ANALISIS KONSELING PENGEMBANGAN USAHA BAGI PELAKU UMKM KOTA BLITAR

EVI PUJI ASTUTI NIM. 17402153331 Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Ekonomi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (Misco Small Medium Enterprises) dalam suatu negara, tidak kecuali negara maju sekalipun merupakan pelaku ekonomi lainnya. Menurut Internasional Small Bussiness Congres dalam Suwandi (1997) posisi usaha mikro kecil menengah di Indonesia sebesar 99%. Kegiatan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam hal krisis moneter yang berkepanjangan dan sangat fleksibel terhadap dinamika kegiatan ekonomi nasional, perannya dalam mobilisasi sumberdaya dan menyerap tenaga kerja relatif besar. Karena itulah Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah kedudukannya sangat penting dalam menyangga perekonomian masyarakat.

Melalui kegiatan yang ada di Dinas Koperasai dan Usaha Mikro ini masyarakat Kota Blitar yang memliki masalah kekurangan wawasan/pengetahuan dalam pemasaran produk untuk mengembangkan usahanya, bisa diatasi melalui pembinaan atau biasa disebut dengan Bimbingan Konseling. Pembinaan Konseling Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ini hanya diberikan kepada masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil maupun menengah dengan mendahulukan prioritas usaha yang benar-benar kekurangan wawasan/pengetahuan, baik secara perorangan maupun kelompok usaha yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB). Pada umunya suatu kegiatan selain memberikan banyak peranan dalam kehidupan masyarakat pasti juga mengalami berbagai hambatan yang muncul seperti halnya pada kegiatan penyaluran dana di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro ini. Munculnya hambatan dan kendala dapat berasal dari pihak Dinas sebagai pelaksanaan kegiatan. Hamabatan dan kendala ini akan segera diupayahkan penyelesaiannya oleh pihak Dinas.

Kriteria UMKM tertulis dalam UU No.20 Tahun 2008 BAB IV Pasal 6 sebagai berikut :

  1. Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut :
    1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
    2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
  2. Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut :
    1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha,
    2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).
  3. Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut :
    1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha,
    2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah). (4) Kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, dan ayat (2)  huruf a, huruf b, serta ayat (3) huruf a, huruf b nilai nominalnya dapat diubah sesuai dengan perkembangan perekonomian yang diatur dengan Peraturan Presiden.

    Pengembangan usaha menurut Glos, Steade dan Lawry adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang  yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka.

    Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau wirausaha yang membutuhkan pandangan kedepan, motivasi dan kreativitas (Anoraga, 2007:66). Jika hal ini dapat dilakukan oleh setiap wirausaha, maka besarlah harapan untuk dapat menjadikan usaha yang semula kecil menjadi skala menengah bahkan menjadi usaha besar. Adapun tahapan pengembangan usaha menurut Pandji Anoraga (2007:90), diantaranya :

    1. Identifikasi Peluang
    2. Merumuskan Alternatif Usaha
    3. Seleksi Alternatif
    4. Pelaksanaan Alternatif Terpilih
    5. Evaluasi

    Lampiran lampiran DOKUMENTASI EVI PUJI ASTUTI (17402153331)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>