Peran BUMDes Bangoan Dalam Pengelolaan Pasar Senggol Guna Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD)

2.1

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 Oleh

Aisyah Sabrina Astigianto

NIM. 12402173376

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Hj. Chusnul Chotimah, M.Ag.

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

   Desa merupakan unit terkecil dari sebuah Negara yang terdekat dengan masyarakat dan secara nyata bersinggungan dengan kebutuhan masyarakat untuk disejahterakan. Berdasarkan isi dari undang – undang desa (UU Nomor 6 Tahun 2014) Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batasan wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat, hak asal usul dan hak tradisional yang diakui dan dihormati oleh Negara. Sebagai wakil Negara, desa wajib melakukan pembangunan baik pembangunan fisik maupun pembangunan sumber daya manusia, sebagai upaya meningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa.

  Salah satu lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah BUMDES. Badan Usaha Milik Desa adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa. Berdirinya Badan Usaha Milik Desa diatur dalam Peraturan Menteri tentang Desa No. 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa. BUMDES adalah salah satu kelembagaan di desa yang dibentuk oleh pemerintah untuk mendorong terciptanya peningkatan ekonomi desa.

     Desa Bangoan memiliki BUMDes yang bertujuan untuk mengelola beberapa unit usaha yang dimiliki oleh desa Bangoan. BUMDes Bangoan berdiri sejak Oktober tahun 2015, tetapi baru aktif pada Januari tahun 2019 awal. Aktifnya BUMDes menandai pengelolaan Pasar Senggol yang semakin baik dalam hal ketertiban penjual dan juga peningkatan pengunjung Pasar Senggol. Sudah satu bulan ini Pasar Senggol mendapatkan kemajuan pesat dalam hal memberikan para UMKM Tulungagung wadah dalam sebagai lokasi UMKM untuk memasarkan produknya dengan lebih baik dan lebih luas. Pada hari minggu, terdapat 315 penjual, sedangkan pada hari biasa terdapat 15 penjual tetap dan 12 penjual tidak tetap. Selain Pasar Senggol, BUMDes Bangoan juga telah mengelola beberapa unit usaha diantaranya adalah Sembako Mart, dan Pinjaman Bergulir yang diakui oleh penjual sangat membantu dalam hal penyediaan modal.

Selengkapnya>>>Aisyah Sabrina Astigianto (12402173376)<<<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>