UPAYA PENINGKATAN KUALITAS SDM DAN PROMOSI PRODUK MELALUI PELATIHAN DAN PAMERAN YANG DIADAKAN OLEH DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO DAN PERDAGANGAN KABUPATEN TRENGGALEK

IMG20180720102953Penulis DHENI NURROVIKOH Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung Dosen Pembimbing Lapangan Siswahyudianto, S.Pd.I.,M.M.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan merupakan salah satu instansi pemerintah yang bertugas mengawasi dan membina koperasi-koperasi, usaha mikro, pasar, dan perdagangan yang ada di kabupaten Trenggalek. Instansi pemerintah ini tergolong penting untuk mengawasi jalannya koperasi-koperasi, usaha mikro, pasar, maupun perdagangan agar mampu berjalan sesuai fungsinya yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Salah satu bidang yang ada di dinas ini yaitu bidang usaha mikro yang bertugas memberdayakan dan mengembangkan para pengusaha usaha mikro, melaksanakan program kerja dan kegiatan kewirausahaan, pengembangan produk dan pemasaran, fasilitasi dan permodalan bagi para pengusaha usaha mikro, melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas bidang usaha mikro.

IMG-20180802-WA0056Usaha Mikro di Kabupaten Trenggalek sudah banyak mengalami perkembangan baik dalam jumlah usaha mikro yang terus meningkat setiap tahunnya, serta pemasaran produk yang sudah menggunakan  media offline maupun online dan sudah memperhatikan kemasan menarik yang sesuai  standar. Potensi alam maupun sumber daya manusia di Kabupaten Trenggalek sendiri sangat banyak. Misalnya bambu, pisang, ubi-ubian, beras, ketela dan masih banyak lagi. Untuk sumber daya manusianya, Trenggalek memiliki jumlah angkatan kerja yang tidak sedikit. Hal ini bisa menjadi keuntungan dan kelemahan tersendiri. Oleh karena itu Dinas sebagai pendamping bertugas untuk mendampingi para calon wirausahan baru dan pengusaha mikro untuk mengembangkan produknya  lewat program-program yang dibuat setiap tahunnya.  Misalnya pengadaan pelatihan-pelatihan bagi para pemuda dan pemudinya ataupun untuk para ibu-ibu rumah tangga.

Kabupaten Trenggalek memiliki  banyak produk-produk unggulan , meliputi makanan khas, batik , genteng, anyaman bambu dan juga kerajinan lainnya . Untuk usaha mikro Batik meliputi batik tulis baik pewarna alam maupun sintetis dan bahkan sekarang ada Batik Arumi yang diburu pembeli baik dari dalam maupun luar Kab. Trenggalek.

Pembangunan dan perkembangan dunia Industri dan perdagangan di Kabupaten Trenggalek telah menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, disisi lain produk baru yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan besar ataupun barang-barang import yang masuk kepasaran cukup banyak dan beraneka ragam. Fenomena ini merupakan dampak dari Globalisasi dan perdagangan bebas. Kondisi yang demikian ini pada satu pihak mempunyai manfaat bagi masyarakat, karena apa yang menjadi kebutuhan masyarakat mengenai barang/ Jasa yang diinginkan dapat terpenuhi dan masyarakat bisa dengan mudah memilih aneka jenis dan kualitas barang/ Jasa sesuai dengan keinginan dan kemampuan masyarakat. Disisi lain kondisi dan fenomena tersebut diatas dapat merupakan ancaman/ saingan bagi pengusaha kecil yang ada di Kabupaten Trenggalek didalam memenangkan persaingan pasar.

  1. A.    Peran Bidang Usaha Mikro Dinas Komidag untuk Pengembangan Usaha Mikro di Kabupaten Trenggalek[1]

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Trenggalek Bidang Usaha Mikro mempunyai peran yaitu sebagai:

  1. Pembinaan, yaitu membina para ukm yang ada di kabupaten Trenggalek supaya lebih berkembang lagi.
  2. Memfasilitasi, yaitu bidang usaha mikro ini memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh para pelaku ukm yang kekurangan dalam hal alat-alat produksi.
  3. Pemodalan, yaitu bidan usaha mikro ini memberikan pinjaman modal kepada para pelaku usaha baik yang baru merintis usaha ataupun yang sudah melakukan usaha.
  4. Pemasaran, yaitu bidang usaha mikro juga membantu para pelaku usaha untuk melakukan pemasarannya.

 

  1. B.     Tugas dan Fungsi setiap Seksi di Bidang Usaha Mikro[2]
    1. 1.      Seksi Kewirausahaan mempunyai tugas:
    2. Menyusun rencana kegiatan seksi kewirausahaan;
    3. Menyiapkan data sebagai bahan penyususnan rencana kegiatan seksi kewirausahaan;
    4. Menyiapkan konsep petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembinaan dan kegiatan seksi kewirausahaan;
    5. Menyiapkan data sebagai bahan pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan manajemen dan kewirausahaan;
    6. Menyiapkan data sebagai bahan koordinasi penumbuhan wirausaha baru;
    7. Menyiapkan data sebagai bahan pengembangan bisnis sentra unggulan menjadi klaster bisnis;
    8. Melaksanakan pengembangan bussines development service (BDS);
    9. Melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi kewirausahaan;
    10. Melaksanakan pendataan hasil kerja penyelenggaraan kegiatan kewirausahaan;
    11. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas seksi kewirausahaan; dan
    12. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai dengan tugas dan fungsinya.
      1. 2.      Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran mempunyai tugas :
      2. Menyusun rencana kegiatan Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran;
      3. Menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran;
      4. Menyiapkan konsep petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembinaan dan kegiatan Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran;
      5. Menyiapkan data sebagai bahan pembinaan dalam rangka pengembangan produk dan pemasaran usaha mikro melalui pengembangan teknologi;
      6. Menyiapkan data sebagai bahan dalam rangka pengembangan akses dan informasi pasar;
      7. Menyiapkan data produk unggulan serta melaksanakan promosi dan pameran;
      8. Menyiapkan penyediaan sarana prasarana untuk pengembangan pemasaran produk usaha mikro;
      9. Melaksanakan kegiatan kemitraan usaha mikro;
      10. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas Seksi Pengembangan Produk dan Pemasaran; dan
      11. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai dengan tugas dan fungsinya.
        1. 3.      Seksi fasilitasi dan permodalan mempunyai tugas :
        2. Menyusun rencana kegiatan seksi fasilitasi dan permodalan;
        3. Menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan Seksi Fasilitasi dan Permodalan;
        4. Menyiapkan konsep petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis pembinaan dan kegiatan Seksi Fasilitasi dan Permodalan;
        5. Melaksanakan permberdayaan usaha mikro dalam rangka penumbuhan iklim usaha yang kompetitif melalui fasilitasi dan penyediaan sumber dana;
        6. Memfasilitasi akses penjaminan dalam penyediaan pembiayaan bagi usaha mikro yang meliputi perbankan, penjaminan lembaga bukan bank, modal ventura, pinjaman dari penyisihan sebagian laba BUMN, hibah dan dari jenis pembiayaan lain;
        7. Melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi fasilitasi dan permodalan;
        8. Melaksanakan monitoring, evaluasi dan menyusun laporan pelaksanaan tugas seksi fasilitasi dan permodalan; dan
        9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan langsung sesuai tugas dan fungsinya.

 

  1. C.  Kondisi SDM di Kabupaten Trenggalek

Kabupaten  Trenggalek  memiliki  luas  wilayah  126.140  Ha,  dimana  2/3  bagian luasnya  merupakan  tanah pegunungan,  terbagi  menjadi  14  Kecamatan  dan  157  Desa. Sedangkan luas laut 4 mil dari daratan adalah 711,17   km. Jumlah penduduk tahun 2014    sebanyak 818.797 jiwa  terdiri  dari 50,34 % laki-laki dan 49.66 % wanita, dengan kepadatan penduduk 649jiwa/km2.[3]

Dengan kondisi yang seperti itu jika dibagi dengan jumlah pendu­duknya maka hanya ada 0,16 hektare per jiwa. Tidak semua lahan subur. Kekeringan ka­rena medan Trenggalek terdiri dua pertiga pegunungan karst, airnya masuk sungai bawah tanah. Dengan topografi se­perti itu kalau mengandalkan pertanian primer, akan sulit bersaing dengan daerah lain.

Trenggalek memiliki jumlah angkatan kerja yang terus meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Angka Pengangguran di Kabupaten Trenggalek pada Tahun 2017 diketahui justru mengalami kenaikan, menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Trenggalek, Jumlah pengangguran di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2017 ini tercatat sebesar 13.650 orang, sedangkan pada tahun 2015 lalu hanya sebesar 9.960 orang.

Menurut data yang dihimpun BPS Kabupaten Trenggalek, Jumlah angkatan kerja di Kabuupaten Trenggalek Pada tahun 2017 sebesar 392.417 orang, Namun jumlah penduduk yang bekerja hanya ada 378.767 orang, sedangkan yang menganggur ada 13.650 Orang. Dari angka tersebut diketahui bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2017 sebesar 3,48%, yang terdiri dari TPT laki laki sebesar 3,89%, sedangkan TPT Perempuan sebesar 2,91%.

Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Trenggalek, Deni Irawan Menjelaskan, Bahwa kenaikan tingkat pengangguran di Kabupaten Trenggalek pada tahun 2017 ini, didukung oleh penurunan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan dan perikanan sebesar 25.100 orang. Pasalnya penyerapan dari sektor ini pada tahun 2015 mampu menyerap 208.720 orang, sedangkan pada tahun 2017 hanya mampu menyerap 183.620 orang saja.

Meski angka TPT Kabupaten Trenggalek pada tahun 2017 ini mencapai angka 3,48%, namun angka tersebut diketahui masih berada dibawah TPT Provinsi jatim yang mencapai angka 4,00%, ataupun TPT Nasional yang pada tahun 2017 ini mencapai angka 5,50%.[4]

Trenggalek  merupakan salah satu kabupaten kecil yang ada di provinsi Jawa Timur. Dengan sebagian besar daerahnya terdiri dari pegunungan. Di Trenggalek saat ini sudah banyak muncul para pengusaha baru dan terus mengembangkan kulaitas produknya. Tetapi permasalahan yang sering dihadapi oleh para pengusaha kecil kita/ Home Industri adalah mengenai belum lancarnya pemasaran produk yang dihasilkan oleh para pengusaha kecil. Banyak faktor/kendala kenapa produk para pengusaha mikro di Trenggalek selalu kalah dalam memenangkan persaingan pasar salah satunya adalah mengenai kwalitas produk, kemasan dan pengenalan pasar. Permasalahan ini merupakan tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Saat ini produk peredaran barang, apakah Makanan/ Minuman ataupun barang lainnya di pasaran begitu banyak bahkan ratusan macamnya, mulai dari produk yang dihasilkan oleh pengusaha besar, maupun pengusaha kecil, bahkan produk-produk import. Keadaaan ini merupakan dampak dari Era Globalisasi yang saat ini mulai merambah kepada liberalisme dunia perdagangan. Kita tidak bisa membatasi peredaran tersebut dan masuknnya produk-produk dari luar negeri ke pasaran Negara kita, selama produk-produk tersebut masuk ke pasaran Indonesia sudah melaui proses aturan yang berlaku.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Trenggalek sendiri sudah mulai membuat communal brand­ing (merek bersama) karena pelaku UMKM tidak akan mampu membuat citra brand sendiri karena terlalu mahal. Contoh batik khas Trenggalek, bercorak turonggo yakso de­ngan teknik pewarnaannya yang khas. Pemkab Trenggalek datang ke Sarinah Department Store, di Jakarta, dan membuat corner untuk batik Trenggalek, “Te­rang Galih”, dari nama Treng­galek yang artinya terang di hati. Hal ini sudah menunjukkan bahwa kualitas Usah Mikro di Trenggalek sudah mengalami peningkatan

Upaya untuk peningkatan kualitas SDM dan promosi produk  yang dilakukan oleh Dinas Komidag adalah dengan penumbuhan wirausaha baru melalui  pelatihan dan promosi produk melalui pameran. Pelatihan sendiri ada dua jenis yakni pelatihan dasar dan pelatihan lanjutan. Pelatihan dasar atau penumbuhan wirausaha baru biasanya bekerja sama dengan Pemerintah Desa, yakni dengan menggali potensi desa dan muserenbang (Musyawarah perencanaan dan pengembangan). Musrenbang merupakan agenda tahunan dimana warga saling bertemu mendiskusikan masalah yang mereka hadapi dan memutuskan prioritas pembangunan jangka pendek. Ketika prioritas telah tersusun, kemudian diusulkan kepada pemerintah di level yang lebih tinggi, dan memalui badan perencanaan (BAPPEDA) usulan masyarakat dikategorisasikan berdasar urusan dan alokasi anggaran. Proses penganggaran partisipatif ini menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyeruakan kebutuhan mereka pada pihak pemrintah. Proses musrenbang juga terjadi di level kecamatan dan kota demikian pula di provinsi dan nasional. Musrenbang merupakan pendekatan buttom-up dimana suara warga bisa secara aktif mempengaruhi rencana anggaran kota dan bagaimana proyek-proyek pembagunan disusun.

Selain bekerjasama dengan Pemerintah Desa, biasanya Dinas Komidag juga bekerja sama dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) salah satunya program dari PJI yakni USAID JAPRI. Dari pelatihan dasar yang sudah dilaksanakan oleh pihak PJI nanti akan ditindak lanjuti oleh Dinas Komidag untuk pengadaan pelatihan lanjutan yang diperlukan sesuai  dengan bidang yang telah dikuasai oleh para wirausahawan baru. Misalnya mereka yang menggeluti bidang kerajinan akan ada pelatihan lanjutan tentang kerajinan, tutur Bu Nurun selaku Kasi Pengembangan Produk dan Pemasaran.

Di tahun 2017 sampai tahun 2018 Dinas Komidag sudah banyak melakukan pelatihan/magang diantaranya adalah[6] :

Penumbuhan Wirausaha Baru atau pelatihan dasar :

1)      09 – 10 Mei 2017 pelatihan membuat makanan dan minuman yang bertempat di Aula Dinas Komidag.

2)      10 – 11 Juni 2017 pelatihan membuat kerajinan pembuatan tas dan kotak tisu dari anyaman daun pandan yang diikuti oleh 40 orang yang diadakan di Aula Dinas Komidag.

3)      24 – 25 Oktober 2017 pelatihan membuat souvenir yang bertempat di Aula Dinas Komidag.

4)      26 – 27 Oktober 2017 pelatihan membuat handycraft yang bertempat di Aula Dinas Komidag.

5)      14- 15 Desember 2017 pelatihan meracik kopi (barista) yang bertempat di Galeri Gemilang.

6)      27 – 28 April 2018 pelatihan makanan olahan berbasis bahan lokal yang bertempat di Balai Rakyat Kecamatan Panggul.

Pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro atau bisa disebut dengan pelatihan lanjutan :

1)      16 – 23 Mei 2017 pelatihan batik pewarna alami yang bertempat di Workshop Batik Alya.

2)      21 – 29 Oktober 2017 magang batik pewarna alami yang bertempat di Bantul Yogyakarta.

3)      18 – 22 Desember 2017 pelatihan bambu laminasi yang bertempat di Workshop Mebel Karya Indah.

Pelatihan,  pembinaan serta pengembangan usaha mikro diharapkan dapat menghasilkan wirausaha baru yang kompeten dibidangnya. Serta dapat meningkatkan perekonomian di Kabupaten Trenggalek dengan munculnya peluang usaha baru yang akan menyerap tenaga kerja, untuk mengurangi angkatan kerja yang menganggur. Pelaksanaan pelatihan juga tidak ngawur, Dinas Komidag berusaha menyesuaikan kebutuhan masyarakat serta potensi yang ada di Trenggalek dan jelas siapa yang akan menjadi peserta pelatihannya.

Selain pelatihan dan pembinaan Dinas Komidag juga menyelenggarakan dan mengikuti pameran yang bertujuan untuk  promosi produk-produk usaha mikro yang ada di Kabupaten Trenggalek. Pameran merupakan satu strategi promosi, ajang untuk mengenalkan produk dan ajang untuk meningkatkan penjualan dengan menjaring konsumen sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu Dinas Komidag memperkenalkan produk-produk para pengusa mikro melalui pameran atau promosi baik ditingkat lokal, regional maupun nasional melalui Kegiatan Penyelenggaraan Promosi Produk Unggulan.

Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 26 Maret 2017  di pantai prigi sekitar area 360 Kabupaten Trenggalek, bertujuan untuk mengenalkan semua produk unggulan Trenggalek kepada masyarakat luas juga dari para undangan yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, yang acara ini merupakan acara agenda tahunan untuk lomba design miniatur kapal yang diikuti peserta dari luar dan dalam kab. Trenggalek

Peserta yang mengikuti pameran adalah

  1. Batik Tulis Setiya Jaya (Ds. Ngentrong Kec. Karangan)
  2. Batik Tulis Sekarwangi Ds. Sumberingin Kec. Karangan
  3. Batik Tulis RARA Ds Bendoagung Kec. kampak
  4. Makanan khas RARA Ds. Wonorejo Kec. Gandusari
  5. Kripik pisang dan olahan laut Sumber Rejeki (Ds. Tasikmadu Kec. Watulimo)
  6. Nata decoco Kel Sumbergedong Kec Trenggalek
  7. Olahan jamu dan bandrek Ds. Malasan Kec. Durenan
  8. Makanan lainnya meliputi amplang ikan, permen susu dll
  9. Kel disabilitas binaan dari Griya mode Ds. Nglongsor Kec. tugu
  10. Kerajinan kulit AG leather (Ds. Malasan Kec. Durenan)
  11.  Asesoris dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek)

Dalam Event ini kita menyewa 10 stand diperntukkan untuk semua pengisi stand tersebut Pameran dalam rangka pembukaan TMMD (Taruna Manunggal Membangun  Desa)

Pameran ini dilaksanakan pada tanggal 5 April 2017  di Ds. Jombok Kec. Pule   Kabupaten Trenggalek, bertujuan untuk mengenalkan semua produk unggulan Trenggalek kepada masyarakat luas juga dari para undangan yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, yang acara ini ini merupakan acara agenda tahunan yang dilaksanakan oleh TNI dan merupakan kerjasama lintas sektoral TNI, SKPD Terkait  selaku Pemerintah daerah, serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya membantu meningkatkan aselerasi pembangunan didaerah tertinggal, terisolasi dan daerah pinggiran dan terbelakang. Dinas Komidag                               Kab. Trenggalek berpartisipasi dengan penyiapan stand Pameran Produk Unggulan untuk pelaku usaha mikro .

Peserta yang mengikuti pameran adalah

  1. Batik Tulis Setiya Jaya (Ds. Ngentrong Kec. Karangan)
  2.  Makanan olahan , Ds. Dawuhan Kec. Trenggalek

Asesoris dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek) Pameran dalam rangka penutupan TMMD (Taruna Manunggal Membangun Desa)  di Alun –alun Trenggalek

Yang dilaksanakan tanggal 4  mei 2017, dengan tujuan sama dengan  saat pembukaan TMMD sebelumnya, Dinas Komidag Kab. Trenggalek, menyiapkan Stand Pameran untuk  pelaku usaha mikro.

Peserta yang mengikuti pameran adalah

  1.  Batik Tulis Tiepoek (Ds. Ngentrong Kec. Karangan)
  2.  Kerajinan kulit AQ leather (Ds.  Malasan Kec. Durenan)
  3. Asesories dan manik TRENGGALIH (Kel. Surondakan Kec. Trenggalek)
  4. Rumah Coklat  (Ds. Karangan  Kec. Karangan)

Forum IKM Kab. Trenggalek Bazar Ramadhan 2017

Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 12 s.d 16  Juni 2017  di halaman pendopo Kab. Trenggalek. Bertujuan untuk mengenalkan semua produk unggulan Trenggalek kepada masyarakat luas juga dari para undangan yang hadir dalam pembukaan acara tersebut, yang acara ini ini merupakan acara agenda tahunan selama bulan Ramdhan, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kab. Trenggalek melaksanakan pondok ramadhan selama satu minggu (12 s.d 16  Juni 2017), selama Pondok Ramadhan disertai dengan pelaksanaan Bazar Ramadhan yang diikuti oleh  :

  1. Pelaku Usaha Mikro dari Asosiasi UMKM Kab. Trenggalek
  2. Bulog  cabang Tulungagung untuk penyediaan sembako murah
  3. Pelaku Usaha mikro Binaan PKK Kab. Trenggalek
  4. Pelaku Usaha Mikro Binaan GOW Kab. Trenggalek
  5. Pelaku Usaha Mikro Binaan Dharma wanita Kab. Trenggalek
  6. Forum IKM Kab. Trenggalek
  7. Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Trenggalek
  8. Dinas Perikanan Kab. Trenggalek

Dalam Event ini kita menyewa 10 stand diperuntukkan untuk semua pengisi   stand tersebut Gebyar UMKM tahun 2017

Yang dilaksanakan di Alun-Alun Trenggalek, tanggal 20 s.d 23  Agustus  2017, dengan tujuan untuk membuka peluang pemasaran bagi pelaku usaha mikro di Kab. Trenggalek. Pemerintah Kab. Trenggalek melalui Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro dan Perdagangan Kab. Trenggalek, menyiapkan 26 Stand gratis yang dipersiapkan untuk pelaku usaha mikro binaan Dinas Komidag Kab. Trenggalek dan beberapa SKPD terkait.

Yang mengisi stand meliputi  :

  • Dinas Pertanian dan pangan Kab. Trenggalek
  • Dinas Perikanan Kab. Trenggalek
  • Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Trenggalek
  • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan terpadu satu Pintu Kab. Trenggalek
  • Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. Trenggalek
  • Dekranasda Kab. Trenggalek
  • Dekranasda Kab. Trenggalek
  • Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Trenggalek
  • Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Trenggalek
  • Dinas Kesehatan , pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana                    Kab. Trenggalek
  • Dinas Pendidikan , Pemuda dan Olahraga Kab. Trenggalek
  • Batik Alya Ds. Parakan Kec. Trenggalek
  • Batik Sekarwangi Perum Sumberingin Indah Kec. Karangan Kab. Trenggalek
  • Batik Ra & Ra Ds. Bendoagung Kec. Karangan
  • Batik Warlami Ds. Ngentrong Kec. Karangan
  • Batik Warlami Ds. Ngentrong Kec. Karangan
  • Tenun Telaga Sari Ds. Buluagung Kec. Karangan
  • Asosiasi UMKM Divisi Mamin
  • Asosiasi UMKM Divisi Mamin
  • Asosiasi UMKM Divisi Mamin
  • Asosiasi UMKM Devisi Kerajinan
  • Asosiasi UMKM Divisi Kerajinan
  • Forum IKM Kab. Trenggalek
  •  Kerajinan / asesories (mbak mita)
  •  KUB Bintang Mandiri Perum Taman Agung Permai Blok F-9 Trenggalek
  •  Koperasi Madani Kec. Watulimo
  • Itulah pengisi stand yang dibiayai dari dana APBD II Kab. Trenggalek, sedangkan stand yang dibiayai dari APBD I propinsi jawa timur ada 30 stand yang diperuntukkan untuk 10 stand untuk pelaku usaha mikro dari Jawa timur dan 10 stand  untuk Kab/kota se-jatim sekitar di Kab. Trenggalek dan 10 stand untuk pelaku usaha mikro dari Kab. Trenggalek

Kabupaten /kota sekitar  Kab. Trenggalek, yang mengikuti gebyar UMKM dan pasar Rakyat th 2017 adalah  :

  1. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Tulungagung
  2. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Kediri
  3. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Kediri
  4. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Blitar
  5. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Blitar
  6. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Magetan
  7. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Madiun
  8. Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Nganjuk
  9. Dinas Perindag Kab. Nganjuk

Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Jombang Pasar Rakyat  2017

Dimulai tanggal 19 s.d 31 Agustus  2017, adalah suatu kegiatan yang bersamaan dengan Gebyar UMKM, kl pasar rakyat adalah suatu kegiatan berupa pasar yang berisi pendirian tenda-tenda diseputaran alun-alun, depan BRI dan Pemda Kab. Trenggalek, depan pasar sore, jalan wachid hasyim. Jumlah tenda yang didirikan kurang lebih ada 250 tenda, dengan diisi oleh pengusaha baik dari dalam atau luar Kab. Trenggalek. Pameran di Hutan Kota (Huko) dalam rangka Kejurna urban Downhill Night race pada tanggal 7 s.d 8  Juli 2017 Pameran FKKS  di pantai Prigi Kec. Watulimo Kab. Trenggalek tanggal 21 s.d 22 Oktober 2017 Pameran Jambore Pemuda Daerah (JPD) Jawa Timur di pantai Prigi Kec. Watulimo Kab. Trenggalek tanggal 23 s.d 25  Oktober  2017 Pameran Bazar Djadoel dalam rangka Hari Jadi Kota Blitar di alun-alun Blitar tanggal 5 s.d 9  April 2017 Pameran dalam rangka GSB Di Taman Budaya Cak Durasim Surabaya tanggal 7 s.d 8  April 2017 Pameran Koperasi dan UMKM Expo dalam rangka Hari Koperasi dan UMKM Di grand city Surabaya tanggal 26 s.d 30  Juli 2017 Pameran dalam rangka Hari Jadi Kota Nganjuk  tanggal 4 s.d 6  Agustus  2017 Pameran dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri tanggal 18 s.d 21 Juli 2017 di GOR Joyoboyo Kota Kediri Pameran Gebyar Budaya dalam rangka Hardiknas di halaman GOR Lembu Peteng Kab. Tulungagung tanggal 16 s.d 20  Mei  2017 Pameran Gebyar UMKM dan Pasar Rakayat dalam Rangka Hari Jadi Kab. Ngawi di alun-alun Ngawi tanggal 21 s.d 23  Juli 2017 Pameran Produk Unggulan Musabaaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke XXVII Tingkat Propinsi Jawa Timur tanggal 1 s.d 8  Oktober  2017 Pameran Harkopnas dalam rangka Hari Koperasi di tingkat nasional di lapangan karebosi Kota Makasar pada tanggal 11 s.d 16  Juli 2017

Di bulan Juli 2018, Dinas Komidag telah mengikuti 3 pameran regional dan nasional. Diantaranya pameran di TMII (Jakarta), pameran untuk memperingati hari jadi Koperasi di Lamongan dan Pameran di Malang. Dengan adanya kegiatan pameran tersebut diharapkan produk-produk lokal Trenggalek dapat dikenal oleh masyarakat luas. Dari mengikui pameran nantinya akan mengetahui informasi mengenai pesaing, pasar  yang akan dituju, dan bisa meningkatkan strategi bisnis yang akan dilakukan di masa yang akan datang.

Dalam mengikuti pameran juga harus  diketahui hal-hal dasarnya, sesuai segmentasi pasar atau tidak. Pameran lokal biasanya di adakan di alun-alun Trenggalek pada saat pasar rakyat Hari Jadi Kota Trenggalek, ataupun event pada saat ramadhan, atau hari-hari khusus yang dilakukan di Kabupaten Trenggalek. Sedangkan pameran regional  adalah pameran yang dilakukan di tingkat provinsi, misalnya Dinas Komidag mendapat tawaran pameran dari Dinas Komidag Provinsi, dengan fasilitas stand gratis atau sewa. Sedangkan pameran nasional merupkan pameran yang dilakukan di tingkat nasional atau seluruh Indonesia  yang dilakukan di luar Provinsi Jawa Timur, misalnya seperti Jakarta, Makasar, Samarinda, Bulungan, Ambon, Medan, Batam, dan Bali. Produk-produk yang dipamerkan  merupakan produk unggulan Kab. Trenggalek dengan kualifikasi yang bagus, misalnya batik khas, makanan khas, dan kerajinan.

Produk yang dipamerkan juga harus sesuai dengan ketentuan dari pameran tersebut,  misalnya pameran tersebut khusus produk  Kriya jadi yang dapat dipamerkan hanya  produk-produk kriya atau kerajinan, seperti batik, aksesoris, kerajinan boneka, bambu dan sebaginya. Jadi tidak semua produk bisa diikutkan dalam pameran. Hanya produk-produk dengan kualifikasi khusus yang bisa diikutkan dalam pameran, misalnya dalam produk kuliner harus memiliki kemasan yang menarik dan sudah memiliki izin.

Untuk itu diharapkan bagi para pengusaha mikro selain berwirausaha untuk meningatkan omset juga harus memperhatikan hal-hal lain  yang mendukung usahanya, seperti penggunaan kemasan yang menarik, inovasi produk untuk mengembangkan pasar dan menarik konsumen.

 

 


[1] Ibid

[2] Ibid

[3] Pemkab Trenggalek, Kondisi  Geografis Kabupaten Trenggalek, https://www.trenggalekkab.go.id/page.php?page=17&cat=16, diakses pada Senin 3o Juli 2018, pukul 10.00 W.I.B

[4] Tim Biotv, Penangguran di Trenggalek, http://www.bioztv.id/2017/12/12/tahun-2017-pengangguran-di-trenggalek-meningkat-hingga-ribuan-orang-tahu-kenapa/ Diakses pada 30 Juli 2018 pukul 09.45 W.I.B

[5] Data dari Dinas Komidag Tamben Kab.Trenggalek Bagian Usaha Mikro

[6] Ibid

[7] Data dari Dinas Komidag Kab.Trenggalek. laporan akhir promosi 2017 Bagian Usaha Mikro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>