Implementasi Pembiayaan Akad Qard (Hutang) Di KSPPS BMT Peta Tulungagung

Oleh Anik Faidatul Khusna Mahasiswi PPL/ Magang Prodi Perbankan Syariah

Menyikapi dengan keberdaan lembaga keuangan syariah masa kini menjadi trend tersendiri dalam perekonomian. Terutama lembaga keuangan syariah berbasis unit usaha kecil dan  mikro kini sangat diminati oleh kalangan masyarakat menengah kebawah. Dengan keberadaan lembaga keuangan syariah berbasis unit usaha kecil dan mikro memberikan solusi atas permasalahaan umat muslim yang berada di kelas menengah kebawah. Berbagai macam produk berbasis syariah pun ditawarkan oleh BMT sebagai sarana mengatasi permasalahan tersebut.

KSPPS BMT PETA Tulungagung memiliki produk-produk manfaat yang berbasis syariah yang terdiri dari MURABAHAH (Jual Beli), MUSYARAKAH (Bagi Hasil), MUDHARABAH (Bagi Hasil), RAHN (Gadai), IJARAH (Jasa), QARDH (Hutang), dan QARDHUL HASAN.

Disini saya selaku penulis mengambil masalah mengenai produk manfaat pembiaayan Qardh (Hutang) yang paling sering di aplikasikan di KSPPS BMT PETA Tulungagung. Permasalahannya yaitu masyarakat di kalangan menengah kebawah yang memiliki usaha tetapi kekurangan dalam masalah permodalan, sehingga usaha yang dijalannya kurang lancar atau bahkan berhenti. Jadi dengan adanya Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah di BMT PETA Tulungagung kini masyarakat dapat melakukan pengajuan pembiayaan atau pinjaman (disertai dengan jaminan yang setara dengan pembiayaan yang diajukan) untuk menambah atau digunakan sebagai modal usaha dengan sistem bagi hasil (margin) yang tidak memberatkan masyarakat (nasabah).

Al-qardhu menurut definisinya secara syara’ adalah memberikan harta kepada orang yang mengambil manfaatnya, lalu orang tersebut mengembalikan gantinya. Adapun yang dimaksud utang-piutang menurut Chairuman Pasaribu dan Suhrawardi K.Lubis merupakan memberikan sesuatu kepada seserorang dengan perjanjian dia akan membayar yang sama dengan itu. Pengertian utang-piutang ini sama dengna perjanjian pinjam-meminjam yang dijumpai dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1754 yang berbunyi: pinjam-meminjam adalah suatu perjanjian yang mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah barang atau uang yang habis karena pemaikaian, dengan syarat bahwa pihak yang lain ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari barang atau uang yang dipinjamnya.

Landasan Hukum Qard

Dasar disyari’atkannya qardh (hutang piutang) adalah al-qur’an, hadits, dan ijma’:

  1. Dasar dari al-Qur’an adalah firman allah swt:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرَضُ اللهَ قَرْضًاحَسَنًا فَيُضَاعِقَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيْرَةً

Artinya:

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada allah pinjaman yang baik (menafkahkan harta di jalan allah), maka allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” (Q.S Al-Baqarah :245)

Sisi pendalilan dari ayat diatas adalah bahwa allah swt menyerupakan amal salih dan memberi infaq fi sabilillah dengan harta yang dipinjamkan. Dan menyerupakan pembalasannya yang berlipat ganda dengan pembayaran hutang. Amal kebaikan disebut pinjaman (hutang) karena orang yang berbuat baik melakukannya untuk mendapatkan gantinya sehingga menyerupai orang yang menghutangkan sesuatu agar mendapat gantinya.[1]

  1. Dasar dari as-sunnah :

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ اَنَّ النَّبِيًّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ قَالَ : مَامِنْ مُسْلِمٍ يُقْرِضُ مُسْلِمًا قَرْضًا مَرَّتَيْنِ اِلَّا كَانَ كَصَدَ قَةٍ مَرَّةً (رواهابن ماجه وابن حبان)

 Artinya:

“Dari Ibn Mas’ud bahwa Rasulullah SAW, bersabda, “tidak ada seorang muslim yang menukarkan kepada seorang muslim qarad dua kali, maka seperti sedekah sekali.” (HR. Ibn Majah dan Ibn Hibban)[2]

  1. Ijma’

Kaum muslimin sepakat bahwa qarad dibolehkan dalam islam. Hukum qarad adalah dianjurkan (mandhub) bagi muqrid dan mubah bagi muqtarid, berdasarkan hadits diatas.

Rukun dan Syarat Qardh

Rukun qardh (hutang piutang) ada tiga, yaitu (1) shighah, (2) ‘aqidain (dua pihak yang melakukan transaksi), dan (3) harta yang dihutangkan.

Qardh (hutang) merupakan fasilitas akad pembiayaan, dengan pinjaman kemurahan dan merupakan salah satu pembiayaan yang sering di gunakan di KSPPS BMT PETA Tulungagung. Pinjaman ini biasanya dipergunakan oleh kalangan masyarakat ekonomi menengah kebawah guna untuk memperoleh tambahan modal untuk membuka usaha atau menambah modal usaha yang sudah dijalankan. Dalam memberikan pinjaman kepada calon nasabah, pihak BMT PETA menetapkan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:

  1. WNI cakap hukum.
  2. Tidak punya masalah dengan lembaga keuangan lain.
  3. Siap untuk disurvei.
  4. Foto copy KTP Suami Istri / Orang tua : 2 lembar.
  5. Foto copy kartu keluarga : 1 lembar.
  6. Foto copy STNK / Pajak terbaru : 1 lembar.
  7. Foto copy BPKB / Sertifikat : 1 lembar.
  8. Cek fisik kendaraan montor/mobil.
  9. Menjadi anggota / calon anggota.

Jaminan yang diberikan oleh calon nasabah berguna untuk mengamankan dana yang dititipkan sebagai amanah, jaminan yang dalam bentuk surat berharga seperti : BPKB Sepeda Montor/Mobil, Akta Nikah, maupun Sertifikat Tanah, nasabah harus bersedia di survei terlebih dahulu oleh pihak lembaga untuk mempermudah lembaga dalam melakukan acc atas pengajuan pembiaayan/pinjaman agar tidak ada kendala dalam berjalannya proses pembiayaan.

Bagi nasabah yang melakukan pembiayaan dengan jangka waktu tahunan atau selama 12 bulan, dikenakan ujroh atau biaya penitipan barang atas jaminan yang dijaminkan tersebut sebesar 20% dari pembiayaan (pinjaman pokok). Sedangkan Bagi nasabah yang melakukan pembiayaan dengan jangka waktu musiman atau 3 s/d 6 bulan, dikenakan ujroh atau biaya penitipan barang atas jaminan yang dijaminkan tersebut sebesar 2,25% dari pembiayaan (pinjaman pokok).

Apabila ada nasabah pembiayaan yang menunggak pengangsuran, terlebih dahulu pihak lembaga akan memberikan surat peringatan untuk nasabah, dan jika nasabah belum membayar pengangsuran pihak lembaga akan mendatangi rumah nasabah yang sudah menunggak agar segera menyelesaikan angsuran tersebut, jika sudah terlalu lama atau terlalu banyak tunggakkan akan mempersulit nasabah itu sendiri.

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu bentuk implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di kampus dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di lapangan untuk menjadi tenaga yang profesional. Dari kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) inilah penulis menyajikan karya Esai sesuai dengan kondisi pengalaman dan realita dilapangan.

Melalui karya esai ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Bapak Dr. Maftukhin, M.Ag selaku rektor IAIN Tulungagung.
  2. Bapak Dr. H. Dede Nurohman M.Ag selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung.
  3. Bapak Siswahyudianto, MM selaku Kepala Laboratorium Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk bisa memuat karya esainya.
  4. Bapak Nur Aziz Muslim, M.HI, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah memberikan bimbingan serta pengarahan kepada mahasiswa selams menjalani PPL termasuk juga bimbingan dalam pembuatan esai.
  5. Ibu Meila Ayu Dwi S. S.Pd selaku Kepala Cabang di KSPPS BMT PETA Tulungagung.
  6. Ibu Triana Yuli Anggraini selaku Dosen Pamong yang telah memberikan bimbingan serta pengarahan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di KSPPS BMT PETA Tulungagug
  7. Orang tua dan keluarga yang selalu mendoakan dan mendukung.
  8. Seluruh pihak yang mendukung. Penyusun mengucapkan terimakasih.

 


[1] Abdullah bin Muhammad ath-Thayar, Ensiklopedi Fiqih Muamalah, Hlm.154.

[2] Wahbah Az-zuhaili, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu.  Jilid 4 Hlm. 720.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>