PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) TERHADAP PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DENGAN MEMAJUKAN USAHA BATIK

a

LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

PERAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) TERHADAP PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARAKAT DENGAN MEMAJUKAN USAHA BATIK

 DI DESA KRANGGAN KECAMATAN GURAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

RESA TRIA FIBRIANI

NIM. 12402173342

Dosen Pembimbing Lapangan

MUHAMMAD ASWAD, M.A

 

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

2020

Perekonomian masyarakat sangat berpengaruh bagi kehidupan setiap orang, dan peran ekonomi masyarakat itu sangat penting. Didalam suatu daerah pasti terdapat pertumbuhan ekonomi penduduk, yang biasanya tingkat pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah akan mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang bisa menjadi tolak ukur suatu keberhasilan dalam pembangunan ekonomi pada suatu daerah terutama di desa. Desa merupakan bagian penting dari suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan, yang memiliki suatu kesatuan masyarakat yang dibangun berdasarkan nilai-nilai budaya, hukum, dan keistimewaan tertentu dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia yang memiliki kewenangan untuk mengatur, menetapkan kebutuhan masyarakat secara mandiri.[1] Di Desa ada yang namanya Badan Usaha Milik Desa yang merupakan  Lembaga penyediaan pelayanan sosial yang bertujuan untuk mencari keuntungan dengan memberikan pelayanan yang terbaik, selain itu perlu membuat perencanaan dibeberapa bagian terutama dibagian produksi. Usaha lokal desa mulai tumbuh paska undang-undang desa no 6 tahun 2014 tentang desa. Pendirian BUMDES sebagai pengembangan ekonomi dikawasan perdesaan. [2] Pengembangan ekonomi dipedesaan sebenarnya sudah lama dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi hasil yang memuaskan sebagaimana diinginkan oleh masyaraka. BUMDesa yang dikelola oleh masyarakat desa dengan  sebagian besar modalnya tersebut dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan untuk mengelola aset, jasa pelayanan dan usaha lainnya untuk mensejahterakan masyarakat desa. Dengan melalui Badan Usaha Milik Desa ini, pemerintah desa dapat dengan mudah menciptakan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian. Selain itu, peran dari masyarakat setempat juga sangat dibutuhkan agar tujuan dari berdirinya badan usaha menjadi tepat sasaran. Potensi yang dimiliki BUMDesa sebagai Lembaga usaha mandiri masyarakat desa dalam memberikan kesejahteraan masyarakat desa sendiri agar masyarakat pedesaan dapat mengembangkan potensi desa sehingga tidak dirugikan dan lebih diuntungkan. Pengembangan usaha dan perekonomian masyarakat desa penting untuk diperhatikan karena meningkatnya daya saing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak positif dalam menghadapi persaingan pasar. Wilayah kecamatan Gurah tepatnya di Desa Kranggan yang dimana desa itu merupakan desa kecil yang berada di Kecamatan Gurah, masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah tersebut sebagian bekerja sebagai buruh pabrik dan kebanyakan ibu rumah tangga. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat salah satunya dengan BUMDES “Widuri” memiliki satu unit usaha yang sedang berkembang yaitu produksi batik tulis, dimana ditempat produksi tersebut tidak hanya membuat namun juga membuka peluang untuk masyarakat setempat belajar membatik dan mengasah bakat mereka. Dengan adanya program tersebut khususnya ibu-ibu rumah tangga bisa lebih produktif dengan cara belajar dan ikut serta memasarkan batik tersebut. Bila dari hasil pelatihan itu banyak yang hasilnya memuaskan maka akan direkrut menjadi karyawan untuk membuat batik pesanan dari konsumen. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis akan membahas mengenai Peran Badan Usaha Milik Desa Terhadap Pengembangan Ekonomi masyarakat Dengan Memajukan Usaha Batik di Desa Kranggan. Serta peneliti juga akan melihat apakah dengan adanya produksi batik dalam peme nuhan kebutuhan mereka dalam mengembangkan usahnaya dan pendapatan masyarakat setempat, serta membantu masyarakat sehingga akan berdampak pada kesejahteraan ekonomi.

Selengkapnya klik di sini >>>PPL<<<

[1] Nurman, Strategi Pembangunan Daerah, (Depok: PT RajaGrafindo,2017), hlm. 228
[2] Johozua M Yoltuwu, Pedoman Teknis Tata cara Pendirian Pengurusan dan Pengelolaan Bumdesa Bersama, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementerian Desa, PDTT Republik Indonesia), hal, 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>