Persepsi Anggota Terhadap Inovasi Teknologi Mobile UGT

Oleh : Muchamad Rizky Fauzi

 

Dalam kegiatan usaha tidak akan lepas dengan yang namanya permodalan. Modal dalam sebuah usaha dapat berasal dari segala sumber, baik dari sumber pribadi maupun dari hasil pinjaman. Sebuah lembaga penyedia dana biasa disebut sebagai Bank. Bank yang banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia adalah bank konvensional. Namun padahal selain bank konvensional juga terdapat bank syariah.

Selain dari segi modal teknologi juga memiliki peran yang signifikan terhadap sebuah usaha. Hal ini dapat kita lihat secara nyata pada setiap usaha pasti terdapat teknologi yang menyertainya. Baik teknologi terbarukan atau teknologi tradisional. Namun semenjak pertumbuhan dan perkembangan era teknologi di dunia banyak usaha yang memperbarui segi teknologinya. Semenjak peralatan elektronik seperti bola lampu, mesin uap dan lain sebagainya ditemukan teknologi terus mengalami perkembangan hingga dapat ditemukannya sebuah sistem yang saat ini dinamakan internet pada tahun 1969 oleh Leonard Kleinrock.

Setelah munculnya internet yang semakin berkembang, teknologi semakin berkembang di semua segi kehidupan mulai dari segi telekomunikasi yang paling mutakhir dengan ditemukannya teknologi 5G oleh Michael Lemke yang masih dikembangkan lagi. Dengan semakin dikembangkan teknologi 5G diharapkan teknologi hologram juga akan dapat dikembangkan layaknya di film-film fiksi. Karena dengan teknologi 5G ini kecepatan pertukaran data begitu cepat bahkan mencapai 1 tera per detiknya.

Perkembangan internet ini juga mempengaruhi perkembangan dari dunia perbankan. Pengaruh ini berkenaan dengan teknologi yang digunakan oleh dunia perbankan dalam pelayanannya kepada nasabah. Seperti pelayanan tarik tunai melalui Antungan Tunai Mandiri atau ATM. Namun tidak itu saja pengaruh dari perkembangan teknologi. Masih banyak dari teknologi-teknologi termutakhir yang digunakan oleh perbankan di Indonesia bahkan dunia. Sebelum mengarah kepembahasan inti mari kita ketahui dulu fokus bahasan di essai ini. Essai ini akan membahas mengenai teknologi yang harusnya diterapkan oleh perbankan syariah agar dapat bersaing dengan perbakan konvensional di Indonesia.

Sebelem jauh membahas yang lain mari kita pahami terlebih dahulu apa itu perbankan syariah. Menurut UU RI No. 21 Th. 2008 bab 1 pasal 1 ayat 1 dijelaskan bahwa perbankan syariah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank syariah dan unit usaha syariah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usaha. Sehingga dari undang-undang terseut dapat kita pahami bahwa sebuah perbankan syariah memiliki cakupan luas yang meliputi bank syariah dan unit usaha syariah layaknya koprasi syariah dan BPR Syariah. Selain itu juga dalam perbankan syariah yang dicakup mulai dari kegiatan usaha hingga proses kegiatan usaha.

Selanjutnya pada ayat 7 dijelaskan bahwa bank syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Selanjutnya pada ayat 8 dijelaskan bahwa Bank Umum Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dan pada ayat 9 dijelaskan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Dari beberapa ayat diatas dapat kita ketahui bahwa bank syariah adalah sebuah lembaga keuangan yang dalam kegiatannya menggunakan prinsip-prinsip syariah. Seperti dalam Bank Konvensional tugas bank adalah menghimpun dana dari masyarakat, dan menyalurkannya kembali ke masyarakat dalm bentuk pembiayaan. Dalam penghimpunan dana serta penyaluran dana Bank Syariah akan menerapkan prinsip-prinsip syariah. Selain menghimpun dana serta menyalurkan dana menurut UU No. 21 Th. 2008 pada bab II pasal 3 dijelaskan bahwa perbankan syariah bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Semua kegiatan usaha pastinya mendambakan yang namanya keuntungan. Begitu pula pada bank syariah semua kegiatannya menghasilkan keuntungan. Namun keuntungan tersebut tidak semuanya digunakan untuk operasional bank. Namun juga digunakan untuk kegiatan sosial. Sehingga tugas bank syariah menurut undang-undang di atas dapat dipenuhi yakni meningkatkan keadilan, kebersamaan, dan pemerataan kesjahteraan rakyat. Karena dengan dana sosial tersebut bank syariah mampu menolong kaum yang membutuhkan melalui zawak dan sedekah. Sehingga nantinya kekayaan harta akan merata ke seluruh rakyat.

Diawal kita telah sedikit membahas mengenai perkembangan teknologi yang terjadi di dunia. Mulai dari perkembangan teknologi mesin, internet hingga telekomunikasi. Di sini kita akan membahas mengenai teknologi dari dunia perbankan. Perkembangannya dari dulu hingga teknologi terbarukan yang telah diterapkan oleh perbankan syariah di Inodesia. Perkembangan teknologi di dunia perbankan dimulai dengan teknologi transfer antar bank yang di.lakukan melalui teller. Yang selanjutnya muncul sebuah ATM. Dimana ATM tersebut juga semakin berkembang dengan menambah fitur-fitur yang ada. Dari awalnya hanya digunakan untuk tarik tunai, lalu berkembang hingga dapat digunakan untuk transfer ke sesama atau ke lain bank.

Mesin ATM pertama kali ditemukan oleh Jhon Shepherd-Barron asal Skotlandia pada tahun 1967. Yang saat itu masih sangat sederhana. Sehingga Barron terus melakukan inovasi terhadap penemuannya itu dengan terus menambah fitur-fitur yang ada seperti pemberian PIN. Namun perkembangan inovasi ATM tidak hanya berhenti disitu, saat ini mesin ATM juga dapat digunakan sebagai mesin setor tunai. Yang dengan ATM anda tidak perlu mengantri terlalu lama untuk mengisi uang di rekening anda.

Lepas dari ATM, teknologi selanjutnya yang diterap kan di dunia perbankan adalah e-banking dan m-banking. E-banking atau dapat dikenal dengan internet banking adalah kegiatan yang melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sestem keamanan. Sedangkan m-banking merupakan sebuah layanan yang diberikan oleh bank untuk dapat melakukan sejumlah transakasi keuangan yang dapat diakses langsung oleh nasabah melalui perangkat mobile seperti telepon selular. Dengan teknologi ini nasabah tidak perlu berlama-lama mengantri di bank hanya untuk mentransfer uangnya. Karena dengan sistem ini kegiatan perbankan akan semakin efektif dan efisien.

Pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia terbilang masih sangat minim dibandingkan dengan negara lain. Seperti yang disampaikan oleh direktur utama PT SMI ibu Emma Sri Martini dalam sindo news yang diterbitkan pada kamis, 8 Juni 2017 bawasannya pangsa pasar industri perbankan syariah di Tanah Air saat ini hanya sekitar 5,33%. Sementara Malaysia saat ini sudah mencapai 21,3 %. Beliau juga menambahkan bahwa indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar merasa prihatin karena market sharenya hanya dikisaran lima persen.

Hal inilah yang mengakibatkan perbankan syariah masih belum menggunakan teknologi keuangan terbaru. Karena mengingat masih memiliki nasabah yang sedikit. Namun bukan sebenarnya menurut paparan ibu Emma penyebab kurangnya minat masyarakat terhadap bank syariah diakibatkan oleh asingnya istilah yang digunakan oleh perbankan syariah di Indonesia. Sehingga pendapatan perbankan juga sedikit terhambat.

Melihat dari pertumbuhan perbankan syariah yang belum terlalu pesat hal ini sama halnya dengan pertumbuhan lembaga keuangan syariah yang lebih kecil dibandingkan dengan bank yakni Baitul Maal Waa Tamwil atau sering kita sebut dengan BMT. Saat ini BTM yang ada di Indonesia belum terlalu banyak yang dapat bersaing dengan lembaga lain. Salah satu BMT yang memiliki cakupan cukup luas di Indonesia yakni BMU UGT sidogiri. BMT UGT Sidogiri memiliki kantor pusat di pasuruan dengan kantor cabang yang sudah tersebar di seluruh Indonesia baik di jawa, bali, sumatra, kalimantan dan pulau lain. BMT UGT Sidogiri beroperasi dengan nama ini sejak tahun 2000 bulan Juni tanggal 6 di kota Surabaya. Lembaga ini memiliki sekitar 18 produk yang dijual kepada masyarakat mencakup produk simpanan dan pembiayaan.

Lembaga ini merupakan salah satu lembaga keuangan kecil yang telah memanfaatkan teknologi pada setiap operasinya. Diantaranya adalah pembukuan yang dilakukan oleh lembaga ini sudah terkomputerisasi sehingga memudahkan karyawan dalam melayani nasabah. Selain itu juga ada salah satu fasilitas dari lembaga ini yang memiliki kegunaan hampir sama dengan m-Banking yang disediakan oleh perbankan yakni fasilitas mobile UGT. Namun fasilitas yang disediakan oleh lembaga ini cenderung sepi peminat. Terbukti dari sekitar seribu nasabah di lembaga ini hanya 10% yang menggunakan fasilitas ini. Hal ini berkenaan dengan persepsi nasabah mengenai fasilitas ini.

Persepsi merupakan penafsiran seseoang mengenai suatu hal yang penafsiran tersebut dapat mempengaruhi padangannya terhadap hal tersebut. Philip kotler menjelaskan bahwa persepsi merupakan proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan informasi-informasi yang masuk untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti.informasi-informasi yang didapat oleh seseorang baik informasi yang ditangkap melalui indera penglihatan maupun pendengaran akan diproses dan akan menghasilkan gambaran mengenaisuatu hal. Selain itu persepsi juga muncul akibat adanya pengalaman seseorang mengenai hal tersebut sehingga membekas di ingatan orang tersebut.

Hal ini berlaku pada sebagian besar nasabah BMT UGT Sidogiri mengenai fasilitas mobile UGT. Persepsi terseut muncul akibat adanya informasi yang keliru mengenai mobile UGT ini yang diakibatkan oleh pengalaman seseorang mengenai fasilitas serupa dari lembaga lain. Sehingga hal tersebut mengakibatkan pandangan yang sama terhadap fasilitas yang diberikan oleh BMT UGT Sidogiri. Persepsi-persepsi yang muncul mengenai hal ini antara lain yakni mengenai biaya yang dikeluarkan ketika menggunakan fasilitas ini. Persepsi tersebut adalah biaya yang dikeluarkan ketika melakukan traksaksi menggunakan mobile UGT mahal. Hal ini karena banyak perkataan dari orang sekitar yang menggunakan mobile banking dari bank lain bahwa ketika menggunakan mobile banking untuk bertransaksi maka akan dikenakan biaya yang tinggi, padahal hal ini berbeda dengan mobile UGT.

Persepsi lain yang berhubungan dengan fasilitas ini yakni rumitnya penggunaan serta proses pendaftaran untuk menggunakan fasilitas ini. Persepsi kemudahan ini aling banyak beredar diantara nasabah yang sudah berumur. Karena mereka menginginkan kemudahan dalam setiap pelayanan sehingga banyak dari mereka yang mengabaikan proses dalam penggunaan fasilitas ini. Kedua persepsi inilah yang paling banyak beredar diantara nasabah BMT UGT Sidogiri. Persepsi-persepsi ini sangat mempengaruhi minat dari para nasabah untuk menggunakan fasilitas ini. Selain persepsi mengenai fasilitas ini model pelayanan “jemput bola” yang diterapkan oleh BMT UGT Sidogiri juga memiliki pengaruh minat nasabah dalam menggunakan fasilitas ini. Model ini cenderung memanjakan nasabah karena nasabah lebih memilih utnuk menunggu petugas untuk menghampiri mereka dan melakukan transaksi dengan petugas tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>