Penyelesaian Pembiayaan Griya iB Hasanah Bermasalah Pada PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung

IMG-20180806-WA0006Oleh SISKA AYU DWI LESTARI NIM : 17401153264 Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan SyariahFakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Peran Perbankan Syariah selain menghimpun dana juga menyalurkan dana dengan berbagai produk pembiayaan yang mengacu kepada ketentuan dalam ilmu fiqh. Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa transaksi bagi hasil Produk pembiayaan yang diberikan sangat memperhatikan agar dapat membantu kebutuhan masyarakat. Bank syariah bukan semata-mata mencari keuntungan yang besar dari produknya, tetapi lebih bersifat bantuan terhadap orang yang membutuhkan. Kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah dalam operasionalnya diwujudkan dalam berbagai macam produk pembiayaan perbankan syariah. [1]

Salah satu produk pembiayaan Perbankan Syariah adalah Griya iB Hasanah, dan memakai akad murābahah Dari segi kata, Murābahah berasal dari kata ribkhu yang artinya menguntungkan. Dari segi pengertian murābahah adalah pembiayaan dengan prinsip jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati, dengan pihak bank selaku penjual, dan nasabah selaku pembeli. Pembayaran dilakukan dengan cara diangsur.

Murābahah adalah transaksi jual beli barang dengan menyatakan perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati yang oleh penjual dan pembeli. Transaksi ini merupakan salah satu bentuk yang memberikan kepastian pembiayaan baik dari segi jumlah maupun waktu, bisa diprediksi dengan relatif pasti, karena sudah disepakati oleh kedua belah pihak.[2]

IMG-20180803-WA0023Sebagaimana Perbankan Syariah pada umumnya, PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung juga menerapkan produk pembiayaan Griya iB Hasanah untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Produk tersebut diharapkan dapat memfasilitasi untuk memenuhi keinginan masyarakat supaya dapat memenuhi kebutuhan barang untuk digunakan.

Dalam pelaksanaannya terdapat ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh nasabah yang ingin mengajukan produk pembiayaan Griya iB Hasanah. Dalam praktiknya pembiayaan ini mempunyai beberapa kendala atau masalah yang terjadi dalam hal pemasaran produknya,kendala itu sendiri bisa datang dari nasabah atau bank itu sendiri. Akibat kemacetan atau ketidakmampuan nasabah membayar kewajiban yang telah dibebankan mengharuskan PT. Bank BNI Syariah menemukan cara penyelesaian pembiayaan Griya iB Hasanah yang bermasalah.

Produk Griya iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif untuk membeli, membangun, merenovasi rumah / ruko untuk membeli kavling siap bangun (KSB). Pada pembiayaan Griya iB Hasanah menggunakan akad murābahah. Murābahah adalah perjanjian jual-beli antara bank dengan nasabah. PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Tulungagung membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan

ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara bank syariah dan nasabah.

Dengan beberapa keunggulan nya yaitu mendapatkan rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari traksaksi ribawi, jangka waktu pembiayaan sampai dengan 15 tahun atau 20 tahun (untuk nasabah Fixed Income), Proses persetujuan pembiayaan mudah dan relatif cepat, pembayaran angsuran melalui debet rekening secara otomatis, Margin Kompetitif, Uang muka yang ringan, dan Angsuran yang tetap sampai dengan lunas. [1]

Pembiayaan Griya iB Hasanah bermasalah adalah apabila pembiayaan mengalami keterlambatan dalam pembayaran angsuran yang telah jatuh tempo yaitu mulai dari golongan 2 (Dalam Perhatian Khusus) yaitu apabila terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau margin dari 60 hari sampai dengan 90 hari, golongan 3 (Kurang Lancar) yaitu apabila terdapat tunggkan pembayaran angsuran pokok dan/atau margin dari 90 hari sampai dengan 180 hari, golongan 4 (Diragukan) yaitu apabila terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau margin dari 180 hari sampai dengan 270 hari, dan golongan 5 (Macet) yaitu apabila terdapat tunggakan pembayaran angsuran pokok dan/atau margin lebih dari 270 hari.[2]

Bentuk penyelesaian pembiayaan Griya iB Hasanah bermasalah oleh PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung adalah dengan upaya penyelamatan. Penyelamatan pembiayaan bermasalah menurut PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung adalah upaya yang dilakukan bank untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan timbulnya kerugian lebih lanjut atas pembiayaan tidak lancar, serta salah satu bentuk keringanan yang diberikan dari bank untuk nasabah yang mengalami kesulitan dalam membayar angsuran, yang dilakukan melalui pengelolaan hubungan dengan nasabah.

Penyelamatan pembiayaan bermasalah pada produk Griya iB Hasanah oleh PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung dapat ditempuh melalui adalah sebagai berikut :

  1. 1.        Penagihan Intensif

Yaitu penyelamatan pembiayaan yang dilakukan melalui penagihan secara intensif kepada nasabah agar dapat memenuhi semua kewajibannya. Persyaratan minimal yang harus dipenuhi untuk berhasilnya pelaksanaan penagihan adalah bahwa nasabah masih memiliki itikad baik, usahanya masih berjalan sehingga mampu memberikan penghasilan.

Dalam melaksanakan penagihan tersebut, PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung melakukan pendekatan-pendekatan secara persuasif dengan harapan nasabah bersedia melakukan pelunasan-pelunasan yang diharapkan bank. Di samping itu, penagihan dilakukan melalui surat yang disampaikan langsung kepada nasabah pembiayaan serta melakukan pemeriksaan setempat sebagai upaya untuk menggugah nurani nasabah agar mau melunasi kewajiban kewajibannya kepada bank.[1]

Dalam pelaksanaannya, langkah konkret yang dilakukan oleh bank adalah bila terjadi penunggakan 1 sampai dengan 15 hari, PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung mengirimkan surat peringatan I, penunggakan 15 sampai dengan 30 hari diberi surat peringatan II, penunggakan 30 sampai dengan 45 hari diberi surat peringatan III, dan penunggakan 45 sampai dengan 60 hari diberi surat peringatan IV. Surat teguran tersebut berisi nama dan nomor rekening nasabah yang bersangkutan, jumlah kewajiban yang harus dibayar oleh nasabah, jangka waktu pembayaran kewajiban, dan peringatan untuk segera membayar.[2]

Apabila melebihi 60 hari dan nasabah masih belum menanggapi surat peringatan untuk membayar kewajibannya maka PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Pembantu Tulungagung memberikan surat somasi yang berisi: nama dan nomor rekening nasabah yang bersangkutan, akad, jumlah kewajiban yang harus dibayar nasabah, kolektabilitas pembiayaan, informasi jaminan, dan peringatan untuk pelelangan jaminan. Surat somasi juga diberikan 3 (kali) sesuai usia tunggakan kewajiban, yaitu:

  1. Usia tunggakan 60 sampai dengan 70 hari diberi surat somasi I.
  2. Usia tunggakan 70 sampai dengan 80 hari diberi surat somasi II.
  3. Usia tunggakan 80 sampai dengan 90 hari diberi surat somasi III.


[1] Wawancara dengan Bpk.Wahyu (Processing and Collection Assistant PT. Bank BNI SyariahKantor Cabang Pembantu Tulungagung), tanggal 23 Juli 2018.

[2] Ibid.


[1] Brosur BNI Syariah 2018.

[2] Wawancara dengan Bpk.Wahyu (Processing and Collection Assistant PT. Bank BNI SyariahKantor Cabang Pembantu Tulungagung), tanggal 23 Juli 2018.


[1] Faisal, Restrukturisasi Pembiayaan Murabahah dalam Mendukung Manajemen Resiko Sebagai Implementasi Prudential Principle Pada Bank Syariah Di Indonesia, Jurnal Dinamika Hukum, Jakarta ; Vol 11 No. 3 September 2011, hlm 481.

[2] Warman Azram karim, Bank Islam, analisis fiqh dan keuangan,( Jakarta: IIIT Indonesia, 2003), hlm. 161.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>