Peran Word Of Mouth dalam Pengembangan Produk Pembiayaan Mudharabah Terhadap Minat Para Anggota di Koperasi Serba Usaha Syariah Al-Mizan Wlingi Blitar

Lembaga keuangan dan perbankan syariah sebagai bagian dari dunia usaha, tidak terlepas pula dari aktivitas pemasaran dalam upaya berorientasi pada kepuasan pelanggan. Untuk mengembangkan sistem lembaga keuangan syariah perlu dikaji sistem pemasaran (system marketing) yang lebih berorientasi pada kebutuhan dan keputusan konsumen dalam memilih lembaga keuangan syariah. Koperasi syariah merupakan sebuah badan usaha atau lembaga dimana kegiatan dan tujuannya berdasarkan Islam yakni Al-Qur'an juga As-Sunnah. Peran dari koperasi syariah juga dapat memperkuat kualitas dari anggotanya agar menjadi amanah, fathonah, konsisten, dan konsekuen untuk menerapkan prinsip ekonomi dalam Islam serta prinsip Syariah Agama. Koperasi syariah hadir di saat umat Islam mengharapkan adanya lembaga keuangan yang berbasis syariah dan bebas dari unsur riba yang dinyatakan haram.

Di dalam Koperasi Serba Usaha Syariah Al-Mizan Wlingi, Blitar terdapat produk penyaluran dana dengan akad Mudrabah. Mudharabah merupakan akad yang telah dikenal oleh umat Muslim sejak zaman Nabi, bahkan telah dipraktikkan oleh bangsa Arab sebelum turunnya Islam. Ketika Nabi Muhammad Saw. berprofesi sebagai pedagang, ia melakukan akad mudharabah dengan Khadijah. Dengan demikian, ditinjau dari segi hukum Islam, maka praktik mudharabah ini dibolehkan, baik menurut Al-quran, Sunnah, maupun Ijma’.

Secara teknis, al-mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak dimana pihak pertama (shahibul maal) menyediakan seluruh (100%) modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola. Keuntungan usaha secara mudharabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak. Sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat kelalaian si pengelola. Seandainya kerugian itu di akibatkan karena kecurangan atau kelalaian si pengelola, si pengelola harus bertanggung jawab atas kerugian tersebut.

Dengan adanya produk pembiayaan al-mudharabah tersebut Koperasi Serba Usaha Syariah Al-Mizan Wlingi, Blitar melakukan promosi yang gencar untuk menambah minat anggota dalam produk penyaluran dana dengan akad mudharabah. Komunikasi bisa diartikan sebagai alat untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan khususnya Lembaga Keuangan yaitu Koperasi Syariah. Sebagus apapun produk yang dihasilkan suatu lembaga jika ternyata tidak dipasarkan kepada anggota maupun calon anggota Koperasi Syariah, maka produk itu akan sia-sia. Promosi dalam tinjauan syariah harus sesuai dengan sharia complience yang menunjukkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran kepada masyarakat. Segala informasi yang terkait dengan produk harus diberitahukan secara transparan dan terbuka sehingga tidak ada potensi unsur penipuan dan kecurangan dalam melakukan promosi. Promosi yang tidak sesuai dengan kualitas atau kompetensi adalah termasuk dalam praktik penipuan dan kebohongan. Untuk itu promosi yang semacam tersebut sangat dilarang dalam Islam.

Bentuk promosi yang dilakukan bermacam-macam, bisa dilakukan melalui spanduk, brosur, majalah, maupun dari mulut ke mulut atau biasa disebut dengan word of mouth. Koperasi Serba Usaha Syariah Al-Mizan Wlingi, Blitar sendiri juga melakukan promosi melalui word of mouth. Wordh of mouth ini sangat besar pengaruhnya dan dampaknya terhadap pemasaran jasa dibandingkan dengan aktivitas komunikasi lainnya karena anggota yang merasa puas dengan pelayanan yang diberikan akan memberitahu teman, tetangga, dan rekan kerja mereka.

Word of mouth (WOM) dalam bahasa jawa dikenal dengan istilah “gethok tular”. Menurut Kotler dan Keller word of mouth adalah komunikasi dengan lisan yang melibatkan pelanggan sehingga pelanggan memilih untuk berbicara dengan orang lain tentang produk, jasa, dan  merek. Komunikasi word of mouth (WOM) adalah salah satu bentuk komunikasi penyampaian pesan secara langsung atau tatap muka yang melibatkan dua pihak, yaitu penyampaian pesan (transmitter) adalah pendapat tentang suatu produk, baik berupa barang maupun jasa. WOM adalah komunikasi interpersonal antar konsumen non pemasar tentang produk atau jasa atau perusahaan tertentu berdasarkan pengalamannya baik secara langsung maupun tidak langsung pada suatu waktu tertentu. Word of mouth adalah salah satu strategi pemasaran yang penting yang dapat dipengaruhi oleh kepuasan pelanggan yang didapat berdasarkan nilai yang dirasa dan citra merek suatu perusahaan. Word of mouth juga diperlukan dalam dunia bank maupun non bank untuk dapat memperoleh banyak nasabah dan meningkatkan loyalitas nasabah.

Word of mouth atau komunikasi dari mulut ke mulut dalam bidang pemasaran tidak asing lagi. Cara promosi ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu, sebelum ilmu pemasaran telah demikian berkembang seperti sekarang. Ketika seseorang (pelanggan) merasa puas dalam membeli/ memakai jasa atau produk/barang di suatu tempat, ia cenderung akan menceritakan pengalamannya tersebut kepada orang lain, khususnya kepada orang terdekatnya.
Saluran komunikasi personal ini bukan saja menjadi metode promosi yang efektif karena dapat menjadi iklan perusahaan, melainkan juga metode ini tidak membutuhkan biaya yang besar karena melalui pelanggan yang puas, rujukan atau referensi terhadap produk hasil produksi perusahaan akan lebih mudah tersebar kepada konsumen-konsumen lainnya.

Komunikasi untuk kepentingan internal adalah sebagai alat koordinasi, mengontrol, setiap kegiatan atau aktivitas dalam organisasi baik individu maupun secara komunal (bersama) ditingkat manajemen dan dilevel staf atau karyawan. Organisasi berfungsi sebagai wadah interaksi secara langsung yang mensyaratkan komunikasi word of mouth yakni adanya bentuk kerjasama antara dua orang atau lebih dalam mencapai tujuan yang hendak dicapai bersama. Sementara itu word of mouth untuk kepentingan eksternal bertujuan untuk menjalin relasi dengan organisasi lain dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam hal ini komunikasi word of mouth digunakan untuk pengembangan produk pembiayaan mudharabah.

Dengan demikian, komunikasi word of mouth menjadi sumber informasi yang penting bagi suatu anggota maupun calon anggota dalam koperasi syariah. Bentuknya adalah komunikasi interpersonal dan secara signifikasi mempengaruhi evaluasi dan keputusan penggunaan suatu produk. Informasi yang ada pada word of mouth dianggap lebih bisa dipercaya sehingga memiliki efek yang kuat pada memori dan penilaian konsumen. Word of mouth (komunikasi dari mulut ke mulut) sekarang ini menjadi sangat efektif karena perkembangan teknologi yang begitu pesat membuat para konsumen dengan mudah membicarakan suatu produk, selain ketika bertatap muka, word of mouth juga dapat terjadi melalui media internet melalui jejaring sosial dan juga media handphone yang memungkinkan terjadinya word of mouth. Maka, dengan melakukan strategi word of mouth yang baik akan membantu dalam menggencarkan produk khususnya dalam pembiayaan mudharabah yang kurang diminati oleh anggota.

Dengan adanya komunikasi word of mouth maka Koperasi Syariah bisa mempromosikan produk pembiayaan mudharabah. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mengembangkan produk pembiayaan Mudharabah yaitu dengan melakukan promosi word of mouth. Promosi sendiri merupakan komponen yang dipakai untuk memberitahukan dan mempengaruhi pasar bagi produk suatu lembaga, sehingga pasar dapat mengetahui tentang produk yang digunakan oleh lembaga. Tujuan yang diharapkan dari diadakannya promosi word of mouth sendiri adalah anggota dapat mengetahui tentang produk tersebut dan pada akhirnya memutuskan untuk menggunakan produk tersebut.

Strategi yang dibutuhkan untuk word of mouth agar dapat menyebar yaitu:

  1. Pembicara dalam hal ini adalah konsumen kita yang telah mengkonsumsi produk yang telah kita berikan, terkadang orang lain cenderung dalam memilih atau memutuskan suatu produk tergantung kepada konsumen yang telah berpengalaman menggunakan produk tersebut atau biasa disebut dengan pihak yang merekomendasikan suatu produk.
  2. Topik adalah adanya suatu word of mouth karena tercipta suatu pesan atau perihal yang membuat mereka berbicara mengenai produk, seperti halnya pelayanan yang diberikan, karena produk kita mempunyai keunggulan tersendiri, tentang perusahaan kita, lokasi yang strategis.
  3. Alat adalah setelah kita mengetahui pesan atau perihal yang membuat mereka berbicara mengenai produk tersebut dibutuhkan suatu alat untuk membantu agar pesan tersebut dapat berjalan, seperti website produk yang diciptakan.

Selain strategi diatas, seiring berkembangnya teknologi, WOM dapat dilakukan melalui internet yang biasa disebut dengan electronic word of mouth (eWOM). Komunikasi eWOM merupakan pernyataan positif, netral, maupun negatif dari anggota potensial dan aktual mengenai produk, jasa, merek, atau lembaga yang tersedia untuk banyak orang dan lembaga melalui internet. Word of mouth atau komunikasi dari mulut ke mulut dalam bidang pemasaran tidak asing lagi. Pada era digitalisasi seperti saat ini, WOM telah berubah nama menjadi e-WOM (electronic word of mouth). Memang ada perbedaan antara WOM dan e-WOM yaitu:

1) mereka berkomunikasi tanpa tatap muka;

2) informasi tersebut diberikan kepada penerima kembali tanpa meminta atau mencari. Namun, digitalisasi sebagai wujud dari perkembangan teknologi yang sangat pesat–yang tujuan utamanya memberikan kemudahan dan efisiensi dari berbagai segi, seperti efisiensi tenaga, biaya, prosedur, dll.—masih memandang e-WOM sebagai hal vital dalam bidang promosi. Anggota dapat memberikan opini, review, dan komentar mengenai produk melalui weblogs, discussion, forums, review websites, e-bulletin board systems, newsgroup, social networking sites.

 

Adapun karakteristik unik yang dimiliki komunikasi eWOM adalah:

  1. Komunikasi eWOM terjadi tanpa komunikasi face to face. Semua pengalaman personal dan opini-opini disajikan dalam bentuk tulisan sehingga receiver hanya mengetahui opini dan pendapat saja tanpa mengetahui karakteristik komunikator eWOM.
  2. Komunikasi eWOM tidak terbatas pada ruang dan waktu. Orang tidak harus terlibat secara langsung untuk dapat memahami suatu informasi karena informasi tersebut dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.
  3. Jaringan komunikasi eWOM lebih besar daripada WOM tradisional. Hal ini dikarenakan internet dapat menghubungkan orang tanpa batasan geografis dengan jumlah yang tak terbatas sehingga memiliki kekuatan seperti media massa.
  4. Keakraban individu tidak terlalu penting dalam komunikasi eWOM sehingga mereka tidak perlu mengungkapkan identitas. Anggota maupun calon anggota menjadi lebih bebas mengungkapkan opini dan pendapat mengenai produk.
  5. Komunikasi eWOM tersaji dalam bentuk tulisan sehingga konsumen dapat mengakses kembali informasi sesuai kebutuhan.

Komunitas virtual memberikan pengaruh yang besar. Rekomendasi dapat dibuat secara virtual dan konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya. Informasi yang diberikan dapat tersebar secara cepat baik di dalam maupun di luar komunitas virtual. Para anggota dapat berbagi informasi sesuai dengan minat yang dimiliki sehingga membuat hubungan semakin akrab.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>