Peran Pinjaman Modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) Dalam Mengembangkan Pemasaran Pada Usaha Syam Catering

P_20200905_1845485

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh:

RISA EKA OKTAVIA

NIM. 12401173163

Dosen Pembimbing Lapangan

Muhamad Aqim Adlan, S.Pd.I., M.E.I

NIP. 197404162008011008

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Katering berasal dari bahasa inggris catering, yang artinya melayani kebutuhan untuk pesta. Berdasarkan arti tersebut, biasanya catering memang diperuntukkan untuk penyediaan makanan dalam pesta seperti pernikahan, ulang tahun, ataupun pesta perayaan lainnya. Catering berasal dari kata “carter” yang berarti jasa menyiapkan dan menyajikan makanan dan minuman untuk umum. Menurut Purwati Tj, dkk (1994 : 2) catering adalah suatu usaha di bidang jasa dalam hal menyediakan atau melayani permintaan makanan untuk berbagai macam keperluan. Dalam industri catering ini terdiri dari bisnis yang ditujukan untuk menyediakan makanan atau minuman untuk berbagai acara. Tetapi ada pula berbagai usaha catering yang memasok makanan rutin setiap hari misalnya untuk makan siang pegawai intansi atau perusahaan.

Dilihat dari definisi dan kategori sebuah usaha catering tersebut, tentunya terdapat lingkup kerja masing-masing mulai dari persiapan awal untuk memulai usaha catering yang berarti meninjau kemampuan yang dimiliki baik dari segi keuangan maupun segi pengetahuan dan kemampuan mengelola usaha tersebut. Selanjutnya dalam menentukan berapa biaya pemesanan catering yang akan diminta kepada pihak pemesan, perlu dibuat kalkulasi harga terlebih dahulu dengan mempertimbangkan harga. Untuk mengelola dan mengembangkan usaha catering diperlukan bantuan sejumlah tenaga kerja yang terampil di bidangnya.

Seluruh lingkup kerja yang ada pada usaha catering tentunya membutuhkan modal yang cukup banyak baik dari modal sendiri maupun modal asing atau pinjaman kepada lembaga keuangan baik lembaga bank atau non bank seperti koperasi, pegadaian,dan sebagainya dengan jaminan dan jangka waktu pengembalian tertentu yang telah disepakati bersama. Minimnya modal sendiri yang dimiliki oleh pelaku usaha merupakan salah satu hambatan dalam mengembangkan usaha catering. Oleh karena itu lembaga keuangan menjadi pihak yang sangat membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Selengkapnya >>> Laporan PPL Risa Eka Oktavia <<<

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>