Strategi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Dalam Meningkatkan Produktivitas Usaha Mikro Kabupaten Blitar

IMG-20180729-WA0003Penulis NUR ULFA KATALINA Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan di bidang ekonomi harus mendapat perhatian yang cukup besar, karena pererkonomian memegang peran penting dalam pembangunan. Pemberdayaan Usaha Mikro dan koperasi merupakan langkah awal yang strategis untuk meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian rakyat Indonesia.

Untuk memberdayakan Usaha Mikro harus terencana, sistematis dan menyuluruh. Usaha Mikro ini perlu perhatian khusus dan didukung oleh informasi yang akurat. Agar terjadi link bisnis yang terarah antara pelaku usaha kecil dengan daya saing usaha, yaitu jaringan pasar.

Kinerja nyata yang dihadapi oleh sebagian besar usaha terutama usaha mikro di Indonesia adalah rendahnya tingkat produktivitas, rendahnya nilai tambah, dan rendahnya kualitas produk. Walau diakui pula Usaha Mikro menjadi lapangan kerja sebagian besar pekerja di Indonesia, tetapi kontribusi output nasional dikategorikan cukup rendah.

Hal ini dikarenakan Usaha Mikro (UM) mempunyai produktivitas yang sangat rendah. Bila upah dijadikan produktivitas, upah rata-rata di Usaha Mikro umumnya berada berada dibawah upah minimum. Kondisi ini merefleksi produktivitas sector mikro dan kecil yang rendah bila di bandingkan dengan usaha yang lebih besar.

Rendahnya produktivitas Usaha Mikro disebabkan oleh masalah internal yaitu rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam manajemen, organisasi, penguasaan teknologi dan pemasaran, lemahnya kewirausahaan dar pelaku Usaha Mikro (UM), terbatasnya akses terhadap permodalan , informasi, teknologi, dan pasar, serta factor produksi lainnya.

Sedangkan masalah eksternal yang dihadapi diantaranya adalah besarnya biaya transaksi akibat iklim usaha yang kurang mendukung dan kelangkaan bahan baku, juga menyangkut perolehan legalitas formal yang hingga saat ini masih merupakan persoalan mendasar bagi Usaha Mikro (UM) di Indonesia, menyusul tingginya biaya yang harus dikeluarkan dalam pengurusan perizinan tersebut.

IMG-20180801-WA0011

Strategi jangka panjang seharusnya diperoleh dari suatu usaha perusahaan untuk mencari keunggulan bersaing berdasarkan salah satu dari ketiga strategi generic. Strategi generic tersebut adalah:

  1. Strategi Keunggulan Biaya (Cost Leadership). Untuk mendapatkan keunggulan biaya diperlukan konstruksi agresif dari fasilitas yang efisien serta usahayang giat untuk mencapai penurunan biaya yang disebabkan oleh pengalaman pengendalian biaya dan overhead yang ketat serta meminimalkan biaya-biaya dalam bidang litbang, pelayanan, armada penjualan, periklanan dan lain-lain. Biaya yang relative lebih rendah dari pesaingnya akan menjadi factor utama yang menjiwai keseluruhan strategi pemasaran, meskipun mutu pelayanan dan bidang-bidangjasa yang lainnya tiidak dapat diabaikan.
  2. Strategi Diferensiasi. Strategi ini adalah strategi untuk mendiferensiasikan produk atau jasa yan ditawarkan perusahaan dengan menciptakan suatu produk atau jasa baru yang dirasakan oleh seluruh industry sebagai sesuatu yang unik. Pendekatan ini bukan hanya untuk meningkatkan mutu fisik dari produk atau jasa saja, tetapi juga dapat menciptakan nilai tertentu bagi pembeli. Strategi ini merupakan strategi yang baik untuk menghasilkan keuntungan diatas rata-rata dalam suatu industry, karena strategi ini menciptakan posisi yang aman untuk lima kekuatan persaingan meskipun caranya berbeda dengan strategi keunggulan biaya menyeluruh.
  3. Strategi Fokus. Strategi ini memusatkan pada kelompok pembeli, segmen lini produk, atau pasar geografis tertentu. Strategi ini didasarkan pada pemikiran bahwa perusahaan dengan demikian akan mampu melayani target strategisnya yang sempit secara lebih efektif dan efisien ketimbang pesaing yang lebih luas. Sehingga akibatnya, perusahaan akan mencapai diferensiasi karena mampu memenuhi kebutuhan target tertentu dengan lebih baik atau mencapai biaya yang lebih rendah dalam melayani target ini atau bahkan mencapai kedua-duanya. Meskipun strategi focus tidak mencapai biaya rendah atau diferensiasi dari segi pandang pasar sebagai keseluruhan strategi ini sesungguhnya mencapai salah satu atau kedua posisi tersebut ditarget pasarnya yang lebih sempit.

Ketiga strategi generic diatas merupakan pendekatan alternative yang dapat digunakan untuk menanggulangi kekuatan-kekuatan persaingan. Perusahaan harus mengambil langkah-langkah untuk mencapai keunggulan biaya, mengarahkan dirinya pada target tertentu (focus) atau mencapai kekhasan tertentu (diferensiasi)

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi criteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam UU Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Perkembangan usaha kecil yang ada di kabupaten Blitar menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kabupaten untuk dikembangkan dalam rangka perwujudan iklim usaa yang lebih produktif dan meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak di bidang usaha kevil. Strategi yang disusun oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam rangka pembinaan pelaku Usaha Mikro menjadi factor penting dalam perkembangannya. Program-program yang disusun selama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manajemen pelaku usaha kecil termasuk kualitas produk serta pemasaran. Strategi yang digunakan adalah strategi keunggulan biaya, diferensiasi, serta strategi fokus.

Stretegi keunggulan biaya. Strategi ini berusaha untuk memenangkan persaingan dengan pendekatan harga, dimana dengan harga tertentu produk yang dihasilkan akan lebih diminati konsumen. Dalam keunggulan biaya, perusahaan berusaha menawarkan barang yang dijual dengan harga yang lebih rendah disbanding barang yang sejenis yang berada dalam satu kelompok industry tertentu. Strategi yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro kabupaten Blitar terkait dengan keunggulan biaya yang mengutamakan persaingan harga terhadap produk lain belum terlaksana.

Dikarenakan pelaku Usaha Mikro yang di bina di berbagai kecamatan di kabupaten Blitar masih mengikuti harga standar yang berlaku di pasar. Belum ada harga khusus yang diberikan pada hasil produk pelaku Usaha Mikro.  Contohnya produk kuliner dan oleh-oleh, hargnya masih sama dengan kuliner lain yang ada di wilayah Jawa Timur karena harganya itu masih terjangkau di masyarakat Blitar.

IMG_1527

Hal yang perlu diperhatikan dalam strategi ini selain menekan harga adalah melakukan promosi produk untuk mendapatkan perhatian konsumen. Dalam kegiatan promosi harus dipilih media apa yang sesuai dengan target promosi dan yang tidak membutuhkan biaya yang cukup besar.

Dinas koperasi dan Usaha Mikro memberikan kesempatan kepada pelaku Usaha Mikro untuk melakukan promosi usaha dan produk. Tujuannya agar masyarakat Blitar mengetahui sejauh mana aktifitas usaha serta produk usaha unggulan khas kabupaten Blitar. Secara umum, media promosi bagi pelaku usaha terdiri dari promosi media cetak dan elektronik. Pemerintah kabupaten Blitar juga memfasilitasi promosi berupa pameran Usaha Mikro atau event yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten dengan memberikan stand gratis bagi para pelaku usaha mikro untuk mengurangi serta menekan biaya promosi dan mengenalkan produk mereka.

Strategi yang kedua yang diterapkan adalah strategi Differensiasi. Strategi ini mendorong perusahaan/organisasi/dinas untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu usaha untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya.

Stratei diferesiasi dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar untuk memberikan cirri khas tersendri terhadap produk Usaha Mikro binaan hal ini dilakukan agar konsumen merasa tertarik terhadap produk Usaha Mikro yang ada. Keunikan akan cirri khas produk juga membantu produk bertahan dan bersaing dengan produk lain dipasaran. Sejauh ini, pemerintah Kabupaten Blitar telah melakukan berbagai upaya untuk menerapkan strategi ini, misalnya dalam packaging produk yang menarik menjadi cirri khas sebuah produk dari Blitar, corak batik yang menjadi ciri khas Blitar, dan tas talikor yang unik dan menarik yang sangat digemari oleh konsumen lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Blitar.

Strategi yang diterapkan yang ketiga adalah strategi fokus. Strategi ini memusatkan usahanya untuk melayani sebagian kecil segmen pasar dan tidak melayani pasar secara luas. Usaha ini dilakukan dengan mengenali secara detail pasar yang dituju dan menerapkan keunggulan biaya menyeluruh atau diferensiasi pada segmen kecil tersebut. Menentukan pangsa pasar dengan berfokus pada target pembeli merupakan cirri dari strategi ini. Bagaimana menentukan sasaran pembeli dengan memanfaatkan kelompok pembeli, segmen lini produk dan juga pasar geografis.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar melihat sebuah pasar sebagai tempat dijualnya berbagai komoditi dimana perlu menentukan fokus pembeli yang jelas untuk dapat meningkatkan penjualan. Untuk kelompok pembeli, Usaha Mikro (UM) Kabupaten Blitar memfokuskan pada wisatawan ataupun yang berkunjung ke Blitar. Hal ini dikarenakan kebanyakan dari pelaku Usaha Mikro bergerak pada pemanfaatan potensi lokal dengan khas Blitar.

Dalam strategi fokus ini, pelaku Usaha Mikro diarahkan pada proses produksi yang lebih profesional. Memanfaatkan sumberdaya dengan kualitas tinggi agar fokus pemasaran dan produksi dapat tercapai dengan mudah. Peningkatan skill sumber daya manusia yang dilakukan pada strategi ini bertujuan agar fokus produksi dan penjualan berjalan konsisten terhadap produk yang dihasilkan.

Dinas koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar melakukan upaya peningkatan sumber daya dengan melakukan pelatihan-pelatihan sebagai syarat Usaha Mikro (UM) dapat dibina. Pada dasarnya, pelatihan diperlukan karena adanya kesenjangan antara ketrampilan yang dibutuhkan dengan ketrampilan yang dimiliki sekarang.

Pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia untuk menjaga kualitas serta fokus pemasaran dirasakan oleh seluruh pelaku usaha baik dari dinas maupun pelaku usaha mikro itu sendiri. Keberadaan produk lain atau pesaing lain dari luar kota Blitar memicu bagaimana menjadikan pelaku binaan Dinas harus mempersiapkan secara matang hasil produk untuk dapat terpenuhi penjualannya pada target pembeli atau kelompok pembeli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>