PELAKSANAAN PERJANJIAN PENGGUNAAN HASANAH CARD PADA PT BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG PEMBANTU TULUNGAGUNG

IMG-20180702-WA0006Pada abad ke-21 seperti saat ini, transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan berbagai macam model, dari yang paling tradisional sampai yang paling modern. Berbagai cara transaksi pembayaran telah berubah seiring dengan perkembangan jaman, dari mulai barter yang biasa dilakukan masyarakat pada zaman dulu, perkembangan selanjutnya masyarakat menggunakan alat pembayaran yang disebut uang sebagai cara yang lebih efektif dan efisien yang sampai saat ini sudah dikenal luas dan digunakan disetiap kegiatan masyarakat. Akan tetapi penggunaan uang dalam jumlah besar dapat menimbulkan risiko berupa risiko kehilangan, pemalsuan, ataupun perampokan.

Salah satu cara menghindari risiko-risiko dalam bertransaksi menggunakan uang tersebut, maka diciptakan alat transaksi modern salah satunya pada dunia perbankan menciptakan alat transaksi pembayaran yang disebut Credit Card atau Kartu Kredit . Kartu kredit merupakan kartu plastik yang berukuran 5,5 x 8,3cm dengan nama, tanda tangan, photo jangka waktu berlakunya dan nomor pemegang kertu kredit yang tercantum diatasnya tersebut dapat digunakan sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai.[1]

Di Indonesia kartu kredit sudah ada sejak tahun 1964, tetapi baru pada tahun tujuh puluhan, kartu kredit kelihatan sangat menonjol berkembang di Indonesia.[2] Saat ini pun, penggunaan kartu kredit sebagai alat pembayaran mendapatkan dukungan yang positif dari kalangan pedagang, pengusaha, dan juga para konsumen. Sehingga tidak aneh kalau pada masa sekarang ini masyarakat banyak menggunakan alat pembayaran modern ini untuk memenuhi kebutuhan dan keperluannya yang berbeda-beda. Sekarang ini penggunaan kartu kredit sedah hampir merata dan banyak digunakan oleh berbagai kalangan karena tergiur dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan.

Tidak hanya Lembaga keuangan konvensional yang mengeluarkan jenis kartu ini, PT Bank BNI Syariah juga mengeluarkan jenis kartu kredit yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip syari’ah yang dinamakan “Hasanah Card” sebagai salah satu alat transaksi berbasis syariah

IMG-20180706-WA0034PT Bank BNI Syari’ah berdiri atas dasar penetapan Corporate Plan UUS BNI tahun 2000 bahwa status UUS bersifat temporer dan akan dilakukan spin off tahun 2009. Rencana Spin-off tersebut terlaksana pada tanggal 19 Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah (BUS). Realisasi waktu spin off  bulan Juni 2010 tidak terlepas dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dan UU No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Komitmen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat dan kesadaran terhadap keunggulan produk perbankan syariah juga semakin meningkat. Juni 2014 jumlah cabang BNI Syariah mencapai 65 Kantor Cabang, 161 Kantor Cabang Pembantu, 17 Kantor Kas, 22 Mobil Layanan Gerak dan 20 Payment Point.[1]

Sedangkan PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung sendiri mulai berdiri di kota Tulungagung sejak tahun 2012, gedung pertama berada di Ruko Nirwana Plaza Jl. Supriyadi, Kota Tulungagung. Selanjutnya pindah di Jln. Hasanudin no.41, kompleks Ruko Pangeran Sudirman (Pangsud), Blok A-7, kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung pada maret 2017.

PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung saat ini terletak di Jln. Hasanudin no.41, kompleks Ruko Pangeran Sudirman (Pangsud), Blok A-7, kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung. Lokasi PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung yang strategis dan mudah dijangkau, lokasinya yang berada di daerah pertokoan yang mana banyak aktivitas bisnis yang di lakukan disana. Sehingga mempermudah nasabah untuk mendapatkan layanan di PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung .

  1. Kondisi PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung

1)        Lantai bawah PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung digunakan untuk ruangan Frontliner khususnya Customer Service, Operational and Service Head, Pemasaran Dana dan dilengkapi dengan ruang pelayanan nasabah, termasuk dengan Security sebagai keamanan sekaligus seseorang yang pertama kali yang menerima nasabah. Pada lantai bawah juga terdapat Mushola sebagai sarana nasabah dan karyawan beribadah .

2)        Lantai dua PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung digunakan untuk ruang Frontliner khususnya Teller, ruang SBM dan kamar mandi.

3)        Lantai tiga PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung digunakan unruk ruang Back Officepantry, ruang server, dan gudang.

IMG-20180803-WA0013Prosedur pelaksanaan perjanjian Hasanah Card diawali dengan mngumpulkan persyaratan umum yang kemudian akan di proses oleh kantor Pusat BNI Syariah. Dalam Prosedur pelaksanaan perjanjian Hasanah Card  pengguna dikenai dua biaya yaitu Annual membership & Montly membership fee yang nominalnya tetap. Para pengguna juga harus mematuhi semua peraturan yang terdapat pada formulir penmgajuan yang mana tidak boleh melanggar pedoman syariah.

Permasalahan tentang Hasanah Card yang di apply dari BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung adalah Prosesing Hasanah Card pada kantor pusat sehingga beberapa data menumpuk dan masih terpending persetujuannya, masih belum banyak merchant yang bekerjasama yang berdiri di Tulungagung sehingga mempengaruhi minat masyarakat dalam mengajukan Hasanah Card, serta pengetahuan masyarakat tentang Hasanah Card yang masih minim.

Dari maslah tersebut solusi yang dapat di berikan adalah sebagai berikut ;

  1. Disentralisasi wewenang dan prosesing pengajuan Hasanah Card pada Kantor Capem sehingga prosesing data nasabah cepat dan tidak menumpuk di kantor pusat
  2. Menambah kerjasama dengan merchant-merchan sehingga menarik minat nasabah khususnya di Tulungagung
  3. Sosialisasi tentang kartu pembiayaan Hasanah Card serta penggunaannya kepada

 


[1]BNI Syariah.co.id, Sejarah Singkat BNI Syariah,2008, Diakses melalui Situs : https://www.bnisyariah.co.id/id-id/perusahaan/tentangbnisyariah/sejarah pada tanggal 24 Juli 2018 pukul  9:32


[1] Subagyo, dkk. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, (Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN,2002) h.39

[2] Imam Prayogo Suryohadibroto dan Djoko Prakoso, Surat Berharga : Alat Pembayaran Dalam Masyarakat Modern. (Jakarta : PT Rineka Cipta, 1995) cet.3 h.354

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>