Monthly Archives: September 2018

IMG-20180729-WA0003Penulis NUR ULFA KATALINA Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di bidang ekonomi harus mendapat perhatian yang cukup besar, karena pererkonomian memegang peran penting dalam pembangunan. Pemberdayaan Usaha Mikro dan koperasi merupakan langkah awal yang strategis untuk meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian rakyat Indonesia.

Untuk memberdayakan Usaha Mikro harus terencana, sistematis dan menyuluruh. Usaha Mikro ini perlu perhatian khusus dan didukung oleh informasi yang akurat. Agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha kecil dengan daya saing usaha, yaitu jaringan pasar.

Kinerja nyata yang dihadapi oleh sebagian besar usaha terutama usaha mikro di Indonesia adalah rendahnya tingkat produktivitas, rendahnya nilai tambah, dan rendahnya kualitas produk. Walau diakui pula Usaha Mikro menjadi lapangan kerja sebagian besar pekerja di Indonesia, tetapi kontribusi output nasional dikategorikan cukup rendah.

Hal ini dikarenakan Usaha Mikro (UM) mempunyai produktivitas yang sangat rendah. Bila upah dijadikan produktivitas, upah rata-rata di Usaha Mikro umumnya berada berada dibawah upah minimum. Kondisi ini merefleksi produktivitas sector mikro dan kecil yang rendah bila di bandingkan dengan usaha yang lebih besar.

Rendahnya produktivitas Usaha Mikro disebabkan oleh masalah internal yaitu rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam manajemen, organisasi, penguasaan teknologi dan pemasaran, lemahnya kewirausahaan dar pelaku Usaha Mikro (UM), terbatasnya akses terhadap permodalan , informasi, teknologi, dan pasar, serta factor produksi lainnya.

Sedangkan masalah eksternal yang dihadapi diantaranya adalah besarnya biaya transaksi akibat iklim usaha yang kurang mendukung dan kelangkaan bahan baku, juga menyangkut perolehan legalitas formal yang hingga saat ini masih merupakan persoalan mendasar bagi Usaha Mikro (UM) di Indonesia, menyusul tingginya biaya yang harus dikeluarkan dalam pengurusan perizinan tersebut.

IMG-20180801-WA0011

Strategi jangka panjang seharusnya diperoleh dari suatu usaha perusahaan untuk mencari keunggulan bersaing berdasarkan salah satu dari ketiga strategi generic. Strategi generic tersebut adalah:

  1. Strategi Keunggulan Biaya (Cost Leadership). Untuk mendapatkan keunggulan biaya diperlukan konstruksi agresif dari fasilitas yang efisien serta usahayang giat untuk mencapai penurunan biaya yang disebabkan oleh pengalaman pengendalian biaya dan overhead yang ketat serta meminimalkan biaya-biaya dalam bidang litbang, pelayanan, armada penjualan, periklanan dan lain-lain. Biaya yang relative lebih rendah dari pesaingnya akan menjadi factor utama yang menjiwai keseluruhan strategi pemasaran, meskipun mutu pelayanan dan bidang-bidangjasa yang lainnya tiidak dapat diabaikan.
  2. Strategi Diferensiasi. Strategi ini adalah strategi untuk mendiferensiasikan produk atau jasa yan ditawarkan perusahaan dengan menciptakan suatu produk atau jasa baru yang dirasakan oleh seluruh industry sebagai sesuatu yang unik. Pendekatan ini bukan hanya untuk meningkatkan mutu fisik dari produk atau jasa saja, tetapi juga dapat menciptakan nilai tertentu bagi pembeli. Strategi ini merupakan strategi yang baik untuk menghasilkan keuntungan diatas rata-rata dalam suatu industry, karena strategi ini menciptakan posisi yang aman untuk lima kekuatan persaingan meskipun caranya berbeda dengan strategi keunggulan biaya menyeluruh.
  3. Strategi Fokus. Strategi ini memusatkan pada kelompok pembeli, segmen lini produk, atau pasar geografis tertentu. Strategi ini didasarkan pada pemikiran bahwa perusahaan dengan demikian akan mampu melayani target strategisnya yang sempit secara lebih efektif dan efisien ketimbang pesaing yang lebih luas. Sehingga akibatnya, perusahaan akan mencapai diferensiasi karena mampu memenuhi kebutuhan target tertentu dengan lebih baik atau mencapai biaya yang lebih rendah dalam melayani target ini atau bahkan mencapai kedua-duanya. Meskipun strategi focus tidak mencapai biaya rendah atau diferensiasi dari segi pandang pasar sebagai keseluruhan strategi ini sesungguhnya mencapai salah satu atau kedua posisi tersebut ditarget pasarnya yang lebih sempit.

Ketiga strategi generic diatas merupakan pendekatan alternative yang dapat digunakan untuk menanggulangi kekuatan-kekuatan persaingan. Perusahaan harus mengambil langkah-langkah untuk mencapai keunggulan biaya, mengarahkan dirinya pada target tertentu (focus) atau mencapai kekhasan tertentu (diferensiasi)

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi criteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Perkembangan usaha kecil yang ada di kabupaten Blitar menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kabupaten untuk dikembangkan dalam rangka perwujudan iklim usaa yang lebih produktif dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak di bidang usaha kevil. Strategi yang disusun oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam rangka pembinaan pelaku Usaha Mikro menjadi factor penting dalam perkembangannya. Program-program yang disusun selama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manajemen pelaku usaha kecil termasuk kualitas produk serta pemasaran. Strategi yang digunakan adalah strategi keunggulan biaya, diferensiasi, serta strategi fokus.

Stretegi keunggulan biaya. Strategi ini berusaha untuk memenangkan persaingan dengan pendekatan harga, dimana dengan harga tertentu produk yang dihasilkan akan lebih diminati konsumen. Dalam keunggulan biaya, perusahaan berusaha menawarkan barang yang dijual dengan harga yang lebih rendah disbanding barang yang sejenis yang berada dalam satu kelompok industry tertentu. Strategi yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kabupaten Blitar terkait dengan keunggulan biaya yang mengutamakan persaingan harga terhadap produk lain belum terlaksana.

Dikarenakan pelaku Usaha Mikro yang di bina di berbagai kecamatan di kabupaten Blitar masih mengikuti harga standar yang berlaku di pasar. Belum ada harga khusus yang diberikan pada hasil produk pelaku Usaha Mikro.  Contohnya produk kuliner dan oleh-oleh, hargnya masih sama dengan kuliner lain yang ada di wilayah Jawa Timur karena harganya itu masih terjangkau di masyarakat Blitar.

IMG_1527

Hal yang perlu diperhatikan dalam strategi ini selain menekan harga adalah melakukan promosi produk untuk mendapatkan perhatian konsumen. Dalam kegiatan promosi harus dipilih media apa yang sesuai dengan target promosi dan yang tidak membutuhkan biaya yang cukup besar.

Dinas koperasi dan Usaha Mikro memberikan kesempatan kepada pelaku Usaha Mikro untuk melakukan promosi usaha dan produk. Tujuannya agar masyarakat Blitar mengetahui sejauh mana aktifitas usaha serta produk usaha unggulan khas kabupaten Blitar. Secara umum, media promosi bagi pelaku usaha terdiri dari promosi media cetak dan elektronik. Pemerintah kabupaten Blitar juga memfasilitasi promosi berupa pameran Usaha Mikro atau event yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten dengan memberikan stand gratis bagi para pelaku usaha mikro untuk mengurangi serta menekan biaya promosi dan mengenalkan produk mereka.

Strategi yang kedua yang diterapkan adalah strategi Differensiasi. Strategi ini mendorong perusahaan/organisasi/dinas untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu usaha untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya.

Stratei diferesiasi dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar untuk memberikan cirri khas tersendri terhadap produk Usaha Mikro binaan hal ini dilakukan agar konsumen merasa tertarik terhadap produk Usaha Mikro yang ada. Keunikan akan cirri khas produk juga membantu produk bertahan dan bersaing dengan produk lain dipasaran. Sejauh ini, pemerintah Kabupaten Blitar telah melakukan berbagai upaya untuk menerapkan strategi ini, misalnya dalam packaging produk yang menarik menjadi cirri khas sebuah produk dari Blitar, corak batik yang menjadi ciri khas Blitar, dan tas talikor yang unik dan menarik yang sangat digemari oleh konsumen lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Blitar.

Strategi yang diterapkan yang ketiga adalah strategi fokus. Strategi ini memusatkan usahanya untuk melayani sebagian kecil segmen pasar dan tidak melayani pasar secara luas. Usaha ini dilakukan dengan mengenali secara detail pasar yang dituju dan menerapkan keunggulan biaya menyeluruh atau diferensiasi pada segmen kecil tersebut. Menentukan pangsa pasar dengan berfokus pada target pembeli merupakan cirri dari strategi ini. Bagaimana menentukan sasaran pembeli dengan memanfaatkan kelompok pembeli, segmen lini produk dan juga pasar geografis.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar melihat sebuah pasar sebagai tempat dijualnya berbagai komoditi dimana perlu menentukan fokus pembeli yang jelas untuk dapat meningkatkan penjualan. Untuk kelompok pembeli, Usaha Mikro (UM) Kabupaten Blitar memfokuskan pada wisatawan ataupun yang berkunjung ke Blitar. Hal ini dikarenakan kebanyakan dari pelaku Usaha Mikro bergerak pada pemanfaatan potensi lokal dengan khas Blitar.

Dalam strategi fokus ini, pelaku Usaha Mikro diarahkan pada proses produksi yang lebih profesional. Memanfaatkan sumberdaya dengan kualitas tinggi agar fokus pemasaran dan produksi dapat tercapai dengan mudah. Peningkatan skill sumber daya manusia yang dilakukan pada strategi ini bertujuan agar fokus produksi dan penjualan berjalan konsisten terhadap produk yang dihasilkan.

Dinas koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar melakukan upaya peningkatan sumber daya dengan melakukan pelatihan-pelatihan sebagai syarat Usaha Mikro (UM) dapat dibina. Pada dasarnya, pelatihan diperlukan karena adanya kesenjangan antara ketrampilan yang dibutuhkan dengan ketrampilan yang dimiliki sekarang.

Pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia untuk menjaga kualitas serta fokus pemasaran dirasakan oleh seluruh pelaku usaha baik dari dinas maupun pelaku usaha mikro itu sendiri. Keberadaan produk lain atau pesaing lain dari luar kota Blitar memicu bagaimana menjadikan pelaku binaan Dinas harus mempersiapkan secara matang hasil produk untuk dapat terpenuhi penjualannya pada target pembeli atau kelompok pembeli.

IMG-20180711-WA0030Penulis adalah NI’MATUL ALIYAH Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di bidang ekonomi harus mendapat perhatian yang cukup besar, karena pererkonomian memegang peran penting dalam pembangunan. Salah satu cara untuk memajukan perekonomian adalah melalui pengawasan dan pembinaan terhadap koperasi. Dengan adanya koperasi diharapkan perekonomian dapat berkembang merata. Koperasi yang ada pada saat ini di Indonesia kian hari kian bertambah seiring dengan besarnya kebutuhan serta keinginan masyarakat untuk membuka usaha baru ataupun untuk sekedar melestarikan pola hidup yang serba konsumtif.

Koperasi adalah organisasi yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan organisasi ekonomi lain. Perbedaan ini terletak pada nilai etis yang melandasi kehidupannya dan terjabar dalam prinsip-prinsipnya yang kemudian berfungsi sebagai norma-norma etis yang mempolakan tata laku koperasi sebagai ekonomi. Ciri utama koperasi adalah kerjasama anggota dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan hidup bersama.

Koperasi sebagai organisasi mempunyai kelengkapan-kelengkapan yang dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan operasionalnya. Oleh karena itu, dalam pengelolaan koperasi yang sehat perlu dilengkapi dengan kelengkapan organisasi seperti Rapat Anggota, Pengurus Koperasi dan Pengawas.

IMG-20180805-WA0019Salah satu organ koperasi yang seharusnya difungsikan secara benar adalah Pengawas Koperasi sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 39 Undang-Undang No 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian yang bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi dan membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasan.

Sebagai salah satu unsur perangkat organisasi koperasi, fungsi Pengawas adalah melaksanakan pengawasan dan pengendalian kepada Pengurus sejauh mana kebijakan yang dilaksanakan telah sesuai dengan apa yang sudah disetujui dan disahkan oleh Rapat Anggota, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan Pengurus dalam mengelola koperasi sehingga dapat dievaluasi antara rencana dibanding dengan realisasinya.

Pengawas adalah perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi. Pengawas organisasi koperasi merupakan suatu lembaga atau badan struktural organisasi koperasi. Pengawas mengemban amanat anggota untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi, sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi, keputusan pengurus serta peraturan lainnya yang berlaku dalam koperasi.

Didalam bidang kelembagaan dan pengawasan sendiri ada yang Namanya fasilitasi  peningkatan kualitas kelembagaan koperasi dan sosialisasi meningkatkan kualitas sdm koperasi. Dimana sekarang ini banyak koperasi berdiri namun tidak bertahan lama. Ada berbagai factor yang memeperngaarui kondisi koperasi menjadi demikian tidak di minati. Diantara factor itu antara lain minimnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) sebagai salash satu factor utama kemunduran koperasi.

Koperasi ialah badan usaha yang memiliki anggota perseorangan atau badan hukum koperasi berdiri berdasarkan asas kekeluargaan serta demokrasi ekonomi.

IMG_1590 - Copy (3)Pengurus koperasi atau bidang klembgaan dan pengawasan memiliki tanggung jawab besar bagi perkembanganya koperasi,pengurusn bukan halnya sebagai anggota tetapi juga orang yang mengelola koperasi sehingga perlulah sosialisasi perkoprasian demi peningkatan SDM (sumber daya manusia) [1]

Menurut Undang-Undang No.25 Tahun 1992 pasal 39 dikatakan:

  1. Pengawas bertugas :
    1. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi.
    2. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.

Dalam praktiknya, umumnya fungsi pengawasan yang dilakukan oleh pengawas koperasi dapat dikatakan kurang efektif, khususnya bagi koperasi-koperasi pedesaan seperti KUD. Hal tersebut dapat terjadi karena Pengurus dipilih lebih dahulu daripada Pengawas. Akibatnya, sumber daya manusia(SDM) yang lebih baik akan terpilih sebagai pengurus, dan baru kemudian sisanya untuk jabatan Pengawas. Di samping hal tersebut, biasanya yang terpilih sebagai Pengurus koperasi adalah tokoh-tokoh masyarakat desa, yang mempunyai pengaruh yang relatif lebih luas, sehingga pada pemilihan yang dilakukan secara demokratis pun, peluang mereka untuk terpilih menjadi lebih besar. Kondisi ini diperburuk dengan kenyataan bahwa, status sosial pengurus relatif lebih baik, dan kualitas pengawas yang kurang memadai membawa dampak negatif terhadap efektivitas pelaksanaan pengawasan.[2]

Kelembagaan dan Pengawas merupakan bagian dari ilmu manajemen, karena untuk mengatur, merencanakan dan mengorganisasikan suatu organisasi agar bekerja dengan baik, sesuai dengan tujuan yang direncanakan apabila dilaksanakan suatu pengawasan secara teratur terus menerus.

Beberapa manfaat adanya bidang klembagaan dan  pengawasan dalam koperasi adalah:

  • memberikan informasi yang objektif tentang keadaan koperasi, mengenai kebijakan umum, organisasi usaha, administrasi, laporan keuangan (neraca dan perhitungan Rugi Laba) kepada pihak yang berkepentingan.
  • Memberikan saran-saran yang membangun, agar tujuan koperasi dapat dicapai secara efektif, efisien dan produktif serta bermanfaat bagi anggotanya.
  • Meniliti dengan cermat kebenaran data akuntansi dan kelayakan laporan keuangan
  • Mengevaluasi pelaksaan tugas pengurus dalam menjalankan organisasi dan usaha.

Oleh karenanya maka jabatan seorang di bidang kelembagaan dan pengawas tidak dapat dirangkap dengan jabatan pengurus. Ketentuan selanjutnya mengenai badan pengawas telah diatur dalam AD/ART dan peraturan khusus lainnya yang telah diatur dalam koperasi.

Sedangkan peranan bidang kelembagaan dan pengawasan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan bimbingan kepada pengurus, karyawan, kearah keahlian dan keterampilan.
  2. Mencegah pemborosan bahan,waktu tenaga dan biaya agar tercapai efisiensi perusahaan koperasi.
  3. Menilai hasil kerja dengan rencana yang sudah diterapkan.
  4. Mencegah terjadinya penyelewengan
  5. Menjaga tertib administrasi secara menyeluruh.

Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi

  1. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan   Koperasi, mempunyai tugas memberikan rekomendasi pendirian, izin usaha simpan pinjam dan izin pembukaan kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor kas koperasi, pemberdayaan, pembinaan, pelaksanaan monitoring, evaluasi, pelaporan dan pengembangan standardisasi organisasi dan tatalaksana Koperasi, bimbingan teknis Koperasi, fasilitasi advokasi dan hukum serta melakukan pengawasan, pemeriksaan kelembagaan, pemeriksaaan usaha simpan pinjam, kepatuhan dan akuntabilitas Koperasi.
  1. Untuk melaksanakan tugas, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi, mempunyai fungsi:
  1. memverifikasi bahan kebijakan teknis dalam pembangunan dan pengembangan kelembagaan Koperasi;
  2. mengkoordinasi pelaksanaan penyuluhan perkoperasian;
  3. mengkoordinasikan pemberian rekomendasi pendirian, izin usaha simpan pinjam dan izin pembukaan kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor kas koperasi;
  4. mengkoordinasikan pelaksanaan pengembangan organisasi dan tatalaksana Koperasi;
  5. mengkoordinasikan pelaksanaan bimbingan pengawasan, pemeriksaan kelembagaan, pemberiaan sanksi, akuntabilitas, penindakan dan kepatuhan, advokasi dan konsultasi hukum serta falilitasi penyelesaian permasalahan perkoperasian;
  6. mengkoordinasi pelaksanaan monitoring dan evaluasi program kelembagaan Koperasi; dan
  7. mengkoordinasi pelaksanaan tugas tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

Seksi Organisasi dan Tatalaksana

  • Kepala Seksi Organisasi dan Tatalaksana, mempunyai tugas menyusun rencana kegiatan, mempersiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang organisasi dan tatalaksana.
  • Untuk melaksanakan tugas, Kepala Seksi Organisasi dan Tatalaksana mempunyai fungsi:
  1. menyiapkan bahan dan menganalisa standardisasi pelayanan, penyuluhan, pembentukan dan pendirian koperasi, perubahan anggaran dasar koperasi, pembubaran koperasi;
  2. memberikan rekomendasi izin usaha simpan pinjam dan izin pembukaan kantor cabang koperasi, kantor cabang pembantu dan kantor kas koperasi di wilayah Kabupaten Blitar;
  3. memberikan masukan pimpinan tentang persetujuan dan penolakan pembukaan kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor kas pada KSP/USP yang wilayah keanggotaannya lintas daerah kab/kota dan lintas daerah provinsi;
  4. merancang dan menentukan pelaksanaan pembinaan penataan organisasi dan tatalaksana Koperasi;
  5. merencanakan dan menentukan pelaksanaan standardisasi pelayanan Koperasi;
  6. membuat konsep dan menentukan database Koperasi;
  7. merencanakan dan menentukan monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan
  8. melaksanakan tugas tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

Seksi Penyuluhan, Advokasi dan Hukum

  • Kepala Seksi Penyuluhan, Advokasi dan Hukum, mempunyai tugas menyusun rencana kegiatan, mempersiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang Penyuluhan, Advokasi dan Hukum.
  • Untuk melaksanakan tugas, Kepala Seksi Penyuluhan, Advokasi dan Hukum mempunyai fungsi :
  1. menyiapkan bahan dan menganalisa pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang koperasi;
  2. menyiapkan bahan dan menganalisa materi dan pelaksanaan penyuluhan Perkoperasian;
  3. menyiapkan dan menganalisa bahan advokasi dan konsultasi hukum di bidang Perkoperasian;
  4. menyiapkan dan menganalisa bahan fasilitasi penyelesaian permasalahan/kasus Perkoperasian;
  5. merencanakan dan menentukan pelaksanaan Bimbingan teknis Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelembagaan Koperasi;
  6. merencanakan dan menentukan monitoring, evaluasi dan pelaporan;
  7. menyusun dan menentukan Standardisasi dan pedoman tentang koperasi
  8. melaksanakan tugas tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

Seksi Pengawasan, Akuntabilitas dan Kepatuhan

  • Kepala Seksi Pengawasan, Akuntabilitas dan Kepatuhan mempunyai tugas menyusun rencana kegiatan, mempersiapkan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional, bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang Pengawasan, Akuntabilitas dan Kepatuhan.
  • Untuk melaksanakan tugas, Kepala Seksi Pengawasan, Akuntabilitas dan Kepatuhan mempunyai fungsi :
  1. menyiapkan bahan dan menganalisa pelaksanaan bimbingan pengawasan, akuntabiltas, kepatuhan dan audit koperasi;
  2. merencanakan dan menentukan monitoring, evaluasi, pelaporan, pemeringkatan koperasi dan penilaian kesehatan usaha simpan pinjam;
  3. merencanakan dan menentukan penerapan akuntabilitas koperasi;
  4. melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan kelembagaan dan usaha simpan pinjam koperasi;
  5. merancang dan mengembangkan pembinaan dan pengawasan kelembagaan koperasi;
  6. merancang dan menentukan pelaksanaan pemantauan, analisa, penindakan dan kepatuhan;
  7. melaksanakan penerapan manajemen kelembagaan dan sanksi pada koperasi
  8. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala


[1] http://www.depkop.go

[2] Arifin Sitio dan Halomoan Tamba, Koperasi:Teori dan Praktik, (Jakarta:Erlangga, 2001), hal 39-40

IMG-20180704-WA0000Penulis DWI KHALIMATUR ROSYIDAH Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di bidang ekonomi harus mendapat perhatian yang cukup besar, karena pererkonomian memegang peran penting dalam pembangunan. Salah satu cara untuk memajukan perekonomian adalah melalui pemasaran yang dilakukan pihak dinas koperasi guna menunjang pelaku usaha mikro (UM) yang membutuhkan wadah untuk memasarkan barang yang dihasilkannya. Dengan adanya koperasi diharapkan para pelaku usaha mikro bisa memamerkan barangnya kepada masyarakat luas dan dikenal oleh masyarakat berskala nasional. Dari sinilah permasalahan koperasi yang biasa dihadapi, mereka bingung bagaimana cara memamerkan produknya hingga bisa dikenal oleh dunia luas, sehingga hal tersebut diharapkan perekonomian khususnya di Kabupaten Blitar dapat berkembang merata. Koperasi yang ada pada saat ini di Indonesia kian hari kian bertambah seiring dengan besarnya kebutuhan serta keinginan masyarakat untuk membuka usaha baru ataupun untuk sekedar melestarikan pola hidup yang serba konsumtif.

Koperasi adalah organisasi yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan organisasi ekonomi lain. Perbedaan ini terletak pada nilai etis yang melandasi kehidupannya dan terjabar dalam prinsip-prinsipnya yang kemudian berfungsi sebagai norma-norma etis yang mempolakan tata laku koperasi sebagai ekonomi. Ciri utama koperasi adalah kerjasama anggota dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan hidup bersama.

IMG_1527Koperasi sebagai organisasi mempunyai kelengkapan-kelengkapan yang dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan operasionalnya. Oleh karena itu, dalam pengelolaan koperasi yang sehat perlu dilengkapi dengan kelengkapan organisasi seperti Rapat Anggota, Pengurus Koperasi dan Pengawas.

Salah satu organ koperasi yang menjadi obyek penelitian saya adalah di bidang pemasaran, melaksanakan perumusan kebijakan, koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan  kebijakan, serta pemantauan, analisis, evaluasi dan pelaporan di bidang pemasaran produk Koperasi dan Usaha Mikro serta Bimbingan teknis pengembangan pemasaran usaha Koperasi dan usaha mikro.

Peningkatan omset dari para pelaku usaha mikro/ perkoperasian sangat erat dengan kegiatan pemasaran. Kegiatan pemasaran itu sendiri merupakan kegiatan yang berorientasi pada efisiensi. Efisiensi pemasaran adalah pencapaian pendapatan (income) secara optimal dengan pengeluaran biaya yang diminimalkan, sehingga ada keuntungan yang diperoleh.

IMG-20180805-WA0019Kepala Dinas Koperasi dan Um Kabupaten Blitar memiliki tujuan untuk mengankat derajat dan perekonomian. Karena itu, Dinas Koperasi dan Um Kabupaten Blitar mendorong warga Blitar atau para pelaku usaha mikro agar pintar- pintar memanfaatkan peluang pasar, memaksimalkan pemasarannya. Baik offline maupun online. Pemerintah mempunyai beberapa sentra UKM yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha mikro. Untuk online-nya, bisa memanfaatkan digital media dan media sosial.

Untuk bulan ramdhan dan menjelang lebaran lalu, banyak para pelaku usaha yang banjir pesanan. “Rata- rata peningkatan omset di bulan Ramadhan lalu mencapai lebih dari 50 persen. Jadi lembaga Dinas Koperasi menghimbau kepada para pelaku usaha agar dapat memaksimalkan peluang sebaik- baiknya.”

Selain menyediakan fasilitas sentra UKM bagi para pelaku usaha mikro, dinas koperasi juga memberikan pelatihan- pelatihan bagi pelaku usaha mikro. Sehingga, semua pelaku usaha mikro bisa belajar dalam mengembangkan maupun memahami bagaimana cara memulai usaha yang benar dan berinovasi sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.

Usaha pemberdayaan di bidang koperasi dimaksudkan untuk meningkatkan peranan golongan ekonomi lemah dalam kegiatan usaha- usaha ekonomi, agar dengan demikian tingkat kesejahteraan golongan tersebut semakin meningkat. Sesuai dengan tujuan ini maka kemampuan usaha koperasi perlu ditingkatkan dan partisipasi masyarakat dalam usaha- usaha perkoperasian perlu semakin diintensifkan. Tujuan itu selama lima tahun ini dicapai dengan cara memberikan bimbingan dalam bidang- bidang tatalaksana usaha dan organisasi serta mengadakan pengawasan terhadap kegiatan- kegiatan koperasi. Di samping itu kepada masyarakat diberikan penerangan mengenai tujuan- tujuan dan usaha- usaha perkoperasian.

 

Agar dapat sungguh- sungguh memainkan peranannya sebagai yang diharapkan maka kegiatan dan pengorganisasian koperasi- koperasi harus sungguh- sungguh didasari oleh azas-azas koperasi. Untuk itu pembinaan organisasi koperasi primer selalu memperoleh perhatian utama

Tujuan pembinaan organisasi koperasi adalah meningkatkan kemampuan organisasi koperasi sehingga memungkinkan peningkatan partisipasi anggota dan berfungsinya alat-alat perlengkapan organisasi seperti Rapat Anggota, Pengurus dan Badan Pemeriksa.

Dalam rangka pembinaan organisasi perkoperasian para petugas di lingkungan koperasi- koperasi primer memperoleh pendidikan mengenai pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan perkoperasian. Di samping itu juga dilaksanakan pemeriksaan pembukuan dan pembinaan pemanfaatan kredit secara teratur.

Dewasa ini masih terdapat kekurangan tenaga pembina koperasi yang sungguh-sungguh mahir. Dengan tercapainya kemajuan- kemajuan disektor Koperasi dan perkembangan yang pesat di waktu-waktu yang akan datang kekurangan itu akan semakin besar. Berhubung dengan itu maka dalam pembangunan koperasi selama lima tahun ini pendidikan selalu memperoleh prioritas yang tinggi. Demikianlah maka penataan tenaga pembina koperasi yang ada dilaksanakan secara teratur. Keahlian mereka dalam bidang perkoperasian dan dalam bidang- bidang lain yang diperlukan untuk pembinaan koperasi ditingkatkan. Selanjutnya jumlah tenaga pembina koperasi setiap tahun ditambah. Dalam rangka kegiatan itu setiap tahun di selenggarakan penataan dan pendidikan tenaga-tenaga pembina, baik di lingkungan Pemerintah maupun di lingkungan Gerakan Koperasi sendiri.[1]

Meskipun UMKM telah memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian, namun pada kenyataannya, mereka masih menghadapi berbagai permasalahan dan hambatan untuk memberikan sumbangan dalam kegiatan pembangunan nasional. UMKM masih belum dapat mewujudkan kemampuan dan peranannya secara optimal dalam perekonomian nasional. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa UMKM masih menghadapai berbagai hambatan dan kendala baik yang bersifat eksternal dan internal. Faktor internal antara lain dalam bidang sumber daya manusia, permodalan, produksi, pengolahan, dan pemasaran. Sedangkan faktor eksternal antara lain perizinan, teknologi, dan iklim usaha yang mendukung bagi perkembangan UMKM.[2]

Penyuluhan perkoperasian bertujuan untuk meningkatkan partisipasi anggota dalam kegiatan koperasi seperti rapat anggota, peningkatan permodalan dan peningkatan usaha koperasi. Peningkatan partisipasi itu dicapai dengan jalan meningkatkan pengertian tentang kewajiban dan haknya sebagai anggota koperasi serta cara- cara peningkatan usahanya.[3]


[1] Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia,Peningkatan Kapasitas Anggota Koperasi sebagai Kader Koperasi, (Jakarta:Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM,2007), hal 45-47

[2] Peraturan Daerah Kabupaten Blitar No. 6 Tahun 2012 tentang Pemberdayaan Koperasi Dan Usaha Mikro,Kecil, dan Menengah

[3] Hendrojogi, Koperasi:Asas-asas, Teori, dan Praktik, (Jakarta:Rajawali Pers, 2015), hal. 160

IMG_1527Penulis ANGGA AGUSTIAWAN ENDRO PRASETYO Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di bidang ekonomi harus mendapat perhatian yang cukup besar, karena pererkonomian memegang peran penting dalam pembangunan. Salah satu cara untuk memajukan perekonomian adalah melalui pengawasan dan pembinaan terhadap koperasi. Dengan adanya koperasi diharapkan perekonomian dapat berkembang merata. Koperasi yang ada pada saat ini di Indonesia kian hari kian bertambah seiring dengan besarnya kebutuhan serta keinginan masyarakat untuk membuka usaha baru ataupun untuk sekedar melestarikan pola hidup yang serba konsumtif.

IMG_1590 - Copy (3)IMG-20180704-WA0000Koperasi adalah organisasi yang memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan organisasi ekonomi lain. Perbedaan ini terletak pada nilai etis yang melandasi kehidupannya dan terjabar dalam prinsip-prinsipnya yang kemudian berfungsi sebagai norma-norma etis yang mempolakan tata laku koperasi sebagai ekonomi. Ciri utama koperasi adalah kerjasama anggota dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan hidup bersama.

Koperasi sebagai organisasi mempunyai kelengkapan-kelengkapan yang dibutuhkan untuk memperlancar kegiatan operasionalnya. Oleh karena itu, dalam pengelolaan koperasi yang sehat perlu dilengkapi dengan kelengkapan organisasi seperti Rapat Anggota, Pengurus Koperasi dan Pengawas.

Salah satu organ koperasi yang seharusnya difungsikan secara benar adalah Pengawas Koperasi sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 39 Undang-Undang No 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian yang bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi dan membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasan.

Sebagai salah satu unsur perangkat organisasi koperasi, fungsi Pengawas adalah melaksanakan pengawasan dan pengendalian kepada Pengurus sejauh mana kebijakan yang dilaksanakan telah sesuai dengan apa yang sudah disetujui dan disahkan oleh Rapat Anggota, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan Pengurus dalam mengelola koperasi sehingga dapat dievaluasi antara rencana dibanding dengan realisasinya.

IMG-20180801-WA0011Pembiayaan  adalah  penyediaan  dana oleh  Pemerintah, Pemerintah  Daerah,

Dunia Usaha, dan masyarakat melalui bank, koperasi, dan lembaga keuangan bukan

bank, untuk mengembangkan dan memperkuat permodalan Usaha Mikro, Kecil, dan

Menengah.  Usaha  Mikro,  Kecil,  dan  Menengah  bertujuan  menumbuhkan  dan

mengembangkan  usahanya  dalam  rangka  membangun  perekonomian  nasional

berdasarkan  demokrasi  ekonomi  yang  berkeadilan,  (UU  No.  20  Tahun  2008).

Pembiayaan yang perlu dipertimbangkan ada dua jenis yaitu pembiayaan utang dan

pembiayaan ekuitas. Pembiayaan utang (debt financing) adalah metode pembiayaan

yang  melibatkan  suatu  alat  pembawa  bunga,  biasanya  berupa  pinjaman,  yang

pembayarannya hanya terkait secara tidak langsung pada penjualan dan keuntungan

dari  usaha  tersebut.  Sedangkan  pembiayaan  ekuitas  (equity  financing)  tidak

membutuhkan  jaminan  dan  memberikan  tawaran  kepada  investor  berupa  bentuk

kepemilikan usaha, (Hisrich, 2008).

Pemerintah secara konsisten telah melakukan berbagai upaya deregulasi sebagai upaya  penyesuaian  struktural  dan  restrukturisasi  perekonomian  sejak  tahun  1983. Kendati demikian, banyak yang mensinyalir deregulasi di bidang perdagangan dan investasi tidak memberi banyak  keuntungan bagi  perusahaan kecil dan menengah, perusahaan  besar  dan  konglomeratlah  yang  mendapat  keuntungan.  Studi  empiris membuktikan  bahwa  pertambahan  nilai  tambah  ternyata  tidak  dinikmati  oleh perusahaan  skala  kecil,  sedang,  dan  besar,  namun  justru  perusahaan  skala 137 konglomerat, dengan tenaga kerja lebih dari 1.000 orang, yang menikmati kenaikan nilai tambah secara absolut maupun per rata-rata perusahaan (Kuncoro, 1997).

Pengertian  Usaha  Mikro menurut  Undang-undang Republik  Indonesia No.  20 Tahun 2008 (pasal 1) adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan  yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-  Undang  ini.  Usaha  Kecil  adalah  usaha  ekonomi  produktif  yang  berdiri sendiri,  yang  dilakukan  oleh  orang  perorangan  atau  badan  usaha  yang  bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha  besar  yang  memenuhi  kriteria  Usaha  Kecil  sebagaimana  dimaksud  dalam Undang-Undang ini. Sedangkan Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha  besar  dengan  jumlah  kekayaan  bersih  atau  hasil  penjualan  tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini

Tabel 1.Kriteria Usaha Mikro Kecil dan Menengah Menurut UU No.20 Tahun 2008 (Pasal 6)

 

Kekayaan bersih (tidak termasuk tanah dan bangunan)

Hasil penjualan tahunan

Usaha Mikro

<=Rp. 50.000.000

<=Rp. 300.000.000

Usaha Kecil

Rp. 50.000.000 – Rp. 500.000.000

Rp.300.000.000 – Rp 2.500.000.000

Usaha Menengah

Rp.500.000.000 – Rp.10.000.000.000

Rp. 2.500.000.000 – Rp. 50.000.000.000

 

 

Fasilitasi Pembiayaan Koperasi Menyelenggarakan fungsi :

-          Fasilitasi Pelaksanaan tugas dalam pengawasan KSP dan USP koperasi dan usaha mikro kecil, menengah (umkm)

-          Pembinaan dan pengawasan  KSP dan USP Koperasi dan usaha mikro kecil, Menengah (umkm)

-          Penyusunan bahan kebijakan pengawasan dan fasilitasi pembiayaan koperasi dan usaha mikro kecil, menengah (umkm)

-          Fasilitasi akses penjaminan dalam penyediaan pembiayaan bagi koperasi meliputi kredit perbankan, penjaminan lembaga bukan bank, modal ventura pinjaman dan dana penyisihan sebagai laba BUMN, hibah dan jenis pembiayaan lain.

 

Pertumbuhan  dan  peran  UMKM  diperkirakan  akan  semakin  meningkat  dalam

perekonomian Indonesia .  Dengan optimisme pertumbuhan dan peran  UMKM dan

potensi pembiayaan kredit dari perbankan yang semakin baik, perlu dirumuskan dan

dijabarkan implementasi strategi dan program yang jelas untuk mencapainya, yaitu

dukungan apa yang dapat dilakukan pemerintah, Bank Indonesia, perbankan maupun

lembaga  keuangan non  bank,  dunia usaha  serta  masyarakat  pada  umumnya,  agar

UMKM  benar-benar  bisa  menjadi  pilar  utama  perekonomian.

Peningkatan pembiayaan UMKM akan efektif paling tidak harus disertai strategi yang mencakup :

1)      Penguatan iklim usaha dan iklim investasi yang kondusif

2)      Peningkatan kemampuan kewirausahaan dan kegiatan usaha

3)      Penguatan sector keuangan khususnya perbankan dalam masalah pembiayaan

4)      Pengembangan perangkat penunjang bagi peningkatan layanan pembiayaan

5)      Peningkatan peran layanan KSP/USP koperasi dan lembaga keuangan mikro

 

UMKM  masih  perlu  dukungan  penjaminan  kredit, agar kemudahan kredit tersebut dapat optimal bisa dimanfaatkan. Penjaminan keuangan adalah suatu perjanjian pihak ketiga untuk menutup sebagian dari potensi kerugian kepada pihak yang meminjamkan atas suatu pinjaman bila pinjaman tersebut tidak bisa  dibayar  penuh  oleh  peminjam.  Di  Indonesia  telah  beroperasi  perusahaan penjaminan, yaitu Perum Pengembangan Sarana Usaha (Perum Sarana), yang pada awal berdirinya (tahun 1971) merupakan lembaga jaminan kredit koperasi (LJKK), P.T. Penjaminan Kredit Pengusaha Indonesia (P.T. PKPI), P.T. ASKRINDO, yang selama ini sudah cukup membantu perkreditan UMKM, namun karena keterbatasan dana dan kemampuannya, layanan perusahaan penjaminan tersebut dirasakan masih sangat terbatas.

 

Pemerintah  dalam  mengatasi  keterbatasan  dana  dan  layanan  perusahaan penjaminan memandang  perlu  meningkatkan  penjaminan  kredit  tersebut  dengan menyediakan  dana  penjaminan.  Pada  tahun  2003  dana  penjaminan  UMKM berjumlah Rp.95miliar,sementara alokasi dana Penjaminan Kredit UMKM dari TA 2001  s.d.  TA  2004  sebesar  Rp.  260 miliar,  dan  meningkat  dari  tahun  ke  tahun mencapai  Rp.  851  milyar  lebih  pada pertengahan  Januari  2008  dengan  debitur sebanyak  2.768 UMKM.  Berkaitan  dengan pengoptimalan  daya  guna penjaminan kredit  yang  disediakan  pemerintah,  dari  hasil  penelitian  Tim  Peneliti  Litbang Direktorat  Perbankan  Syariah  Bank merekomendasikan  agar  program penjaminan pembiayaan UMKM dari pemerintah melibatkan seluruh Bank Syariah yang selama ini telah berkembang pesat, dan berdasarkan publikasi BI perSeptember 2007 telah berjumlah 28 (dua puluh delapan) yang terdiri 3 (tiga) Bank Syariah Umum dan 25 Unit  Usaha  Syariah  (UUS).  Menurut  Tim  Peneliti,  dukungan  pemerintah  untuk memberikan jaminan sangat dibutuhkan untuk mendorong perbankan syariah dapat mengembangkan sektor UMKM.

 

Selain itu Tim Peneliti juga menyarankan agar Pemda tingkat propinsi maupun kodya/kabupaten juga mencanangkan program penjaminan penjaminan pembiayaan syariah untuk  UMKM di  daerah masing-masing mengingat  dana pemerintah pusat juga  terbatas, yang  diambilkan  dari  pos pemberdayaan  masyarakat dalam  APBD, yang  mana  dana  tidak  seluruhnya  digelontorkan  dalam  program  pengentasan kemiskinan,  tetapi  sebagian  untuk  program  penjaminan.  Adapun  implementasi program-program  pemberdayaan UMKM  memuat  kegiatan-kegiatan  pokok antara lain mencakup:

1)      Penyeiaan fasilitasi untuk mengurangi hambatan akses UMKM terhadap sumberdaya produktif, termasuk sumberdaya alami.

2)      Peningkatan peranserta dunia usaha/masyarakat sebagai penyedia jasa layanan teknologi, manajemen, pemasaran informasi, dan konsultan usaha melalui penyediaan system insentif,kemudahan usaha, serta peningkatan kapasitas pelayanannya

3)      Pemberian kepastian status badan hukum, kemudahan dalam perizinan, insentif untuk pembentukan system jaringan antar LKM dan antar LKM dan bank

4)      Perluasan sumber pembiayaan bagi koperasi dan UMKM, khususnya skim kredit investasi bagi koperasi dan UMKM dan peningkatan peran lembaga keuangan bukan bank, disertai dengan pengembangan jaringan informasinya

5)      Peningkatan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan dana pengembangan umkm yang bersumber dari berbagai instansi pemerintah pusat, daerah, dan BUMN

6)      Dukungan terhadap upaya mengatasi masalah kesenjangan kredit (kesenjangan skala, formalisasi, dan informasi) dalam pendanaan UMKM

7)      Pengembangan system insentif, akreditasi sertifikasi dan perkuatan lembaga-lembaga pelatihan serta jaringan kerjasama antar lembaga pelatihan

8)      Pengembangan dan revitalisasi unit pelatihan dan penelitian dan pengembangan (litbang)teknis dan informasi milik berbagai instansi pemerintah pusah dan daerah untuk berperan sebagai lebaga pengembangan usaha bagi UMKM

9)      Dukungan terhadap upaya pengutanjaringan pasar produk UMKM dan anggota koperasi

 

IMG20180720102953NARASTRY ABIYOGA Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Dinas Daerah Kabupaten/Kota merupakan unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten/Kota dimpimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah. Dinas Daerah Kabupaten/Kota mempunyai tugas melaksanakan kewenangan desentralisasi.

cropped-IMG20180717135848.jpgPada Dinas Daerah Kabupaten/Kota dapat dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) Kabupaten/Kota untuk melaksanakan sebagian tugas Dinas yang mempunyai wilayah kerja satu atau beberapa kecamatan.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan merupakan salah satu instansi pemerintah yang bertugas mengawasi dan membina koperasi-koperasi, usaha mikro, pasar, dan perdagangan yang ada di kabupaten Trenggalek. Instansi pemerintah ini tergolong penting untuk mengawasi jalannya koperasi-koperasi, usaha mikro, pasar, maupun perdagangan agar mampu berjalan sesuai fungsinya yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

IMG-20180802-WA0061

Salah satu bidang yang ada di dinas ini yaitu bidang usaha mikro yang bertugas memberdayakan dan mengembangkan para pengusaha usaha mikro, melaksanakan program kerja dan kegiatan kewirausahaan, pengembangan produk dan pemasaran, fasilitasi dan permodalan bagi para pengusaha usaha mikro, melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas bidang usaha mikro.

Data Kegiatan Pameran yang diadakan pada tingkat Lokal, Regional dan Nasional pada Tahun 2017 antara lain
Pameran di Hotel Hayam Wuruk

Pameran dalam rangka musrenbang tahun 2017 di hotel Hayam wuruk tanggal 21  Maret 2017,bertujuan untuk mengenalkan produk kerajinan terutama batik dan kerajinan Kabupaten Trenggalek ke semua peserta musrenbang yang meliputi semua kepala desa di KabupatenTrenggalek, tokoh masyarakat, semua stakeholder (semua SKPD, camat) dll. Dan Peserta yang mengikuti pameran adalah Batik Tulis Setiya Jaya (Ds. Ngentrong Kec. Karangan) Kerajinan kulit AG leather (Ds. Malasan Kec. Durenan), Asesoris dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek) dan KUB Bintang mandiri (Perum Taman Agung Permai Blok F-9 Trenggalek)

Pameran Prigi Fest

Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 26 Maret 2017  di pantai prigi sekitar area 360 Kabupaten Trenggalek, bertujuan untuk mengenalkan semua produk unggulan Trenggalek kepada masyarakat luas juga dari para undangan yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, yang acara ini merupakan acara agenda tahunan untuk lomba design miniatur kapal yang diikuti peserta dari luar dan dalam kab. Trenggalek

Peserta yang mengikuti pameran adalah

  1. Batik Tulis Setiya Jaya (Ds. Ngentrong Kec. Karangan)
  2. Batik Tulis Sekarwangi Ds. Sumberingin Kec. Karangan
  3. Batik Tulis RARA Ds Bendoagung Kec. kampak
  4. Makanan khas RARA Ds. Wonorejo Kec. Gandusari
  5. Kripik pisang dan olahan laut Sumber Rejeki (Ds. Tasikmadu Kec. Watulimo)
  6. Nata decoco Kel Sumbergedong Kec Trenggalek
  7. Olahan jamu dan bandrek Ds. Malasan Kec. Durenan
  8. Makanan lainnya meliputi amplang ikan, permen susu dll
  9. Kel disabilitas binaan dari Griya mode Ds. Nglongsor Kec. tugu
  10. Kerajinan kulit AG leather (Ds. Malasan Kec. Durenan)
  11.  Asesoris dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek)

Dalam Event ini kita menyewa 10 stand diperntukkan untuk semua pengisi stand tersebut

Pameran dalam rangka pembukaan TMMD (Taruna Manunggal Membangun  Desa)

Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 5 April 2017  di Ds. Jombok Kec. Pule   Kabupaten Trenggalek, bertujuan untuk mengenalkan semua produk unggulan Trenggalek kepada masyarakat luas juga dari para undangan yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, yang acara ini ini merupakan acara agenda tahunan yang dilaksanakan oleh TNI dan merupakan kerjasama lintas sektoral TNI, SKPD Terkait  selaku Pemerintah daerah, serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya membantu meningkatkan aselerasi pembangunan didaerah tertinggal, terisolasi dan daerah pinggiran dan terbelakang. Dinas Komidag                               Kab. Trenggalek berpartisipasi dengan penyiapan stand Pameran Produk Unggulan untuk pelaku usaha mikro .

Peserta yang mengikuti pameran adalah

  1. Batik Tulis Setiya Jaya (Ds. Ngentrong Kec. Karangan)
  2.  Makanan olahan , Ds. Dawuhan Kec. Trenggalek

Asesoris dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek)

Pameran dalam rangka penutupan TMMD (Taruna Manunggal Membangun Desa)  di Alun – alun Trenggalek

Yang dilaksanakan tanggal 4  mei 2017, dengan tujuan sama dengan  saat pembukaan TMMD sebelumnya, Dinas Komidag Kab. Trenggalek, menyiapkan Stand Pameran untuk  pelaku usaha mikro.

Peserta yang mengikuti pameran adalah

  1.  Batik Tulis Tiepoek (Ds. Ngentrong Kec. Karangan)
  2.  Kerajinan kulit AQ leather (Ds.  Malasan Kec. Durenan)
  3. Asesories dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek)
  4. Rumah Coklat  (Ds. Karangan  Kec. Karangan)

Forum IKM Kab. Trenggalek

Bazar Ramadhan 2017

Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 12 s.d 16  Juni 2017  di halaman pendopo Kab. Trenggalek. Bertujuan untuk mengenalkan semua produk unggulan Trenggalek kepada masyarakat luas juga dari para undangan yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, yang acara ini ini merupakan acara agenda tahunan selama bulan Ramdhan, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kab. Trenggalek melaksanakan pondok ramadhan selama satu minggu (12 s.d 16  Juni 2017), selama Pondok Ramadhan disertai dengan pelaksanaan Bazar Ramadhan yang diikuti oleh  :

  1. Pelaku Usaha Mikro dari Asosiasi UMKM Kab. Trenggalek
  2. Bulog  cabang Tulungagung untuk penyediaan sembako murah
  3. Pelaku Usaha mikro Binaan PKK Kab. Trenggalek
  4. Pelaku Usaha Mikro Binaan GOW Kab. Trenggalek
  5. Pelaku Usaha Mikro Binaan Dharma wanita Kab. Trenggalek
  6. Forum IKM Kab. Trenggalek
  7. Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Trenggalek
  8. Dinas Perikanan Kab. Trenggalek

Dalam Event ini kita menyewa 10 stand diperuntukkan untuk semua pengisi   stand tersebut

Gebyar UMKM tahun 2017

Yang dilaksanakan di Alun-Alun Trenggalek, tanggal 20 s.d 23  Agustus  2017, dengan tujuan untuk membuka peluang pemasaran bagi pelaku usaha mikro di Kab. Trenggalek. Pemerintah Kab. Trenggalek melalui Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kab. Trenggalek, menyiapkan 26 Stand gratis yang dipersiapkan untuk pelaku usaha mikro binaan Dinas Komidag Kab. Trenggalek dan beberapa SKPD terkait.

Yang mengisi stand meliputi  :

  • Dinas Pertanian dan pangan Kab. Trenggalek
  • Dinas Perikanan Kab. Trenggalek
  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Trenggalek
  • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu Pintu Kab. Trenggalek
  • Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. Trenggalek
  • Dekranasda Kab. Trenggalek
  • Dekranasda Kab. Trenggalek
  • Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Trenggalek
  • Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Trenggalek
  • Dinas Kesehatan , pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana                    Kab. Trenggalek
  • Dinas Pendidikan , Pemuda dan Olahraga Kab. Trenggalek
  • Batik Alya Ds. Parakan Kec. Trenggalek
  • Batik Sekarwangi Perum Sumberingin Indah Kec. Karangan Kab. Trenggalek
  • Batik Ra & Ra Ds. Bendoagung Kec. Karangan
  • Batik Warlami Ds. Ngentrong Kec. Karangan
  • Batik Warlami Ds. Ngentrong Kec. Karangan
  • Tenun Telaga Sari Ds. Buluagung Kec. Karangan
  • Asosiasi UMKM Divisi Mamin
  • Asosiasi UMKM Divisi Mamin
  • Asosiasi UMKM Divisi Mamin
  • Asosiasi UMKM Devisi Kerajinan
  • Asosiasi UMKM Divisi Kerajinan
  • Forum IKM Kab. Trenggalek
  •  Kerajinan / asesories (mbak mita)
  •  KUB Bintang Mandiri Perum Taman Agung Permai Blok F-9 Trenggalek
  •  Koperasi Madani Kec. Watulimo
  • Itulah pengisi stand yang dibiayai dari dana APBD II Kab. Trenggalek, sedangkan stand yang dibiayai dari APBD I propinsi jawa timur ada 30 stand yang diperuntukkan untuk 10 stand untuk pelaku usaha mikro dari Jawa timur dan 10 stand  untuk Kab/kota se-jatim sekitar di Kab. Trenggalek dan 10 stand untuk pelaku usaha mikro dari Kab. Trenggalek

Kabupaten /kota sekitar  Kab. Trenggalek, yang mengikuti gebyar UMKM dan pasar Rakyat th 2017 adalah  :

  1. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Tulungagung
  2. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Kediri
  3. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Kediri
  4. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Blitar
  5. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Blitar
  6. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Magetan
  7. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Madiun
  8. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Nganjuk
  9. Dinas Perindag Kab. Nganjuk

Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Jombang

Pasar Rakyat  2017

Dimulai tanggal 19 s.d 31 Agustus  2017, adalah suatu kegiatan yang bersamaan dengan Gebyar UMKM, kl pasar rakyat adalah suatu kegiatan berupa pasar yang berisi pendirian tenda-tenda diseputaran alun-alun, depan BRI dan Pemda Kab. Trenggalek, depan pasar sore, jalan wachid hasyim. Jumlah tenda yang didirikan kurang lebih ada 250 tenda, dengan diisi oleh pengusaha baik dari dalam atau luar Kab. Trenggalek.

Pameran di Hutan Kota (Huko) dalam rangka Kejurna urban Downhill Night race pada tanggal 7 s.d 8  Juli 2017
Pameran FKKS  di pantai Prigi Kec. Watulimo Kab. Trenggalek tanggal 21 s.d 22 Oktober 2017
Pameran Jambore Pemuda Daerah (JPD) Jawa Timur di pantai Prigi Kec. Watulimo Kab. Trenggalek tanggal 23 s.d 25  Oktober  2017
Pameran Bazar Djadoel dalam rangka Hari Jadi Kota Blitar di alun-alun Blitar tanggal 5 s.d 9  April 2017
Pameran dalam rangka GSB Di Taman Budaya Cak Durasim Surabaya tanggal 7 s.d 8  April 2017
Pameran Koperasi dan UMKM Expo dalam rangka Hari Koperasi dan UMKM Di grand city Surabaya tanggal 26 s.d 30  Juli 2017
Pameran dalam rangka Hari Jadi Kota Nganjuk  tanggal 4 s.d 6  Agustus  2017
Pameran dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri tanggal 18 s.d 21 Juli 2017 di GOR Joyoboyo Kota Kediri
Pameran Gebyar Budaya dalam rangka Hardiknas di halaman GOR Lembu Peteng Kab. Tulungagung tanggal 16 s.d 20  Mei  2017
Pameran Gebyar UMKM dan Pasar Rakayat dalam Rangka Hari Jadi Kab. Ngawi di alun-alun Ngawi tanggal 21 s.d 23  Juli 2017
Pameran Produk Unggulan Musabaaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVII Tingkat Propinsi Jawa Timur tanggal 1 s.d 8  Oktober  2017
Pameran Harkopnas dalam rangka Hari Koperasi di tingkat nasional di lapangan karebosi Kota Makasar pada tanggal 11 s.d 16  Juli 2017

IMG-20180802-WA0061Penulis LUTFI BUSTOMI Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Berbagai pendapat mengatakan bahwa industrialisasi merupakan suatukeharusan bagi setiap bangsa yang ingin maju. Bahkan maju mundurnya suatubangsa biasanya diukur dengan keberhasilannya dalam melaksanakan prosesindustrialisasi. Negara Indonesia memerlukan industrialisasi untuk bisatumbuh dan berkembang secara cepat, karena dalam proses industrialisasitersebut akan mendukung atas usaha pencapaian pemerataan hasilpembangunan.

Salah satu industrialisasi tersebut adalah insdustri kecil.Industri kecil merupakan faktor utama dalam pengembangan ekonomi daerah.Pada sisi yang lain keberadaan industri kecil menjadi sektor usahayang menjadi tumpuan dan mampu menyerap banyak tenaga kerja diIndonesia. Biaya produksi rendah, tetapi produk yang dihasilkan memberikannilai tambah bagi perekonomian.

Kemampuan spesifik dalam mengelola usahayang dijalani dan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yangterjadi. Modalnya kecil tidak terlalu besar. Modal untuk memulai dan merintisusaha yang dikelola kebanyakan dari para pemilik, selain itu tidak terlalutergantung pada pinjaman modal dari perbankan. Sektor industri kecilmerupakan salah satu bentuk strategi alternatif untuk mendukungpengembangan perekonomian dalam pembangunan jangka panjang diIndonesia. Pada konteks yang lebih luas keberadaan akan industri kecil dapatmemberikan sumbangan pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhanpembangunan nasional.Bagi pemilik industri kecil upaya peningkatan pendapatan para tenagakerja merupakan salah satu tujuan yang akan dicapai, hal tersebut dikarenakanpendapatan yang diperoleh oleh tenaga kerja secara langsung mempengaruhiminat untuk bekerja pada sektor tersebut

Konsumen yang dituju (target consumer)

Tahap pertama dalam perumusan strategi pemasaran yakni dengan menentukan konsumen yang dituju. Usaha-usaha pemasaran akan lebih berhasil jika hanya ditujukan kepada konsumen tertentu saja, dan bukannya masyarakat secara keseluruhan. Konsumen yang dituju merupakan individu-individu yang harus dilayani oleh perusahaan dengan memuaskan.

  1. Bauran pemasaran/ marketing mix (4P)

Marketing mix adalah merupakan sekumpulan variabel-variabel tentang produk, harga, distribusi dan promosi dan merupakan variabel kebijakan dalam bauran pemasaran. Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono merumuskan bauran pemasaran menjadi 4P (Product, Price, Promotion dan Place), adapun bauran pemasaran tersebut adalah:

1)  Produk (Product)

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan produk merupakan sebuah kebijakan yang diambil oleh perusahaan di dalam menyediakan barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan konsumen. Produk merupakan segala sesuatu yang berusaha ditawarkan oleh perusahaan kepada para konsumennya. Perusahaan berusaha menyesuaikan produk dengan kebutuhan calon pembelinya.

2)  Harga (Price)

Kebijakan harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran pelanggan. Kebijakan mengenai harga jual harus disesuaikam berdasarkan seberapa besar konsumen mampu dan bersedia membayar barang atau jasa, hal ini harus disesuaikan juga dengan besaran daya beli konsumen sasaran produk. Penetapan kebijakan harga bukan hanya didasarkan pada kesediaan konsumen untuk membayar besaran harga suatu produk, namun lebih dari itu harus mempertimbangkan juga berapa besaran biaya yang ditetapkan bagi produk sejenis atau produk pesaing.

Dikarenakan apabila para pesaing dalam menetapkan harga jauh lebih murah dibanding produk yang kita tawarkan, maka dapat dipastikan pasar konsumen akan lebih mudah tertarik dan memilih produk yang harganya jauh di bawah produk yang kita tawarkan. Kecuali pasar konsumen memang bersedia membayar dengan harga tinggi untuk produk yang kita tawarkan.

3)  Distribusi (Place)

Kebijakan mengenai distribusi ialah menyangkut cara penyampaian produk ke tangan konsumen.Dapat disimpulkan bahwa perusahaan mempertimbangkan kapan dan di mana produk tersebut bisa diperoleh oleh konsumen ketika konsumen membutuhkannya. Perusahaan berusaha mendekatkan produknya dan mempermudah konsumen dalam memperoleh produk sebagai pemuas kebutuhannya kapan saja dibutuhkan.

4)  Promosi (Promotion)

Kebijakan yang diambil perusahaan dalam menyebarkan informasi mengenai produknya kepada konsumen, bahwa produk tersebut telah tersedia di  pasar dan produk tersebut mampu memberikan manfaat yang memadai serta mampu memuaskan kebutuhan konsumen. Sifat promosi selain yang telah disebutkan di atas yaitu untuk memperkenalkan produk kepada konsumen, juga dimaksudkan untuk merayu calon konsumen agar tergerak untuk melakukan tindakan pembelian terhadap produk yang ditawarkan.

IMG20180720102953Oleh ILHAM Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomidan Bisnis Islam IAIN Tulungagung   Dosen Pembimbing Lapangan Siswahyudianto, S.Pd.I.,M.M.

Produksi pada industri batik adalah penanganan atau penyelenggaraan proses pembuatan kain batik dengan mengerahkan orang, alat yang diatur secara rapi melalui kerjasama meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Oleh karena itu berhasil tidaknya suatu usaha tergantung pada pengelolaannya. Usaha industri batik perlu dikelola dengan baik karena fungsi pengelolaan atau manajemen adalah untuk dapat mencapai keteraturan, kelancaran dan kelangsungan usaha serta agar orang dapat bekerja secara efisien sehingga dapat mencapai efisiensi. Supaya usaha batik dapat berjalan lancar maka perlu mengatur kegiatannya dengan rapi. Bidang-bidang pengelolaan dalam suatu usaha mencakup beberapa hal diantaranya pengelolaan alat dan bahan, pengelolaan tenaga kerja, pengelolaan keuangan, pengelolaan produksi, dan pemasaran.

cropped-IMG20180717135848.jpg

  1. A.    Permodalan

Modal adalah aktiva bersih. Modal bisa berarti financial capital dimana tekanannya adalah nilai uang dari aktiva dikurangi dengan nilaikewajiban yang merupakan kontribusi uang pemilik kepadaperusahaan. Modal disini difokuskan pada kemampuan fisik darimodal itu untuk memproduksi barang dan jasa bukan pada nilaiuangnya. Ukurannya adalah kapasitas produksi dari aktiva yangdimiliki (Harahap, 2004).Menurut Lawrance dalam Sriyadi (1991:140) modalmerupakan sinonim kekayaan, yaitu semua barang yang dimiliki orang/seorang. Tanah beserta sumber alam yang terkandung di dalamnya sering disebut modal alami, untuk membedakan dari modal buatan seperti gedung, mesin-mesin, alat-alat, dan bahan-bahan. Sehubungan dengan kegiatan operasi badan usaha, modal dapat dibedakan antara modal tetap dan modal bekerja. Modal tetap (fixedcapital) yaitu semua benda-benda modal yang dipergunakan terus menerus dalam jangka lama pada kegiatan produksi seperti misalnya tanah, gedung, mesin, alat perkakas, dan sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan modal bekerja (working capital) yaitu modal untuk membiayai operasi perusahaan seperti pembelian bahan dasar dan bahan yang habis dipakai, membiayai upah dan gaji, membiayai persediaan, membiayai pengiriman dan transportasi, biaya penjualan dan reklame, biaya pemeliharaan dan sebagainya (Sriyadi, 1991). Pengertian modal ditekankan pada nilai, daya beli atau kekuasaan memakai atau menggunakan yang terkandung dalam barang-barang modal. Modal meliputi baik modal dalam bentuk uang maupun dalam bentuk barang, misalnya mesin, ataupun barang-barang dagangan (Riyanto, 1993). Menurut Riyanto (1993) sumber-sumber penawaran modal diataranya yaitu: 1) Sumber internal yaitu modal yang dihasilkan sendiri. 2) Sumber eksternal yaitu modal dari luar perusahaan. 3) Supplier.4) Bank 5) Pasar modal.

 

 

 

B.Tenaga Kerja

Menurut Irwan dalam Suparmoko (1992) Keberhasilan pembangunan ekonomi salah satunya dipengaruhi oleh faktor produksi. Faktor-faktor produksi tersebut diantaranya adalah penduduk (Sumber Daya Manusia), yang dimaksud dengan penduduk dalam sumber daya manusia adalah penduduk dalam usia kerja. Dari segi penduduk sebagai faktor produksi maka tidak semua penduduk dapat bertindak sebagai faktor produksi, hanya penduduk usia kerja dalam arti sudah bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Sedangkan kelompok bukan angkatan kerja meliputi golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga dan golongangolongan lain atau penerima pendapatan yaitu mereka yang menerima pensiunan, tingkat bunga atas simpanan, sewa atas milik dan mereka yang hidupnya tergantung pada orang lain seperti manula, penyandang cacat, narapidana serta penderita sakit kronis. Menurut Undang-Undang Tahun 1969 pasal 1 yaitu tentang ketentuan pokok mengenai tenaga kerja yang menyebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melaksanakan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan. Tenaga kerja merupakan suatu faktor produksi sehingga dalam kegiatan produksi diperlukan sejumlah tenaga kerja yang mempunyai keterampilan dan kemampuan tertentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Penduduk dalam suatu wilayah yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaan kerja mereka dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas perusahaan. Tenaga kerja terdiri dari angkatan kerja dan bukan angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:

1) Jumlah penduduk yang masih bersekolah.

2) Jumlah penduduk yang mengurus rumah tangga.

3) Bagaimana suatu rumah tangga mengatur siapa yang bekerja, bersekolah dan mengurus rumah tangga.

4) Umur

5) Tingkat upah

6) Tingkat pendidikan

7) Kegiatan ekonomi. (Payaman, 1985).

Menurut (Winardi:1991) faktor-faktor yang mempengaruhi tenaga kerja adalah:

1) Produktivitas tenaga kerja hingga tingkat tertentu dipengaruhi oleh tenaga kerja keturunan, dari mana dia berasal dan iklim lingkungan yang tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.

2) Sifat-sifat kesehatan, kekuatan, intelegensi, ambisi, kemampuan untuk menilai, ketekunan,    mempengaruhi produktivitas tenaga kerja.

3) Kondisi tempat kerja.

4) Tergantung kualitas dan metode dari organisasi perusahaan.

5) Berkaitan dengan upah yang diterimanya.

IMG-20180802-WA0056

  1. C.    Tingkat Pendidikan

Menurut Taufiq Effendi (2005:72) pendidikan adalah “segalah usaha yang bertujuan mengembangkan sikap dan kepribadian, pengetahuan dan ketrampilan” pendidikan sebagai tulang punggung kemajuan suatu Negara, menentukan tinggi rendahnya derajat dan kedudukan bangsa. Pendidikan yang efektif melahirkan anak-anak bangsa yang cerdas, bermoral dan memiliki etos kerja dan inovasi karya yang tinggi. Seluruh Negara maju sungguh telah meletakkan kebijakan pendidikan pada posisi terdepan: mendukung mengawal dan terus memperbaiki system pendidikan bagi rakyatnya.

Tingginya rata-rata tingkat pendidikan masyarakat sangat penting bagi kesiapan bangsa menghadapi tantangan global di masa depan. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan sesorang atau masyarakat untuk menyerap informasi dan mengimplementasikannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari-hari, khususnya dalam hal kesehatan. Tingkat pendidikan formal membentuk nilai bagi seseorang terutama dalam menerima hal baru (Suhardjo, 2007).

 

IMG-20180802-WA0057

  1. D.    Pengalaman Usaha

Pengalaman merupakan suatu proses pembelajaran dan pertambahan perkembangan potensi bertingkah laku baik dari pendidikan formal maupun nonformal atau bisa diartikan sebagai suatu proses yang membawa seseorang kepada suatu pola tingkah laku yang lebih tinggi.Suatu pembelajaran juga mencakup perubahan yang relatif tepat dari perilaku yang diakibatkan pengalaman,pemahaman dan praktek (Knoers & Haditono, 2009 dalam Asih, 2012). Purnamasari (2011) dalam Asih (20012) memberikan kesimpulan bahwa seorang karyawan yang memiliki pengalaman kerja yang tinggi akan memiliki keunggulan dalam beberapa hal diantaranya:Mendeteksi kesalahan, memahami kesalahan, dan mencari penyebab munculnya kesalalahan.

Pengalaman kerja seseorang menunjukan jenis-jenis pekerjaan yang pernah dilakukan seseorang dan memberikan peluang yang besar bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik. Semakin luas pengalaman kerja seseorang, semakin terampil melakukan pekerjaan dan semangkin sempurna pola berpikir dan sikap dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Abriyani Puspaningsih, 2004). Murphy dan Wrigth (2006) dalam Sularso dan Naim (2009) memberikan bukti empiris bahwa seseorang yang berpengalaman dalam suatu bidang subtantif memiliki lebih banyak hal yang tersimpan dalam ingatannya.

 Konsumen yang dituju (target consumer)

Tahap pertama dalam perumusan strategi pemasaran yakni dengan menentukan konsumen yang dituju. Usaha-usaha pemasaran akan lebih berhasil jika hanya ditujukan kepada konsumen tertentu saja, dan bukannya masyarakat secara keseluruhan. Konsumen yang dituju merupakan individu-individu yang harus dilayani oleh perusahaan dengan memuaskan.

  1. Bauran pemasaran/ marketing mix (4P)

Marketing mix adalah merupakan sekumpulan variabel-variabel tentang produk, harga, distribusi dan promosi dan merupakan variabel kebijakan dalam bauran pemasaran. Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono merumuskan bauran pemasaran menjadi 4P (Product, Price, Promotion dan Place), adapun bauran pemasaran tersebut adalah:

1)  Produk (Product)

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan produk merupakan sebuah kebijakan yang diambil oleh perusahaan di dalam menyediakan barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan konsumen. Produk merupakan segala sesuatu yang berusaha ditawarkan oleh perusahaan kepada para konsumennya. Perusahaan berusaha menyesuaikan produk dengan kebutuhan calon pembelinya.

2)  Harga (Price)

Kebijakan harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran pelanggan. Kebijakan mengenai harga jual harus disesuaikam berdasarkan seberapa besar konsumen mampu dan bersedia membayar barang atau jasa, hal ini harus disesuaikan juga dengan besaran daya beli konsumen sasaran produk. Penetapan kebijakan harga bukan hanya didasarkan pada kesediaan konsumen untuk membayar besaran harga suatu produk, namun lebih dari itu harus mempertimbangkan juga berapa besaran biaya yang ditetapkan bagi produk sejenis atau produk pesaing.

Dikarenakan apabila para pesaing dalam menetapkan harga jauh lebih murah dibanding produk yang kita tawarkan, maka dapat dipastikan pasar konsumen akan lebih mudah tertarik dan memilih produk yang harganya jauh di bawah produk yang kita tawarkan. Kecuali pasar konsumen memang bersedia membayar dengan harga tinggi untuk produk yang kita tawarkan.

3)  Distribusi (Place)

Kebijakan mengenai distribusi ialah menyangkut cara penyampaian produk ke tangan konsumen.Dapat disimpulkan bahwa perusahaan mempertimbangkan kapan dan di mana produk tersebut bisa diperoleh oleh konsumen ketika konsumen membutuhkannya. Perusahaan berusaha mendekatkan produknya dan mempermudah konsumen dalam memperoleh produk sebagai pemuas kebutuhannya kapan saja dibutuhkan.

4)  Promosi (Promotion)

Kebijakan yang diambil perusahaan dalam menyebarkan informasi mengenai produknya kepada konsumen, bahwa produk tersebut telah tersedia di  pasar dan produk tersebut mampu memberikan manfaat yang memadai serta mampu memuaskan kebutuhan konsumen. Sifat promosi selain yang telah disebutkan di atas yaitu untuk memperkenalkan produk kepada konsumen, juga dimaksudkan untuk merayu calon konsumen agar tergerak untuk melakukan tindakan pembelian terhadap produk yang ditawarkan.

Ibu Tiepuk memulai usahanya sejak 2016 yang lalu, dulunya ibu Tiepuk hanya pegawai uasaha batik yang ada di trenggalek, lalu belia berfikir kenapa tidak membuat usaha batik sendiri, ini lah yang membuat ia terjun dalam usaha batik tulis. Apa yang ia lakukan ini sangat di dukung oleh suami dan anak-anaknya, itu yang membuat ia bertambah yakin untuk memulai usahanya walaupun saat pertama kali memulai usaha ia merasa takut jika usahanya gagal.

Untuk permodalan ibu tiepuk melakukan dengan modal sendiri, dengan modal uang sebesar 2.000.000.00. Dengan uang itu ia memulai membuat batik dan hasilnya pun cukup bagus meskipun ia membuat batik tidak banyak karena modal yang terbatas, ia pun mencoba menjual batik liwat medsos seperti Instagram dan facebook. Karena ibu Tiepuk ingin usahanya terkenal dan ingin menambah ilmu agar batiknya tidak hanya batik tulis saja akhirnya ibu Tiepuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang di adakan dari Dinas Komidag trenggalek, dan hasilnya pun cukup bagus untuk membuat usahanya berkembang, ia pun juga sering diajak Dinas Komidag untuk acara pameran-pameran, setelah banyak mengikuti pameran akhirnya batik dari ibu Tiepuk ini menjadi terkenal dan batik dari ibu Tiepuk ini juga sering mendapatkan juara dari pameran tersebut, dan uangnya dijadikan untuk menambah modal.

Batik yang di biuat oleh ibu Tiepuk ini sekarang tidak hanya membuat batik tulis saja tapi sekarang sudah membuat batik tulis kombinasi batik cap, motif yang dibuat pun juga macam-macam seperti, motif batik bunga kapas, motif batik truntum cengkeh, motif batik anggrek bulan, motif batik arumi, dan masih banyak lagi, dalam perwanaanya ia menggunakan bahan alami dalam pembuatanya, dan sesekali menggunakan pewarna kimia, menuruti pemesanan saja.

 

  1. C.    Peran Bidang Usaha Mikro Dinas Komidag untuk Mengembangan Usaha Batik di Kabupaten Trenggalek

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek Bidang Usaha Mikro mempunyai peran yaitu sebagai:

  1. Pembinaan, yaitu membina para ukm yang ada di kabupaten Trenggalek supaya lebih berkembang lagi.
  2. Memfasilitasi, yaitu bidang usaha mikro ini memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh para pelaku ukm yang kekurangan dalam hal alat-alat produksi.
  3. Pemodalan, yaitu bidan usaha mikro ini memberikan pinjaman modal kepada para pelaku usaha baik yang baru merintis usaha ataupun yang sudah melakukan usaha.
  4. Pemasaran, yaitu bidang usaha mikro juga membantu para pelaku usaha untuk melakukan pemasarannya.

 

  1. D.    Strategi Dinas Komindag Dalam Meningkatkan Pendapatan Pengusaha Mikro ( Batik Tulis dan Semi Kabupaten Trenggalek)

Berdasarkan hasil wawancara dari ibu Nurun Najmi selaku bidang pemasaran strategi pemasaran dalam meningkatkan pendapatan pengusaha mikro di Kabupaten Trenggalek yaitu Dinas Komindag Trenggalek mempunyai strategi untuk dapat meningkatkan pendapatan pengusaha mikro di Trenggalek dengan cara yaitu yang 1. Pengusaha tersebut harus mengisi  makanan di galeri Trenggalek yang disana ramai dikunjungi warga bahkan pembisnis nanti apabila disana banyak yang laku otomatis dapat menambah pendapatan. 2. Pengusaha harus juga rajin-rajin juga promosi di sosial media baik itu instagram, facebook, dan sebagainya supaya pengenalan produk bisa lebih luas. 3. Yaitu dengan adanya pameran diluar kota pihak Dinas Komindag dapat memasarkan produk/barang di pameran tersebut. Sebenarnya fungsi dari pameran tersebut untuk menjual barang yaitu melainkan untuk memasarkan produk /barang khas Trenggalek, supaya supaya pembeli castemernya lebih banyak lagi.

 

IMG20180720102953Penulis DHENI NURROVIKOH Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung Dosen Pembimbing Lapangan Siswahyudianto, S.Pd.I.,M.M.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan merupakan salah satu instansi pemerintah yang bertugas mengawasi dan membina koperasi-koperasi, usaha mikro, pasar, dan perdagangan yang ada di kabupaten Trenggalek. Instansi pemerintah ini tergolong penting untuk mengawasi jalannya koperasi-koperasi, usaha mikro, pasar, maupun perdagangan agar mampu berjalan sesuai fungsinya yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Salah satu bidang yang ada di dinas ini yaitu bidang usaha mikro yang bertugas memberdayakan dan mengembangkan para pengusaha usaha mikro, melaksanakan program kerja dan kegiatan kewirausahaan, pengembangan produk dan pemasaran, fasilitasi dan permodalan bagi para pengusaha usaha mikro, melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas bidang usaha mikro.

IMG-20180802-WA0056Usaha Mikro di Kabupaten Trenggalek sudah banyak mengalami perkembangan baik dalam jumlah usaha mikro yang terus meningkat setiap tahunnya, serta pemasaran produk yang sudah menggunakan  media offline maupun online dan sudah memperhatikan kemasan menarik yang sesuai  standar. Potensi alam maupun sumber daya manusia di Kabupaten Trenggalek sendiri sangat banyak. Misalnya bambu, pisang, ubi-ubian, beras, ketela dan masih banyak lagi. Untuk sumber daya manusianya, Trenggalek memiliki jumlah angkatan kerja yang tidak sedikit. Hal ini bisa menjadi keuntungan dan kelemahan tersendiri. Oleh karena itu Dinas sebagai pendamping bertugas untuk mendampingi para calon wirausahan baru dan pengusaha mikro untuk mengembangkan produknya  lewat program-program yang dibuat setiap tahunnya.  Misalnya pengadaan pelatihan-pelatihan bagi para pemuda dan pemudinya ataupun untuk para ibu-ibu rumah tangga.

Kabupaten Trenggalek memiliki  banyak produk-produk unggulan , meliputi makanan khas, batik , genteng, anyaman bambu dan juga kerajinan lainnya . Untuk usaha mikro Batik meliputi batik tulis baik pewarna alam maupun sintetis dan bahkan sekarang ada Batik Arumi yang diburu pembeli baik dari dalam maupun luar Kab. Trenggalek.

Pembangunan dan perkembangan dunia Industri dan perdagangan di Kabupaten Trenggalek telah menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, disisi lain produk baru yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan besar ataupun barang-barang import yang masuk kepasaran cukup banyak dan beraneka ragam. Fenomena ini merupakan dampak dari Globalisasi dan perdagangan bebas. Kondisi yang demikian ini pada satu pihak mempunyai manfaat bagi masyarakat, karena apa yang menjadi kebutuhan masyarakat mengenai barang/ Jasa yang diinginkan dapat terpenuhi dan masyarakat bisa dengan mudah memilih aneka jenis dan kualitas barang/ Jasa sesuai dengan keinginan dan kemampuan masyarakat. Disisi lain kondisi dan fenomena tersebut diatas dapat merupakan ancaman/ saingan bagi pengusaha kecil yang ada di Kabupaten Trenggalek didalam memenangkan persaingan pasar.

  1. A.    Peran Bidang Usaha Mikro Dinas Komidag untuk Pengembangan Usaha Mikro di Kabupaten Trenggalek[1]

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek Bidang Usaha Mikro mempunyai peran yaitu sebagai:

  1. Pembinaan, yaitu membina para ukm yang ada di kabupaten Trenggalek supaya lebih berkembang lagi.
  2. Memfasilitasi, yaitu bidang usaha mikro ini memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh para pelaku ukm yang kekurangan dalam hal alat-alat produksi.
  3. Pemodalan, yaitu bidan usaha mikro ini memberikan pinjaman modal kepada para pelaku usaha baik yang baru merintis usaha ataupun yang sudah melakukan usaha.
  4. Pemasaran, yaitu bidang usaha mikro juga membantu para pelaku usaha untuk melakukan pemasarannya.

 

  1. B.     Tugas dan Fungsi setiap Seksi di Bidang Usaha Mikro[2]
    1. 1.      Seksi Kewirausahaan mempunyai tugas:
    2. Menyusun rencana kegiatan seksi kewirausahaan;
    3. Menyiapkan data sebagai bahan penyususnan rencana kegiatan seksi kewirausahaan;
    4. Menyiapkan konsep petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembinaan dan kegiatan seksi kewirausahaan;
    5. Menyiapkan data sebagai bahan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan manajemen dan kewirausahaan;
    6. Menyiapkan data sebagai bahan koordinasi penumbuhan wirausaha baru;
    7. Menyiapkan data sebagai bahan pengembangan bisnis sentra unggulan menjadi klaster bisnis;
    8. Melaksanakan pengembangan bussines development service (BDS);
    9. Melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi kewirausahaan;
    10. Melaksanakan pendataan hasil kerja penyelenggaraan kegiatan kewirausahaan;
    11. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas seksi kewirausahaan; dan
    12. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai dengan tugas dan fungsinya.
      1. 2.      Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran mempunyai tugas :
      2. Menyusun rencana kegiatan Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran;
      3. Menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran;
      4. Menyiapkan konsep petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembinaan dan kegiatan Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran;
      5. Menyiapkan data sebagai bahan pembinaan dalam rangka pengembangan produk dan pemasaran usaha mikro melalui pengembangan teknologi;
      6. Menyiapkan data sebagai bahan dalam rangka pengembangan akses dan informasi pasar;
      7. Menyiapkan data produk unggulan serta melaksanakan promosi dan pameran;
      8. Menyiapkan penyediaan sarana prasarana untuk pengembangan pemasaran produk usaha mikro;
      9. Melaksanakan kegiatan kemitraan usaha mikro;
      10. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran; dan
      11. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai dengan tugas dan fungsinya.
        1. 3.      Seksi fasilitasi dan permodalan mempunyai tugas :
        2. Menyusun rencana kegiatan seksi fasilitasi dan permodalan;
        3. Menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Seksi Fasilitasi dan Permodalan;
        4. Menyiapkan konsep petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembinaan dan kegiatan Seksi Fasilitasi dan Permodalan;
        5. Melaksanakan permberdayaan usaha mikro dalam rangka penumbuhan iklim usaha yang kompetitif melalui fasilitasi dan penyediaan sumber dana;
        6. Memfasilitasi akses penjaminan dalam penyediaan pembiayaan bagi usaha mikro yang meliputi perbankan, penjaminan lembaga bukan bank, modal ventura, pinjaman dari penyisihan sebagian laba BUMN, hibah dan dari jenis pembiayaan lain;
        7. Melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi fasilitasi dan permodalan;
        8. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas seksi fasilitasi dan permodalan; dan
        9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai tugas dan fungsinya.

 

  1. C.  Kondisi SDM di Kabupaten Trenggalek

Kabupaten  Trenggalek  memiliki  luas  wilayah  126.140  Ha,  dimana  2/3  bagian luasnya  merupakan  tanah pegunungan,  terbagi  menjadi  14  Kecamatan  dan  157  Desa. Sedangkan luas laut 4 mil dari daratan adalah 711,17   km. Jumlah penduduk tahun 2014    sebanyak 818.797 jiwa  terdiri  dari 50,34 % laki-laki dan 49.66 % wanita, dengan kepadatan penduduk 649jiwa/km2.[3]

Dengan kondisi yang seperti itu jika dibagi dengan jumlah pendu­duknya maka hanya ada 0,16 hektare per jiwa. Tidak semua lahan subur. Kekeringan ka­rena medan Trenggalek terdiri dua pertiga pegunungan karst, airnya masuk sungai bawah tanah. Dengan topografi se­perti itu kalau mengandalkan pertanian primer, akan sulit bersaing dengan daerah lain.

Trenggalek memiliki jumlah angkatan kerja yang terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Angka Pengangguran di Kabupaten Trenggalek pada Tahun 2017 diketahui justru mengalami kenaikan, menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek, Jumlah pengangguran di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2017 ini tercatat sebesar 13.650 orang, sedangkan pada tahun 2015 lalu hanya sebesar 9.960 orang.

Menurut data yang dihimpun BPS Kabupaten Trenggalek, Jumlah angkatan kerja di Kabuupaten Trenggalek Pada tahun 2017 sebesar 392.417 orang, Namun jumlah penduduk yang bekerja hanya ada 378.767 orang, sedangkan yang menganggur ada 13.650 Orang. Dari angka tersebut diketahui bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2017 sebesar 3,48%, yang terdiri dari TPT laki laki sebesar 3,89%, sedangkan TPT Perempuan sebesar 2,91%.

Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Trenggalek, Deni Irawan Menjelaskan, Bahwa kenaikan tingkat pengangguran di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2017 ini, didukung oleh penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan sebesar 25.100 orang. Pasalnya penyerapan dari sektor ini pada tahun 2015 mampu menyerap 208.720 orang, sedangkan pada tahun 2017 hanya mampu menyerap 183.620 orang saja.

Meski angka TPT Kabupaten Trenggalek pada tahun 2017 ini mencapai angka 3,48%, namun angka tersebut diketahui masih berada dibawah TPT Provinsi jatim yang mencapai angka 4,00%, ataupun TPT Nasional yang pada tahun 2017 ini mencapai angka 5,50%.[4]

Trenggalek  merupakan salah satu kabupaten kecil yang ada di provinsi Jawa Timur. Dengan sebagian besar daerahnya terdiri dari pegunungan. Di Trenggalek saat ini sudah banyak muncul para pengusaha baru dan terus mengembangkan kulaitas produknya. Tetapi permasalahan yang sering dihadapi oleh para pengusaha kecil kita/ Home Industri adalah mengenai belum lancarnya pemasaran produk yang dihasilkan oleh para pengusaha kecil. Banyak faktor/kendala kenapa produk para pengusaha mikro di Trenggalek selalu kalah dalam memenangkan persaingan pasar salah satunya adalah mengenai kwalitas produk, kemasan dan pengenalan pasar. Permasalahan ini merupakan tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Saat ini produk peredaran barang, apakah Makanan/ Minuman ataupun barang lainnya di pasaran begitu banyak bahkan ratusan macamnya, mulai dari produk yang dihasilkan oleh pengusaha besar, maupun pengusaha kecil, bahkan produk-produk import. Keadaaan ini merupakan dampak dari Era Globalisasi yang saat ini mulai merambah kepada liberalisme dunia perdagangan. Kita tidak bisa membatasi peredaran tersebut dan masuknnya produk-produk dari luar negeri ke pasaran Negara kita, selama produk-produk tersebut masuk ke pasaran Indonesia sudah melaui proses aturan yang berlaku.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek sendiri sudah mulai membuat communal brand­ing (merek bersama) karena pelaku UMKM tidak akan mampu membuat citra brand sendiri karena terlalu mahal. Contoh batik khas Trenggalek, bercorak turonggo yakso de­ngan teknik pewarnaannya yang khas. Pemkab Trenggalek datang ke Sarinah Department Store, di Jakarta, dan membuat corner untuk batik Trenggalek, “Te­rang Galih”, dari nama Treng­galek yang artinya terang di hati. Hal ini sudah menunjukkan bahwa kualitas Usah Mikro di Trenggalek sudah mengalami peningkatan

Upaya untuk peningkatan kualitas SDM dan promosi produk  yang dilakukan oleh Dinas Komidag adalah dengan penumbuhan wirausaha baru melalui  pelatihan dan promosi produk melalui pameran. Pelatihan sendiri ada dua jenis yakni pelatihan dasar dan pelatihan lanjutan. Pelatihan dasar atau penumbuhan wirausaha baru biasanya bekerja sama dengan Pemerintah Desa, yakni dengan menggali potensi desa dan muserenbang (Musyawarah perencanaan dan pengembangan). Musrenbang merupakan agenda tahunan dimana warga saling bertemu mendiskusikan masalah yang mereka hadapi dan memutuskan prioritas pembangunan jangka pendek. Ketika prioritas telah tersusun, kemudian diusulkan kepada pemerintah di level yang lebih tinggi, dan memalui badan perencanaan (BAPPEDA) usulan masyarakat dikategorisasikan berdasar urusan dan alokasi anggaran. Proses penganggaran partisipatif ini menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyeruakan kebutuhan mereka pada pihak pemrintah. Proses musrenbang juga terjadi di level kecamatan dan kota demikian pula di provinsi dan nasional. Musrenbang merupakan pendekatan buttom-up dimana suara warga bisa secara aktif mempengaruhi rencana anggaran kota dan bagaimana proyek-proyek pembagunan disusun.

Selain bekerjasama dengan Pemerintah Desa, biasanya Dinas Komidag juga bekerja sama dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) salah satunya program dari PJI yakni USAID JAPRI. Dari pelatihan dasar yang sudah dilaksanakan oleh pihak PJI nanti akan ditindak lanjuti oleh Dinas Komidag untuk pengadaan pelatihan lanjutan yang diperlukan sesuai  dengan bidang yang telah dikuasai oleh para wirausahawan baru. Misalnya mereka yang menggeluti bidang kerajinan akan ada pelatihan lanjutan tentang kerajinan, tutur Bu Nurun selaku Kasi Pengembangan Produk dan Pemasaran.

Di tahun 2017 sampai tahun 2018 Dinas Komidag sudah banyak melakukan pelatihan/magang diantaranya adalah[6] :

Penumbuhan Wirausaha Baru atau pelatihan dasar :

1)      09 – 10 Mei 2017 pelatihan membuat makanan dan minuman yang bertempat di Aula Dinas Komidag.

2)      10 – 11 Juni 2017 pelatihan membuat kerajinan pembuatan tas dan kotak tisu dari anyaman daun pandan yang diikuti oleh 40 orang yang diadakan di Aula Dinas Komidag.

3)      24 – 25 Oktober 2017 pelatihan membuat souvenir yang bertempat di Aula Dinas Komidag.

4)      26 – 27 Oktober 2017 pelatihan membuat handycraft yang bertempat di Aula Dinas Komidag.

5)      14- 15 Desember 2017 pelatihan meracik kopi (barista) yang bertempat di Galeri Gemilang.

6)      27 – 28 April 2018 pelatihan makanan olahan berbasis bahan lokal yang bertempat di Balai Rakyat Kecamatan Panggul.

Pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro atau bisa disebut dengan pelatihan lanjutan :

1)      16 – 23 Mei 2017 pelatihan batik pewarna alami yang bertempat di Workshop Batik Alya.

2)      21 – 29 Oktober 2017 magang batik pewarna alami yang bertempat di Bantul Yogyakarta.

3)      18 – 22 Desember 2017 pelatihan bambu laminasi yang bertempat di Workshop Mebel Karya Indah.

Pelatihan,  pembinaan serta pengembangan usaha mikro diharapkan dapat menghasilkan wirausaha baru yang kompeten dibidangnya. Serta dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Trenggalek dengan munculnya peluang usaha baru yang akan menyerap tenaga kerja, untuk mengurangi angkatan kerja yang menganggur. Pelaksanaan pelatihan juga tidak ngawur, Dinas Komidag berusaha menyesuaikan kebutuhan masyarakat serta potensi yang ada di Trenggalek dan jelas siapa yang akan menjadi peserta pelatihannya.

Selain pelatihan dan pembinaan Dinas Komidag juga menyelenggarakan dan mengikuti pameran yang bertujuan untuk  promosi produk-produk usaha mikro yang ada di Kabupaten Trenggalek. Pameran merupakan satu strategi promosi, ajang untuk mengenalkan produk dan ajang untuk meningkatkan penjualan dengan menjaring konsumen sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu Dinas Komidag memperkenalkan produk-produk para pengusa mikro melalui pameran atau promosi baik ditingkat lokal, regional maupun nasional melalui Kegiatan Penyelenggaraan Promosi Produk Unggulan.

Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 26 Maret 2017  di pantai prigi sekitar area 360 Kabupaten Trenggalek, bertujuan untuk mengenalkan semua produk unggulan Trenggalek kepada masyarakat luas juga dari para undangan yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, yang acara ini merupakan acara agenda tahunan untuk lomba design miniatur kapal yang diikuti peserta dari luar dan dalam kab. Trenggalek

Peserta yang mengikuti pameran adalah

  1. Batik Tulis Setiya Jaya (Ds. Ngentrong Kec. Karangan)
  2. Batik Tulis Sekarwangi Ds. Sumberingin Kec. Karangan
  3. Batik Tulis RARA Ds Bendoagung Kec. kampak
  4. Makanan khas RARA Ds. Wonorejo Kec. Gandusari
  5. Kripik pisang dan olahan laut Sumber Rejeki (Ds. Tasikmadu Kec. Watulimo)
  6. Nata decoco Kel Sumbergedong Kec Trenggalek
  7. Olahan jamu dan bandrek Ds. Malasan Kec. Durenan
  8. Makanan lainnya meliputi amplang ikan, permen susu dll
  9. Kel disabilitas binaan dari Griya mode Ds. Nglongsor Kec. tugu
  10. Kerajinan kulit AG leather (Ds. Malasan Kec. Durenan)
  11.  Asesoris dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek)

Dalam Event ini kita menyewa 10 stand diperntukkan untuk semua pengisi stand tersebut Pameran dalam rangka pembukaan TMMD (Taruna Manunggal Membangun  Desa)

Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 5 April 2017  di Ds. Jombok Kec. Pule   Kabupaten Trenggalek, bertujuan untuk mengenalkan semua produk unggulan Trenggalek kepada masyarakat luas juga dari para undangan yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, yang acara ini ini merupakan acara agenda tahunan yang dilaksanakan oleh TNI dan merupakan kerjasama lintas sektoral TNI, SKPD Terkait  selaku Pemerintah daerah, serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya membantu meningkatkan aselerasi pembangunan didaerah tertinggal, terisolasi dan daerah pinggiran dan terbelakang. Dinas Komidag                               Kab. Trenggalek berpartisipasi dengan penyiapan stand Pameran Produk Unggulan untuk pelaku usaha mikro .

Peserta yang mengikuti pameran adalah

  1. Batik Tulis Setiya Jaya (Ds. Ngentrong Kec. Karangan)
  2.  Makanan olahan , Ds. Dawuhan Kec. Trenggalek

Asesoris dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek) Pameran dalam rangka penutupan TMMD (Taruna Manunggal Membangun Desa)  di Alun –alun Trenggalek

Yang dilaksanakan tanggal 4  mei 2017, dengan tujuan sama dengan  saat pembukaan TMMD sebelumnya, Dinas Komidag Kab. Trenggalek, menyiapkan Stand Pameran untuk  pelaku usaha mikro.

Peserta yang mengikuti pameran adalah

  1.  Batik Tulis Tiepoek (Ds. Ngentrong Kec. Karangan)
  2.  Kerajinan kulit AQ leather (Ds.  Malasan Kec. Durenan)
  3. Asesories dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek)
  4. Rumah Coklat  (Ds. Karangan  Kec. Karangan)

Forum IKM Kab. Trenggalek Bazar Ramadhan 2017

Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 12 s.d 16  Juni 2017  di halaman pendopo Kab. Trenggalek. Bertujuan untuk mengenalkan semua produk unggulan Trenggalek kepada masyarakat luas juga dari para undangan yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, yang acara ini ini merupakan acara agenda tahunan selama bulan Ramdhan, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kab. Trenggalek melaksanakan pondok ramadhan selama satu minggu (12 s.d 16  Juni 2017), selama Pondok Ramadhan disertai dengan pelaksanaan Bazar Ramadhan yang diikuti oleh  :

  1. Pelaku Usaha Mikro dari Asosiasi UMKM Kab. Trenggalek
  2. Bulog  cabang Tulungagung untuk penyediaan sembako murah
  3. Pelaku Usaha mikro Binaan PKK Kab. Trenggalek
  4. Pelaku Usaha Mikro Binaan GOW Kab. Trenggalek
  5. Pelaku Usaha Mikro Binaan Dharma wanita Kab. Trenggalek
  6. Forum IKM Kab. Trenggalek
  7. Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Trenggalek
  8. Dinas Perikanan Kab. Trenggalek

Dalam Event ini kita menyewa 10 stand diperuntukkan untuk semua pengisi   stand tersebut Gebyar UMKM tahun 2017

Yang dilaksanakan di Alun-Alun Trenggalek, tanggal 20 s.d 23  Agustus  2017, dengan tujuan untuk membuka peluang pemasaran bagi pelaku usaha mikro di Kab. Trenggalek. Pemerintah Kab. Trenggalek melalui Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kab. Trenggalek, menyiapkan 26 Stand gratis yang dipersiapkan untuk pelaku usaha mikro binaan Dinas Komidag Kab. Trenggalek dan beberapa SKPD terkait.

Yang mengisi stand meliputi  :

  • Dinas Pertanian dan pangan Kab. Trenggalek
  • Dinas Perikanan Kab. Trenggalek
  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Trenggalek
  • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu Pintu Kab. Trenggalek
  • Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. Trenggalek
  • Dekranasda Kab. Trenggalek
  • Dekranasda Kab. Trenggalek
  • Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Trenggalek
  • Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Trenggalek
  • Dinas Kesehatan , pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana                    Kab. Trenggalek
  • Dinas Pendidikan , Pemuda dan Olahraga Kab. Trenggalek
  • Batik Alya Ds. Parakan Kec. Trenggalek
  • Batik Sekarwangi Perum Sumberingin Indah Kec. Karangan Kab. Trenggalek
  • Batik Ra & Ra Ds. Bendoagung Kec. Karangan
  • Batik Warlami Ds. Ngentrong Kec. Karangan
  • Batik Warlami Ds. Ngentrong Kec. Karangan
  • Tenun Telaga Sari Ds. Buluagung Kec. Karangan
  • Asosiasi UMKM Divisi Mamin
  • Asosiasi UMKM Divisi Mamin
  • Asosiasi UMKM Divisi Mamin
  • Asosiasi UMKM Devisi Kerajinan
  • Asosiasi UMKM Divisi Kerajinan
  • Forum IKM Kab. Trenggalek
  •  Kerajinan / asesories (mbak mita)
  •  KUB Bintang Mandiri Perum Taman Agung Permai Blok F-9 Trenggalek
  •  Koperasi Madani Kec. Watulimo
  • Itulah pengisi stand yang dibiayai dari dana APBD II Kab. Trenggalek, sedangkan stand yang dibiayai dari APBD I propinsi jawa timur ada 30 stand yang diperuntukkan untuk 10 stand untuk pelaku usaha mikro dari Jawa timur dan 10 stand  untuk Kab/kota se-jatim sekitar di Kab. Trenggalek dan 10 stand untuk pelaku usaha mikro dari Kab. Trenggalek

Kabupaten /kota sekitar  Kab. Trenggalek, yang mengikuti gebyar UMKM dan pasar Rakyat th 2017 adalah  :

  1. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Tulungagung
  2. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Kediri
  3. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Kediri
  4. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Blitar
  5. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Blitar
  6. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Magetan
  7. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Madiun
  8. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Nganjuk
  9. Dinas Perindag Kab. Nganjuk

Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Jombang Pasar Rakyat  2017

Dimulai tanggal 19 s.d 31 Agustus  2017, adalah suatu kegiatan yang bersamaan dengan Gebyar UMKM, kl pasar rakyat adalah suatu kegiatan berupa pasar yang berisi pendirian tenda-tenda diseputaran alun-alun, depan BRI dan Pemda Kab. Trenggalek, depan pasar sore, jalan wachid hasyim. Jumlah tenda yang didirikan kurang lebih ada 250 tenda, dengan diisi oleh pengusaha baik dari dalam atau luar Kab. Trenggalek. Pameran di Hutan Kota (Huko) dalam rangka Kejurna urban Downhill Night race pada tanggal 7 s.d 8  Juli 2017 Pameran FKKS  di pantai Prigi Kec. Watulimo Kab. Trenggalek tanggal 21 s.d 22 Oktober 2017 Pameran Jambore Pemuda Daerah (JPD) Jawa Timur di pantai Prigi Kec. Watulimo Kab. Trenggalek tanggal 23 s.d 25  Oktober  2017 Pameran Bazar Djadoel dalam rangka Hari Jadi Kota Blitar di alun-alun Blitar tanggal 5 s.d 9  April 2017 Pameran dalam rangka GSB Di Taman Budaya Cak Durasim Surabaya tanggal 7 s.d 8  April 2017 Pameran Koperasi dan UMKM Expo dalam rangka Hari Koperasi dan UMKM Di grand city Surabaya tanggal 26 s.d 30  Juli 2017 Pameran dalam rangka Hari Jadi Kota Nganjuk  tanggal 4 s.d 6  Agustus  2017 Pameran dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri tanggal 18 s.d 21 Juli 2017 di GOR Joyoboyo Kota Kediri Pameran Gebyar Budaya dalam rangka Hardiknas di halaman GOR Lembu Peteng Kab. Tulungagung tanggal 16 s.d 20  Mei  2017 Pameran Gebyar UMKM dan Pasar Rakayat dalam Rangka Hari Jadi Kab. Ngawi di alun-alun Ngawi tanggal 21 s.d 23  Juli 2017 Pameran Produk Unggulan Musabaaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVII Tingkat Propinsi Jawa Timur tanggal 1 s.d 8  Oktober  2017 Pameran Harkopnas dalam rangka Hari Koperasi di tingkat nasional di lapangan karebosi Kota Makasar pada tanggal 11 s.d 16  Juli 2017

Di bulan Juli 2018, Dinas Komidag telah mengikuti 3 pameran regional dan nasional. Diantaranya pameran di TMII (Jakarta), pameran untuk memperingati hari jadi Koperasi di Lamongan dan Pameran di Malang. Dengan adanya kegiatan pameran tersebut diharapkan produk-produk lokal Trenggalek dapat dikenal oleh masyarakat luas. Dari mengikui pameran nantinya akan mengetahui informasi mengenai pesaing, pasar  yang akan dituju, dan bisa meningkatkan strategi bisnis yang akan dilakukan di masa yang akan datang.

Dalam mengikuti pameran juga harus  diketahui hal-hal dasarnya, sesuai segmentasi pasar atau tidak. Pameran lokal biasanya di adakan di alun-alun Trenggalek pada saat pasar rakyat Hari Jadi Kota Trenggalek, ataupun event pada saat ramadhan, atau hari-hari khusus yang dilakukan di Kabupaten Trenggalek. Sedangkan pameran regional  adalah pameran yang dilakukan di tingkat provinsi, misalnya Dinas Komidag mendapat tawaran pameran dari Dinas Komidag Provinsi, dengan fasilitas stand gratis atau sewa. Sedangkan pameran nasional merupkan pameran yang dilakukan di tingkat nasional atau seluruh Indonesia  yang dilakukan di luar Provinsi Jawa Timur, misalnya seperti Jakarta, Makasar, Samarinda, Bulungan, Ambon, Medan, Batam, dan Bali. Produk-produk yang dipamerkan  merupakan produk unggulan Kab. Trenggalek dengan kualifikasi yang bagus, misalnya batik khas, makanan khas, dan kerajinan.

Produk yang dipamerkan juga harus sesuai dengan ketentuan dari pameran tersebut,  misalnya pameran tersebut khusus produk  Kriya jadi yang dapat dipamerkan hanya  produk-produk kriya atau kerajinan, seperti batik, aksesoris, kerajinan boneka, bambu dan sebaginya. Jadi tidak semua produk bisa diikutkan dalam pameran. Hanya produk-produk dengan kualifikasi khusus yang bisa diikutkan dalam pameran, misalnya dalam produk kuliner harus memiliki kemasan yang menarik dan sudah memiliki izin.

Untuk itu diharapkan bagi para pengusaha mikro selain berwirausaha untuk meningatkan omset juga harus memperhatikan hal-hal lain  yang mendukung usahanya, seperti penggunaan kemasan yang menarik, inovasi produk untuk mengembangkan pasar dan menarik konsumen.

 

 


[1] Ibid

[2] Ibid

[3] Pemkab Trenggalek, Kondisi  Geografis Kabupaten Trenggalek, https://www.trenggalekkab.go.id/page.php?page=17&cat=16, diakses pada Senin 3o Juli 2018, pukul 10.00 W.I.B

[4] Tim Biotv, Penangguran di Trenggalek, http://www.bioztv.id/2017/12/12/tahun-2017-pengangguran-di-trenggalek-meningkat-hingga-ribuan-orang-tahu-kenapa/ Diakses pada 30 Juli 2018 pukul 09.45 W.I.B

[5] Data dari Dinas Komidag Tamben Kab.Trenggalek Bagian Usaha Mikro

[6] Ibid

[7] Data dari Dinas Komidag Kab.Trenggalek. laporan akhir promosi 2017 Bagian Usaha Mikro

Oleh Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Oleh : NURMA YUNI ANTIKA NIM. 17402153202 Jurusan Ekonomi Syariah FEBI IAIN Tulungagung

Omset adalah nilai total dari sebuah produk yang di jual baik berbentuk cash maupun piutang. Dengan istilah omset tersebut dapat dikatakan pendapatan kotor alias masih belum di kurangi biaya modal, seperti biaya produksi, gaji pegawai dan lain sebagainya.

Dengan begitu, meskipun nilai omset sebuah perusahaan seringkali dijadikan patokan untuk menilai skala besar kecilnya perusahaan tersebut, namun sebetulnya angka yang disebutkan itu belum mencerminkan keuntungan bersih yang mampu didapatkan.

Peningkatan omset penjualan dalam sebuah bisnis merupakan hal yang paling idamkan dan diutamakan oleh seorang pelaku usaha, dengan begitu usaha tersebut mengalami peningkatan dan berkembang dengan melakukan promosi , memberi layanan dengan baik dan kegiatan lain- lainya yang positif menunjang peningkatan omset.[1]

  1. Usaha Mikro

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro.

  1. Usaha Kecil

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil. Atau, yang dimaksud Usaha Kecil adalah perorangan atau badan usaha yang telah melakukan usaha yang mempunyai omzet /penjualan pertahun setinggi-tingginya aktiva atau aset.

Atau, yang dimaksud dengan Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan.

  1. Usaha Menengah

Usaha Menengah adalah ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan.[1]

  1. A.    Peningkatan Omset Pelaku Usaha Mikro Kota Blitar
    1. 1.      Promosi

Definisi promosi adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima dan membeli pada produk yang ditawarkan oleh pelaku usaha yang bersangkutan.

Hubungan promosi dengan penjualan yaitu promosi sangat penting bagi peningkatan angka penjualan. Pada umumnya  setelah angka penjualan cukup tinggi, maka suatu badan produksi akan mengurangi kegiatan promosi. Dengan adanya promosi penjualan dapat membantu meningkatkan penjualan dalam jangka waktu pendek. Promosi dapat dilakukan berbagai cara dengan mengadakan diskon, memberikan hadiah setiap pembelian produk dengan ketentuan pembelian, penawaran gratis dan lain- lainnya dengan diadakan seperti itu maka konsumen akan terdorong untuk membeli produk tersebut.

Adapun manfaat dari promosi penjualan selain untuk meningkatkan omset penjualan pelaku usaha. Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Pengelompokan tersebut adalah :

  1. Customer promotion yaitu promosi yang bertujuan untuk mendorong atau merangsang pelanggan untuk membeli atau menggunakan jasa.
  2. Trade promotion yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang atau mendorong pedagangan grosir, pengecer, eksportir dan importir untuk meperdagangkan barang atau jasa dari sponsor.
  3. Sales – farce promotion yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjualan.
  4. Businness promotion yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memperoleh palanggan baru,mempertahankan kontrak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama. [1]
  5. 2.      Pameran

Pameran adalah suatu kegiatan dalam bentuk pertemuan antara produsen dan konsumen dengan promosi yang dilakukan oleh suatu pelaku usaha.

Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyelenggarakan Pasar Rakyat di pusatkan di Jalan Kenangan Kota Blitar itu di gelar 3 hari berturut – turut pada  hari Kamis tanggal 23 Juni sampai tanggal 25 Juni 2016. Kegiatan ini memberikan ruang promosi aktualisasi UKM di Kota Blitar bahkan warga masyarakat tampak antusias menyambut pasar rakyat ini.

Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar mengatakan Pasar Rakyat Ramadhan ini bertujuan untuk menggeraka potensi UKM yang di Kota Blitar jumlahnya ribuan sekaligus menekan inflasi. “Pertumbuhan ekonomi Kota Blitar cukup baik, inflasinya juga cukup rendah. Kita terus berupaya menyelenggarakan berbagai kegiatan agar perekonomian daerah kondisinya semakin baik”, kata Wali Kota Samanhudi.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga untuk mendorong, merangsang dan memelihara aktivitas usaha, terutama dalam pendayagunaan potensi ekonomi di Kota Blitar. Kegiatan ini juga sangat selaras dengan Visi APBD Pro Rakyat dan bentuk realisasi dari semangat Rukun Agawe Santoso,”.[2]

  1. 3.      Pelatihan

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Blitar meneyelenggarakan Pelatihan Rajut Aplikasi bagi para UKM di Kota Blitar. Ada sekitar 40 orang yng mengikuti pelatihan yang berlangsung di Aula Dinas Koperasi dan Usaha Mikro selama tiga hari,  tanggal 7,8 dan 10 Desember 2015. Wirawan Tono, SH Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UM Kota Blitar pada Senin (07/12), mengatakan bahwa pelatihan ini dilaksanakan untuk menambah atau meningkatkan kemampuan ketrampilan para UKM dengan sasaran bagi mereka yang sudah memiliki dasar rajut atau yang pernah mengikuti pelatihan dasar dan yang sudah memiliki ketrampilan. Karena pelatihan rajut aplikasi ini merupakan rajut lanjutan. Mengungat yang dikerjakan bukan kain polosan lembaran tetepi pakaian yang sudah jadi dipercantik dengan rajut benang. Sehingga ada nilai plus dari pakaian itu sendiri.

Wirawan menambahkan, dengan pemberian pelatihan ini masyarakat yang memiliki ketrampilan, usahanya bisa berkembang dan mampu bersaing dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Di Kota Blitar bisa tumbuh kembang dan mampu mempertahankan serta meningkatkan perekonomian.

Dalam pelatihan yang berlangung selama tiga hari itu, para peserta mendapat materi baik secara teori maupun praktik dari para pelatih profesional yang memiliki usaha rajut, satu diantaranya pelatih  dari Marketing.[3]


[1] Tjipto Fandy, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: Andi Ofset,2001)Edisi Pertama.

 


[1] Undang – undang Nomor 20 Tahun 2008, Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah,(Jakarta: Republik Indonesia).

 


[1] https://infopeluangusaha.org/pengertian-istilah-omset-dan-profit-dalam-bisnis/, diakses pada tanggal 31 Juli 2018, pada pukul 01.00 WIB.

EVI PUJI ASTUTI NIM. 17402153331 Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Ekonomi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (Misco Small Medium Enterprises) dalam suatu negara, tidak kecuali negara maju sekalipun merupakan pelaku ekonomi lainnya. Menurut Internasional Small Bussiness Congres dalam Suwandi (1997) posisi usaha mikro kecil menengah di Indonesia sebesar 99%. Kegiatan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam hal krisis moneter yang berkepanjangan dan sangat fleksibel terhadap dinamika kegiatan ekonomi nasional, perannya dalam mobilisasi sumberdaya dan menyerap tenaga kerja relatif besar. Karena itulah Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah kedudukannya sangat penting dalam menyangga perekonomian masyarakat.

Melalui kegiatan yang ada di Dinas Koperasai dan Usaha Mikro ini masyarakat Kota Blitar yang memliki masalah kekurangan wawasan/pengetahuan dalam pemasaran produk untuk mengembangkan usahanya, bisa diatasi melalui pembinaan atau biasa disebut dengan Bimbingan Konseling. Pembinaan Konseling Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ini hanya diberikan kepada masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil maupun menengah dengan mendahulukan prioritas usaha yang benar-benar kekurangan wawasan/pengetahuan, baik secara perorangan maupun kelompok usaha yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB). Pada umunya suatu kegiatan selain memberikan banyak peranan dalam kehidupan masyarakat pasti juga mengalami berbagai hambatan yang muncul seperti halnya pada kegiatan penyaluran dana di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ini. Munculnya hambatan dan kendala dapat berasal dari pihak Dinas sebagai pelaksanaan kegiatan. Hamabatan dan kendala ini akan segera diupayahkan penyelesaiannya oleh pihak Dinas.

Kriteria UMKM tertulis dalam UU No.20 Tahun 2008 BAB IV Pasal 6 sebagai berikut :

  1. Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut :
    1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
    2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
  2. Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut :
    1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha,
    2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).
  3. Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut :
    1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha,
    2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah). (4) Kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, dan ayat (2)  huruf a, huruf b, serta ayat (3) huruf a, huruf b nilai nominalnya dapat diubah sesuai dengan perkembangan perekonomian yang diatur dengan Peraturan Presiden.

    Pengembangan usaha menurut Glos, Steade dan Lawry adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang  yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

    Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau wirausaha yang membutuhkan pandangan kedepan, motivasi dan kreativitas (Anoraga, 2007:66). Jika hal ini dapat dilakukan oleh setiap wirausaha, maka besarlah harapan untuk dapat menjadikan usaha yang semula kecil menjadi skala menengah bahkan menjadi usaha besar. Adapun tahapan pengembangan usaha menurut Pandji Anoraga (2007:90), diantaranya :

    1. Identifikasi Peluang
    2. Merumuskan Alternatif Usaha
    3. Seleksi Alternatif
    4. Pelaksanaan Alternatif Terpilih
    5. Evaluasi

    Lampiran lampiran DOKUMENTASI EVI PUJI ASTUTI (17402153331)