan oleh, dari dan untuk masyarakat ingin memberikan harapan baru bagi pengembangan ekonomi masyarakat bawah. Ini karena perputaran dananya semaksimal mungkin digunakan untuk masyarakat sendiri sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan dan tradisi masyarakat.

Kata “kredit” berasal dari bahasa latin credo yang berarti “saya percaya”, yang merupakan kombinasi dari bahasa Sanskerta cred yang artinya “kepercayaan”, dan bahasa latin do yang artinya “saya tempatkan”. Kredit yang diberikan oleh bank didasarkan atas kepercayaan sehingga pemberian kredit merupakan pemberian kepercayaan terhadap nasabah. Oleh karena itu pemberian kredit oleh bank dimaksudkan sebagai salah satu usaha untuk mendapatkan keuntungan, maka bank hanya boleh meneruskan simpanan masyarakat kepada nasabahnya dalam bentuk kredit jika ia betul-betul yakin bahwa si debitur akan mengembalikan pinjaman yang diterimanya sesuai dengan jangka waktu dan syarat-syarat yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Hal tersebut menunjukan perlu diperhatikannya faktor kemampuan dan kemauan, sehingga tersimpul kehati-hatian dengan menjaga unsur keamanan dan sekaligus unsur keuntungan dari suatu kredit.

Kredit Macet atau pembiayaan bermasalah adalah suatu kondisi pembiayaan yang ada penyimpangan (deviasi) atas terms of lending yang disepakati dalam pembayaran kembali pembiayaan itu sehingga terjadi keterlambatan, diperlukan tindakan yuridis, atau diduga ada kemungkinan potensi loss. Dalam portofolio pembiayaan, pembiayaan bermasalah masih merupakan pengelolaan pokok, karena resiko dan faktor kerugian terhadap risk asset tersebut akan memengaruhi kesehatan.

Didalam prakteknya kredit macet disebabkan oleh 2 (dua) unsur sebagai berikut :

1)      Dari pihak lembaga

Artinya dalam melakukan analisisnya, pihak analisis kurang teliti, sehingga apa yang seharusnya terjadi, tidak diprediksi sebelumnya atau mungkin salah dalam melakukan perhitungan. Dapat pula terjadi akibat kolusi dari pihak analisis kredit dengan pihak debitur sehingga dalam analisisnya dilakukan secara subjektif.

2)      Dari pihak anggota/nasabah

Dari pihak anggota/nasabah kemacetan kredit dapat dilakukan akibat 2 hal yaitu:

  1. Adanya unsur kesengajaan.

Dalam hal ini nasabah sengaja untuk tidak membayar kewajibanya kepada lembaga sehingga kredit yang diberikan macet. Dapat diakatan adanya unsur kemauan untuk membayar.

  1. Adanya unsur tidak sengaja.

Artinya si debitur mau membayar akan tetapi tidak mampu. Contohnya kredit yang dibiayai mengalami musibah seperti kebakaran, hama, kebanjiran dan sebagainya. Sehingga kemampuan untuk membayar kredit tidak ada.

IMG-20180208-WA0002Dalam hal kredit macet pihak BMT perlu melakukan penyelamatan, sehingga tidak akan menimbulkan kerugian. Penyelamatan yang dilakukan apakah dengan memberikan keringanan berupa jangka waktu atau angsuran terutama bagi kredit terkena musibah atau melakukan penyitaan bagi kredit yang sengaja lalai untuk membayar. Terhadap kredit yang mengalami kemacetan sebaiknya dilakukan penyelamatan sehingga BMT tidak mengalami kerugian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>