FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGUSAHA PADA (INDUSTRI SENTRA TEMPE KRIPIK DESA TAMANAN, KABUPATEN TRENGGALEK)

IMG-20180802-WA0061Penulis LUTFI BUSTOMI Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Berbagai pendapat mengatakan bahwa industrialisasi merupakan suatukeharusan bagi setiap bangsa yang ingin maju. Bahkan maju mundurnya suatubangsa biasanya diukur dengan keberhasilannya dalam melaksanakan prosesindustrialisasi. Negara Indonesia memerlukan industrialisasi untuk bisatumbuh dan berkembang secara cepat, karena dalam proses industrialisasitersebut akan mendukung atas usaha pencapaian pemerataan hasilpembangunan.

Salah satu industrialisasi tersebut adalah insdustri kecil.Industri kecil merupakan faktor utama dalam pengembangan ekonomi daerah.Pada sisi yang lain keberadaan industri kecil menjadi sektor usahayang menjadi tumpuan dan mampu menyerap banyak tenaga kerja diIndonesia. Biaya produksi rendah, tetapi produk yang dihasilkan memberikannilai tambah bagi perekonomian.

Kemampuan spesifik dalam mengelola usahayang dijalani dan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yangterjadi. Modalnya kecil tidak terlalu besar. Modal untuk memulai dan merintisusaha yang dikelola kebanyakan dari para pemilik, selain itu tidak terlalutergantung pada pinjaman modal dari perbankan. Sektor industri kecilmerupakan salah satu bentuk strategi alternatif untuk mendukungpengembangan perekonomian dalam pembangunan jangka panjang diIndonesia. Pada konteks yang lebih luas keberadaan akan industri kecil dapatmemberikan sumbangan pengaruh yang cukup besar terhadap pertumbuhanpembangunan nasional.Bagi pemilik industri kecil upaya peningkatan pendapatan para tenagakerja merupakan salah satu tujuan yang akan dicapai, hal tersebut dikarenakanpendapatan yang diperoleh oleh tenaga kerja secara langsung mempengaruhiminat untuk bekerja pada sektor tersebut

Konsumen yang dituju (target consumer)

Tahap pertama dalam perumusan strategi pemasaran yakni dengan menentukan konsumen yang dituju. Usaha-usaha pemasaran akan lebih berhasil jika hanya ditujukan kepada konsumen tertentu saja, dan bukannya masyarakat secara keseluruhan. Konsumen yang dituju merupakan individu-individu yang harus dilayani oleh perusahaan dengan memuaskan.

  1. Bauran pemasaran/ marketing mix (4P)

Marketing mix adalah merupakan sekumpulan variabel-variabel tentang produk, harga, distribusi dan promosi dan merupakan variabel kebijakan dalam bauran pemasaran. Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik barang atau jasa yang ditawarkan kepada pelanggan. Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono merumuskan bauran pemasaran menjadi 4P (Product, Price, Promotion dan Place), adapun bauran pemasaran tersebut adalah:

1)  Produk (Product)

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan. Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan produk merupakan sebuah kebijakan yang diambil oleh perusahaan di dalam menyediakan barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan konsumen. Produk merupakan segala sesuatu yang berusaha ditawarkan oleh perusahaan kepada para konsumennya. Perusahaan berusaha menyesuaikan produk dengan kebutuhan calon pembelinya.

2)  Harga (Price)

Kebijakan harga berkenaan dengan kebijakan strategis dan taktis seperti tingkat harga, struktur diskon, syarat pembayaran pelanggan. Kebijakan mengenai harga jual harus disesuaikam berdasarkan seberapa besar konsumen mampu dan bersedia membayar barang atau jasa, hal ini harus disesuaikan juga dengan besaran daya beli konsumen sasaran produk. Penetapan kebijakan harga bukan hanya didasarkan pada kesediaan konsumen untuk membayar besaran harga suatu produk, namun lebih dari itu harus mempertimbangkan juga berapa besaran biaya yang ditetapkan bagi produk sejenis atau produk pesaing.

Dikarenakan apabila para pesaing dalam menetapkan harga jauh lebih murah dibanding produk yang kita tawarkan, maka dapat dipastikan pasar konsumen akan lebih mudah tertarik dan memilih produk yang harganya jauh di bawah produk yang kita tawarkan. Kecuali pasar konsumen memang bersedia membayar dengan harga tinggi untuk produk yang kita tawarkan.

3)  Distribusi (Place)

Kebijakan mengenai distribusi ialah menyangkut cara penyampaian produk ke tangan konsumen.Dapat disimpulkan bahwa perusahaan mempertimbangkan kapan dan di mana produk tersebut bisa diperoleh oleh konsumen ketika konsumen membutuhkannya. Perusahaan berusaha mendekatkan produknya dan mempermudah konsumen dalam memperoleh produk sebagai pemuas kebutuhannya kapan saja dibutuhkan.

4)  Promosi (Promotion)

Kebijakan yang diambil perusahaan dalam menyebarkan informasi mengenai produknya kepada konsumen, bahwa produk tersebut telah tersedia di  pasar dan produk tersebut mampu memberikan manfaat yang memadai serta mampu memuaskan kebutuhan konsumen. Sifat promosi selain yang telah disebutkan di atas yaitu untuk memperkenalkan produk kepada konsumen, juga dimaksudkan untuk merayu calon konsumen agar tergerak untuk melakukan tindakan pembelian terhadap produk yang ditawarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>