Mekanisme Pembiayaan Musyarakah Dan Faktor Penyebab Timbulnya Pembiayaan Bermasalah Oleh PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk KC Kediri

Penulis Yuli Nurlailiya Mahasiswa PPL/Magang Prodi Perbankan Syariah (PS-6D) NIM : 17401153138

Bank Muamalat adalah bank umum syariah yang mendasarkan operasional perbankan menggunakan prinsip syariah dan merupakan satu-satunya yang pertama beroperasi di Indonesia. Bank syariah adalah Bank yang menjalankan prinsip usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayan Rakyat Syariah. Operasional bank islam di Indonesia harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat dan negara Indonesia baik di bidang ekonomi maupun hukum.

Pada prinsipnya Bank Muamalat sebagaimana bank umum yang didefinisikan dalam UU No. 21 tahun 2008 yaitu bertugas menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf  hidup rakyat. Penyaluran dana tersebut dalam bank syariah dikenal sebagi pembiayaan (kredit) dan bukan sebagai pinjam meminjam, hal tersebut karena pinjaman merupakan salah satu metode hubungan finansial dalam Islam. Bank syariah dalam menyalurkan dananya menggunakan beberapa skema akad, yaitu: jual beli (murabahah), bagi hasil (mudharabah) dan kongsi (musyarakah). Masing-masing akad pembiayaan tersebut memiliki karakteristik yang spesifik.

Dalam analisis ini penulis akan menjelaskan mengenai mekanisme pembiayaan musyarakah. Sebelumnya definisi Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan. Akad  pembiayan  al musyarakah ini hanya dapat digunakan untuk tujuan pembiayaan produktif.

Salah satu masalah yang sangat menonjol dan cukup serius yang terjadi di Bank Muamalat Indonesia KC Kediri adalah permasalahan yang lazim dialami lembaga keuangan lainnya, yaitu pembiayaan bermasalah. Banyak sekali nasabah pembiayaan yang menunggak angsuran, baik pembiayaan Murabahah, Musyarakah maupun Mudharabah.

Selain itu, permasalahan lain juga ketika prinsip musyarakah di terapkan di Bank Muamalat Indonesia KC Kediri, ada beberapa kendala yang menyebabkan praktik yang ada di lapangan tidak sesuai dengan beberapa teori yang ada di buku-buku maupun literatur yang lainnya. Hal ini terkait dengan sesuatu yang sulit dalam membentuk nasabah atau mudharib yang memiliki watak yang jujur, dapat dipercaya, rajin, pantang menyerah dalam usaha dan terutama terbuka untuk lembaga dalam kegiatan usahanya.  Sehingga pihak Bank Muamalat Indonesia KC Kediri kebingungan untuk menentukan nisbah bagi hasilnya.

Dengan kondisi demikian maka sangat sulit untuk menerapkan prinsip musyarakah secara murni, mengingat ciri masyarakat kita secara umum suka mengeluh, etos kerja yang rendah dan tidak terbuka. Terlebih lagi masyarakat yang masih akrab dengan dengan istilah bunga dalam hal meminjam uang, hal ini adalah masalah yang harus dihadapi oleh Bank Muamalat Indonesia KC Kediri yang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memperkenalkan prinsip bagi hasil sebagai pengganti sistem bunga serta proses yang terjadi dalam tawar menawar yang belum begitu dipahami.

Tidak akan ada penyebab bila tanpa adanya akibat, dalam hal ini ada beberapa penyebab terjadinya kredit macet yang di bagi menjadi dua yaitu Faktor internal bank. Adapun faktor internal yang menyebabkan terjadinya kredit macet disebabkan oleh keteledoran bank mematuhi peraturan pemberian kredit yang telah digariskan, terlalu mudah memberikan kredit, yang disebabkan karena tidak ada patokan yang jelas mengenai dasar pemberian kredit, kurangnya jumlah eksekutif dan staf bagian kredit yang berpengalaman, lemahnya bimbingan dan pengawasan pimpinan kepada para eksekutif dan staf bagian kredit, jumlah pemberian kredit yang melampaui batas kemampuan bank, lemahnya kemampuan bank mendeteksi kemungkinan kredit bermasalah, termasuk mendeteksi arah perkembangan arus kas (cash flow) debitur lama, tidak mampu bersaing, sehingga menerima debitur yang kurang bermutu.

Di samping sebab-sebab di pihak kreditur, sebagian besar kredit bermasalah timbul karena hal-hal yang terjadi pada pihak debitur, antara lain menurunnya kondisi usaha bisnis perusahaan yang disebabkan merosotnya kondisi ekonomi umum dan/atau bidang usaha dimana mereka beroperasi, adanya salah urus dalam pengelolaan usaha bisnis perusahaan, atau karena kurang berpengalaman dalam bidang usaha yang mereka tangani, problem keluarga, misalnya perceraian, kematian, sakit yang berkepanjangan, atau pemborosan dana oleh satu atau beberapa orang anggota keluarga debitur, kegagalan debitur pada bidang usaha atau perusahaan mereka yang lain, kesulitan likuiditas keuangan yang serius, munculnya kejadian di luar kekuasaan debitur, seperti perang dan bencana alam, watak buruk debitur (yang telah merencanakan tidak mengembalikan kredit).

Menanggapi kondisi realita yang ada dilapangan dan penjelasan dari uraian diatas, yang terkait dengan proses negosiasi dan tawar menawar nisbah bagi hasil, Bank Muamalat Indonesia KC Kediri memberikan penawaran yang sedemikian rupa dengan menyesuaikan perekonomian yang dijalankan nasabah. Bank Muamalat Indonesia KC Kediri juga mempunyai batas minimal berapa persentase nisbah minimal yang akan diberlakukan dan dalam hal ini sesuai dengan intruksi serta kebijakan dari ketentuan yang berlaku.

Penentuan nisbah bagi hasil sangat penting untuk dijadikan acuan demi menjaga keuangan lembaga kami untuk senantiasa menjaga prinsip profit oriented (mendapatkan keuntungan). Jadi ketika nasabah mengajukan pembiayaan untuk sebuah usaha tertentu dalam bernegosiasi tentang pembagian bagi hasil prosentasenya di bawah standar minimal penentuan yang telah ditetapkan oleh Bank Muamalat Indonesia KC Kediri maka tidak bisa untuk melakukan kerjasama/menyetujinya.

Mengenai nisbah bagi hasil dari sebuah usaha yang dijalankan oleh nasabah, pihak lembaga memberikan pilihan terkait dengan beberapa keuntungan maksimum yang dihasilkan dari usahanya, kemudian memberikan tawaran agar kerja sama antara Bank Muamalat Indonesia KC Kediri dengan calon nasabah tersebut bisa sama-sama berjalan, dan mengambil solusi dengan mematok perkiraan nisbah bagi hasil yang diberikan kepada nasabah sesuai dengan keuntungan perkiraan yang didapatkan oleh nasabah setiap bulannya. Dengan demikian pihak lembaga akan lebih mudah dan lebih efektif dalam menjelaskan serta memberikan pemahaman kepada calon nasabah.

Dengan harapan calon nasabah yang sebelumnya tidak mengenal sistem musyarakah karena terbiasa dengan sistem bunga lebih mengenal sistem syariah. Terlebih lagi dengan penjelasan yang detail tersebut masyarakat akan lebih paham yang membedakan bank syariah dengan bank konvensioanl itu apa dan bagaimana.

Mengenai watak yang dimiliki oleh nasabah seperti tidak jujur dan tidak terbuka, pihak lembaga melakukan evaluasi kinerja nasabah dan monitoring secara berkala, mengingat kredit macet yang sering dilakukan oleh nasabah-nasabah yang ingin melakukan kecurangan. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pihak lembaga adalah seringnya lembaga melakukan silaturahmi kepada para nasabah terutama yang memiliki kredit macet yang lama tidak segera dilunasi. Pihak lembaga juga memberikan kelonggran waktu untuk nasabah yang tidak membayar pada tepat waktu dan melakukan perubahan akad atau perubahan jumlah nisbah bagi hasil untuk nasabah yang tidak mampu membayar secara berkala.

Dalam praktiknya hal pertama yang diperhatikan dalam pembiayaan musyarakah adalah pembagian keuntungan. Pembagian keuntungan yang dilakukan oleh Bank Muamalat Indonesia KC Kediri adalah berdasarkan jumlah keuntungan yang sering didapatkan oleh pihak nasabah. Dari keuntungan tersebut pihak lembaga akan menghitung nisbah bagi hasil yang harus di tetapkan untuk nasabah peminjam dana sebesar 1 – 2,5 persen. Akan tetapi semua itu berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Apabila pihak nasabah tidak menyepakatinya, pihak lembaga menurunkan tingkat nisbah bagi hasil selama tidak merugikan kedua belah pihak.

Dalam tahap awal nasabah juga harus terbuka terkait jumlah keuntungan yang harus dimiliki. Karena keterbukaan tersebut akan menimbulkan kepercayaan. Jadi akan lebih mudah melakukan kerjasama apabila kepercayaan saling dibangun.

Tahap kedua pihak Bank Muamalat Indonesia KC Kediri perlu melakukan analisis yang cermat terhadap nasabah peminjam dana. Jangan sampai terjadi hal-hal yang dilarang oleh agama Islam dalam pembagian keuntungan.

Untuk memberikan kepercayaan kepada para nasabah dalam hal pembiayaan  musyarakah di Bank Muamalat Indonesia KC Kediri, dalam hal ini Bank Muamalat Indonesia melakukan interview dan melakukan survey agar nasabahnya sesuai dengan kriteria-kriteria agar tidak terjadi wanprestasi, adapun survey yang dilakukan sama dengan lembaga keuangan yang lainnya yaitu berdasarkan 5C (Caracter, Capacity, Capital, Colateral, Condition).

Demi keefektifan dan keefisiensinan suatu proses pemberian pembiayaan, maka perlu adanya suatu pedoman atau prosedur dalam pemberian pembiayaan yang layak, sehingga terjadi saling control antara satu dengan lainnya yang diharapkan tidak terjadi penyalahgunaan tugas dan wewenang dalam penanganan pembiayaan. Prosedur itu dibuat mengingat tingginya resiko terjadinya pembiayaan macet yang kerap kali menjadi batu sandungan bagi lembaga keuangan mikro syariah untuk tumbuh dan berkembang layaknya lembaga-lembaga keuangan lainnnya.

Selain adanya suatu pedoman atau prosedur dalam pemberian pembiayaan yang layak, dari pihak Bank Muamalat Indonesia KC Kediri juga melakukan pendekatan secara kekeluargaan dengan nasabah seperti melakukan kunjungan ke rumah nasabah dalam rangka mempererat tali silaturrahim. Pihak dari Bank Muamalat Indonesia KC Kediri juga akan memberikan peringatan melalui sms dan telepon seminggu sebelum jatuh tempo kepada nasabah. Apabila nasabah tidak dapat melakukan pembayaran pada waktu yang telah ditentukan, maka pihak Bank Muamalat Indonesia KC Kediri akan melakukan kunjungan ke rumah nasabah dengan tujuan untuk mencari solusi terbaik antara nasabah dan pihak Bank Muamalat Indonesia KC Kediri sehingga kredit macet dapat dihindari semaksimal mungkin.

Penerapan sistem manajemen yang dilakukan oleh Bank Muamalat Indonesia KC Kediri merupakan sistem yang baik, dalam hal ini monitoring yang dilakukan sangat berhasil ketika dalam lapangan. Memberikan perhatian yang khusus kepada nasabah, saling menjaga kepercayaan, dan melakukan tindakan yang mengingatkan kepada nasabah untuk tidak adanya telat dalam hal pembayaran angsuran, merupakan manajemen yang tidak bisa ditinggalkan, karena akan menyangkut kepentingan orang banyak.

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu bentuk implementasi secara sistematis dan sinkron antara program pendidikan di kampus dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di lapangan untuk menjadi tenaga yang profesional. Dari kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) inilah penulis menyajikan karya Esai sesuai dengan kondisi pengalaman dan realita dilapangan.

 

Melalui karya esay ini penulis mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Bapak Dr. Maftukhin, M.Ag. Selaku rektor IAIN Tulungagung.
  2. Bapak Dr. H. Dede Nurohman M.Ag. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung.
  3. Bapak siswahyudianto, MM. Selaku Kepala Laboratorium Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk bisa membuat karya esainya.
  4. Bapak M. Aqim Adlan, M. EI. Selaku dosen Pembimbing Lapangan yang telah memberikan bimbingan, arahan kepada mahasiswa selama menjalani PPL termasuk juga bimbingan dalam pembuatan esai ini.
  5.  Bapak Alan Selaku Branch Manajer dari PT Bank Muamalat Indonesia, tbk KC Kediri.
  6. Prasetyo Rinie Budi Utami, M.Sy. Selaku Dosen Pamong yang telah memberikan arahan dan bimbingannya selama mahasiswa melaksanakan PPL.
  7. Orang tua dan keluarga yang selalu mendoakan dan mendukung.
  8. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penyusun mengucapkan banyak terimakasih.

Lampiran lampiranFOTO-YULI NURLAILIYA-17401153138-PPL BMI 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>