Badan Usaha Milik Desa Cakra Usaha Desa Tapan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung

IMG-20180201-WA0007Penulis Vindy Rizka Deviana Mahasiswa Ekonomi Syariah sedang PPL/Magang di DPMD Tulungagung

Saat ini pengembangan desa menjadi focus banyak pihak tidak hanya pemerintah. Semua berharap dengan berkembangnya desa khususnya ekonomi desa akan membawa perubahan positif bagi ekonomi secara nasional.

Desa memiliki banyak potensi untuk mencapai harapan di atas apabila dikelola secara maksimal oleh masyarakatnya. Pemanfaatan terhadap banyak potensi tersebut yang dimiliki oleh desa ini tentu dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat desa yang tujuannya mensejahterakan kehidupan.

Program DPMD yaitu telaah usulan Program dan Kegiatan masyarakat ini didasarkan oleh pemikiran bahwa dalam rangka mencapai Sasaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa maka hal tersebut diatas perlu dilaksanakan dan dicapai oleh pengemban delegasi. Ada beberapa kegiatan yang mendukung Sasaran dan tujuan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa namun belum terakomodir dalam APBD murni, antara lain Evaluasi Pendataan Administrasi dan Kekayaan Desa, Fasilitasi BUMDes Bersama, Pengelolaan SDA berbasis TTG dan lainnya. Serta ada pula beberapa kegiatan yang karena pagu anggaran kurang mencukupi untuk pelaksanaan kegiatan maka akan diusulkan kembali baik pada PAPBD Tahun Anggaran 2017 atau APBD di Tahun Anggaran 2018

IMG-20180209-WA0019Potensi yang ada saat ini yang dapat dijadikan sebagai penggerak ekonomi desa adalah pembangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Adanya BUMDes akan menjadi lokomotif bagi berkembangnya ekonomi desa yang dapat mensejahterakan dan mengurangi kemiskinan masyarakat desa.

Adapun berbagai macam jenis BUMDes dapat dikerjakan oleh masyarakat desa yaitu: serving (bisnis sosial) seperti usaha air minum; banking (layanan bisnis uang) seperti lembaga perkreditan desa; renting (penyewaan) seperti penyewaan traktor; brokering (lembaga perantara) seperti jasa pembayaran listrik, PAM; trading (berdagang) seperti pabrik es; holding (usaha bersama) seperti desa wisata dan masih banyak lainnya.

Jenis-jenis usaha BUMDes ini dapat dikembangkan dengan baik jika masyarakat desa dapat bekerja sama. Untuk membentuk kerjasama antar masyarakat desa tidak mudah. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan pengembangan BUMDes ini dengan tujuan memberikan pengetahuan dan dapat memotivasi masyarakat desa untuk lebih berkembang.

IMG-20180209-WA0023Tulungagung merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki 271 desa, salah satunya ialah Desa Tapan. Desa Tapan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kedungwaru. Kecamatan Kedungwaru terdiri dari 19 desa/kelurahan. Di daerah Kecamatan Kedungwaru ini merupakan daerah padat penduduk.Di ujung utara Desa Tapan berbatasan langsung dengan Ngujang, di ujung timur berbatasan langsung dengan Desa Bangoan, di ujung Selatan berbatasan langsung dengan Desa Gendingan dan di ujung Barat berbatasan langsung dengan Desa Ketanon.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Kabupaten Tulungagung telah berdiri 197 BUMDesa dan sekitar 128 BUMDesa yang masih aktif, yang salah satunya adalah BUMDesa di Tapan ini yang di dirikan pada tanggal 8 September 2016 berdasarkan peraturan desa Tapan nomor 06 tahun 2016 bahwa dalam rangka meningkatkan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat serta untuk mewadai berbagai kegiatan usaha ekonomi desa, pemerintah desa Tapan mendirikan BUMDesa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa. Lalu pada tanggal 4 Januari 2017 berdasarkan Surat Keterangan Keputusan Kepala Desa Tapan nomor 03 tahun 2017 terjadi perubahan kepengurusan BUMDesa (pelaksanaan operasional) BUMDesa Cakra Usaha. Awalnya BUMDesa Cakra Usaha ini adalah peleburan dari Gerdu Taskin yang masih mepunyai 1 unit usaha simpan pinjam. Namun setelah dilebur menjadi BUMDesa unit usaha itupun juga pertambah yaitu unit usaha di bidang perdagangan, pertanian, peternakan, perikanan dan jasa online.

Struktur Organisasi dan Tupoksi BUMDesa “CAKRA USAHA” yaitu :

  1. Struktur Organisasi

NO

JABATAN

NAMA

1.

Penasehat Kepala Desa

2.

Pengawas Agus Arifin, S.Pd
    Salamun
    Moh. Syaiful Kholik, S.Pd

3.

Ketua/Dirut Listiani

4.

Sekretaris/Dir Administrasi Eka Mardiana Wati

5.

Bendahara/Dir Keuangan Yulia Ima Nurpitasari, SE.

6.

Humas Bambang Tri Wahyudo

7.

Unit Usaha Perkreditan dan aneka jasa Suci Kristian Safitri

  1. Anggota
Sulimah

8.

Unit Usaha Pertanian Heru Sugiarto,SH

9.

Unit Usaha Peternakan Sudirman,ST

10.

Unit Usaha Perikanan Moh. Khoirul Anam

11.

Unit Perdagangan Wardoyo

Tetapi dari semua pengurus tersebut yang aktif dalam mengelola BUMDesa Cakra Usaha hanya 3 orang. Sebagaimana dikemukakan oleh informan dalam penelitian ini sebagai berikut :

“Nah untuk yang perkreditan itu mbak Sulimah sama mbak Suci nya mengundurkan diri, Kita yang aktif kerja itu sekarang cuman 3 orang ya mbak, bendaharanya juga masih riset. Berarti yang hendel pekerjaan masih 3 orang”

  1. Tupoksi
    1. Penasehat mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu :
      1. Memberikan nasihat kepada pelaksana operasional dalam melaksanakan pengelolaan BUMDesa
      2. Memberikan saran dan pendapat mengenai masalah yang dianggap penting bagi pengelola BUMDesa dan
      3. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan pengelolaan BUMDesa
    2. Pelaksana operasional (Direksi) mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu mengurus dan mengelola BUMDesa sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
    3. Pengawas mempunyai tugas pokok dan fungsi yaitu ;

i.          Menyelenggarakan rapat umum untuk membahas kinerja BUMDesa sekurang-kurangnya 1 tahun sekali

ii.          Penetapan kebijakan pengenbangan kegiatan usaha dari BUMDesa dan

iii.          Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja Pelaksana Operasional

 

Sumber Dana

Sumber dana BUMDEsa Cakra Usaha berasal dari APBDesa, APBD Kabupaten dan APBN

Permodalan :

Modal awal : Rp 83.000.000,00

Modal akhir : Rp 183.000.000,00

 

Unit dan Usaha BUMDesa Cakra Usaha

  1. Simpan Pinjam

Unit usaha simpan pinjam ini sudah ada sejak masih Gerdu Taskin dan kemudian setelah melebur menjadi BUMDesa unit usaha ini tidak begitu diprioritaskan karena untuk meminimalkan risiko. Sebagaimana dikemukakan oleh informan dalam penelitian ini sebagai berikut :

untuk simpan pinjam tetep jalan tapi kita gak begitu di fullne lah dibatesi gitu, masalahe kan untuk pinjaman itu kan risiko ya sebisa mungkin kita kurangi untuk sektor yang lain

  1. Perdagangan

Dalam unit usaha perdagangan ini menjual berbagai kebutuhan masyarakat diantaranya elpiji, galon, ATK dan keperluan foto copy, laminating.

  1. Pertanian

Untuk unit usaha pertanian lebih ke sektor penyediaan pupuk, karena mayoritas masyarakat desa Tapan bekerja sebagai petani sehingga dengan adanya unit usaha tersebut akan mempermudah para petani untuk membeli kebutuhan pupuk.

  1. Perikanan

Untuk saat ini di unit usaha perikanan hanya menyediakan sentrat ikan, tetapi untuk prospek kedepannya unit usaha perikanan ini mempunyai program bagi masyarakat yang ingin membuka usaha budidaya ikan maka bisa bekerja sama dengan BUMDesa Cakra Usaha yang juga akan menyediakan benih ikan. Sebagaimana dikemukakan oleh informan dalam penelitian ini sebagai berikut :

“untuk kedepannya kita juga udah program bagi mereka yang ingin mengelola ikan kita menyediakan benih sama sama pakannya ya nanti bisa kerjasama. Untuk sementara gitu tapi masih belum ya, kendalanya ya itu modal”.

  1. Peternakan

Pada unit usaha ini menyediakan sentrat ayam

  1. Jasa Online

Untuk mempermudah masyarakat yang ingin melakukan transaksi perbankan karena tidak perlu repot dan mengantri di kantor bank maka BUMDesa Cakra Usaha bekerja sama dengan BRI menjadi agen BRILink yaitu melayani transaksi Tarik dan Setor Tunai, Transfer sesama BRI dan Antar bank, Pembayaran PLN, TELKOM, Cicilan Kendaraan, Isi Ulang Pulsa, dan masih banyak transaksi-transaksi lain dalam BRILink tersebut. Selain menjadi agen BRILink juga melayani jasa online pembayaran BPJS dan Surat Tilang

 

Prestasi BUMDesa “CAKRA USAHA”

BUMDesa Cakra Usaha belum memiliki prestasi karena BUMDesa terebut masih baru dibentuk yaitu pada tanggal 8 September 2016 dan mulai punya kantor sendiri untuk unit-unit usahanya pada Agustus 2017. Sebagaimana dikemukakan oleh informan dalam penelitian ini sebagai berikut :

“untuk prestasi belum, masalahnya kita masih baru mbak, mulai dibentuk september 2016 lalu Agustus 2017 mulai pindah di depan sini kan dulunya kita di belakang ya jadi masyarakat belum begitu tau kalau udah ada BUMDesa disini”.

Kendala BUMDesa CAKRA USAHA

Dulu kendala BUMDesa Cakra Usaha di sektor simpan pinjam adalah kredit macet tetapi untuk sekarang kendala utamanya BUMDEsa Cakra Usaha hanya modal untuk mengembangkan unit-unit usahanya karena dari pihak pemerintah desa sendiri sangat mendukung program-program yang dijalankan BUMDesa jadi kendalanya untuk sementara ini hanya modal.

 

Usulan Kemajuan BUMDesa Cakra Usaha

BUMDesa sebagai badan usaha yangseluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan modal secara langsung dari kekayaan desa, karena itu, pengembangan BUMDesa merupakan bentuk penguatan terhadap lembaga-lembaga ekonomi desaserta merupakan alat pendayagunaan ekonomi lokal dengan berbagai jenis potensi yang ada di desa, lebih dari itu BUMDesa menjadi tulang punggung perekonomian pemerintah desa guna mencapai kesejahteaan warganya. Untuk itu usulan kemajuan BUMDesa Cakra Usaha ini jika dilihat dari kendalanya yaitu agar lebih melibatkan masyarakat dalam penyertaan modal unit usahanya sehingga tidak hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah saja. Selain itu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait BUMDes agar mampu memanfaat potensi desa bersama-sama karena masyarakat memiliki peran penting dalam tercapainya kemajuan BUMdesa sehingga bukan hanya pengelola yang mengembangkan usaha tersebut melainkan peran dari masyrakat juga sangat dibutuhkan.

Kegiatan PPL yang diadakan di DPMD Tulungagung merupakan Secara umum praktik yang bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan profesionalitas sesuai dengan kompetensi yang ada dalam prodi ekonomi syariah serta mengembangkan ilmu dengan praktik langsung di lapangan. Secara khusus untuk bagaimana peran dalam memberdayakan usaha ekonomi desa, peran dalam pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi, peran dalam partisipasi dan lembaga masyarakat, peran dalam menata pemerintahan desa. Atas nama saya sendiri, semoga dengan adanya pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan di DPMD akan memberikan ilmu dan pengalaman bagi saya. Semoga ilmu yang saya dapatkan menjadi berkah hidup saya. Dari PPL ini, saya menyajikan karya esai disesuaikan dengan pengetahuan serta pengalaman di DPMD Tulungagung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>