Pengembangan Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung

Penulis Ngindana Maidatus Solikah Mahasiswa Ekonomi Syariah FEBI IAIN Tulungagung yang sedang PPL/Magang di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung

Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah sebuah Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan dibidang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), psikotropika, precursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol. Badan Narkotika Nasional (BNN) dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden melalui koordinasi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Dasar hukum Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional. Sedangkan pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung didasari oleh Perka BNN Nomor 04 Tahun 2010 tentang  Organisasi dan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung didirikan yang secara vertikal bertanggungjawab ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia.

Pada Tahun 2015, BNN Kabupaten Tulungagung mendapat alokasi dana dari APBN dan APBD dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Dengan dukungan anggaran tersebut, Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Badan Narkotika Nasional Kabupaten Tulungagung telah diupayakan untuk menyentuh langsung melalui kegiatan pemberdayaan dan pembentukan kader di Lingkungan Sekolah, Kampus, Instansi Pemerintah dan Swasta / Organisasi Swasta / LSM serta Lingkungan Masyarakat.

Pada tahun 2018 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung khususnya jurusan Ekonomi Syariah mengadakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswanya. PPL tersebut dilaksanakan pada perusahaan-perusahaan swasta maupun instansi pemerintah. Selain itu mahasiswa juga diberi kebebasan dalam menentukan tempat PPL. Penyusun akhirnya memilih di BNN Kabupaten Tulungagung,  Karena penyusun ingin mengetahui tugas dan fungsi pokok BNN Kabupaten Tulungagung, kegiatan-kegiatan yang dilakukan BNN Kabupaten Tulungagung, cara memperoleh dan mengolah data-data, serta kemajuan-kemajuan yang dicapai BNN Kabupaten Tulungagung dimana informasi yang diperoleh dapat menjadi pelajaran berharga dan menambah pengalaman penyusun.

Pada waktu pelaksanaan PPL di BNN Kabupaten Tulungagung tentunya banyak ditemukan berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Di dalam laporan ini penyusun ingin mengangkat salah satu permasalahan yaitu kurang luasnya gedung BNN  Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan dalam program P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) dikarenakan kebijakan BNN RI yang tidak berkenan terhadap BNN Kabupaten / Kota dalam pengembangan gedung yang kepemilikan tanahnya bukan milik sendiri tetapi milik pemerintah daerah. Alasannya selama praktik yang kami jalani, kami mengamati bahwasanya perlunya perluasan dan pengembangan gedung BNN Kabupaten Tulungagung. Sehingga sangat menarik untuk di angkat dan di bahas.

Dalam pelaksanaan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di BNN Kabupaten Tulungagung penulis menemukan permasalahan dibagian fasilitas dalam melayani pasien rehabilitas (tes urine). Kami mengamati bahwa kurang luasnya gedung BNN Kabupaten Tulungagung ini karena pada saat melayani tes urine banyak yang mengantri hingga tempat tunggu tidak muat untuk menampung, sehingga harus duduk dilantai. Selain itu kami mengamati ruang kerja semakin padat karena meningkatnya volume arsip dari tahun ketahun sehingga terpengaruh terhadap kenyamanan kerja Pegawai. Dan tahanan tidak memiliki tempat khusus sehingga apabila BNN Kabupaten Tulungagung berhasil razia atau menangkap pelaku tindak pidana narkoba harus di titipkan polres, hal ini terjadi dikarenakan kebijakan BNN RI yang tidak berkenan terhadap BNN Kabupaten / Kota dalam pengembangan gedung yang kepemilikan tanahnya bukan milik sendiri tetapi milik pemerintah daerah.

Tanggapan dari pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung terhadap mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) IAIN Tulungagung sangat baik. Ketika memasuki masa PPL di BNN Kabupaten Tulungagung kami disambut dengan hangat oleh para pegawai terutama oleh kepala BNN Kabupaten Tulungagung yaitu Djoko Purnomo, S.H., M.H. Selama melaksanakan PPL di sana, kami selalu dibimbing dan diberi arahan terkait pekerjaan-pekerjaan yang terdapat di BNN Kabupaten Tulungagung.

Sedangkan tanggapan mengenai permasalahan yang kami hadapi di BNN Kabupaten Tulungagung adalah sangat bagus karena setiap tahun kami mengajuan RKBMN ( Rencana Kebutuhan Barang Milik / Kekayaan Negara ) ke Eselon 1 yaitu BNN RI salah satunya untuk pengajuan  pengembangan gedung BNN Kabupaten Tulungagung namun hingga kini belum disetujui dikarenakan kebijakan BNN RI yang tidak berkenan terhadap BNN Kabupaten / Kota dalam pengembangan gedung yang kepemilikan tanahnya bukan milik sendiri tetapi milik Pemerintah Daerah.

Pembahasan dari permasalahan dan solusi mengenai penulisan ini adalah :

  1. A.    Permasalahan
    1. 1.      Kurangangnya Kesan Positif Pasien Akibat Tidak Adanya Ruang Tunggu Pasien BNNK  Kabupaten Tulungagung

Ruang tunggu Klinik Tunas Asih BNN Kabupaten Tulungagung.merupakan suatu ruangan yang berfungsi sebagai penerima / pengunjung pasien rawat jalan. Dengan ketidakadaannya ruang tunggu ini dapat mengurangi kesan positif ketika pasien dan keluarga berada di Klinik, idealnya pada saat pasien dan keluarganya berada dalam antrian diharapkan mampu mengisi waktu luangnya menikmati berbagai fasilitas seperti buku edukasi pencegahan narkoba, video terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, hal ini agar ketika dalam waktu antrian Pasien dan keluarga tidak merasa bosan.

  1. 2.      Kurang Nyamannya Pegawai dalam Bekerja

Volume Arsip dari tahun ketahun semakin bertambah sedangkan ruangan penyimpanan masih terbatas, dampak dari keterbatasan ini  mengakibkan ruang kerja semakin padat sehingga berpengaruh terhadap kenyamanan kerja pegawai. Disamping itu pula dengan ketiadaannya ruangan husus arsip sering kali pegawai kesulitan dalam mencari berkas, jika hal ini tetap dibiarkan akan menghambat kinerja apalagi tidak menutup kemungkinan dari tahun ketahun jumlah pegawai semakin bertambah seiring dengan perekrutan CPNS BNN RI.

  1. 3.      Pegawai Kesulitan dalam menjaga Tahanan

BNN Kabupaten Tulungagung senntiasa melakukan razia dan pengungkapan kasus kejahatan tindak pidana narkoba, pada saat mendapatkan tahanan setiap pegawai secara bergantin dalam menjaga di dalam ruangan Seksi Pemberantasan. Dari permasalahan tersebut ruang tahanan sangat dibutuhkan dengan standar yang baik agar dalam penjagaan bisa lebih aman dan tidak di titipkan ke Polres.

  1. B.     Solusi Pemecahan Masalah

                 Dari pembahasan diatas kami sebagai penulis memberikan solusi untuk BNN Kabupaten Tulungagung untuk mengajukan hibah tanah ke pemerintah kabupaten Tulungagung sehingga dapat perluasan Gedung BNN Kabupaten Tulungagung. Dari hal tersebut BNN kabupaten Tulungagung harus mengajuk hibah kepemerintah daerah tulungagung.  Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomer 57 tahun 2005 pasal 9 tentang penggunaan Hibah yaitu hibah digunakan untuk menunjang peningkatan fungsi pemerintahan dan layanan dasar umum serta pemberdayaan aparatur daerah. Dilihat begitu besar peran BNN Kabupaten Tulungagung terhadap daerah maka perlu pengajuan Hibah tanah ke pemerintah daerah. Selanjutnya akan diproses dan diajukan ke DPR dan akan dibahas di rapat paripurna. Apabila DPR mengesahkan dan tanah menjadi milik BNN Kabupaten Tulungagung maka pada saat pengajuan RKBMN ( Rencana Kebutuhan Barang Milik / Kekayaan Negara ) ke Eselon 1 yaitu BNN RI pengembangan gedung bisa segera dilaksanakan.

Dari uraian kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan  ini adalah dapat diketahuinya pengaruh bangunan terhadap kinerja pegawai yaitu :

  1. Kurangangnya Kesan Positif Pasien Akibat Tidak Adanya Ruang Tunggu Pasien BNNK  Kabupaten Tulungagung
  2. Kurang Nyamannya Pegawai dalam Bekerja
  3. Pegawai Kesulitan dalam menjaga Tahanan

Untuk solusi diatas adalah dengan cara mengajukan hibah tanah ke pemerintah daerah sehingga dapat memperluas Gedung BNN Kabupaten Tulungagung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>