STRATEGI PEMASARAN BERBASIS MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN PRODUK BATIK SEKAR JAGAD DI DESA MOJOSARI

WhatsApp Image 2020-09-15 at 20.05.35

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

 

Oleh

LAVIOLA MAYTHASARI

NIM. 12402173394

 

Dosen Pembimbing Lapangan

Dr. Hj. Chusnul Chotimah, M.Ag.

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Batik merupakan hal yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia saat ini. Batik merupakan salah satu warisan nusantara yang unik. Keunikannya ditunjukkan dengan barbagai macam motif yang memiliki makna tersendiri. Setiap wilayah masing-masing mempunyai sejarah tersendiri mengenai motif batik.

Dilihat dari aspek kultural, batik merupakan seni yang bernilai tinggi. Di dalam seni batik tidak hanya sekadar kain yang polos ditulis tangan menggunakan cairan lilin (malam), akan tetapi corak/ pola-pola yang terdapat pada batik memiliki filosofi yang erat dengan budaya masyarakat. Batik merupakan suatu kebanggaan bagi Negara Indonesia warisan nenek moyang yang merupakan suatu identitas yang telah diwariskan secara turun menurun. Sebagaimana yang telah diuraikan, Hak Cipta atas seni batik ini secara tegas telah diatur dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 yang membagi jenis-jenis ciptaan yang mendapatkan perlindungan hukum, sebagaimana yang diatur pada Pasal 12 Ayat 1 yang menyatakan bahwa ciptaan yang dilindungi adalah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra.

Pada era ini, teknologi mulai berkembang yang membuat masyarakat semakin mudah melakukan kegitan setiap harinya. Sekarang sangatlah mudah dalam memperoleh informasi apapun baik informasi berita maupun jual beli. Semakin banyaknya pengguna internet di Indonesia, merupakan pemicu dalam berkembangnya jual beli online di Indonesia. Dengan masuknya jual beli online di Indonesia, maka akan meringankan kegiatan jual beli konsumen dan dapat memperluas jaringan pasar penjual. Dengan demikian diharapkan dengan masuknya bisnis online akan mempengaruhi perilaku masyarakat dimana dalam bertransaksi jual beli yang biasanya dilakukan secara offline berubah menjadi online.

Pada masa pandemi covid-19, banyak sekali selaku pemilik usaha / UMKM memutuskan untuk menutup usahanya atau melakukan PHK terhadap karyawanya, karena segala kegitan masyarakat di batasi dan secara tidak langsung membuat usaha yang telah dijalankan tidak berkembang lagi karena daya minat konsumen menurun. Akan tetapi banyak nya usaha yang tutup masyarakat mulai mengembangkan usahanya melalui media sosial, mereka memanfaatkan media sosial sebagai mencari pendapatan. Kini sudah banyak toko yang sudah menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran produknya. Baik dengan media sosial seperti Faceboook, Twitter, dan Instagram maupun menggunakan media marketplace seperti Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia.

Selengkapnya>>LAPORAN PPL LAVIOLA<<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>