PERAN DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO TERHADAP PENINGKATAN OMSET PELAKU USAHA MIKRO KOTA BLITAR

Oleh Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Oleh : NURMA YUNI ANTIKA NIM. 17402153202 Jurusan Ekonomi Syariah FEBI IAIN Tulungagung

Omset adalah nilai total dari sebuah produk yang di jual baik berbentuk cash maupun piutang. Dengan istilah omset tersebut dapat dikatakan pendapatan kotor alias masih belum di kurangi biaya modal, seperti biaya produksi, gaji pegawai dan lain sebagainya.

Dengan begitu, meskipun nilai omset sebuah perusahaan seringkali dijadikan patokan untuk menilai skala besar kecilnya perusahaan tersebut, namun sebetulnya angka yang disebutkan itu belum mencerminkan keuntungan bersih yang mampu didapatkan.

Peningkatan omset penjualan dalam sebuah bisnis merupakan hal yang paling idamkan dan diutamakan oleh seorang pelaku usaha, dengan begitu usaha tersebut mengalami peningkatan dan berkembang dengan melakukan promosi , memberi layanan dengan baik dan kegiatan lain- lainya yang positif menunjang peningkatan omset.[1]

  1. Usaha Mikro

Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro.

  1. Usaha Kecil

Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil. Atau, yang dimaksud Usaha Kecil adalah perorangan atau badan usaha yang telah melakukan usaha yang mempunyai omzet /penjualan pertahun setinggi-tingginya aktiva atau aset.

Atau, yang dimaksud dengan Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan.

  1. Usaha Menengah

Usaha Menengah adalah ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan.[1]

  1. A.    Peningkatan Omset Pelaku Usaha Mikro Kota Blitar
    1. 1.      Promosi

Definisi promosi adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/ membujuk dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima dan membeli pada produk yang ditawarkan oleh pelaku usaha yang bersangkutan.

Hubungan promosi dengan penjualan yaitu promosi sangat penting bagi peningkatan angka penjualan. Pada umumnya  setelah angka penjualan cukup tinggi, maka suatu badan produksi akan mengurangi kegiatan promosi. Dengan adanya promosi penjualan dapat membantu meningkatkan penjualan dalam jangka waktu pendek. Promosi dapat dilakukan berbagai cara dengan mengadakan diskon, memberikan hadiah setiap pembelian produk dengan ketentuan pembelian, penawaran gratis dan lain- lainnya dengan diadakan seperti itu maka konsumen akan terdorong untuk membeli produk tersebut.

Adapun manfaat dari promosi penjualan selain untuk meningkatkan omset penjualan pelaku usaha. Promosi penjualan yang dilakukan oleh penjual dapat dikelompokkan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Pengelompokan tersebut adalah :

  1. Customer promotion yaitu promosi yang bertujuan untuk mendorong atau merangsang pelanggan untuk membeli atau menggunakan jasa.
  2. Trade promotion yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk merangsang atau mendorong pedagangan grosir, pengecer, eksportir dan importir untuk meperdagangkan barang atau jasa dari sponsor.
  3. Sales – farce promotion yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memotivasi armada penjualan.
  4. Businness promotion yaitu promosi penjualan yang bertujuan untuk memperoleh palanggan baru,mempertahankan kontrak hubungan dengan pelanggan, memperkenalkan produk baru, menjual lebih banyak kepada pelanggan lama. [1]
  5. 2.      Pameran

Pameran adalah suatu kegiatan dalam bentuk pertemuan antara produsen dan konsumen dengan promosi yang dilakukan oleh suatu pelaku usaha.

Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyelenggarakan Pasar Rakyat di pusatkan di Jalan Kenangan Kota Blitar itu di gelar 3 hari berturut – turut pada  hari Kamis tanggal 23 Juni sampai tanggal 25 Juni 2016. Kegiatan ini memberikan ruang promosi aktualisasi UKM di Kota Blitar bahkan warga masyarakat tampak antusias menyambut pasar rakyat ini.

Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar mengatakan Pasar Rakyat Ramadhan ini bertujuan untuk menggeraka potensi UKM yang di Kota Blitar jumlahnya ribuan sekaligus menekan inflasi. “Pertumbuhan ekonomi Kota Blitar cukup baik, inflasinya juga cukup rendah. Kita terus berupaya menyelenggarakan berbagai kegiatan agar perekonomian daerah kondisinya semakin baik”, kata Wali Kota Samanhudi.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga untuk mendorong, merangsang dan memelihara aktivitas usaha, terutama dalam pendayagunaan potensi ekonomi di Kota Blitar. Kegiatan ini juga sangat selaras dengan Visi APBD Pro Rakyat dan bentuk realisasi dari semangat Rukun Agawe Santoso,”.[2]

  1. 3.      Pelatihan

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Blitar meneyelenggarakan Pelatihan Rajut Aplikasi bagi para UKM di Kota Blitar. Ada sekitar 40 orang yng mengikuti pelatihan yang berlangsung di Aula Dinas Koperasi dan Usaha Mikro selama tiga hari,  tanggal 7,8 dan 10 Desember 2015. Wirawan Tono, SH Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UM Kota Blitar pada Senin (07/12), mengatakan bahwa pelatihan ini dilaksanakan untuk menambah atau meningkatkan kemampuan ketrampilan para UKM dengan sasaran bagi mereka yang sudah memiliki dasar rajut atau yang pernah mengikuti pelatihan dasar dan yang sudah memiliki ketrampilan. Karena pelatihan rajut aplikasi ini merupakan rajut lanjutan. Mengungat yang dikerjakan bukan kain polosan lembaran tetepi pakaian yang sudah jadi dipercantik dengan rajut benang. Sehingga ada nilai plus dari pakaian itu sendiri.

Wirawan menambahkan, dengan pemberian pelatihan ini masyarakat yang memiliki ketrampilan, usahanya bisa berkembang dan mampu bersaing dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Di Kota Blitar bisa tumbuh kembang dan mampu mempertahankan serta meningkatkan perekonomian.

Dalam pelatihan yang berlangung selama tiga hari itu, para peserta mendapat materi baik secara teori maupun praktik dari para pelatih profesional yang memiliki usaha rajut, satu diantaranya pelatih  dari Marketing.[3]


[1] Tjipto Fandy, Strategi Pemasaran, (Yogyakarta: Andi Ofset,2001)Edisi Pertama.

 


[1] Undang – undang Nomor 20 Tahun 2008, Tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah,(Jakarta: Republik Indonesia).

 


[1] https://infopeluangusaha.org/pengertian-istilah-omset-dan-profit-dalam-bisnis/, diakses pada tanggal 31 Juli 2018, pada pukul 01.00 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>