ANALISIS KONSTRIBUSI PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PENGEMBNGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH PADA BUDIDAYA IKAN LELE BAPAK WIYANTO DI DESA KESEMEN KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO


IMG-20200818-WA0002

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir

Praktik Pengalaman Lapangan Jurusan Perbankan Syariah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Tulungagung

Oleh

KHOFIFAH NUR ROCHMAH

NIM. 12401173237

Dosen Pembimbing Lapangan

SRI DWI ESTININGRUM, SE.Ak.,M.M.,C.A.

NIP. 197209082007102001

 

JURUSAN PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

IAIN TULUNGAGUNG

Kekurangan modal selalu menjadi masalah klasik bagi sebagian besar pelaku usaha, termasuk pembudidya ikan lele. Sementara itu, masih banyak potensi dana di perbankan yang belum banyak dimanfaatkan untuk sektor UMKM. Karakteristik sektor usaha pembudidayaan seperti ini yang kiranya berisiko tinggi dan dipandang rendah diduga kuat menjadi penyebab rendahnya minat lembaga pembiayaan untuk mendanai sektor ini. pngusaha umumnya tidak dapat mengakses lembaga pembiayaan komersial yang menyediakan bunga rendah, seperti BRI Unit Desa, Bank Perkreditan Rakyat, dan koperasi. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki agunan sertifikat tanah dan pengembalian kredit bulanan sehingga tidak sesuai dengan pola penerimaan usaha mereka dan prosedur pengajuan kredit yang rumit. Pengusaha juga sulit mengakses Koperasi Unit Desa karena kinerjanya lemah, putaran uang lambat, dan modal sulit berkembang. Sektor usaha seperti ini menurut saya yang merupakan basis pertumbuhan ekonomi pedesaan, sangat strategis dalam meningkatkan pendapatan masyrkat pedesaan dan mengurangi kemiskinan. Akan tetapi, sampai saat ini para pelaku usaha masih dihadapkan pada kesulitan pembiayaan untuk pengembangan usahanya.

Modal merupakan salah satu kunci penting dalam melakukan kegiatan bisnis, tanpa adanya modal yang cukup, maka bisnis tidak dapat berjalan dengan baik. Bahkan terkadang kecukupan modal merupakan syarat mutlak bagi sebuah bisnis, baik bisnis besar maupun kecil agar dapat memperoleh hasil seperti yang diinginkan. Demikian halnya dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dapat membangun, menjalankan, dan mengembangkan usahanya, UMKM memerlukan modal tertentu. Masalah permodalan memang merupakan masalah klasik bagi UMKM, tetapi masalah ini kerapkali muncul bahkan menjadi salah satu penyebab kegagalan usaha yang dilakukan. pada kenyatannya permasalahan utama yang dihadapi oleh sektor UMKM adalah masalah permodalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>