peran Dinas perindustrian dan perdagangan dalam mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis pada sumber daya alam yang ada dan sumber daya manusia (SDM) yang produktif, kreatif, dan inovatif

Foto Penutupan PPL DISPERINDAG TulungagungPraktik Pengalaman Lapangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu proses belajar mahasiswa. Hal ini ditempuh untuk lebih mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja yang sesuai dengan bidang ilmu yang mereka pelajari. Dengan kata lain bahwa kegiatan PPL sangat penting untuk membantu mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dikampus dalam dunia kerja yang sebenarnya di samping itu kegiatan PPL ini juga dapat menambah wawasan mahasiswa dalam berpola pikir dan bertindak dalam memecahkan masalah di lingkungan kerja.

Selain itu PPL ini merupakan lapangan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang telah di dapatinya, maka dari itu tidak hanya dalam ranah sosial saja namun juga dalam ranah ekonomi. Sehingga praktik di Dinas Perindustrian dan perdagangan perlu dilakukan. Untuk mengetahui secara langsung peran-peran yang ada di dalamnya. Khususnya mengenai peran Dinas perindustrian dan perdagangan dalam mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis pada sumber daya alam yang ada dan sumber daya manusia (SDM) yang produktif, kreatif, dan inovatif.

Kabupaten Tulungagung mempunyai potensi industry yang termasuk dalam industry kecil menengah (IKM) maupun industry yang berpotensi ekspor. Terdapat lebih dari 5.000 IKM yang berada di kabupaten Tulungagung dan hampir 50 industri menengah, serta lebih dari 10 industri besar.

Industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/ atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014, tentang Perindustrian). Dari uraian diatas, jelas terlihat bahwa industri mempunyai peran penting dalam peningkatan perekonomian.

Kabupaten Tulungagung, mempunyai potensi industri yang termasuk dalam Industri Kecil Menengah (IKM) maupun industri yang berpotensi ekspor. Terdapat lebih dari 5.000 IKM yang berada di Kabupaten Tulungagung dan hampir 50 industri menengah, serta lebih dari 10 industri besar.

Beberapa industry unggulan yang  ada diwilayah Kabupaten  Tulungagungberdasarkan wilayah Kecamtan, antara lain:

1. Kecamtana Tulungagung                : Konveksi, Makanan Minuman, Kerajinan

2. Kecamatan Kedungwaru                : Konveksi, Batik, Makanan Minuman, Kerajinan

3. Kecamatan Ngantru                        : Makanan Minuman (Emping Mlinjo)

4. Kecamatan Karangrejo                   : Kerajinan Logam (Teralis)

5. Kecamtan Sendang                         : Makanan Minuman, Agribisnis

6. Kecamatan Pagerwojo                    : Makanan Minuman (Susu)

7. Kecamtan Gondang                        : Pande Besi

8. Kecamatan Campurdarat                : Kerajinan Batu Marmer, Onyx

9. Kecamatan Pucanglaban                 : Makana Minuman

10. Kecamatan Besuki                        : Makanan Minuman

11. Kecamtan Kalidawir                     : Makanan Minuman

12. Kecamatan Ngunut                       : Logam, Makanan Minuman, Webing set

(Perlengkapan TNI)

 

13. Kecamatan Rejotangan                 : Kerajinan imitasi, kerajinan limbah plastik

14. Kecamatan Boyolangu                 : Makanan Minuman

15. Kecamatan Bandung                    : Kerajinan bambu dan anyaman, Gula kelapa

16. Kecamatan Sumbergempol           : Kerajinan Keset

17. Kecamatan Pakel                          : Makanan Minuman (Opak Gadung)

18. Kecamatan Tanggunggunung       : Makanan Minuman

19. Kecamtan Kauman                       : Kerajinan Batik

 

A.    Potensi Perdagangan

Perdagangan adalah tatanan kegiatan yang terkait degan transaksi Barang dan/ atau Jasa di dalam negeri dan melampaui batas wilayah Negara dengan tujuan pengalihan hak atasa Barang dan/ atau Jasa untuk memeperoleh imbalan atau kompensasi (Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan). Peranan perdagangan sangat penting dalam meningkatkan pembangunan ekonomi, yang diarahkan dan dilaksanakan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Sampai dengan akhir tahun 2016, di Kabupaten Tulungagung tercatat 17.488 perusahaan yang telah mendaftarakan perusahaannya, yaitu dengan telah dipunyainya Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Bentuk perusahaannya bermacam-macam, yaitu Perseroan Terbatas (PT) 3,71%, Koperasi 2,22%, Persekutuan Komanditer/ Commanditaire Vennootschap (CV) 14,11%, Firma (FA) 0,03%, Perorangan 79,6% dan Bentuk Perusahaan Lainnya (BPL) 0,33%.

 

 

Berikut Tabel Perkembangan perusahaan yang telah mendaftarkan perusahaannya sampai dengan bulan Desember 2016:

 

Lebih dari 86% atau sebanyak 15.164 perusahaan tersebut bergerak di bidang perdagangan dan sudah mendapatkan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), dengan berbagai golongan, meliputi Perusahaan Kecil (PK) 89,6%, Perusahaan Menengah (PM) 8,36% dan Perusahaan Besar (PB) 2,04%. Perdagangan di Kabupaten Tulungagung sudah ada yang sampai ke luar negeri atau ekspor, walaupun belum maksimal, dalam arti masih sangat mungkin untuk ditingkatkan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah masih lemahnya daya saing produk ekspor karena masih belum sesuai dengan mutu internasional. Berikut Tabel Perkembangan perusahaan yang mendapatkan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) tahun 2016:

 

 

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas Perndustrian dan Perdagangan dalam memacu sektor Perdagangan ini, antara lain dengan kegiatan Promosi Dagang, Pameran dan juga Perlindungan Konsumen maupun Metrologi. Pembinaan kepada para pelaku usaha juga seringkali dilakukan. Pemantauan harga-harga, khususnya harga bahan pokok dan strategis dilakukan setiap hari dengan sistem informasi yang telah terakses dalam seluruh wilayah Propinsi Jawa Timur.

 

B.     Potensi Ekspor

Beberapa industri potensial yang ada di Kabupaten Tulungagung menghasilkan produk-produk unggulan yang memenuhi kualitas ekspor. Beberapa diantaranya adalah:

 

1.  “PT. Setia Kawan Makmur Sejahtera” dengan komoditi Kertas dan negara tujuan ekspor Singapora dan Australia

2.   “UD. Watu Gunung Perkasa” dengan komoditi Mosaic Marble dan Mosaic Pibble dan negara tujuan ekspor Jerman

3.    “UD. Trimulya Onix” dengan komoditi Wastafel marmer dan batukali serta lantai marmer dan negara tujuan ekspor Rusia, Belgia, Perancis, Polandia, Belanda, Swedia, Slovenia, Italia, Arab, Cina, Taiwan, India, Afrika Selatan

4.   “Gemmy Mulya Onix” dengan komoditi Wastafel, Mosaik, Stone Handicraft, Bathtub Batu kali dan Hole Stone dan negara tujuan ekspor Jerman, Perancis, Taiwan

5.    UD Abimanyu Stone' dengan komoditi Mosaic dan negara tujuan ekspor Kanada, Hamburg, Belgia, Brasil, Dubai, Korea

6.  Petrified Wood Art Craf't dengan komoditi Wastafel, Meja dan kusrsi dari batu fosil dan negara tujuan ekspor Ukraina, Kanada

7.   “Batu Persada” dengan komoditi Mosaic, Pebble, Slice, Stick dan negara tujuan ekspor Jerman

8.    “Batu Licin” dengan komoditi Wastafel, Bathtub dan negara tujuan ekspor Belanda, Polandia

9.  “CV. Lestari Sadean International” dengan komoditi Makanan ringan dan negara tujuan ekspor Malaysia

10. “CV. Nugraha Food” dengan komoditi Kripik singkong dan pisang, serta negara tujuan ekspor Malaysia

11.   “Mutiara Onix” dengan komodit Wastafel dan negara utjuan ekspor Amerika, Rusia, Perancis, Polandia, Arab, India, Taiwan.


 

Berikut Tabel Volume Ekspor menurut Eksportir dan Jenis Komoditinya serta Negara tujuan ekspor tahun 2016:

 

C.    Usaha Disperindag dalam mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM)

1.      Kegiatan yang dilakukan

Sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung, yaitu membantu Bupati dalam melaksanakan urusan Pemerintahan Daerah di bidang Perindustrian dan Perdagangan berdasarkan Asas Otonomi dan Tugas Pembantuan, maka Disperindag Tulungagung melaksanakan berbagai kegiatan antara lain:

 

 

1.  Urusan INDUSTRI

-   Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi masyarakat industri kecil ( makanan/ minuman , garment/ konveksi, kayu, logam, batako, batu bata, kulit, dan sebagainya )

-  Pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja bagi masyarakat industri kecil di bidang jasa ( perbengkelan/ servis sepeda motor, elektonik, las, pertukangan kayu, ukir, pertukangan batu, dan sebagainya)

-  Peningkatan mutu, kualitas, desain hasil-hasil industri

-  Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM)

-  Pendataan IKM dan Industri Besar dan berotensi Ekspor

-  Pemberian Bantuan kepada IKM

-  Pembinaan dan Pelatihan kepada IKM

2.   Urusan PERDAGANGAN

- Pembangunan dan pengembangan pasar rakyat

- Peningkatan sarana dan prasarana pasar rakyat

- Penelolaan Pasar

- Pemantauan, Monitoring, Pengendalian Harga

- Gelar Promosi, Pameran, Misi Dagang

- Expor, Impor

- Tertib Niaga termasuk Perlindungan Konsumen dan Metrologi

- Pengelolaan Pasar

 

Secara umum kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung telah memperoleh beberapa capaian antara lain adanya pertumbuhan Industri, baik Industri Keil, Menengah dan Besar. Tentu saja disertai dengan peningkatan lapangan kerja yang pada akhirnya meningkatkan penyerapan tenaga kerja, sehingga menurunkan angka pengangguran. Peningkatan taraf ekonomi masyarakat dengan demikian juga meningkat.

Peningkatan sumbangan terhadap Pendapatan Asli Daerah yang tergambar melalui Produk Daerah Regional Bruto (PDRB) juga meningkat, seiring meningkatnya jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) yang berpotensi ekspor, maupun meningkatnya nilai ekspor itu sendiri. Pemasaran yang semakin luas dengan adanya promosi dan misi dagang juga telah dirasakan oleh para pelaku industri, apalagi dengan adanya inovasi pemasaran melalui jaringan internet (DARING).

 

D.    IKM Berprestasi

Dalam perannya membina para pelaku industry khususnya industry kecil dan menengah (IKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung telah mengantarkan beberapa pelaku industri tersebut menjadi pelaku IKM yang mempunyai prestasi. Beberapa diantaranya adalah:

1.  Sukoyo, pelaku industri kerajinan kulit yang beralamatkan di dusun/ desa Moyoketen, RT/RW 002/002, Kecamtan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, sebagai Juara III Tingkat Propinsi Jawa Timur untuk DesainKulit dan Produk Kulit Tahun 2012, Kategori Sandal Wanita

2.  Sigit Suseno, pelaku industri kerajinan batik yang beralamatkan di desa/ kecamatan Sendang sebagai Juara I Desain Batik Tingkat Propinsi Jawa Timur Tahun 2014

3.  Ali Sodiq, pelaku industri kerajinan batik yang beralamatkan di desa/ kecamatan Kalangbret, Kabupaten Tulungagung, sebagai Juara III Desain Batik Tingkat Propinsi Jawa Timur Tahun 2015

4.  Ali Sodiq, pelaku industri kerajinan batik yang beralamatkan di desa/ kecamatan Kalangbret, Kabupaten Tulungagung sebagai Juara I Desain Batik Tingkat Propinsi Jawa Timur Tahun 2017

5.  Mahatma Iqbal , pelaku industri kerajinan batik yang beralamatkan di dusun Krajan RT/RW 003/005, desa Mojosari, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung sebagai Juara III Desain Batik Tingkat Propinsi Jawa Timur Tahun 2016.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>